Rumah Jurnal Unsultra (Univ. Sulawesi Tenggara)
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Pengaruh Fasilitas Belajar di Sekolah Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas VIII Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar di Sekolah terhadap hasil belajar IPA Kelas VIII di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi untuk mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.. kemudian data dianalisis mengacu pada kerangka analisis yaitu menggunakan korelasi Produk Moment dan uji t. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,330 yang artinya variabel x terhadap y memiliki hubungan korelasi, diperoleh nilai t hitung 2,61 lebih besar dari nilai t tabel 1,67 artinya ada pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar di sekolah terhadap hasil belajar. hal ini dapat diartikan bahwa semakin baik fasilitas belajar di sekolah maka semakin baik hasil belajar IPAKata Kunci: Fasilitas Belajar di Sekolah, Hasil Belaja
PEMILIH PEMULA DALAM PEMILU 2024
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilu 2024 dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilu 2024. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah Pemilu Serentak akan kembali menjadi warna baru di Indonesia, terlebih bagi Pemilih Pemula yang tentu menjadi pengalaman pertama dalam menyalurkan hak suara, untuk menentukan siapa Calon Presiden dan Anggota Legislatif Daerah hingga Pusat yang menjadi pilihannya. Pemilu serentak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2019 dan segara akan dilksanakan pada tahun 2024 mendatang, sedangkan untuk Pemilu pertama itu sendiri, diselenggarakan perdana pada tahun 1955 yang diikuti oleh lebih dari 30 Partai Politik, 100 calon kumpulan dan perseorangan. Dalam Pemilu tersebut diadakan dua kali yakni : 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan yang kedua 15 Desember 1955 untuk memilih Dewan Konstituente dan pada saat itulah menjadi dasar Pemilu yang digelar di Indonesia kemudian mengalami perkembangan menjadi Pemilu Serentak. Dalam Prosesi Pemilu 2024 kedepan merupakan Wahana Demokrasi bagi Pemilih Pemula yakni mereka yang baru beranjak usia Wajib Pilih ataupun sudah memasuki usia wajib Pilih sehari setelah pemilu serentak 2019, dalam hal ini minimal telah berusia 17 tahun. Kesimpulan Pemilu serentak 2024 adalah langkah awal menentukan masa depan Pemilu selanjutnya dan membina pemilih pemula seluruh Indonesia sebagai penerus penyelenggaran pemilu nantinya. Olehnya itu para pemilih pemula harus diberikan tontotonan demokrasi yang edukatif, menggembirakan serta penyelenggaraan yang memiliki daya tarik. Kemudian, untuk menarik partisipasi pemilih pemula, tentu harus ada pemetaan khusus agar lebih muda memberi mereka pengarahan tidak pasiv dalam perhelatan demokrasi. Aplikasi media sosial harus dimanfaatkan sebagai media kampanye Penyelenggara dan Peserta Politik untuk mempengaruhi pemilh pemula agar dapat menyalurkan hak sauranya demi masa depan Bangsa dan Negara.Kata Kunci: Pemilih Pemula, Pemilu 202
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS III SD NEGERI 91 KENDARI
Munculnya pandemi Covid-19 telah mengharuskan dilakukannya pembelajaran daring yang tentu membawa dampak pada perilaku belajar siswa, termasuk siswa Sekolah Dasar. Sebagai proses pembelajaran yang baru, perlu dilakukan studi tentang efektivitas dari kegiatan pembelajaran Daring. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pembelajaran Daring dan untuk mengetahui perilaku belajar siswa Kelas III SD Negeri 91 Kendari. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Juli sampai Agustus Tahun 2021. Sumber data primer penelitian ini yakni observasi, angket dan wawancara mengenai efektivitas pembelajaran daring dan perilaku belajar pada Siswa Kelas III SD Negeri 91 Kendari. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pembelajaran daring dalam masa pandemi covid-19 terhadap perilaku belajar siswa di SD Negeri 91 Kendari masih perlu ditingkatkan karena masih berada di bawah tingkat “sedang”. Artinya bila melakukan pembelajaran daring, guru masih perlu meningkatkan upayanya agar kualitas pembelajaran daring dapat semakin baik.Kata Kunci: Covid-19 pandemic, Pembelajaran Daring, Perilaku Belaja
