Jurnal STAI ANNAWAWI
Not a member yet
428 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO
ABSTRACT
Islamic boarding schools are Islamic education institutions that are increasingly in demand because in addition to making smart students but also forming the character of students to be positive characters, especially salaf Islamic boarding schools. An Nawawi Islamic boarding school is one of the salaf Islamic boarding schools in Purworejo district which is increasingly in demand with the increasing number of santri and now reaching 3500 santri. This study wanted to know how the management process of character education at An Nawawi Islamic Boarding School. An Nawawi Islamic Boarding School succeeded in organizing character education with elements of supporting elements, namely the independence of pesantren leadership, Islamic boarding school regulations and good management management
ABSTRAK
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang semakin hari semakin diminati karena selain membuat peserta didik cerdik namun juga membentuk karakter peserta didik menjadi karakter yang positif terutama pondok pesantren salaf.Pondok pesantren An Nawawi adalah salah satu pondok pesantren salaf di kabupaten Purworejo yang semakin hari semakin diminati dengan jumlah santri yang semakin meningkat dan sekarang ini mencapai 3500 orang santri.Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana proses manajemen pendidikan karakter di Pondok Pesantren An Nawawi. Pondok Pesantren An Nawawi berhasil menyelenggarakan pendidikan karakter dengan unsur unsur penunjang yaitu kemandirian kepemimpinan pesantren, peraturan pondok pesantren dan manajemen pengelolaan yang baik.
 
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBNU TAIMIYAH
Islam adalah agama yang selain bersifat syumuliyah (sempurna) juga harakiyah (dinamis). Disebut sempurna karena Islam merupakan agama penyempurna dari agama-agama sebelumnya dan syari’atnya mengatur seluruh aspek kehidupan, baik yang bersifat aqidah maupun muamalah. Dalam kaidah tentang muamalah, Islam mengatur segala bentuk perilaku manusia dalam berhubungan dengan sesamanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di dunia. Termasuk di dalamnya terdapat prinsip-prinsip yang mengatur tentang pasar dan mekanismenya.
Dalam khazanah pemikiran ekonomi Islam, terdapat seorang ulama yaitu Ibnu Taimiyah yang telah banyak membahas tentang ekonomi, di antaranya adalah pendapat beliau tentang pasar, harga, keadilan, dan pemikiran ekonomi lainnya.
 
Kewajiban Nafkah Suami Penyandang Disabilitas
Hukum Islam membebankan kewajiban nafkah keluarga pada suami. Pembebanan ini mengharuskan seorang suami untuk memiliki kematangan fisik, tetapi perlu disadari bahwa tidak semua manusia yang terlahir di muka bumi ini dalam keadaan normal. Ada sebagian manusia yang lahir dalam keterbatasan fisik maupun psikis, atau terlahir dalam keadaan normal kemudian menjadi penyandang disabilitas akibat sakit atau kecelakaan. Dalam penelitian ini penulis ingin mengkaji lebih dalam terkait bagaimana pemenuhan kewajiban nafkah suami penyandang disabilitas dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pemenuhan nafkah dari suami penyandang disabilitas di Kelurahan Demangan Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan normatif. Hasil penelitian kewajiban nafkah suami penyandang disabilitas sebenarnya masih bisa diupayakan dengan keterampilan yang dimiliki oleh seorang suami, namun masih belum bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Ada lima keluarga yang suaminya telah menyandang disabilitas jauh sebelum terjadinya pernikahan akan tetapi isterinya ikhlas dengan kondisi yang dialami oleh suaminya dan ada satu keluarga yang suaminya sebagai penyandang disabilitas setelah terjadinya pernikahan yang isteri tidak bisa menerima kondisi tersebut. Dari keenam keluarga tersebut semuanya sesuai dengan apa yang disyari’atkan dalam hukum Islam. Apabila para suami tidak mampu memberikan nafkah karena sakit atau cacat maka hal ini merupakan suatu ‘illat pengecualian
Kritik Pemikiran Taqiyyudin Al-Nabhani tentang Zakat Uang Kertas
Money is usability standard contained in the goods and labor. Money can be classified into two types, namely coins and paper money. Coin money is made of minerals such as gold, silver, copper, tin and nickel. Paper money is money which is made of paper, as a replacement of gold or silver or made of a mixture of gold or silver or a mixture of both is secured wholly or partly by gold and silver. Paper money as a kind of currency that existed at this time has dominated the economy and replaced the gold and silver as a means of exchange. By the money, the actors of economic can conduct transactions anytime, anywhere, and with anyone easily and efficiently. This will certainly lead to the rapid development of the real sector, because it is considered an asset that can be used as a means of exchange and received by the general public, the Al-Nabhani charity requires it.
