Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon
Not a member yet
    799 research outputs found

    THE INFLUENCE OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, CULTURE ORGANIZATION AND LECTURERS' COMPETENCE ON AFFECTIVE COMMITMENT AND ITS IMPLICATIONS ON LECTURERS' PERFORMANCE (SURVEY ON PTKIS IN THE CIAYUMAJAKUNING AREA)

    No full text
    This study aims to find out and obtain the results of an analysis of the influence of transformational leadership, organizational culture, and lecturer competence on affective commitment and the implications for the performance of PTKIS lecturers in the Cayumajakuning Region. The method used in the research is descriptive using a quantitative approach. The population is all certified lecturers in Kopertais II West Java Ciayumajakuning, numbering 240 certified lecturers. Meanwhile, sampling uses a random sampling technique where each member of the population has the same opportunity to be sampled. Based on the Krecjie table, a sample of 148 was obtained. In general, this study concludes that: 1a) Transformational Leadership is in the pretty good to good category with the highest dimension being Individual Consideration, the lowest dimension being Ideal/Charismatic influence, 1b) Organizational Culture is in the pretty good to good category with the highest dimension being Professionalism , the lowest dimension is Integrity, 1c) with the highest dimension being Pedagogic Competence, the lowest dimension being Professional Competence, 2) Affective Commitment is in the pretty good towards good category with the highest dimension being Employee Identification in Organizations, the lowest dimension being Employee Involvement in Organizations, 3 ) Lecturer performance is in the category of good enough towards good the highest dimension is Community Service, the lowest dimension is Research, 4) The Influence of Transformational Leadership on Affective Commitment is 21.46 percent, 5) The Influence of Organizational Culture on Affective Commitment is 37.55 percent , 6) The effect of Lecturer Competence on Affective Commitment is 22.38%, 7) There is a positive and significant influence of Transformational Leadership, Organizational Culture and Lecturer Competence variables simultaneously on Affective Commitment, 8) The Effect of Affective Commitment on Lecturer Performance is 84, 75 percent

    PERBANDINGAN PERBANDINGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DI FINLANDIA, MALAYSIA, DAN INDONESIA : SEBUAH ANALISIS KOMPARATIF

    No full text
      Abstract The educational curriculum is one of the important factors in determining the quality of a country's education. This study aims to compare the educational curricula in Finland, Malaysia, and Indonesia, with a focus on the differences, similarities, and success of their implementation. This research method uses a comparative approach by analyzing documents related to educational curricula in the three countries. Data was also collected through a literature review. The results of the study show that there are significant differences in the education curricula in Finland, Malaysia and Indonesia. Finland has a very student-centred approach to education, with a focus on developing life skills and creativity. Malaysia has a curriculum that is more structured and oriented toward mastering certain subjects. Meanwhile, Indonesia has a curriculum that is more focused on mastery of subject matter and preparation for national exams. Even though there are differences in the approach and focus of the curriculum, the three countries have similarities in efforts to improve the quality of education. All countries aim to develop students' life skills, creativity and innovation. In addition, the three countries also recognize the importance of developing student independence in the learning process. The conclusion of this study is that a comparison of educational curricula in Finland, Malaysia, and Indonesia shows significant differences in curriculum approach and focus. Finland has a very student-centred approach, while Malaysia and Indonesia focus more on mastering subject matter. Nonetheless, these three countries have similarities in efforts to improve the quality of education and develop students' life skills. This research provides valuable insights for the development of educational curricula in Indonesia, taking into account the successes and weaknesses of other countries.Abstrak Kurikulum pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kurikulum pendidikan di negara Finlandia, Malaysia, dan Indonesia, dengan fokus pada perbedaan, kesamaan, dan keberhasilan implementasinya. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan menganalisis dokumen-dokumen terkait kurikulum pendidikan di ketiga negara tersebut. Data juga dikumpulkan melalui studi literatur revue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam kurikulum pendidikan di Finlandia, Malaysia, dan Indonesia. Finlandia memiliki pendekatan pendidikan yang sangat berpusat pada siswa, dengan fokus pada pengembangan keterampilan hidup dan kreativitas. Malaysia memiliki kurikulum yang lebih terstruktur dan berorientasi pada penguasaan mata pelajaran tertentu. Sementara itu, Indonesia memiliki kurikulum yang lebih terpusat pada penguasaan materi pelajaran dan persiapan ujian nasional. Meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan dan fokus kurikulum, ketiga negara tersebut memiliki kesamaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Semua negara memiliki tujuan untuk mengembangkan keterampilan hidup, kreativitas, dan inovasi siswa. Selain itu, ketiga negara juga mengakui pentingnya pengembangan kemandirian siswa dalam proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Perbandingan kurikulum pendidikan di Finlandia, Malaysia, dan Indonesia menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pendekatan dan fokus kurikulum. Finlandia memiliki pendekatan yang sangat berpusat pada siswa, sementara Malaysia dan Indonesia lebih berfokus pada penguasaan materi pelajaran. Meskipun demikian, ketiga negara tersebut memiliki kesamaan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan keterampilan hidup siswa. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan kurikulum pendidikan di Indonesia, dengan mempertimbangkan keberhasilan dan kelemahan dari negara-negara lain

    Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran PABP Materi Iman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Pada Siswa Kelas VIII.A di SMP Negeri 1 Pabedilan Tahun Pelajaran 2022/2023

    No full text
    Peningkatan motivasi belajar PABK setelah diadakan tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Hal itu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya notivasi belajar PABK siswa dari sebelum dan sesudah tindakan. Pada Prasiklus diperoleh rata-rata kelas 19,06 (kategori motivasi rendah), Siklus 1 menjadi 25,42 (kategori motivasi cukup) dan Siklus II diperoleh rata-rata kelas 28,08 (kategori motivasi tinggi). Dan berdasarkan hasil belajar siswa pada Prasiklus nilai rata-rata 60,24 setelah pelaksanaan siklus I rata-rata nilai menjadi 67,32 dan pada siklus II rata rata nilai menjadi 82,65. Sedangkan peningkatan presentase ketuntasan belajar klasikal meningkat dari pra Siklus, Siklus I dan Siklus II berturut-turut : 44,44 %, 72,22 %, dan 86,11 %. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan Hasil belajar dan motivasi belajar PABK siswa kelas VIII.A SMP Negeri 1 Pabedilan Tahun Pel;ajaran 2022/2023

    INTERNALISASI NILAI-NILAI SOSIO-KULTURAL BERBASIS ETNO RELIGI DI MASYARAKAT WANNAS KAMPUNG KOYA KOSO PAPUA

    No full text
    This study aims to find out about the deepening of socio-cultural values that exist in the Wannas community of Koya Koso village based on ethno-religion caused by the integration of the Bugis tribe in it. The research seeks to reveal an ethno-religious group which is an ethnic group of people whose members are also united by different religious and ethnic backgrounds. The concept of socio cultural values is an inculcation of a way of life of respect, sincerity, and tolerance for the diversity of cultures that live in the midst of a plural society. The research method used is field research or field research with a qualitative approach with data sources from interviews, observations, and documentation. The results of the study describe the conditions that exist in the Wannas hamlet, Koya Koso village among the indigenous Papuans, migrant communities from the Bugis tribe of South Sulawesi are able to adapt to the surrounding environmental conditions and understand the local culture but their is no significant cultural acculturation, this illustrates that integration socio-cultural values of respect for differences, religious tolerance, and social coherence

    Pemberdayaan Hasil Perikanan Masyarakat Pesisir Menggunakan Digital Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan Produk UMKM

    No full text
    Di sepanjang bentangan garis pantai ini terdapat wilayah pesisir yang potensial untuk sumber dayabiotik dan abiotik, sumber daya buatan manusia dan jasa lingkungan yang sangat penting bagikehidupan masyarakat. Potensi tersebut harus dikelola secara terpadu agar dapat dimanfaatkan secaraberkelanjutan. Namun potensi laut tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkankesejahteraan negara pada umumnya dan masyarakat pesisir pada khususnya. Dengan adanya hasilperikanan laut masyarakat kelurahan panjunan dapat mengolah olahan hasil ikan menjadi produkumkm yang dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha di kelurahan panjunan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dalam bentuk deskriptif, metode deskriptif adalah suatu metode dalammeneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatukelas peristiwa pada masa sekarang. Teknik pengumpulan data yang di gunakan pada penelitian iniadalah observasi, wawancara dengan total 5 informan dan dokumentasi. Di sisi lain mahasiswa yangmemiliki peran sebagai agen problem solving, melalui program perkuliahan berupa Kuliah PengabdianMasyarakat (KPM), tentunya harus ikut turun ke masyarakat dalam membantu memasarkan produkolahan hasil laut mulai dari legalitas produk dan pemasaran dengan digital marketing

    Implementation Of Academic Supervision In An Effort To Improve The Quality Of Learning In The Junior High School Education Unit

