Universitas Pancasakti Tegal

Repository Universitas Pancasakti Tegal
Not a member yet
    9003 research outputs found

    Pengaruh NPF, FDR, CAR terhadap Profitabilitas dengan Moderasi CKPN pada Bank Umum Syariah di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPF, FDR, dan CAR terhadap profitabilitas perbankan syariah, dengan CKPN sebagai moderasi pada Bank Umum Syariah (BUS) selama periode 2020–2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan triwulanan dari 14 BUS yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, dan terpilih 146 observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysis) menggunakan software SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap Profitabilitas, FDR dan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. CKPN mampu memoderasi pengaruh FDR terhadap Profitabilitas secara signifikan, namun tidak mampu memoderasi pengaruh NPF maupun CAR terhadap Profitabilitas. Temuan ini mendukung prinsip dalam teori manajemen risiko yang menekankan pentingnya antisipasi risiko melalui pembentukan cadangan untuk memitigasi kerugian dari pembiayaan bermasalah

    INDONESIAN LOCAL ELECTIONS The Bureaucracy and Politics Interface

    No full text
    ince it was first implemented in 2005, local election to strengthen democracy in the regions in Indonesia faced various dynamics such as conflict and violence, money politics, manipulation and fraud which basically damage the essence of procedural democracy. These themes have been discussed by various groups in various discussions, but the interface between politics and bureaucracy seems to be absent from the spotlight and is even considered normal phenomenon. What makes this crucial issue to be reviewed is that bureaucratic involvement in local election will disrupt the contestation process through the involvement of state apparatus or because of political pressure to side with certain candidates and mobilize state resources for succeeding certain groups. In Indonesia, discussions about politics and bureaucracy are nothing new. We can trace this phenomenon to the centralistic regime, where all government apparatus were associated with one political interest group or political party. Although the containment of interaction between the two have been regulated in regulations, their relationship remains with a pattern of interaction that is developing and increasingly dynamic. The politics and bureaucracy interface become complex since the first simultaneous regional elections were held in 2015, and continued in the following years, which not only became an arena for political competition, but also reflected increasingly complex interactions in the policy-making process and government implementation. This book is here to examine more deeply how bureaucracy and politics influence and interact with each other in the context of simultaneous regional elections, as well as their implications for the development of democracy and governance in Indonesia. This book is as a response from the authors to the 2024 simultaneous regional elections held in all provinces and districts/cities in Indonesia. Bureaucracy has a crucial role in ensuring that regional elections run transparently, fairly, and accountably. On the other hand, politics is often an arena where the interests of various actors compete, both to seize power and to influence policy. The meeting between bureaucracy and politics in simultaneous regional elections creates a unique dynamic, where these two elements must work together, but tensions often arise due to differences in interests. Through various perspectives and in-depth analysis, this book aims to provide a comprehensive understanding of how simultaneous regional elections affect the relationship between bureaucracy and politics, and their impact on the quality of democracy and governance in Indonesia. This book is compiled by researchers, and practitioners who have expertise in the fields of bureaucracy, politics, and governance. This book is designed to provide in-depth and data-based analysis, so that it can be a valuable reference for students, researchers, policy makers, and the public who are interested in understanding the dynamics of simultaneous and comprehensive regional elections with bureaucracy and politics. We hope that this book can make a significant contribution to the development of science, especially in the fields of political science and become a reflection material for all parties involved in the process of democratization and government development in Indonesia

    Analisis Semiotika Pesan Moral Pada Lirik Lagu “Darurat Judi” Karya Amis

    No full text
    Abstrak: Lagu “Darurat Judi” Karya Amis merupakan sebuah karya yang mencerminkan fenomena perjudian online yang semakin meluas di Indonesia, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dibalik lirik lagu tersebut, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan moral mengenai bahaya perjudian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes, yang mencakup makna denotatif dan konotatif dari lirik. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu ini menggambarkan pengalamn kecanduan judi, penyesalan, dan dampak sosial serta psikologis yang ditimbulkan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa “Darurat Judi” bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga sebuah panggilan untuk kesadaran sosial dan pencegahan terhadap praktik perjudian yang merugikan. Pesan yang disampaikan dalam lagu ini relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana perjudian online semakin mudah diakses dan dapat menjebak banyak individu, terutama generasi muda. Kata Kunci: Perjudian Online, Kecanduan Judi, Lirik Lagu, Semiotika, Pesan Moral