In the excavation of law relating to zakat of paper money, al-Nabhani used the literal approach and used the method of qiyas. The lawyer-as the basis of qiyas are passages that describe the zakat of gold and silver as well as the Hadith that shows about currency and valuables, such as word riqqah, wariq, dinars and dirhams, hadith about diyat, and prohibition ihtikar. The essence of Allah forbade the hoarding of gold and silver, and ordered to remove the charity from both. The money is legal equated with gold and silver because there are 'illat that on the day of the gold and silver that paragraph applies as currency, in addition to his position as a mineral that has essential value. 'Illat is justifiable because history proves that gold and silver are the currency used to trade through out the life of the Prophet and the caliphs afterwards
Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran IPS Kelas VII A Di SMP N 2 Turi Sleman
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. 2) Kesiapan sarpras dalam implementasi kurikulum 2013. 3) Kendala yang dihadapi oleh guru .4) solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas VII A di SMPN 2 Turi, Sleman, Yogyakarta Tahun Pelajaran 2016/ 2017. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Turi, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah guru IPS di SMPN 2 Turi, Sleman, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Guru telah siaga dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS, hal ini dibuktikan dengan kesiapan guru dalam membuat perangkat pembelajaran, materi bahan ajar, media pembelajaran, serta model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran IPS. 2) Kesiapan sarana prasarana dalam implementasi Kurikulum 2013 pada siswa kelas VII A adalah tersedia beberapa sarana yang harus dilengkapi oleh sekolah. 3) Kendala yang dihadapi yaitu kendala berkaitan dengan waktu, sarana prasarana, pemahaman peserta didik mengenai penilaian otentik, ketersediaan sarana prasarana, pengiriman buku yang masih terlambat dan masih minimnya pemahaman orang tua terhadap pelaksanaan kurikulum 2013. 4) Upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala adalah : dengan mengupayakan sarana prasarana yang belum tersedia di sekolah, melakukan sosialisasi ataupun penjelasan mengenai tugas-tugas otentik kepada siswa, mengikutsertakan guru dalam diklat.
Kata Kunci: implementasi kurikulum 2013, pembelajaran IPS
ABSTRACT
This study aims to find out 1) Readiness of teachers in implementing Curriculum 2013 on learning IPS. 2) Preparedness of sarpras in the implementation of curriculum 2013 on learning IPS. 3) What are the constraints faced by teachers in the implementation of the 2013 curriculum on learning IPS.4) solutions are done to overcome problems faced by teachers in implementing the 2013 curriculum on the IPS class VII A lesson at SMPN 2 Turi, Sleman, Yogyakarta Lesson 2016/2017.This research was conducted at SMPN 2 Turi, Sleman, Yogyakarta. This research is a qualitative research. Subjects in this study were IPS teachers at SMPN 2 Turi. Data collection techniques in this study using interviews and observation. Data analysis techniques using qualitative descriptive analysis techniques.The results showed that 1) Teachers have been prepared in implementing the 2013 curriculum on IPS learning, as evidenced by the readiness of teachers in making learning tools, teaching materials materials, instructional media, and learning models applied in IPS learning. 2) The readiness of infrastructure facilities in the implementation of Curriculum 2013 on the students of class VII A is the need for the procurement of several facilities that must be completed by the school, because the use of facilities in supporting learning is an important factor in IPS learning. 3) Obstacles encountered are constraints related to time, infrastructure, students' understanding of authentic assessment, availability of infrastructure, late delivery of books and still lack of parental understanding of the implementation of the curriculum 2013. 4) Efforts made in the face of obstacles are : by seeking infrastructure facilities that are not yet available in schools, disseminating or explaining authentic tasks to students, involving teachers in the training
