9003 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA GOOGLE SITES DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI (CINTA BELAJAR DAN BERKARYA) DI SMP KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG
Meika Prihastuti. 2025. Implementasi Penggunaan Media Google Sites dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila terhadap Pembentukan Karakter Mandiri (Cinta Belajar dan Berkarya) di SMP Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Tesis. Program Studi Magister Pedagogi, Program Pascasarjana, Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I: Dr. Tity Kusrina, M.Pd., Pembimbing II: Dr. Munthoha Nasukha, M.Pd.
Kata kunci: Google Sites, Pendidikan Pancasila, karakter mandiri, cinta belajar, semangat berkarya
Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan akan media pembelajaran digital yang mampu membentuk karakter mandiri murid, terutama dalam menumbuhkan cinta belajar dan semangat berkarya. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran berbasis karakter dan teknologi, Google Sites dipilih karena memberikan ruang bagi murid untuk belajar secara mandiri dan kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji proses serta hasil penerapan media Google Sites dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada murid SMP di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam proses implementasi media Google Sites dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara terstruktur, dan dokumentasi aktivitas belajar serta produk tugas murid. Informan terdiri dari tiga kepala sekolah, tiga guru Pendidikan Pancasila, dan lima belas murid dari SMPN 2, 3, dan 4 di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan secara terus-menerus. Proses ini diperkuat dengan bantuan perangkat lunak NVivo untuk pengkodean tematik dan visualisasi hubungan antar kategori. Validitas temuan dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas Google Sites dalam membentuk karakter mandiri murid secara kontekstual dan berkelanjutan.
.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Google Sites memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter mandiri murid. murid menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu menyelesaikan tugas secara mandiri dan kreatif. Guru merasa lebih terbantu dalam merancang pembelajaran digital, dan kepala sekolah melihat peluang pengembangan media ini sebagai bagian dari inovasi pembelajaran jangka panjang. Secara keseluruhan, media Google Sites dinilai mampu mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna di era digital
ANALYSIS OF ELECTION ADMINISTRATIVE VIOLATIONS (CASE STUDY: RE-VOTING IN THE 2024 GENERAL ELECTION IN TEGAL CITY)
Administrative violations are problems that often occur in every election from the 2019 General Election to the 2024 General Election, one of which occurred in Tegal City. This paper aims to analyze administrative violations that occurred at TPS 28 Debong Tengah Village, Tegal Selatan Subdistrict, Tegal City. This research uses literature review analysis with archives of the Tegal City Bawaslu report and previous researchers' studies in the form of scientific articles as data. The results showed that the occurrence of administrative violations at polling station 28 Debong Tengah Village, South Tegal Subdistrict, Tegal City was due to the opening of the ballot box which was not in accordance with the regulations by KPPS as the election organizer at the lowest level, causing re-voting. In addition, KPPS was considered to lack integrity because it still needed to be reminded by supervisors regarding the procedures for implementing voting. This shows that the quality of election organizers at the lowest level is still weak and an evaluation is needed so that in the next election it does not happen again. In addition, the occurrence of re-voting brings several impacts, such as a decrease in public participation and also changes in the vote count.
Keyword: Administrative Violation; General Election; Re-votin
PENGARUH KEAKTIFAN BELAJAR DAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK PADA PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (Studi Penelitian pada Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 2 Slawi tahun ajaran 2024/2025 pada Meteri pokok Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk)
AWALIA, PUTRI RAHMATUL. 2025. “Pengaruh Keaktifan Belajar dan Kepercayaan Diri Peserta Didik pada Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Peserta Didik (Studi Penelitian pada Peserta Didik Kelas XI Semester Genap SMA N 2 Slawi Tahun Ajaran 2024/2025 pada Materi Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk)”. Skripsi. Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Moh. Shaefur Rokhman, M.Si.
Pembimbing II : Dian Nataria Oktaviani, S.Si., M.Pd.
Kata Kunci : Pengaruh Kepercayaan Diri, Keaktifan Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh Keaktifan Belajar peserta didik pada Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika (2) Pengaruh Kepercayaan Diri peserta didik pada Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika (3) Pengaruh Keaktifan Belajar dan Kepercayaan Diri peserta didik pada Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Metode yang digunakan adalah probability sampling dengan teknik cluster random sampling. Yang menghasilkan dua kelas sampel: kelas eksperimen dan kelas uji coba. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 2 Slawi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengukur Kepercayaan Diri, lembar observasi untuk mengukur keaktifan belajar pada model Contextual Teaching and Learning (CTL), dan tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika.
Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda, sebelum dilakukan uji analisis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Keaktifan Belajar peserta didik pada Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika sebesar 59%, Pengaruh Kepercayaan Diri peserta didik pada Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika sebesar 14%,dan Pengaruh Keaktifan Belajar dan Kepercayaan Diri peserta didik pada Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika sebesar 64%
ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN MARGASARI – JATIBARANG KAB. TEGAL)
Helmi Ariansyah “ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN MARGASARI – JATIBARANG KAB. TEGAL)”. Laporan Skripsi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal.