EFEKTIVITAS MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III SDN 12 KONDA KONAWE SELATAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dimana rencana tindakan yang akan dilakukan terdiri atas dua siklus dengan masing-masing empat pertemuan. Prosedur kegiatan dalam setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 12 Konda Konawe Selatan yang berjumlah 21 orang yang terdiri atas 9 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Variabel dalam penelitian ini adalah penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPS sebagai variabel pertama dan hasil belajar yakni prestasi belajar yang diperoleh siswa dari kegiatan belajar yang diukur dengan nilai tertentu setelah dilakukan tes sebagai variabel kedua. Hasil belajar IPS siswa kelas III SDN 12 Konda Konawe Selatan melalui model pembelajaran dengan menggunakan media gambar mengalami peningkatan dari siklus pertama yang hanya menunjukkan nilai rata-rata 6,86 atau dalam skala deskriptif terkategori cukup menjadi 8,06 atau dalam skala deskriptif terkategori tinggi. Kemudian pada siklus pertama, dari 21 siswa hanya 12 siswa atau 57,14% yang memenuhi Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) meningkat menjadi 19 siswa atau 90,48% pada siklus kedua. Uji hipotesis melalui tes tanda juga menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media gambar efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN 12 Konda Konawe Selatan.Kata Kunci : Media Gambar, Hasil Belajar IPS, Model Pembelajara
KETELADANAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER JUJUR DAN DISIPLIN PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 6 LANGGIKIMA
Keteladanan guru sangat dibutuhkan sebagai upaya dalam menanamkan serta membentuk karakter jujur dan disiplin peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk keteladanan guru dalam menanamkan pembentukan karakter jujur peserta didik kelas V SD Negeri 6 Langgikima, 2) Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk keteladanan guru dalam menanamkan pembentukan karakter disiplin peserta didik kelas V SD Negeri 6 Langgikima, dan 3) Untuk mendeskripsikan hambatan dan solusi dalam menanamkan karakter jujur dan disiplin peserta didik kelas V SD Negeri 6 Langgikima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk keteladanan guru dalam menanamkan karakter jujur peserta didik kelas V dengan cara pengadaan kantin kejujuran, 2) bentuk keteladanan guru dalam menenamkan karakter disiplin peserta didik dengan cara pembiasaan, 3) masih terdapat faktor penghambat dari lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat, 4) solusi untuk meminimalisir faktor penghambat dalam menanamkan pembentukan karakter jujur dan disiplin dengan cara pendekatan dan pembiasaan.Kata Kunci: Keteladanan Guru, pembentukan karakter jujur dan disipli
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT DAN MEDIA REALIA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA yang diajarkan menggunakan model PBL berbantuan media powerpoint dan media realia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasieksperimental). Berdasarkan hasil penelitian Terdapat pengaruh keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan model PBL berbantuan media powerpoint dan media realia, Nilai rata-rata N-Gain ketampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas yang menggunakan model PBL berbantuan media powerpoint lebih tinggi secara signifikan dari pada peserta didik yang menggunakan model PBL berbantuan media realia, hal ini berdasarkan nilai rata-rata N-Gain kelas model PBL berbantuan media powerpoint lebih tinggi yaitu 0,58 dari pada kelas model PBL berbantuan media realia yaitu 0,48.Kata Kunci: Pengaruh BPL Berbantuan Media Powerpoint dan Media Reali
OPTIMASI VALIDITAS DAN RELIABILITAS TES PILIHAN GANDA BUATAN GURU MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas tes dengan menggunakan model Rasch pada soal tes buatan guru di sekolah dasar. Uji validitas dan reliabilitas tes tersebut dapat memudahkan guru untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas tes dengan model Rasch sehingga dapat meningkatkan kualitas tes yang di buat dan dapat mengukur kemampuan siswa dengan baik, sehingga memudahkan guru untuk mengetahui kemampuan siswanya. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penetian gabungan antara jenis kuantitatif dan jenis pengembangan. Produk yang dikembangkan adalah produk yang telah dibuat oleh guru yaitu sebuah tes pilihan ganda mata pelajaran matematika. Subjek uji dalam uji coba penelitian ini adalah tes buatan guru dan siswa kelas IV, V dan VI di SD Negeri 5 Wiwirano serta siswa SD Negeri 6 Wiwirano yang total ada 100 siswa, terdapat 50 siswa di SD Negeri 5 Wiwirano dan 50 siswa dari SD Negeri 6 Wiwirano. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan uji coba tes. Uji coba tes ini digunakan untuk mendapatkan nilai sehingga dapat ditentukan kualitas sebuah soal. Data dianalisis dengan melakukan uji asumsi, analisis butir, analisis reliabilitas dan analisis bias soal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 20 soal semua dikategorikan valid, dan tidak ada menunjukkan soal yang bias. Uji validitas dan reliabilitas dibutuhkan dalam proses evaluasi yaitu pada sebuah tes yang menjadi alat evaluasi. Model rasch dapat dijadikan patokan dalam melakukan analisis butir dengan menggunakan aplikasi winstep.Kata Kunci : Model Rasch, Winstep, desain DDD-E, Validitas, Reliabilita
IMPROVING THE SCIENTIFIC LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS THROUGH APPLICATIONQUANTUM LESSON LEARNING METHODS IN CLASS VWATU-WATU STATE ELEMENTARY SCHOOL, BOMBANA REGENCY
Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Quantum Teaching di Kelas V SD Negeri Watu-Watu Kabupaten Bombana? Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa dengan menerapkan Metode Pembelajaran Quantum Teaching di Kelas V SD Negeri Watu-Watu Kabupaten Bombana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh: (1) siswa banyak bermain ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung, (2) minat dan hasil belajar siswa rendah, (3) guru belum menerapkan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar, (4) kurangnya kreasi guru di dalam pembelajaran, (5) belum terlibatnya siswa di saat proses pembelajaran. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaborasi yang dilaksanakan dalam dua siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V SD Negeri Watu-Watu Kabupaten Bomana berjumlah 23 orang, 12 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Hasil penelitian ini adalah: (1) rata-rata hasil belajar siswa siklus I adalah 76.40 meningkat menjadi 82.61 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 60.87% (14 Siswa Tuntas dan 9 Siswa Belum Tuntas) meningkat pada siklus II menjadi 86.96% (20 Siswa Tuntas dan 3 Siswa Belum Tuntas). (2) Persentase keberhasilan aktivitas mengajar guru Siklus I pertemuan pertama adalah 81.58% meningkat menjadi 88.16% pada pertemuan kedua. Pada siklus II pertemuan pertama sebesar 90.79%, meningkat menjadi 97.37% pada pertemuan kedua. (3) Persentase keberhasilan aktivitas belajar siswa Siklus I pertemuan pertama adalah 76.32% meningkat menjadi 85.53% pada pertemuan kedua. Pada siklus II pertemuan pertama sebesar 92.11%, meningkat menjadi 96.05% pada pertemuan kedua. Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri Watu-Watu Kabupaten Bombana dapat ditingkatkan dengan menerapkan Metode Pembelajaran Quantum Teaching. Kata Kunci: Hasil Belajar IPA, Metode Pembelajaran Quantum Teachin
KEMAMPUAN MENGUCAPKAN KOSA KATA UMUM PADA ANAK USIA DINI
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan mengucapkan kosakata umum pada anak usia dini di TK Putri Ananda. Jenis penelitian yaitu deskripsi kuantitatif. Subjek penelitian ini yaitu murid TK Putri Ananda yang berjumlah 34 anak yang terdiri atas 18 laki-laki dan 16 perempuan. Instrumen penelitian yaitu berbentuk observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data deskripsi kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang kemampuan mengucapkan kosakata umum pada anak usia dini di TK Putri Ananda dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengucapkan kosakata umum pada anak perempuan lebih tinggi dibandingkan kemampuan mengucapkan kosakata umum pada anak laki-laki. Kemampuan mengucapkan kosakata umum pada anak usia dini di TK Putri Ananda terdapat 2 orang anak yang belum dapat mengucapkan kosakata umum secara sempurna.Kata Kunci: kemampuan, kosakata, usia, dini
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) di KELAS V SDN 16 KABAWO
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model PBM dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dimana pada siklus I nilai rata-rata yang di peroleh peserta didik yaitu 69,44 mengalami peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata 74,44 dengan persentase ketuntasan peserta didik pada siklus I hanya 73,33% dengan jumlah peserta didik 15 yang tuntas hanya 11 meningkat menjadi 86,67% pada siklus II dengan jumlah peserta didik yang tuntas mencapai 13 dari 15 peserta. Kata Kunci: Hasil Belajar Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM