Jurnal STAI ANNAWAWI
Not a member yet
428 research outputs found
Sort by
Studi Pemahaman Fikih Hadis, Wakaf Temporal Dalam Membantu Permodalan Bank Wakaf Mikro
Pemahaman mengenai hadis dikenal dengan istilah fikih hadis, sebuah usaha yang digunakan untuk memahami maksud dan tujuan dari suatu hadis, sehingga membantu dalam menghasilkan pemahaman yang komperhensif, sampai ke makna paling tersembunyi dari suatu hadis. Menggunakan pendekatan fikih hadis yang dikembangkan oleh Dr. Hasyim Abu Khomsin, terdapat 8 kriteria dalam memahaminya; selaras dan beriringan dengan alqur’an, mengetahui nasikh mansukh, gharib hadis, perbedaan hadis, asbabul wurud, mendiamkan jika hukum itu tidak bisa dilakukan, pendapat ulama seputar hadis dan fikihnya. Penelitian ini membahas mengenai fikih hadis tentang wakaf, utamanya wakaf temporal dan penerapannya di bank wakaf mikro. Berjenis penelitian pustaka (Library Reseach) yang bersifat deskriptif analitis, dengan cara mengkomparasikan dan mengkontraskan beberapa hadis dari ulama fikih. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, meskipun redaksi hadis tentang wakaf berbeda-beda, namun inti dari dari hadis ialah menjaga kekekalan dan mentasarufkan manfaatnya. Tidak adanya redaksi waktu tertentu dihadis, memungkinkan untuk diberlakukannya wakaf temporal, dan hal ini didukung oleh Imam Malik. Diperbolehkannya wakaf temporal sedikit banyak bisa membantu permodalan dalam bank wakaf mikro. Karena wakaf temporal bisa dijadikan modal, tanpa harus bank memikirkan penambahan bunga sebagaimana yang biasanya lazim diterapkan bagi lembaga yang meminjam uang. Kata Kunci: Fikih Hadis, Wakaf Temporal, Wakaf, Bank Wakaf Mikr
Pembentukan Spiritualistas dan Karakter Anak dalam Perspektif Lukman al-Hakim
Parents are the first educators for children. The main role of parents is to shape the spirituality and character of children from an early age. Children are taught knowledge about religion and morals through daily activities. The provision of knowledge of religious education from childhood is expected to be able to instill the character and transfer of children. Learning from Lukman Hakim narrated in the Qur'an. Lukman Hakim explicitly educated his children by giving a will related to Islamic education. And Lukman Hakim has a role in giving messages to shape spirituality and character in children. Child's spirituality is reflected by the unity of God to God, carrying out the command of prayer and advice that all actions will be rewarded. While the formation of express characters in Filial discussions to parents, advocates good deeds and prohibits bad deeds, patience, not arrogant, simple life, and polite speaking
Kepemimpinan: Sebuah Kajian Literatur
This study aims to explain the understanding of management, scope of management, and leadership of Islamic education. Library studies are used as a method of research. The data is retrieved, collected, and analyzed from scientific books and journals that have similar topics, then used as writings and summations. The results showed that management activities cover a broad spectrum, ranging from activities to determining the direction of the organization in the future, creating organizational activities, encouraging cooperation between fellow members of the organization, and overseeing activities in achieving the goals. Islamic education leadership is a leadership process in Islamic education to move, influence, motivate, and direct people within educational institutions to achieve the goals that have been formulated
Tinjauan Hukum Islam terhadap Pembentukan Keluarga Sakinah pada Prajurit TNI di Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista Yogyakarta
This study examines the consideration of forming a sakinah family, Every TNI family in Infantry Battalion 403 / WP had their respective efforts in forming a sakinah family. In these efforts there are various obstacles, such as when a husband is assigned to a certain area for a period of six months to one year and the wife must be in the dormitory. Given this phenomenon, the authors are interested in researching and knowing more about the efforts in forming a sakinah family and reviewing these efforts with a review of Islamic law. This type of research is field research using qualitative data analysis. This research is a descriptive analysis, while the data collection used is observation and interviews. The approach used is normative-juridical.