Jalan Margasari – Jatibarang, merupakan jalan Kabupaten yang berada di Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal. Jalan ini merupakan satu – satunya akses perekonomian dan akses pendidikan, peningkatan aktivitas perdagangan berkontribusi pada lonjakan volume kendaraan yang berdampak pada peningkatan distribusi angkutan barang dan jasa, yang pada akhirnya menimbulkan beban tambahan pada infrastruktur jalan. Dalam situasi saat ini ruas Jalan Margasari – jatibarang mengalami kerusakan pada perkerasan jalan yang akan mempengaruhi laju kendaraan, kondisi ini berpotensi menyebabkan kejadian kecelakaan apabila tidak segera ditangani dengan upaya yang intensif.
Penelitian ini mengkaji kondisi kerusakan pada ruas Jalan Margasari – Jatibarang, Kabupaten Tegal, yang vital bagi perekonomian lokal namun mengalami kerusakan akibat peningkatan volume lalu lintas. Tujuan utama studi ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan, mengevaluasi kondisi jalan menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga, serta membandingkan hasil dari kedua metode tersebut. Survei lapangan dilakukan, untuk mengumpulkan data kerusakan dan volume lalu lintas, yang kemudian dianalisis dengan metode PCI dan Bina Marga. Hasilnya menunjukkan adanya berbagai jenis kerusakan seperti lubang dan retakan. Evaluasi PCI menghasilkan nilai rata-rata 36,7 ("sangat buruk"), merekomendasikan rekonstruksi. Sebaliknya, metode Bina Marga memberikan nilai kondisi jalan rata-rata 3,7 dengan nilai prioritas 9,3, mengindikasikan perlunya pemeliharaan rutin. Perbedaan rekomendasi antara kedua metode ini menyoroti pentingnya pendekatan multi-metode dalam evaluasi jalan. Penelitian ini signifikan karena memberikan informasi komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan dan program pemeliharaan jalan, demi peningkatan keamanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kata Kunci : Metode PCI, Metode Bina Marga, Analisis Kerusakan Jalan
Efektivitas Peran Badan Adhoc dalam Penanganan Permasalahan Pemutakhiran Daftar Pemilih pada Pemilihan Umum
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas peran Badan Adhoc dalam menangani permasalahan pemutakhiran daftar pemilih pada pemilihan umum, dengan fokus pada Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.
Pemutakhiran daftar pemilih merupakan tahapan krusial dalam
penyelenggaraan pemilu karena menentukan keakuratan data pemilih dan
legitimasi hasil pemilu. Penelitian menggunakan analisis Performance Prism
dengan alat berbasis perangkat lunak Nvivo dengan bersumber transkrip
wawancara dari dua komisoner dan Ketua PPK. Hasil penelitian menunjukkan
peran Badan Adhoc memiliki fungsi yang jelas, tetapi efektivitas mereka
masih terhambat oleh beberapa faktor, termasuk mobilitas penduduk yang
tinggi sehingga menimbulkan peningkatan kasus permasalahan, minimnya
partisipasi masyarakat dalam administrasi kependudukan, serta belum
optimalnya pengembangan teknologi yang seharusnya menjadi pendukung
untuk kinerja penyelenggara, temuan ini terjadi selama tahapan Pemilu dan
Pilkada 2024. Secara keseluruhan, temuan ini menggarisbawahi bahwa
tantangan dalam pemutakhiran daftar pemilih bersifat multidimensional.
Hambatan administratif dan teknologis tidak dapat dipisahkan dari aspek
partisipatif dan struktural. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara
stakeholder Badan Adhoc, pemerintah melalui pendekatan yang komprehensif
dan inklusif, yang tidak hanya berfokus pada pembaruan sistem informasi,
tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat, baik melalui penguatan sumberdaya manusia atau sosialisasi dan meningkatkan kapasitas kelembagaan untuk menjamin akurasi serta keadilan dalam penyusunan daftar
pemilih
PENGARUHMINATBELAJARPADAMODELTEAMSGAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN KAHOOT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS (StudiPenelitianpadaPesertaDidik KelasXISMANegeri3BrebesTahun Ajaran 2024/2025 Materi Pokok Transformasi Fungsi)
Fatia Dewi, Nanda. 2025. Pengaruh Minat Belajar pada Model Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Kahoot Terhadap Kemampuan PemecahanMasalahMatematis(StudiPenelitianpadaPesertaDidik kelasXISMANegeri3BrebesTahunAjaran2024/2025MateriPokok Transformasi Fungsi). Skripsi. Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal
PembimbingI :Dr.Paridjo, M.Pd.
PembimbingII :DianNataria Oktaviani,S.Si.,M.Pd.
Kata Kunci: Minat Belajar, Teams Games Tournament (TGT), Kahoot, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, TGT
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruhminatbelajarpadamodel TeamsGames Tournament (TGT)berbantuan Kahootterhadapkemampuanpemecahanmasalahmatematis,2)untukmengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan Kahoot.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperimental dan desaian penelitian onegroup Pretest and posttest.Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 3Brebesyangterdiriatas374pesertadidik.Sampelpenelitianadalahpesertadidik kelas XI-F3 yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar, observasi, tes kemampuan pemecahan masalah, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linearsederhana, uji Paired Sample T-Test, dan Uji N-Gain.
Hasil penelitian ini diperoleh: 1) Terdapat pengaruh minat belajar pada model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. 2) Kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik mengalami peningkatan melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan Kahoot
PERAN BUDAYA MASKULINITAS TERHADAP PERILAKU TAWURAN PADA SISWA SMP N 3 BREBES
PRASETYO, MUHAMMAD NUR HAMIM AZHAR. 2025. Peran Budaya Maskulinitas Terhadap Perilaku Tawuran Pada Siswa SMP N 3 Brebes.Skripsi. Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Mulyani, M.Pd
Pembimbing II : Dr. Suriswo, M.Pd
Kata Kunci: Budaya Maskulinitas, Perilaku Tawuran
Budaya maskulinitas merujuk pada sekumpulan nilai, norma, dan perilaku yang dianggap sebagai ciri khas pria dalam masyarakat tertentu. Perilaku tawuran atau kerusuhan antar kelompok, terutama di kalangan remaja atau pemuda, telah menjadi perhatian banyak pengamat dan peneliti dalam bidang sosiologi, psikologi, dan ilmu sosial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya maskulinitas mempengaruhi cara siswa memandang kekerasan atau tawuran dan sejauh mana budaya maskulinitas berperan dalam mendorong keterlibatan siswa dalam perilaku tawuran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi dengan mengumpulkan data dari tiga sumber yaitu dari siswa, guru, dan orangtua. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dianalisis dengan analisis kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang melibatkan nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab sangat penting dalam mencegah kekerasan dan tawuran di kalangan siswa. Melalui pembelajaran nilai-nilai moral dan sosial, siswa dapat dibimbing untuk mengelola emosi mereka, menghindari tindakan kekerasan, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih konstruktif dan damai. Ini menekankan pentingnya peran pendidikan karakter dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman. Maskulinitas seharusnya tidak hanya dilihat dari segi kekuatan fisik, tetapi juga dari aspek mental dan moral yang mencakup keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Pembelajaran tentang maskulinitas yang positif dan inklusif dapat membantu siswa untuk berkembang menjadi individu yang lebih bijaksana dan mampu mengelola konflik tanpa melibatkan kekerasan. Peran orang tua dalam memberikan nasihat dan bimbingan, serta peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendidik siswa untuk menyelesaikan konflik secara damai, merupakan faktor kunci dalam pembentukan pribadi siswa yang baik. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang mengutamakan kedamaian dan menghindari kekerasan
OPTIMASI BANDWIDTH PADA LOCAL AREA NETWORK DENGAN HIBRIDISASI ALGORITMA GENETIKA DAN K-MEANS
Prayoga Alga Vredizon, 2025, “Optimasi Bandwidth Pada Local Area Network Dengan Hibridisasi Algoritma Genetika dan K-Means”. Laporan Skripsi, Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Pancasakti Tegal.
Pembagian bandwidth, khususnya pada Local Area Network menjadi tantangan tersendiri dalam mengaturnya. Alokasi bandwidth statis pada jaringan LAN sering kali tidak optimal, baik karena alokasi yang terlalu besar dan tidak terpakai, maupun karena terlalu kecil sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas data. Penelitian ini mengusulkan sistem alokasi bandwidth dinamis yang bertujuan untuk membuat pembagian bandwidth menjadi lebih adaptif berdasarkan perilaku penggunaan data tiap pengguna.
Penelitian ini menggunakan Algoritma Genetika sebagai metode optimasi dan penentuan jumlah klaster, dan K-Means sebagai metode klasterisasi untuk mengelompokkan pengguna jaringan berdasarkan total konsumsi bandwidth. Klaster-klaster ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan alokasi bandwidth secara adaptif.
Pengujian dilakukan dengan dua skenario, yaitu multi trafik dan spesifik trafik dengan maksimal bandwidth sebesar 20Mbps. Pada pengujian multi trafik dengan 9 pengguna, sistem menunjukkan peningkatan rata-rata throughput sebesar 13,9%, penurunan packet loss sebesar 6,99%. Delay dan jitter tetap dalam kategori “sangat baik”. Pada trafik spesifik untuk pengunduhan file dengan 5 pengguna, throughput mengalami peningkatan sebesar 2,72%, dan sedikit penurunan packet loss dari 23,7% menjadi 23,4%. Sedangkan delay dan jitter tetap dalam kategori “sangat baik”. Sementara itu, pada trafik video streaming, sistem menunjukkan peningkatan performa dengan meningkatnya throughput sebesar 6,54% dan pada semua parameter lainnya, nilai parameter QoS yang dihasilkan tetap berada dalam kategori “sangat baik” menurut standar TIPHON dan ITU-T G.114.
Kata kunci : Local Area Network, Alokasi Bandwidth, Klastersas
DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME PADA MASA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI GAMOPHOBIA (Studi Kasus Di Kelurahan Kraton, Kota Tegal)
NURALISA, HARWIN. 2025. Dampak Keluarga Broken HomePada Masa Dewasa Awal Yang Mengalami Gamophobia (Studi Kasus Di Kelurahan Kraton, Kota Tegal). Skripsi. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : Dr. Hanung Sudibyo, M.Pd
Pembimbing II : Dr. Suriswo, M.Pd
Kata kunci : Keluarga, Broken Home, Dewasa Awal, Gamophobia.
Keluarga merupakan tempat pertama individu belajar mengenal kasih sayang, keamanan, dan hubungan. Namun, bagi individu yang tumbuh dalam keluarga Broken Home, pengalaman tersebut sering kali meninggalkan luka emosional yang mempengaruhi perkembangan di masa dewasa awal. Masa dewasa awal merupakan masa dengan rentang usia mulai dari 18 hingga 40 tahun. Salah satu dampak yang muncul dari adanya keluarga broken home adalah gamophobia , yaitu ketakutan terhadap pernikahan dan komitmen jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak Broken Home terhadap individu yang mengalami gamophobia di masa dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, metode ini digunakan untuk mendapatkan pemahaman tentang fenomena atau kasus yang baru dan menarik, yang sering terjadi di kehidupan sekitar kita secara mendalam dengan pengumpulan data wawancara dan observasi terhadap tiga partisipan yang memiliki latar belakang keluarga Broken Home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil yang penuh konflik, kurangnya teladan hubungan yang sehat, serta trauma emosional dari perpisahan orang tua, membentuk ketakutan terhadap pernikahan. Ketakutan ini berdampak pada aspek emosional dan psikologis, seperti rasa cemas berlebihan, sulit mempercayai orang lain, serta komitmen menghindari. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sosial dan layanan konseling untuk membantu individu menghadapi dampak tersebut
PEMIDANAAN BAGI PELAKU PERBUATAN CABUL TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR
Stevanus Three Ady Pamungkas. Pemidanaan bagi Pelaku Perbuatan Cabul terhadap Anak di Bawah Umur. Skripsi. Tegal: Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Pancasakti Tegal. 2025.
Pencabulan merupakan kejahatan kesusilaan yang sangat meresahkan masyarakat, apalagi jika pencabulan dilakukan terhadap anak di bawah umur yang merupakan tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya aparat penegak hukum memberikan sanksi pidana yang tegas tehadap pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak.
Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan pengaturan hukum pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur di Indonesia dan 2) mengkaji pemidanaan bagi pelaku perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur pada Putusan Nomor 43/Pid.Sus/2024/PN Tgl. Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan normatif-empiris (terapan) yairu penelitian terhadap konflik hukum yang diselesaikan melalui pengadilan (judicial case stydy). Sumber data utamanya adalah data sekunder. Analisis data penelitian dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang bersifat deskriptif analitik yaitu berusaha menggambarkan dan menjelaskan terhadap sumber hukum yang dijadikan legitimasi terkait hukum mengenai permasalahan penelitian.
Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) pengaturan hukum pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur di Indonesia yaitu di dalam KUHP (Pasal 289, Pasal 290, Pasal 292, Pasal 293, Pasal 294 dan Pasal 295 KUHP) dan Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 82. Jadi Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak merupakan “lex spesialis derogat lex generalis” dari Pasal 289-296 KUHP dimana dalam penerapan hukum bagi delik pencabulan terhadap anak, penggunaan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak harus didahulukan dari Pasal 289-296 KUHP. 2) Pemidanaan bagi pelaku perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur pada putusan No. 43/Pid.Sus/2024/PN Tgl yaitu terhadap Terdakwa AF Bin D adalah pelaku perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur diputuskan hakim dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sejumlah Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan. Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu 14 tahun. Menurut penulis pemidanaan tersebut kurang relevan dengan penerapan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak yang merupakan pasal pemberatan yang seharusnya dihukum 20 tahun.
Kata Kunci: pemidanaan, pelaku, perbuatan cabul, dan anak