9003 research outputs found
Sort by
TANGGUNG JAWAB PLATFROM E- COMMERCE DALAM PERLINDUNGAN DATA PRIBADI KONSUMEN
Perlindungan data pribadi konsumen semakin penting di era digital, terutama dengan pesatnya perkembangan platform e-commerce. Platform ini bertanggung jawab untuk menjaga privasi dan keamanan data pribadi yang dikumpulkan selama proses transaksi. Artikel ini menganalisis tanggung jawab hukum dan etika platform e-commerce dalam melindungi data konsumen. Dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan studi literatur, studi ini menemukan bahwa meskipun sudah ada peraturan yang mengatur perlindungan data, banyak platform e-commerce masih menghadapi tantangan dalam tindakan mereka, khususnya terkait keamanan dan transparansi data. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan upaya yang lebih ketat untuk meningkatkan kesadaran hukum antara pelaku e-commerce dan konsumen. Artikel tersebut juga merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah, platform e-commerce, dan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan data konsumen. Kata Kunci: Perlindungan data pribadi, Tanggung jawab hukum, Platform e- commerc
THE EFFECT OF THE GUESSING GAME METHOD ON SPEAKING SKILLS FOR EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP MUHAMMADIYAH 1 KOTA TEGAL (An Experimental Research at SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal in Academic Year 2023/2024)
ABSTRACT
Dicky, Dharmawan Naufal. 2025 1619500035: “The Effect Of The Guessing Game Method On Speaking Skills For Eighth Grade Students Of SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal (An Experimental Research at SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal in Academic Year 2023/2024)”. Research Project. Strata 1 Program, Faculty of Teacher Training and Education, Pancasakti University Tegal.
The first Advisor is Hj. Nur Laila Molla, S,Pd., M.Hum. and
the second advisor is Drs. H. Masfuad Edy Santoso., M.Pd
Keywords: Guessing Game, Speaking Skills, Junior High School
The objectives of this research are 1), to analyze the application of the Guessing Game method on speaking skills at the eighth-grade students of SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal. and 2) to discover the significance effect of the Guessing Game in eighth-grade students for speaking skills.
This research was conducted through an experimental approach with a true- experimental design. The population is 51 students in the eighth grade of SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal. The samples are 25 students in the experimental group and 26 students in the control group. The researcher used purposive sampling with two categories: the experimental group who were taught using Guessing Game Method, and the control group who were taught without Guessing Game Method. The data collecting technique consists of a pretest and posttest with a speaking test. SPSS 22 program was used to analyze the data.
The result of the average score of the posttest experimental group is higher than the control group (67,36> 60,27 ). The result of Independent Samples T-Test showing sig. (2-tailed) value is 0.000 < 0,05, it means there is a significant effect on students’ speaking skills inthe experimental group than in the control group. Thus, Guessing Game Method is effective for students’ speaking skills.