    ANALISIS PERLAKUAN PANAS PADA SIFAT MEKANIK BAJA KARBON RENDAH ST 37 UNTUK PISAU PENCACAH RUMPUT

    Get PDF
    FIKIH NUROKHMAN. 2025. “Analisis perlakuan panas pada sifat mekanik baja karbon rendah ST 37 untuk pisau pencacah rumput”. Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Pancasakti Tegal 2025 Heat treatment adalah perlakuan panas yang melibatkan pemanasan suatu material berdasarkan suhu yang diinginkan dan mempertahankannya pada suhu tersebut untuk jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan. Perlakuan ini memerlukan pemanasan untuk memodifikasi sifat fisik material, terutama struktur mikronya, yang menghasilkan penguatan (pengerasan) atau pelunakan dari material tersebut. Baja ST 37 merupakan salah satu jenis material yang baik untuk dapat dijadikan pisau pencacah rumput. proses pencacahan rumput untuk pakan ternak menggunakan cara manual atau tenaga manusia yang kurang efektif. Hal tersebut diketahui dari hasil pencacahan rumput untuk pakan dalam jumlah yang relatif banyak memerlukan waktu pencacahan yang relatif lama sehingga pemenuhan kebutuhan pakan untuk hewan ternak dalam jumlah banyak kurang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh heat treatment dengan variasi suhu 8000C, 8250C, 8500C kemudian di tempering suhu 250℃ terhadap uji tarik,kekerasan,dan impak pada baja ST 37 untuk pisau pencacah rumput. Proses penelitian ini menggunakan suhu 800℃, 825℃, 850℃ metode hardening kemudian ditempering 250℃. Siapkan spesimen baja ST 37, air garam dan mesin heat treatment (thermolyne). Pertama atur suhu yang di tentukan masukan spesimen baja ST 37 lalu tunggu sampai 30 menit, setelah itu spesimen dimasukan ke dalam ember yang sudah terisi air garam. Selanjutnya di tempering di suhu 250℃ selama 30 menit lalu didinginkan melalui udara. Bersihkan spesimen, lalu dilakukan pengujian tarik,kekerasan,dan impak. Hasil penelitian rata-rata uji tarik tidak diberikan heat treatment, suhu 800℃, 825℃, 850℃ yaitu 424,97 N/〖mm〗^2, 464,81 N/〖mm〗^2, 432,91 N/〖mm〗^2, 424,23 N/〖mm〗^2. Hasil rata-rata uji kekerasan tidak diberikan heat treatment, suhu 800℃, 825℃, 850℃ yaitu 120,78 HB, 132,66 HB, 126,88 HB, 130,77 HB. Hasil rata-rata uji impak tidak diberikan heat treatment, suhu 800℃, 825℃, 850℃ yaitu 179,58 Joule, 171,81 Joule, 168,32 Joule, 210,54 Joule. Nilai pengujian tarik di suhu 800℃ dan 825℃ meningkat disebabkan pada saat proses perlakuan panas martensit yang terbentuk cukup maksimal sehingga meningkatkan nilai kekuatan tarik pada baja. Penurunan di suhu 850℃ ini disebabkan pembentukan bainit dan perlit yang lebih banyak sehingga menurunkan nilai kekuatan tarik baja. Nilai pengujian kekerasan di suhu 800℃, 825℃, 850℃ meningkat disebabkan pada proses perlakuan panas struktur mikro yang terbentuk lebih banyak berupa martensit sehingga meningkatkan nilai kekerasan dibanding raw material. Nilai pengujian impak suhu 850℃ disebabkan pada proses perlakuan panas pembentukan struktur mikro yang seimbang sehingga meningkatkan nilai pengujian impak. Penurunan di suhu 800℃, 825℃ pada saat proses perlakuan panas struktur mikro yang terbentuk tidak sempurna sehingga nilai kekuatan impak menurun dibanding raw material. Katakunci : Heat treatment, ST 37, Uji Tarik, Uji Kekerasan, Uji Impak FIKIH NUROKHMAN. 2025. “Analysis of Heat Treatment on the Mechanical Properties of Low Carbon Steel ST 37 for Grass Chopper Blades”. Mechanical Engineering Study Program, Faculty of Engineering and Computer Science, Pancasakti University Tegal, 2025. Heat treatment is a thermal process involving heating a material to a desired temperature and maintaining it at that temperature for a specific period of time. This process is used to modify the material's physical properties, especially its microstructure, which results in either strengthening (hardening) or softening the material. ST 37 steel is a good material choice for making grass cutting blades. The process of chopping grass for animal feed is done manually or using human labor, which is less effective. This is evident from the fact that chopping a large quantity of grass for feed takes a relatively long time, resulting in an insufficient supply of feed for a large number of livestock. The objective of this research is to investigate the effect of heat treatment with variations in temperature (800°C, 825°C, 850°C) followed by tempering at 250°C, on tensile strength, hardness, and impact properties of ST 37 steel for grass cutting blades. The research process used temperatures of 800°C, 825°C, and 850°C with a hardening method, followed by tempering at 250°C. ST 37 steel specimens, salt water, and a heat treatment machine (Thermolyne) were prepared. First, the desired temperature was set, and the ST 37 steel specimens were placed inside. After 30 minutes, the specimens were immersed in a bucket filled with salt water. Next, they were tempered at 250°C for 30 minutes and cooled by air. After cleaning the specimens, tensile, hardness, and impact tests were conducted. The results of the study showed the following average values: for the tensile test, untreated steel, and the steel treated at 800°C, 825°C, and 850°C had tensile strengths of 424.97 N/mm², 464.81 N/mm², 432.91 N/mm², and 424.23 N/mm², respectively. For the hardness test, untreated steel, and the steel treated at 800°C, 825°C, and 850°C had hardness values of 120.78 HB, 132.66 HB, 126.88 HB, and 130.77 HB, respectively. For the impact test, untreated steel, and the steel treated at 800°C, 825°C, and 850°C had impact values of 179.58 Joules, 171.81 Joules, 168.32 Joules, and 210.54 Joules, respectively. The tensile test values at 800℃ and 825℃ increased due to the fact that during the heat treatment process, the formed martensite was maximized, thereby improving the tensile strength of the steel. The decrease at 850℃ is caused by the formation of more bainite and pearlite, which reduces the tensile strength of the steel. The hardness test values at 800℃, 825℃, and 850℃ increased because, during the heat treatment process, the microstructure formed consisted mostly of martensite, resulting in higher hardness compared to the raw material. The impact test value at 850℃ increased due to the balanced microstructure formed during the heat treatment process, which improved the impact test result. The decrease at 800℃ and 825℃ during the heat treatment process was due to an imperfect microstructure formation, which led to a lower impact strength compared to the raw material. Keywords: Heat treatment, ST 37, Tensile test, Hardness test, Impact test

    PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI PADA PESERTA DIDIK FASE E SMA NEGERI 1 SLAWI KABUPATEN TEGAL

    Get PDF
    Sugiarto, 2025. “Pengembangan Modul Digital Berbasis Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Numerasi Pada Peserta Didik Fase E Sma Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal”. Magister Pedagogi Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sitti Hartinah, DS., MM. (2) Dr Maufur, MPd. Kata Kunci : Modul digital, RME, kemampuan numerasi Hasil Rapor Pendidikan menunjukkan bahwa kemampuan numerasi peserta didik fase E di SMA Negeri 1 Slawi masih rendah. Pembelajaran konvensional yang kurang mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata menjadi salah satu penyebab utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan, mengembangkan, menilai kelayakan, dan menghasilkan modul digital berbasis Realistic Mathematics Education (RME) guna meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dan dibatasi hingga tahap pengembangan. Pada tahap analisis, dilakukan penyebaran angket kepada guru serta peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media pembelajaran digital yang interaktif serta berbasis masalah kontekstual. Pada tahap desain, disusun struktur modul, pemilihan materi berbasis RME, serta perancangan tampilan visual dan fitur interaktif untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Tahap pengembangan menghasilkan modul digital Trireal, yang dikembangkan menggunakan perangkat lunak modern dengan fitur animasi, latihan soal interaktif, serta contoh permasalahan berbasis kehidupan nyata. Validasi ahli menunjukkan modul ini sangat layak dengan skor rata-rata 95%. Uji coba terbatas pada kelas X.8 menunjukkan peningkatan nilai pretest 46,06 menjadi posttest 79,22, dengan signifikansi 0,01 (p < 0,05). Selain itu, respons peserta didik terhadap modul mencapai 76%, menunjukkan bahwa modul ini menarik dan memenuhi kebutuhan mereka dalam pembelajaran. Dengan demikian, pengembangan modul digital berbasis RME telah berhasil memenuhi kebutuhan peserta didik dan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi mereka. Modul ini memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual sesuai dengan prinsip RME