    No full text
    The research objectives were: 1) to know the implementation of academic supervision, 2) to know the techniques used in the implementation of academic supervision 3) to know the obstacles found in the implementation of academic supervision, 4) find solutions to the obstacles encountered.This academic supervision research was carried out at Ciparay 1 Public Middle School, Bandung Regency. This study uses a descriptive approach and uses qualitative methods with data collection techniques: observation, interviews, and documentation studies. The results of this study are: 1) Academic supervision is a routine activity carried out every semester, 2) Supervision techniques used are in the form of individual supervision and group supervision, 3) Obstacles in supervision activities, namely that supervision schedules are sometimes constrained by activities that coincide with school activities. 4) The solution that has been made is by diverting and creating a new schedule for teachers whose supervision schedule is constrained, besides that in order to improve the quality of their learning teachers are motivated to take part in technical training and coaching both carried out by schools and those carried out by the Education Offic

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TIPE TALKING STICK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI BELAJAR SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III di MI Nururrohmah Kota Cirebon yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran Talkingstick. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dan penyusun menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan post-test-only control design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, dan data dianalisis dengan menggunakan analisist-test-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam berkomunikasi belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kategori "cukup tinggi". Sedangkan siswa kelas III mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Nururrohmah Kota Cirebon memiliki kemampuan berkomunikasi yang "tinggi" dengan menggunakan model pembelajaran Talkingstick. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran Talkingstick menunjukkan peningkatan dan perbedaan yang signifikan, yang ditunjukkan dengan hasil uji t dengan t hitung (10,769) lebih besar dari t tabel (2,0126), sehingga H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan komunikasi belajar siswa saat menggunakan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran Talking stic

    Increasing Achievement in Learning the History of Islamic Culture Through the Student Teams Achievement Division Learning Method

    No full text
    The aim of this research is to improve learning achievement in Islamic Cultural History through the Student Teams Achievement Division learning method. The approach used in this research is a quantitative approach. Quantitative data was obtained from statistical data calculations regarding the increase in the use of the STAD (Student Teams Achievement Division) learning method on learning achievement. Based on research findings and discussion, it was concluded that from pre-cycle, cycle I, and cycle II there was an increase in the lowest, highest, and average values. This shows that the learning process using the STAD method runs well according to the specified synta

    Penerapan Bahan Alam Tumbuhan Pada Kegiatan Mewarnai untuk Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Dini 4-5 Tahun di RA Teunom Aceh Jaya

    No full text
    Kegiatan mewarnai merupakan kegiatan yang bisa dimanfaatkan untuk melatih keterampilan motorik halus khususnya melatih jari-jemari anak. Motorik halus adalah kemampuan yang meliputi keterampilan fisik dengan melibatkan otot-otot kecil serta koordinasi mata dan tangan. Hasil pengamatan menunjukan ada beberapa anak yang masih kesulitan memegang pensil, anak ‎kesulitan dalam memegang dan menggunting sesuai pola, serta ada anak yang ‎mengalami kesulitan dalam membuka dan menutup resleting tasnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bahan alam tumbuhan dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini 4-5 tahun. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Populasinya adalah seluruh anak kelas A di RA Teunom Aceh Jaya. Jumlah sampel yang digunakan adalah 22 orang anak kelas A2 dan A3 berusia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil analisis data menggunakan uji t (independent sampel t-test). Hasil analisis data menunjukan  nilai 2 tailed sebesar 0,000<0.05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan bahan alam tumbuhan pada kegiatan mewarnai dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini 4-5 tahun

    Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 5-6 Tahun Di TK IT Permata Sunnah Kota Banda Aceh

    No full text
    Berdasarkan hasil observasi awal pada TK IT Permata Sunnah Kota Banda Aceh didapati perkembangan moral anak usia 5-6 tahun di kelas B yang masih belum terpenuhi, diantaranya didapati anak-anak yang kurang mengenal dan menunjukkan perilaku sopan, hormat, jujur, tolong menolong dan kurang mengenal sikap saling menghargai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh media audio visual terhadap perkembangan moral anak usia 5-6 tahun di TK IT Permata Sunnah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design.  Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk melihat perkembangan moral anak menggunakan media audio visual. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan moral anak sebelum menggunakan media audio visual dengan nilai rata-rata 12 dan perkembangan moral anak setelah menggunakan media audio visual dengan nilai rata-rata 17. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik uji Paired Sample-t Test diperoleh nilai pada sig.(2-tailed) yaitu 0,000<0,05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa media audio visual berpengaruh terhadap perkembangan moral anak usia 5-6 tahun di TK IT Permata Sunnah Kota Banda Aceh. penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut

    0

    full texts

    799

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