Furthermore, the writer suggests: 1) The English teachers should use an appropriate media in teaching-learning process to enhance students’ interest in learning English, and 2) Further research should try and develop the use of Guessing Game method for speaking skills
PENGATURAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN DISERTAI PEMBUNUHAN (Putusan Nomor 51/Pid.Sus-Anak/2024/PN Plg)
Menegakkan hukum dan memberantas kejahatan tidaklah cukup berdasarkan hukum saja, tetapi juga harus ditinjau dari aspek budaya, moral, dan agama. Kejahatan semakin mudah diperbuat oleh masyarakat Indonesia, seperti tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan. Ironisnya kejahatan kesusilaan ini dilakukan oleh anak yang merupakan generasi penerus bangsa di masa mendatang kelak. Penerapan ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan pengaturan sanksi pidana terhadap anak sebagai pelaku yang melakukan tindak pidana pemerkosaan dan pembunuhan. (2) Untuk mengkaji pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan dalam perkara anak yang menjadi pelaku tindak pidana pemerkosaan dan pembunuhan dalam putusan Nomor 51/Pid.Sus-Anak/2024/PN Plg. Jenis penelitian ini menggunakan informasi dari sebuah data yang sudah diperoleh seperti jurnal buku dan lainnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif teknik pengumpulan datanya melalui buku jurnal artikel dan lainnya yang memfokuskan pada data sekunder. Dan dianalisa menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan yang pertama bahwa penerapan sanksi pada putusan tersebut sudah sesuai ketentuan peradilan anak yang didasarkan pada undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Hal ini dikarenakan karena pelaku yang masih di bawah umur maka penerapan sanksi pidananya harus sesuai dengan sistem peradilan pidana anak yang ada namun untuk memberikan efek jera pada pelaku anak tersebut maka tetap diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan undang-undang. Kedua pertimbangan hakim dalam penjatuhan sanksi dalam tindak pidana pemerkosaan disertai pembunuhan pada perkara tersebut hakim mempertimbangkan pembimbing kemasyarakatan yang merekomendasikan agar anak dijatuhkan tindak perawatan di lpks. Majelis hakim mempertimbangkan tentang kondisi anak yang masih di bawah umur sehingga pertimbangan yang diberikan hakim sudah sesuai ketentuan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukkan bagi mahasiswa akademisi, praktisi, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal. Kata Kunci : pengaturan sanksi pidana, pelaku anak, tindak pidana pemerkosaan dan pembunuha
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PADA KOPERASI PRIMKOPPOL POLRES TEGAL BERDASARKAN KUKM RI NOMOR. 06/PER/DEP.IV/2016 TAHUN 2018-2022
Dian Bayu Irawan, 2023. Analisis Tingkat Kesehatan pada Koperasi
Primkoppol Polres Tegal Berdasarkan KUKM RI Nomor. 06/PER/DEP.IV/2016)
Tahun 2018-2022.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan Koperasi
Primkoppol Polres Tegal Tahun 2018-2022 dilihat dari aspek permodalan, kualitas
aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan serta
jatidiri koperasi.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik
dokumentasi. Sedangkan Analisis data penelitian ini dilakukan dengan mengukur
kesehatan koperasi dengan Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian
Koperasi dan UKM Nomor: 06/Per/Dep.6/IV/2016 yang kemudian diukur tingkat
kesehatannya.
Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa Dari hasil perhitungan ketujuh aspek
yang telah dilakukan di Primkoppol Polres Tegal, tingkat kesehatan Primkoppol
Polres Tegal pada tahun 2018 memperoleh skor 72,10 dengan predikat koperasi
cukup sehat; tahun 2020 memperoleh skor 75.10 dengan predikat koperasi cukup
sehat; tahun 2021 memperoleh skor 73,2 dengan predikat koperasi cukup sehat
dan pada tahun 2022 memperoleh skor 75,5 dengan predikat cukup sehat.
Kata Kunci : Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi,
Likuiditas, Kemandirian dan Pertimbuhan, Jatidir
EXPLORING EIGHT GRADERS` DIFFICULTIES IN SPEAKING ENGLISH AT SMP NEGERI 3 KERSANA
ABSTRACT
Kusumawardhani, Ratna Agustina Wiko. 2025. 1618500013 : Exploring Eight Graders’ Difficulties in Speaking English at SMP Negeri 3 Kersana. Research Project Strata 1 Program. English Education.
The First Advisor is Dr. Yoga Prihatin and
The Second Advisor is Drs. H. Rofiudin, M.Hum
Keyword : Speaking, Difficulties, Eight Graders’
The objectives of this research the first is to find out Non-Linguistic factors analysis in speaking English at SMP Negeri 3 Kersana. The second is to find out the Linguistic factors analysis that influence difficulties in speaking English at SMP Negeri 3 Kersana.