Based on the research that the author did, the efforts made are: First, maintaining good communication. Second, be honest, trust each other, look after each other, teach courtesy, respect each other and remind each other. Third, apply the principle of deliberation. Fourth, teach religious education. The environment in the Yonif 403 / WP military dormitory can have an effect, but not all of it, is the main reason for forming a sakinah family, because a sakinah family is a goal to be achieved by each family
Telaah Hadis Perpecahan Umat (Aplikasi Metode Isnad Cum Matn)
Tulisan berikut mengkaji hadis-hadis tentang perpecahan umat menjadi 72 atau 73 golongan dengan menggunakan metode penanggalan Isnad cum Matn. Hadis-hadis tentang perpecahan umat yang telah masyhur ini menjadi polemik tersendiri di tengah umat Islam yang majemuk. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kajian pustaka. Kajian dilakukan tidak hanya dengan analisis sanad, tetapi juga dengan analisis matan hadis. Hasilnya didapati bahwa yang diduga menjadi common link dalam periwayatan hadis-hadis ini adalah Muhammad bin ‘Amru. Sementara berdasarkan analisis matan dapat diketahui bahwa matan hadis yang di dalamnya terdapat common link yang berpangkal pada riwayat Abu Hurairah, kontennya hanya berisi keterangan perpecahan umat menjadi 71, 72, atau 73 golongan
Penguatan Kurikulum 2013 dalam Menumbuhkan Karakter Peserta Didik di Sekolah
Abstrak :
Indonesia bangsa yang mayoritas dari penduduknya adalah muslim dan sangat kaya dengan warisan nilai tinggi dengan itu ia mampu melahirkan manusia yang ungul. Karakter yang ditanamkan pada siswa, didalamnya mencakup komponen tentang kesadaran, kepedulian, pemahaman yang sempurna terhadap Allah, khususnya diri masing-masing, masyarakat, lingkungan, serta bangsa pada umumnya. karenanya seharusnya nilai-nlai luhur tersebut terinternalisasi pada setiap pribadi seseorang agar selalu senantiasa bisa diaktualisasikan melalui implementasi sehari-hari. Dalam mengembangkan sebuah potensi generasi pemuda penerus bangsa, karakter baik harus terkonstruk pada jiwa generasi yakni karakter tanggung jawab. pastinya ini bukanlah perkara yang eenteng, maka dari itu suatau kesadaran dalam masing-masing pihak sanagt dibutuhkan terkait perkembangan karakter, bahwasanya pendidikan karakter dinyatakan begitu perlu untuk dilaksanakan. Adapun kurikulum ialah suatu instrumen yang tunggu-tunggu adanya, karna diharapkan mampu menyumbangkan suatu arahan demi berjalannya sebuah proses demi lebih berkembangnya kualitas dan potendi pada peserta didik. Maka demikianlah, kurikulum mulai disusun serta dikembangkan untuk dipergunakan sebagai pemandu ketika proses mengarahkan seluruh pesrta didik sehinga mereka membentuk manusia yang berkualitas. Ada berbagai pengalaman baik yang setidaknya sudah dikuasai oleh siswi dengan tujuan agar mereka bisa membantu, menyumbangkan atapun menyempurnakan kehidupan masyarakat diantaranya yaitu dalam cakupan penguasaan materi yang hendak diajrakan prestasi menjulang, keterampilan diri, sikap, kecakapan, kebiasaan baik, beberapa apresiasi
Kata Kunci : Kurikulum 2013, Karakter, Peserta Didik
Abstract :
Indonesia is a nation whose majority of the population is Muslim and is very rich with a heritage of values that can create the human personality of into a superior character. Planting character values to students, including components of awareness, understanding, caring and commitment to God, to ourselves, society, the environment, and the nation in general to become human beings naturally. Thus noble values should be internalized in each person so that they can be actualized through the practice of everyday life. Developing the potential of this nation young generation to gain the good character is the responsible of all elements. Therefore we need an awareness from all elements regarding character development that character education is very important to do. The curriculum is one of the instrument expected to provide direction in order to realize the process of developing more quality and potential of students, Therefore, the curriculum is compiled, developed and use and as a guide in directing students to become qualified human beings. There are a number of experiences that students must have to help human life in mastering certain knowledge, skills, attitudes, habits, achievements and appreciation
Implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dalam Putusan Ḥaḍānah di Pengadilan Agama Sleman