    PERILAKU BULLYING PADA PENGEMBANGAN GUIDEBOOK LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PESERTA DIDIK KELAS XI TKR 3 SMK DIPONEGORO LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL

    Get PDF
    Toni Wiet Wiharto. 2025. Pengembangan Guidebook Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Modelling Untuk Meningkatkan Kesadaran Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Kelas XI TKR 3 SMK Diponegoro Lebaksiu Kabupaten Tegal”. Tesis. Program Studi Magister Pedagogi. Program Pascasarjana. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I Dr. Suriswo, M. Pd Pembimbing II Dr. Hanung Sudibyo, M.Pd. Perilaku bullying harus ditangani tidak hanya bagi pelaku tapi juga bagi pihak korban. Guru BK dapat memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada korban bullying, membantu mereka memulihkan diri dari trauma yang dialami. tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui : 1) Perilaku bullying, 2) Model hipotetik awal pengembangan guidebook, 3) Model final pengembangan guidebook 4) Efektifitas pengembangan guidebook layanan konseling kelompok dengan teknik modelling untuk meningkatkan kesadaran perilaku bullying. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) dengan model ADDIE. Perilaku bullying pada peserta didik kelas XI TKR 3 SMK Diponegoro Lebaksiu Kabupaten Tegal masih tinggi, mereka kurang menyadari dampak negatif bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Banyak siswa menganggap perilaku seperti ejekan, dorongan, atau pengucilan sebagai hal wajar dalam interaksi sosial, tanpa memahami konsekuensi emosional dan sosialnya. Kebutuhan akan panduan dalam melaksanakan layanan konseling kelompok sangat diharapkan oleh guru BK bertujuan untuk mempermudah konselor dalam memperoleh materi sekaligus alur dan langkah-langkah cara mengatasi permasalahan bullying. Model hipotetik awal pengembangan guidebook layanan konseling kelompok dengan teknik modelling berdasarkan validasi ahli bahwa adanya bagian-bagian yang harus diperbaiki. Revisi mencakup merasionalkan pendahuluan lebih dijelaskan, rasionalkan pentingnya konseling kelompok dengan metode modelling, RPL konseling kelompok dengan teknik modelling disusun dengan struktur yang benar, RPL dilengkapi asas-asas BK, menghadirkan model dari siswa dan buku dicetak bolak-balik agar lebih simpel. Model final pengembangan guidebook layanan konseling kelompok dengan teknik modelling untuk meningkatkan kesadaran perilaku bullying pada peserta didik kelas XI TKR 3 SMK Diponegoro Lebaksiu Kabupaten Tegal dilihat dari hasil perbaikan yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kejelasan dalam rancangan guidebook layanan konseling kelompok dengan teknik modelling. Berdasarkan pengujian menggunakan angket terhadap siswa kelas XI TKR 3, diperoleh bahwa nilai t-hitung sebesar 4,197. Nilai tersebut dibandingkan dengan t-tabel pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dengan Derajat Kebebasan (DK) = N-1, yaitu 19, menghasilkan nilai t-tabel sebesar 2,093. Karena t-hitung (4,197) > t-tabel (2,093), maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang terjadi bersifat signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan guidebook layanan konseling kelompok dengan teknik modelling secara nyata memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap perilaku bullying

    PENGEMBANGAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL BERBASIS SOCIAL AND EMOTIONAL LEARNING (SEL) UNTUK MENINGKATKAN INTRAPERSONAL ASPEK BELAJAR SISWA DI MAN KOTA TEGAL

    Get PDF
    Ma’mun, sukron. 2025.“Pengembangan Layanan Bimbingan Klasikal Berbasis Social And Emotional Learning (SEL) untuk Meningkatkan Intrapersonal Aspek Belajar Siswa di MAN Kota Tegal. ” Tesis. Program Studi Magister Pedagogi. Program Pascasarjana. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I Prof. Dr. Sitti Hartinah, DS., MM. Pembimbing II Dr. Hanung Sudibyo, M.Pd Kata kunci : Pengembangan, Bimbingan Klasikal, SEL, Intrapersonal. Tujuan yang dilakukannya penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui kebutuhan siswa pada layanan bimbingan klasikal berbasis Social and Emotional Learning (SEL) untuk meningkatkan intrapersonal aspek belajar siswa. (2) Mendesain pengembangan layanan bimbingan klasikal berbasis Social and Emotional Learning (SEL) untuk meningkatkan intrapersonal aspek belajar siswa (3) Mengetahui pengembangan layanan Bimbingan Klasikal berbasis Social and Emotional Learning (SEL) dapat meningkatkan kemampuan intrapersonal aspek belajar siswa (4) dan mengetahui efektifitas layanan Bimbingan Klasikal berbasis Social and Emotional Learning (SEL) dapat meningkatkan kemampuan intrapersonal aspek belajar siswa di MAN Kota Tegal. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development untuk menghasilkan media berupa modul Layanan Bimbingan Klasikal Berbasis Social And Emotional Learning (SEL). Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE dari Dick and Carry. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/observasi, lembar validasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI MAN Kota Tegal yang berjumlah 482 siswa terdiri dari 213 siswa laki-laki dan 269 siswa perempuan.yang terbagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen.Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan uji normalitas, uji validitas, uji reliabilitas, uji t dan uji kelayakan serta efektifitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media modul layanan bimbingan terhadap kemampuan intrapersonal aspel belajar siswa, dalam hal ini media adalah positif memberikan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan yang dapat diperoleh bedasarkan penelitian ini adalah Analisis kebutuhan guru dan siswa terhadap media meliputi analisis kebutuhan siswa, analisia pengguna, analisis sarana dan prasarana. Mengetahui desain pengembangan media terdiri dari pemilihan media,pemilihan format, penyusunan soal dan jawaban serta merancang media aplikasi. Kelayakan media dari tiga validator memperoleh validasi materi sebesar 90,62%. Sedangakan pada aspek media memperoleh tara-rata sebesar 93,75%. Efektifitas penggunaan media pembelajaran dibuktikan dengan hasil belajar siswa antara hasil pre test dan post test kelas eksperimen mengalami peningkatan dari 13,89% menjadi 83,34%. Ini membuktikan bahwa media berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan intrapersonal aspek belajar siswa

    PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN FERO MANGAN (Fe-Mn) PADA SIFAT MEKANIS PENGECORAN BAJA KARBON RENDAH (AISI 1020)

    Get PDF
    Faiq Ryan Bil Haque, 2024 “Pengaruh Variasi Penambahan Fero Mangan (FeMn) Pada Sifat Mekanis Pengecoran Baja Karbon Rendah (AISI 1020)”. Laporan Skripsi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas PancaSakti Tegal 2024. Besi adalah elemen dasar sedangkan karbon adalah bahan paduan utama dalam baja, logam paduan. Selain karbon, unsur lain yang biasa ditambahkan ke paduan termasuk mangan, kromium, vanadium, dan tungsten. Mangan memiliki afinitas yang kuat terhadap oksigen dan dapat membentuk MnO yang stabil terhadap oksigen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kekerasan, tarik dan impak baja karbon rendah AISI 1020 setelah penambahan variasi ferromangan. Metode penelitian menggunakan alat: tungku induksi, timbangan digital, krusibel, tang penjepit dan thermocouple. Bahan yang digunakan: baja karbon rendah AISI 1020, feromangan dan bubuk kapur. Tungku induksi untuk melebur baja karbon rendah AISI 1020, ferromangan dengan kadar Mn 75%. Pada proses peleburan ini membutuhkan suhu diatas 1500C. Variasi yang digunakan penelitian ini adalah penambahan FeMn 1,5%, FeMn 2% dan FeMn 2,5%. Setelah melakukan pengecoran dan penambahan FeMn, spesimen akan diuji untuk mengetahui nilai kekerasan, kuat tarik dan harga impact. Hasil pengujian kekerasan penambahan FeMn 2,5% memiliki nilai rata-rata kekerasan paling tinggi dengan nilai kekerasan sebesar 436,6 BHN dan pengujian variasi penambahan FeMn 2% memiliki penurunan kekerasan sebesar 411,5 BHN. Sedangkan pada pengujian kekerasan dengan variasi penambahan 1,5% memiliki penurunan nilai yang sangat signifikan, sebesar 335,1 BHN. Sedangkan pada pengujian kuat tarik variasi penambahan FeMn 1,5% memiliki nilai rata-rata tegangan paling tinggi dari hasil pengujian. Variasi penambahan FeMn 1,5% memiliki nilai tegangan sebesar 320,2 MPa, sedangkan variasi penambahan FeMn 2% memiliki nilai tegangan sebesar 242,57 MPa dan variasi penambahan FeMn 2,5% memiliki nilai tegangan sebesar 256,19 MPa. Pada pengujian impact rata-rata pengujian impak pada Raw Material memiliki nilai 0,276 J/mm2 sedangkan pada variasi penambahan FeMn 1,5% sebesar 0.194 J/mm2, selanjutnya untuk pengecoran baja AISI 1020 dengan penambahan FeMn 2% diperoleh nilai rata-rata hasil pengujian impak sebesar 0,190 J/mm2 dan pengecoran baja AISI 1020 dengan penambahan FeMn 2,5% diperoleh nilai rata-rata hasil pengujian impak sebesar 0,167 J/mm2. Kata kunci: Besi, Peleburan Logam, Ferromangan, Sifat Mekanis Faiq Ryan Bil Haque, 2024 "The Effect of Variation of Ferro Manganese (FeMn) Addition on Mechanical Properties of Low Carbon Steel Casting (AISI 1020)". Mechanical Engineering Thesis Report, Faculty of Engineering and Computer Science, PancaSakti University, Tegal 2024. Iron is a basic element while carbon is the main alloying material in steel, alloy metals. In addition to carbon, other elements that are commonly added to alloys include manganese, chromium, vanadium, and tungsten. Manganese has a strong affinity for oxygen and can form MnO which is stable to oxygen. The purpose of this study was to determine the hardness, tensile and impact values of AISI 1020 low carbon steel after the addition of ferromanganese variations. The research method uses tools: induction furnace, digital scales, crucibles, pliers and thermocouple. Materials used: low carbon steel AISI 1020, ferromanganese and lime powder. Induction furnace for melting low carbon steel AISI 1020, ferromanganese with Mn content of 75%. This melting process requires a temperature above 1500C. The variations used in this study are the addition of FeMn 1.5%, FeMn 2% and FeMn 2.5%. After casting and adding FeMn, the specimen will be tested to determine the hardness value, tensile strength and impact price. The results of the hardness test of the addition of FeMn 2.5% have the highest average hardness value with a hardness value of 436.6 BHN and the test of the variation of the addition of FeMn 2% has a hardness decrease of 411.5 BHN. While in the hardness test with a variation of the addition of 1.5% there is a very significant decrease in value, amounting to 335.1 BHN. While in the tensile strength test, the variation of the addition of FeMn 1.5% has the highest average stress value from the test results. The variation of the addition of FeMn 1.5% has a stress value of 320.2 MPa, while the variation of the addition of FeMn 2% has a stress value of 242.57 MPa and the variation of the addition of FeMn 2.5% has a stress value of 256.19 MPa. In the impact test, the average impact test on the Raw Material has a value of 0.276 J/mm2 while the variation of the addition of FeMn 1.5% is 0.194 J/mm2, then for AISI 1020 steel casting with the addition of FeMn 2% the average value of the impact test results is 0.190 J/mm2 and AISI 1020 steel casting with the addition of FeMn 2.5% the average value of the impact test results is 0.167 J/mm2. Keywords: Iron, Metal Smelting, Ferromanganese, Mechanical Propertie