Rahasia Dagang (HaKI) dalam Etika Bisnis Syari’ah
Etika bisnis syari’ah membingkai unsur material-kuantitatif dan imaterial-kualitatif menjadi satu kesatuan dalam kegiatan usaha. Rahasia dagang yang dimiliki suatu perusahaan merupakan aset penting. Pelangaran rahasia dagang dapat dilakukan oleh orang dalam (organ perusahaan) atau oleh perusahaan kompetitor. Pelanggaran rahasia dagang tentu tidak diperkenankan dalam perspektif etika bisnis syari’ah. Kertas kerja ini akan menyoroti secara lebih jauh aspek pelanggaran rahasia dagang dalam perspektif etika bisnis syari’ah. Menggunakan metode kualitatif dan bersifat deskriptif analitis. Pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh organ perusahaan dalam perspektif etika bisnis syari’ah memiliki keterkaitan langsung dengan unsur ketauhidan dan wajib mengamalkan unsur kejujuran, sikap amanah serta tidak khianat. Pelanggaran rahasia dagang yang dilakukan oleh perusahaan kompetitor menunjukan keterlanggaran lima aksioma dalam ilmu ekonomi Islam dan pelaksanaan Islamic Corporate Governance
LITERASI KEUANGAN SYARIAH PENGELOLA KOPERASI PONDOK PESANTREN AN-NAWAWI KEC. GEBANG, KAB PURWOREJO
This research discuses about literacy of sharia finance aimed to observe to what extent the knowledge of the cooperation manager of Islamic Boarding School towards the literacy of sharia finance determined by the demographical factor, the factor that has a relation with the literacy of finance included education, sex and income. However, this research would focus on the relationof demographical factor and literacy of finance sharia in the perspective of education that is at the level of education and the origin of education of an an dividual in mananging the finance.
This research used the quantitative research method in which the measurement was implemented using Continuous Rating Scale (CLS) whith the measurement category of literacy of finance divided into three: high, medium, and low. The variabel in this research included: finance literacy (management of personal finance, saving, investment, assurance), education level (SMU/MA below and undergraduate program above), origin of education (general, religiosity).
The research results showed that there was no any difference of sharia finance literacy as seen from the educational level and the origin of education of the cooperation manager of Islamic Boarding School An-Nawawi. This was not in line with the hypothses. However if analyzed in each indicator, then in the assurance, there was a significant influence resulting in the significance at < 0,05. Then, there was a significant influence either in educational level and origin of education
 
STUDY KOMPARASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SMK(Studi Kasus SMK Di Pondok Pesantren Lirboyo Al-Mahrusiyah Dan Di SMK PGRI 2 Kediri)
ABSTRACT
This study of the purpose is to explore, how the Implementation of Education in Vocational High School, The comparative and output of students at vocational education institution in the Kediri’s lirboyo Islamic Boarding School (Al-Mahrusiyah Vocational High School) and at Vocational High School PGRI 2 Kediri. The methodology of this research is qualitative, deal with the method of data collection which used namely observation, interview, and documentation. The results of this research appeared (1) The implementation of Education in Vocational High School, especially in Al-Mahrusiyah Islamic Boarding School and at Vocational High School PGRI 2 Includedthe school management, the results obtained had shown that the leadership using a democratic type. (2) The comparative of theeducation implementation in vocational High School (SMK) at Islamic Boarding Schools (Al-Mahrusiyah Vocational School) and in PGRI Vocational High School 2 Kediri includedthe management of the leadership model, school category, curriculum, teaching and learning process, educator and education staff, expertise package / competency skill, DU / DI partner and the school culture (3 ) Output of students in Vocational High School in Islamic Boarding Schools (Al-Mahrusiyah Vocational High School) and in SMK PGRI 2 Kediri, SMKS Al-Mahrusiyah is a vocational high school based on Information Technology while PGRI 2 (SMK) Vocational High School, Kediri vocational high school based on a marketing industry between only work themselves or those who continue kuliyah gotthe difference of between students graduating from vocational high school who are from Islamic boarding schools with those who are from the community culture in general. The difference is due to several environmental factors as well as the school culture that affected the mindset in both vocational high schools
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, bagaimana Penyelenggaraan Pendidikan SMK, komparasi serta output siswa pada lembaga pendidikan kejuruan di Pondok Pesantren lirboyo Kediri (SMK Al-Mahrusiyah) dan di SMK PGRI 2 Kediri.Metodelogi penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan (1) Penyelenggaraan Pendidikan SMK di pondok pesantren Al-Mahrusiyah dan di SMK PGRI 2 meliputi managemen sekolah, dari hasil yang didapat menunjukan bahwa kepemimpinan menggunakan model demokrasi berkriteria ideal akan tetapi perlu meningkatkan supervisi terhadap guru (2) komparasi penyelenggaraan pendidikan SMK di Pondok Pesantren (SMK Al-Mahrusiyah) dan di SMK PGRI 2 Kediri meliputi: managemen model kepemimpinan, Kategori sekolah, Kurikulum, Proses belajar mengajar, Pendidik dan tenaga kependidikan, Paket keahlian/Kompetensi keahlian, Mitra DU/DI dan Kultur sekolah (3) Output siswa di SMK di Pondok Pesantren (SMK Al-Mahrusiyah) dan di SMK PGRI 2 Kediri, SMKS Al-Mahrusiyah adalah sekolah kejuruan dengan basis Teknologi Informasi sedangkan SMKS PGRI 2 Kediri sekolah kejuruan dengan basis industri pemasaran dan antara yang bekerja dengan yang melanjutkan kuliyah terdapat perbedaan antara siswa-siswi lulusan SMK Yang sekolah di pondok pesantren dengan yang sekolah di sekolah dengan kultur masyarakat secara umum. Perbedaan tersebut dikarenakan beberapa faktor lingkungan dan juga kultur sekolah yang mempengaruhi mindset di kedua sekolah SMK tersebu
APLIKASI PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN PENGELOLAAN RISIKO BMT
BMT termasuk salah satu dari LKS yang sedang berkembang di kalangan masyarakat menengah ke bawah bahkan pada golongan masyarakat menengah ke atas. Layanan/jasa BMT seringkali digunakan dan banyak diakses oleh masyarakat kecil yang membutuhkan dana untuk menjalankan suatu usaha (modal kerja), di mana BMT berperan sebagai mitra usaha dengan pembagian bagi hasil atau margin atau mark-up yang proporsional.
Di dalam proses melakuakan pembiayaan mudharabah terdapat resiko-risiko yang harus ditangani oleh BMT AN-Nawawi Berjan Purworejo diantaranya adalah bussines risk, unusual bussines risk, disaster risk. Padahal BMT An-Nawawi Berjan Purworejo produk mudharabah adalah produk unggulan, hal ini dapat diatasi dengan jalan menentukan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh nasabah sebagai pengelola dana mudharabah. Pembiayaan bermasalah merupakan salah satu risiko besar yang ada di setiap dunia perbankan baik pada bank umum, bank syariah maupun pada BMT sekalipun tidak dapat terhindar dari risiko pembiayaan bermasalah. BMT An-Nawawi Berjan Purworejo tetap bisa mampu meyelesaikan masalah.
Kerja sama, baik dalam Mudharabah adalah sesuatu yang sangat dianjurkan dalam Islam agar kita dapat saling membantu dalam menanggung risiko usaha tentu yang sesuai dengan syariah. Mudharabah yang termasuk salah satu jenis Kerjasama, yang saat ini memiliki banyak kendala dalam perkembangannya sehingga shahibul mal/bank enggan memakai skema kontrak ini