This research used qualitative with case study methods as research design. Qualitative methods are used for studies involving narrative data obtained through observations and documentation. The researcher chose a qualitative case study approach because of its relevance to the current scientific phenomenon or issue, namely the English language difficulties of 8D grade students at SMP Negeri 3 Kersana. Data for the study were obtained through a series of questions using a Likert scale as a questionnaire. Respondents were only asked to choose one point out of five points, namely: Strongly Agree, Agree, Neutral, Disagree and Strongly Disagree on the choice of points that had been provided in the Google form. This is a type of closed qu estion because it is not asked directly by students but through a Google form questionnaire. To understand more deeply about the difficulties of speaking English of eighth grade students, the researcher applied a random questionnaire.
The results of this study produce speaking difficulties. In other words, there are two factors, namely Non-Linguistic Factors and Linguistic Factors. This is a linguistic factor in which there are five criteria. There are 31 students who experience these two factors, including. For Non-Linguistic factors, 4 students are afraid of speaking English incorrectly, 5 students feel embarrassed to speak English, 3 students have anxiety in speaking English, 5 students lack confidence, 4 students lack motivation. Then in the Linguistic Factor there are 3 criteria. There are 3 students who experience a lack of vocabulary in English, 3 students lack mastery of grammar, and 4 students are less precise in pronunciation.
It is concluded that there are various statements submitted to students to identify students' difficulties in speaking English. These questions cover Linguistic aspects, namely (Lack of Vocabulary, Lack of Grammar Knowledge, and Pronunciation). In addition, there are Non-Linguistic factors, including (Fear of Being Mistakes, Feeling of Shy, Anxiety, Lack of Self-Confidence, and Lack of Motivation. The focus of this study is to explore students' difficulties in speaking English in terms of Linguistic Factors and Non-Linguistic factor
MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA PELANGGARAN HAK CIPTA ATAS KARYA SENI DIGITAL PADA PLATFORM PERDAGANGAN DIGITAL
Pada era digitalisasi ini muncul bentuk karya seni baru yaitu karya seni digital yang berkembang pesat melalui platform digital, termasuk Non-Fungible Token (NFT). NFT menawarkan kepemilikan unik bagi pemiliknya yang membuatnya populer. Meskipun NFT populer, ada banyak kasus pelanggaran hak cipta. Salah satu contohnya adalah karya Kendra Ahimsa yang dijual sebagai NFT tanpa izin, menunjukkan adanya celah hukum dalam melindungi seniman. Beberapa platform memiliki kebijakan untuk menangani pelanggaran hak cipta, tetapi masalah ini tetap muncul. OpenSea bahkan menyebut 80% NFT pada platformnya adalah hasil plagiasi, menunjukkan kebijakan tersebut masih kurang efektif. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengkaji bentuk-bentuk pelanggaran hak cipta atas karya seni digital pada platform perdagangan digital. (2) Untuk menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa pelanggaran hak cipta atas karya seni digital yang diperdagangkan pada platform perdagangan digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan, pendekatan penelitian yudiris normatif, teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur yang kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa karya seni digital termasuk karya seni segala bentuk dan program komputer yang dilindungi oleh UU Hak Cipta Pasal 40 ayat (1). Beberapa bentuk pelanggaran hak cipta atas karya seni digital yaitu plagiarisme, penggunaan karya seni digital untuk komersial, penjualan karya seni digital sebagai NFT, pemalsuan atau modifikasi karya, dan penggunaan tanpa atribusi. Sengketa pelanggaran hak cipta atas karya seni digital dapat diselesaikan dengan tiga cara yaitu, non-litigasi, litigasi, dan arbitrase. Penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi terdiri dari lima jenis yaitu mediasi, negosiasi, konsiliasi, konsultasi, dan penilaian ahli. Kata Kunci: Karya Seni Digital, Hak Cipta, Penyelesaian Sengketa, Platfor
PERLINDUNGAN HUKUM PERDATA BAGI PEKERJA YANG TETAP BEKERJA PADA HARI LIBUR KERJA NASIONAL
Indonesia sebagai negara hukum menjamin hak-hak pekerja, termasuk perlindungan hukum pada hari libur nasional. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, terutama dalam pemberian kompensasi dan penegakan aturan. Situasi ini menimbulkan kesenjangan antara regulasi dan praktik yang memerlukan kajian mendalam. Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis perlindungan hukum perdata bagi pekerja yang bekerja pada hari libur nasional. (2) Mengevaluasi sistem kompensasi yang diterapkan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Research), sekaligus penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan yuridis normatif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi, dianalisis secara kualitatif untuk memberikan gambaran holistik terkait perlindungan pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan perlindungan hukum perdata bagi pekerja yang bekerja pada hari libur nasional telah diatur dalam berbagai peraturan, termasuk UU Ketenagakerjaan dan PP terkait. Namun, implementasi masih menghadapi tantangan seperti kurangnya kesadaran perusahaan dan pekerja terhadap hak dan kewajiban mereka. Sistem kompensasi yang ada perlu diperkuat agar lebih adil dan efisien. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan semua pihak yang membutuhkan, khususnya di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Hak Pekerja, Hari Libur Kerja Nasional
UPAYA NON PENAL TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA EKSPLOITASI EKONOMI MELALUI MEDIA SOSIAL
Pesatnya perkembangan teknologi tidak luput dari dampak negatif. Kemudahan dalam mencari uang melalui kecanggihan teknologi membuat sebagian orang mengambil jalan pintas dengan cara yang melanggar etika dan hukum, terutama maraknya kasus pemanfaatan anak sebagai eksploitasi ekonomi di media sosial. Eksploitasi disini merujuk sebuah tindakan pemanfaatan anak yang dilakukan demi mendapat keuntungan melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan : (1) mendeskripsikan bentuk tindak pidana eksploitasi ekonomi anak melalui media sosial; (2) mengetahui upaya non penal terhadap anak korban tindak pidana eksploitasi melalui media sosial. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan, pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan normatif, teknik pengumpulan datanya melalui wawancara dengan narasumber bidang pelaksana di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB Brebes), observasi dan dokumen. Dan dari data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk-bentuk eksploitasi ekonomi anak ,elalui media social diantaranya melalui tiktok, youtube dan instagram. Jika melihat penegakan hukum sekarang dirasa dinilai kurang efektif untuk menanggulangi eksploitasi anak dimana perlindungan hukum lebih memperhatikan kepada pelaku dan diabaikannya hak-hak korban. Oleh karena itu untuk memperhatikan hak-hak korban maka dapat dilakukan secara prevenif melalui sarana di luar hukum pidana (sarana non penal) dengan melalui berbagai usaha pencegahan tanpa melibatkan sistem pradilan pidana, misalnya usaha rehabilitasi psikologis, penyuluhan, dan pembaharuan hukum lainnya. Kata Kunci : Upaya non penal, anak korban tindak pidana eksploitasi, media socia
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAKAN PENGGELAPAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA SEBAGAI PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus penggelapan objek jaminan fidusia yang menimbulkan kerugian bagi kreditur. Perjanjian fidusia yang memberikan hak kepada debitur untuk menguasai objek jaminan sering disalahgunakan dengan mengalihkan atau menggadaikan objek tersebut tanpa persetujuan kreditur yang merupakan perbuatan melawan hukum. Permasalahan yang dikaji adalah: (1) Bagaimana penegakan hukum terhadap tindakan penggelapan objek jaminan fidusia sebagai perbuatan melawan hukum? (2) Bagaimana kendala hukum yang dihadapi dalam penegakan hukum terhadap penggelapan objek jaminan fidusia sebagai perbuatan melawan hukum? Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan penegak hukum serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap penggelapan objek jaminan fidusia sebagai perbuatan melawan hukum dapat ditempuh melalui jalur perdata berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dan jalur pidana berdasarkan Pasal 36 UU Jaminan Fidusia. Kendala hukum yang dihadapi meliputi: ketidakjelasan pengaturan tentang sanksi perdata, kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, kesulitan eksekusi putusan pengadilan, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Diperlukan penguatan regulasi dan koordinasi antar penegak hukum untuk mengoptimalkan penegakan hukum.
Kata kunci: Penegakan Hukum, Jaminan, Fidusia, Perbuatan Melawan Huku