The author is interested in the decision regarding Child Custody which originated from the existence of divorce, so that when the verdictregarding divorce occurred indirectly it would be a matter of ḥaḍānah.With the Convention on the Rights of the Child (CRC) in which there is aproblem of good principles for children, according to the authors it isinteresting to study, using the best interest of child theory, how later theimplementation of the Convention on Child Rights in a Child Custodydecision and how later the judge in considering a case ḥaḍānah will referto the principles of the CRC or not, besides using the Compilation ofIslamic Law and the Marriage Law etc. This is the qualitative researchbased on descriptive analytic. Research results that the application of theConvention on the Rights of the Child in the ḥaḍānah decision in theSleman Religious Court is inseparable from seeing the condition of thechild (whose willingness / comfort to live with, environment, education)all must see or refer to the child or the child's interests without exception
Dinamika Sengketa Perdata Islam di Pengadilan Agama Daerah Istimewa Yogyakarta
The authority of the Religious Courts is regulated in Law Number 7 of 1989, then changed to Law Number 3 of 2006, and changed back to Law Number 50 of 2019. Inside it explained that the Religious Court has the authority to examine, decide upon, resolve cases at the first level among people who are Muslim in the fields of marriage, inheritance, wills, grants, endowments, zakat, infaq, shadaqah, and sharia economics. The purpose of this study is to describe the dynamics of the case in the Yogyakarta Religious Court in accordance with its legal authority (2010-2014). The exercise of authority of the Religious Courts in Yogyakarta has been carried out in accordance with the applicable laws and regulations, the types of disputed cases include family and sharia economic matters which are divided into several cases; (1) Polygamy, (2) Prevention of Marriage and Cancellation of Marriage, (3) Rights and Obligations of Husband and Wife, (4) Divorce Cases, (5) Sharing of Common Assets, (6) Disputes over the Rights of the Child, (7) Cases of Child Endorsement , (8) Revocation of Parental Power from Children, (9) Case of Guardianship, (10) Proof of Child's Origin, (11) Marriage Isbat, (12) Application for Marriage Permit and Marriage Dispensation, (13) Case of Guardian Adhol, ( 14) Shari'a Economic Cases, (15) inheritance disputes, (16) Probate disputes, (17) Grant disputes, (18) Wakaf property management disputes, (19 Requests for determining inheritance assets distribution
Pandangan aL-Quran Terhadap Etos Kerja dan Produksi
Al-Qur'an memberikan motivasi kepada manusia untuk bekerja disertai dengan menyatakan bahwa Allah SWT telah menyediakan sumber daya alam yang siap diolah oleh manusia. Agama Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja.
Rasulullah SAW bersabda: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.” Dalam ungkapan lain dikatakan juga, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukslim yang lemah. Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja.” Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan bertingkah laku justru berlawanan dengan ungkapan-ungkapan tadi.
Padahal dalam situasi globalisasi saat ini, kita dituntut untuk menunjukkan etos kerja yang tidak hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan nilai-nilai Islami yang tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Qur’an dan as-Sunnah.
 
Hermeneutika Etik Paul Ricoeur (1913-2005) dan Relevansinya Terhadap Penafsiran Al-Qur’an
Al-Qur`an mempunyai kedudukan dan fungsi yang sangat sentral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan humaniora keislaman. Al-Qur`an dapat dipandang sebagai teks yang sudah baku dan tetap (fixed text), karena adanya jarak antara transmisi dan pembacanya. Hermeneutika Paul Ricoeur (1913-2005) menawarkan sudut pandang dan model pembacaan baru, yang menempatkan pembaca atau audien dalam lingkaran makna teks. Hermeneutika Paul Ricoeur adalah hermeneutika filosofis, hermeneutika fenomenologi/eksistensial, hermeneutika keimanan, dan hermeneutika etik. Dalam pandangan hermeneutika Paul Ricoeur teks adalah wacana yang dibatasi oleh tulisan, sedangkan simbol adalah struktur penandaan dimana sebuah makna langsung menunjuk kepada makna lain yang tidak langsung