    PENGARUH ETOS KERJA, MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN SIKAP KERJA SEBAGAIVARIABELINTERVENINGPADADINASKESEHATANKOTA TEGAL

    Get PDF
    Kinerjapegawaimenjadihalyangperludiperhatikandengancukupseriusoleh instansi, karena kinerja pegawai dengan berbagai aspek yang ada di dalamnya akan memberikan dampak secara langsung terhadap kinerja instansi secara keseluruhan. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah etos kerja, motivasi kerjadanlingkungankerjaberpengaruhterhadapsikapkerja.etoskerja,motivasikerja dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai.sikap kerja berpengaruh terhadapkinerjapegawai.etoskerja,motivasikerjadanlingkungankerjaberpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui sikap kerja. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrument (uji validitas dan reliabilitas), statistik deskriptif, dan analisis kuantitatif denganalatanalisisSmart-PLS.Sampelyangdigunakansebanyak115pegawaiDinas Kesehatan Kota Tegal dengan pengumpulan data menggukan kuesioner. Hasil penelitian dan pemebahasan penelitian ini menunjukkan bahwa etos kerja dan lingkungan kerja meningkatkan sikap kerja, sementara motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan. Kinerja pegawai dipengaruhi oleh motivasi dan sikap kerja, tetapi tidak secara langsung oleh etos dan lingkungan kerja. Sikap kerja hanya memediasi hubungan etos kerja dengan kinerja, tetapi tidak untuk motivasi dan lingkungan kerja.Hasilini menegaskan pentingnya etoskerja,lingkungan kerja yang baik, serta motivasi dalam meningkatkan kinerja pegawai. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini menunjukkan bahwa etos kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap sikap kerja, sementara motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan. Kinerja pegawai dipengaruhi oleh motivasi dan sikap kerja, tetapi tidak secara langsung oleh etos dan lingkungan kerja. Sikap kerja hanya memediasi hubungan etos kerja dengan kinerja. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Tegal disarankan untuk memperkuat program pengembangan etos kerja, meningkatkan motivasi pegawai melalui insentif dan pengembangan karir, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif guna meningkatkan sikap kerja dan kinerja pegawai. Kata Kunci : Etos Kerja, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Sikap Kerja Dan Kinerja Pegawa

    Analaisis Keterbukaan Informasi Publik Pada Pengadilan Negeri Tegal Melalui Website

    No full text
    Keterbukaan informasi publik menjadi wajib bagi seluruh badan publik mulai dari lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif harus menerapkannya. Demikian pula Pengadilan Negeri Tegal yang merupakan lembaga peradilan yang berada di daerah tingkat II. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa keterbukaan informasi publik pada Pengadilan Negeri Tegal dalam website dengan Surat Keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2- 144/KMA/SK/VIII/2022 terhadap https://pn-tegal.go.id/id/ dan mengetahui upaya yang dilakukan Pengadilan Negeri Tegal dalam transparansi informasi yang akan disampaikan pada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dengan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan analisa. Analisa yang dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman dengan reduksi data, pengumpulan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat ketidaksesuaian Surat Keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia terhadap website Pengadilan Negeri Tegal, sebab terdapat standarisasi tersendiri yang digunakan untuk pembuatan website. Hal ini tentunya menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang cepat tanpa perlu membuka website Pengadilan lain maupun dinas lain yang berkaitan. Dapat disimpulkan bahwa 98% informasi yang terdapat pada website Pengadilan Negeri Tegal sudah sesuai namun ada beberapa informasi yang mengharuskan masyarakat membuka webiste Pengadilan Tinggi Semarang. Walaupun dalam penerapannya informasi yang disampaikan sudah disesuaikan dengan dialek Tegalan, akan menyulitkan masyarakat ketika informasi yang disampaikan tidak lengkap

    6,564

    full texts

    9,003

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Pancasakti Tegal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