Jurnal STAI ANNAWAWI
Not a member yet
428 research outputs found
Sort by
Manajemen Ekstrakurikuler dalam Upaya Pengembangan Diri Santri Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta
Extracurricular is a media that can be used for the self-development process of santris in Pesantren (Islamic boarding schools). Good management of extracurricular activities will develop santri according to their natural potential. Al-Luqmaniyyah Yogyakarta is a salaf boarding school that has extracurricular management. The birth of the Santri Resource Development field is one of the answers in arranging extracurricular activities in Al-Luqmaniyyah Islamic boarding schools. This study uses descriptive-qualitative analysis with the results of the study stating that the concept of extracurricular birth in Al-Luqmaniyyah is a place for self-development of students. On the other hand the goal to be achieved is as a place for santri activities in Islamic boarding schools. So that with extracurricular activities, the santri did not look for other activities outside the pesantren environment. The birth of the Santri Resource Development field is as a manager in managing existing extracurricular activities. The application of extracurricular management through four stages, namely planning, organizing, implementing, and monitoring. Whereas the results achieved include, the interest of santri in following extracurricular activities increases every year, the reduction in the number of violations of santri, self-development whose ultimate goal is the independence of santri can be seen through emotional, intellectual, social, and economic independence.Ekstrakrikuler merupakan wadah yang bisa digunakan untuk proses pengembangan diri santri di pondok pesantren. Pengelolaan yang baik terhadap ekstrakurikuler akan mengembangkan santri sesuai potensi kodratnya. Al-Luqmaniyyah Yogyakarta adalah pondok pesantren salaf yang memiliki manajemen ekstrakurikuler. Lahirnya bidang Pengembangan Sumber Daya Santri menjadi salah satu jawaban dalam mengatur ekstrakurikuler di pesantren Al-Luqmaniyyah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-kualitatif dengan Hasil penelitian menyebutkan bahwa konsep lahirnya ekstrakurikuler di pesantren Al-Luqmaniyyah adalah sebagai ajang pengembangan diri santri. Disisi lain tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai wadah kegiatan santri di lingkungan pondok pesantren. Sehingga dengan adanya ekstrakurikuler, para santri tidak mencari kegiatan lain di luar lingkungan pesantren. Lahirnya bidang Pengembangan Sumber Daya Santri sebagai manajer dalam mengelola ekstrakurikuler yang ada. Penerapan manajemen ekstrakurikuler melalui empat tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Sedangkan hasil yang dicapai diantaranya, minat santri mengikuti esktrakurikuler bertambah setiap tahunnya, berkurangnya jumlah pelanggaran santri, pengembangan diri yang bertujuan akhir kepada kemandirian santri bisa terlihat melalui kemandirian emosi, intelektual, sosial, dan ekonomi
Implementasi Pendidikan Karakter Keluarga Muslim: Pendekatan Sosiologis
Pendidikan sangat mempengaruhi iman, takwa, akhlak, ilmu seseorang dalam kehidupannya, pendidikan yang baik membentuk manusia yang berakhlak baik, berbudi mulia, bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungannya. Karakter tersebut tidak didapatkan dengan instan, tapi melalui melalui proses yang panjang dan dukungan baik dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang siswa.
Keluarga muslim adalah keluarga yang dimulai dari perkawinan antara laki-laki dan perempuan melalui proses akad nikah atas dasar kerelaan untuk melestarikan keberlangsungan manusia di muka bumi, dan memelihara agama, jiwa, akal, dan harta.
Pembinaan karakter keluarga muslim menurut pendekatan sosiologis adalah bentuk pendekatan untuk membina karakter keluarga muslim melalui gejala-gejala sosial yang timbul di masyarakat berdasarkan syari’at Islam untuk menanamkan norma dan kebiasaan perilaku keluarga muslim, sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Pendekatan sosiologis tersebut meliputi ekspresi budaya, pengetahuan dan keterampilan, pengawasan sosial, standar hidup, kontak dari kelompok tertentu, mobilitas sosial.
Kata Kunci : Pendidikan, Keluarga, Karakter
Nalar Metodologi Fiqh Imam Nawawi Tentang Jual Beli Buah Sebelum Layak Panen
Imam Nawawi memperbolehkan jual beli buah sebelum layak panen dengan syarat harus dipetik dan buah yang dipetik tersebut harus memiliki kemanfaaan bagi manusia. Dalam hal ini beliau secara teks, hukum yang diterapkan oleh Imam Nawawi tersebut bertentangan dengan hadis Nabi, pemikiran beliau tidak serta merta meninggalkan hadis, justru beliau mendatangkan Hadis yang secara tidak langsung memberikan indikasi bahwa hukum jual beli buah sebelum layak panen diperbolehkan dengan syarat buah yang dibeli harus dipetik secara langsung.
Penelitian ini menggunakan metode pustaka (Library Research). Data dianalisa dari kitab-kitab fiqh karya Imam Nawawi. Aspek yang diteliti dalam pembahasan ialah pemakaian serta penerapan dasar Al-quran, Hadis dan Ijmā’ serta argumentasi Imam Nawawi tentang persyaratan manfaat pada buah sebelum layak panen, kesahihan dalil, aspek manfaat dan mudarat atas konsekuensi hukum kebolehan jual beli buah sebelum layak panen dengan syarat harus langsung dipetik buahnya saat akad. Kesimpulan yang muncul pada pembahasan ini ialah, pertama bahwa penetapan hadis yang digunakan oleh Imam Nawawi sesuai dengan maksud hadis. Kedua, persyaratan manfaat atas buah yang buah sebelum layak panen sesuai dengan syara dan rukun jual beli. Ketiga, dalil yang digunakan oleh Imam Nawawi dinyatakan Şahīh serta Ijma yang dimaksud dalam istilah penentuannya ialah Ijma Zanni
Modernisasi Pendidikan Islam Pesantren Dalam Tinjauan Filosofis Metodologis
Abstract
The development of pesantren is very interesting to be discussed. This is because the boarding school is an Islamic educational institution of Indonesia that is believed to be able to mint the student who are characterized and become the guidance of society in religious life. Pesantren in its development follow the development of the times that always move to a better direction, so there are some values and systems that are renewed. This review will discuss the change of pesantren towards the modernization of Islamic education in philosophical methodological review. In this study there is a discussion of modernization in terms of historical aspects and their understanding from various opinions of experts. Modernization that occurs in Islamic educational institutions has an impact on Islamic educational institutions, thus giving birth to the pattern of modernization and modernization form. Motivation in pesantren learning also develops in order to upgrade students ability and adjustment of time
Pengaruh Program Pendidikan dan Pelatihan terhadap Peningkatan Kompetensi Guru di SMP Negeri 1 Keritang
Abstrak: Pendidikan dan pelatihan memberikan kesempatan pada guru untuk meningkatkan prestasi pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh program pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru dan juga melihat faktor-faktor yang mempengaruhi ke dua variabel tersebut. Penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari program pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru yang ada di SMP Negeri 1 Keritang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Variabel bebas (X) Program pendidikan dan pelatihan, variabel terkait (Y) Peningkatan kompetensi. Dengan subjek penelitian sebanyak 30 orang guru SMP Negeri 1 Keritanng dengan menggunakan total sampling. Analisis data dibantu dengan menggunakan SPSS 22.0 . Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) program pendidikan dan pelatihan berada pada kategori sangat baik dengan persentase 83%, (2) peningkatan kompetensi berada pada kategori sangat baik dengan persentase 86%, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara program pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru di SMP Negeri 1 Keritang dengan nilai rhitung 0,776 lebih besar dari rtabel pada taraf signifikan 5% yaitu 0,361 (0,776>0,361). Jadi dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik program pendidikan dan pelatihan maka semakin berkualitas pula peningkatan kompetensi guru. Sekolah diharapkan untuk dapat meningkatkan efektifitas pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan agar peningkatan kompetensi guru terus mengalami peningkatan dengan lebih baik
Landasan Filosofis Pembelajaran Agama Islam Perspektif Hereditas, Lingkungan, Kebebasan Manusia dan Inayah Tuhan
Manusia diciptakan di muka bumi dengan alasan yang istimewa, yaitu untuk menjadi khalifah dan hamba di muka bumi. Allah memberikan potensi kepada manusia yang dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan Islam ditujukan untuk mengasah setiap potensi manusia agar dapat mencapai kedudukan yang sebagaimana diharapkan oleh Allah Swt. Proses pendidikan harus melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan, seperti hereditas, lingkungan, kebebasan manusia dan inayah Tuhan yang ada pada peserta didik. Penelitian ini ditujukan untuk melihat bagaimana faktor-faktor hereditas, lingkungan, kebebasan manusia, dan inayah Tuhan dalam membentuk potensi manusia melalui pembelajaran agama Islam. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah analisis arsip berupa kajian teoretis tentang hereditas, lingkungan, kebebasan manusia, dan inayah Tuhan. Hasil kajian menunjukkan faktor hereditas dan lingkungan bersama-sama mempengaruhi proses pembentukan kepribadian manusia dengan ijin Allah Swt. Sedangkan proses pembelajaran Islam dilihat sebagai proses kunci dalam pembentukan kepribadian manusia dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dalam menjalankan aktivitas pembelajaran
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi 4.0. Dengan Pendekatan Humanistik di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunung Kidul
Humanistik merupakan konsep terkait manusia sebagai sentral eksistensi. Teori tersebut sangat cocok diterapkan pada pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Terealisasinya hubungan antar manusia satu dengan manusia yang lain sangat baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pentingnya pembelajaran Pendidikan Agama Islamdi era revolusi 4.0. dengan menggunakan konsep humanisitk.. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini, ternyata pembelajaran Pendidikan Agama Islamdi era revolusi 4.0. dengan pendekatan humanistik di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunung Kidul cukup baik. Hal tersebut, dapat dilihat dengan adanya kekompakan dalam menyelesaikan suatu tugas dengan kerja sama yang baik sehingga bisa selesai dengan tuntas
Peran Pesantren Dalam Pendidikan Resolusi Konflik Keagamaan
Abstrak
Tulisan ini merupakan kajian yang mendalam tentang peran pesantren dalam pendidikan resolusi konflik. Konflik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia harus diupayakan solusinya, agar terbangun kehidupan masyarakat Indonesia yang damai. Salah satu cara membangun perdamaian adalah mengubah cara pandang masyarakat dari pandangan konflik sebagai sebuah kerugian, ancaman dan pertanda kegagalan, menjadi pandangan bahwa konflik juga bersifat fungsional dan bisa menjadi sarana pemberdayaan dan pemajuan masyarakat. Hal yang demikian menuntut adanya kesadaran semua elemen masyarakat untuk terlibat didalamnya salah satunya adalah pesantren. Tujuan dari kajian ini adalah Pesantren mempunyai peranan sebagai pendorong aktif untuk melakukan proses resolusi konflik sehingga memampukan warga pesantren dan masyarakat agar dapat mengelola persoalannya sendiri. Hasil dari kajian pustaka ini adalah pesantren diharapkan mempunyai berbagai progam pendidikan yang berkaitan dengan persoalan perdamaian, dialog antar agama, mediasi konflik, dan pendidikan perdamaian (pelatihan manajemen konflik, pendidikan perdamaian untuk pemuda dan remaja, dan pengembangan pendirian lembaga).
Kata kunci : pesantren, pendidikan, dan resolusi konflik
Abstract
This paper is an in-depth study of the role of Pesantren in conflict resolution education Conflicts that occur in several regions in Indonesia must be efforted to be resolved, in order to build peaceful life of Indonesian people. One of the way to build peace is to change the community's perspective from the view of conflict as a loss, threat and sign of failure, to the view that conflict is also functional and can be a means of community empowerment and advancement. This requires an awareness of all elements of society to be involved in it, one of which is the Pesantren. The aim of this paper is that the Pesantren has an active role as a motivator to carry out a conflict resolution process so that the Pesantren community and the community can manage their own problems. The results of this literature study are that Pesantren are expected to have a variety of educational programs related to peace issues, interfaith dialogue, conflict mediation, and peace education (conflict management training, peace education for youth, and the development of institutional establishment).
Key words : Pesantren, education and conflict resolutio
Tinjauan Hukum Islam terhadap Konsep Subrogasi dalam Asuransi Syari’ah
Islamic insurance products and services adopt many conventional insurance mechanisms including subrogasi. In the aplication, it turned out to contain many problems. Therefore, author was intersted in studying criticaly. This papper was discussed by library research. The approach that used was normatif. The theories that used were the hawālah and takāful/tadāmun concepts. This papper had found that subrogasi was not suitable with islamic law (according to scholar of Hanafi, Maliki, Syafi’i, and Hanabilah) if it was aplicated in islamic insurance because the claim fund was taken from tabarru’ fund acumulation, not from insurance fund. Because of subrogasi contains the advantage and harmfull in islamic insurance, author recomend in order to use wakalah theory. The manager of islamic insurance is positioned as a representative of member to demand compensation against the gulty perso
Interaksi Sosial Pada Remaja Yang Kecanduan Game Online
Currently online games are in great demand by teenagers. Thi is a big concern for educators ang researchers about the impact of online games on teenagers. This article will discuss the impact of online game addiction on adolescent social interactions. Most teenagers today prefer playing games rather than interacting with people around them that cause their interactions to be disrupted. The purpose of this study was to describe and explain in detail how social interactions in adolescents who are addicted to online games. This type of research is field research using a qualitative approach. Methods of collecting data using the method of observation and interviews. From the research found the effect that can be obtained from a teenager who is addicted to online games that is more like being alone, does not follow the organization, and does not gather with people around it. How to deal with the problem of teenagers who are addicted to online games, namely with the advice of parents and also educational institutions about the importance of interacting with people around.
Keywords : game online, addiction, social interactio