9003 research outputs found
Sort by
PENGARUH KESUKARELAAN PENGGUNAAN, PENGALAMAN PENGGUNAAN, PERSEPSI KEGUNAAN, DAN KOMPLEKSITAS PENGGUNAAN TERHADAP KEPATUHAN PELAPORAN WAJIB PAJAK MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI BERUPA E-FILLING SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesukarelaan penggunaan,
pengalaman penggunaan, persepsi kegunaan, dan kompleksitas penggunaan
terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak, dengan teknologi informasi efilling
sebagai variabel intervening. Studi ini dilatarbelakangi oleh fenomena
menurunnya penggunaan e-filling di KPP Pratama Tegal, yang berbanding terbalik
dengan tren peningkatan penerimaan pajak daerah. Hal ini mengindikasikan adanya
kesenjangan dalam optimalisasi teknologi untuk mendukung kepatuhan wajib
pajak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 250 wajib
pajak yang terdaftar di KPP Pratama Tegal sebagai responden. Data dikumpulkan
melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation
Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software
SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesukarelaan penggunaan, pengalaman
penggunaan, dan kompleksitas penggunaan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak; (2) Persepsi kegunaan tidak
berpengaruh langsung terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak; (3) Efilling
terbukti berperan sebagai variabel intervening yang signifikan dalam
memediasi pengaruh kesukarelaan penggunaan dan persepsi kegunaan terhadap
kepatuhan pelaporan wajib pajak, namun tidak memediasi pengaruh pengalaman
penggunaan dan kompleksitas penggunaan.
Temuan pada penelitian ini memberikan implikasi teoritis dengan memperkaya
literatur mengenai penerimaan teknologi dalam konteks perpajakan, serta implikasi
praktis bagi otoritas pajak. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada peningkatan
program komunikasi, edukasi, dan penyederhanaan sistem e-filling untuk
mendorong kepatuhan wajib pajak secara lebih efektif.
Kata Kunci: Kepatuhan Wajib Pajak, E-filling, Kesukarelaan Penggunaan,
Pengalaman Penggunaan, Persepsi Kegunaan, Kompleksitas
Penggunaan
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK DI PT POWER SINERGI NUSANTARA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
Diva Khammadani, 2026 “Analisis Kinerja Rantai Pasok Di PT Power Sinergi Nusantara Menggunakan Pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)”. Laporan Skripsi Teknik Industri Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja rantai pasok di PT Power Sinergi Nusantara menggunakan pendekatan supply chain operation reference (SCOR) dan metode analytical hierarchy process (AHP). Model SCOR digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur indikator kinerja pada lima proses utama, yaitu plan, source, make, deliver, dan return. Selanjutnya, metode AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas setiap indikator berdasarkan penilaian responden ahli.
Berdasarkan hasil validasi, dari 37 indikator SCOR diperoleh 16 indikator yang relevan dengan kondisi perusahaan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai kinerja supply chain management (SCM) perusahaan sebesar 87,72, yang termasuk dalam kategori good berdasarkan work indicator monitoring system. Indikator dengan prioritas perbaikan tertinggi terdapat pada aspek ketepatan waktu pengiriman pemasok (timely delivery performance by supplier) dan ketepatan jadwal produksi (adherence to production schedule). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kinerja rantai pasok perusahaan telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa indikator prioritas untuk meningkatkan efektivitas dan daya saing perusahaan secara berkelanjutan.
Kata kunci: Supply Chain Management, SCOR, AHP, Kinerja Rantai Pasok
Profit Growth Dynamics in Retail Firms: The Influence of Liquidity, Asset Utilization, and Profitability
Studi ini menganalisis pengaruh likuiditas, aktivitas, dan profitabilitas terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020 hingga 2024. Likuiditas ditunjukkan oleh curent ratio, aktivitas perusahaan dinilai melalui total asset turnover, dan profitabilitas ditunjukkan oleh net profit margin dan return on assets. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan, yang dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa curent ratio, total asset turnover, dan return on assets sangat memengaruhi pertumbuhan laba, namun net profit margin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Pengujian konkuren memverifikasi bahwa semua variabel independen secara kolektif memengaruhi pertumbuhan laba. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas yang tepat, efisiensi pemanfaatan aset, serta kinerja aset yang optimal merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan laba perusahaan ritel.
Current Ratio, Total Asset Turnover, Net Profit Margin, Return On Assets, Pertumbuhan Lab
RESTORATIVE JUSTICE DALAM PERSPEKTIF HUKUM SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMIDANAAN YANG HUMANIS TERHADAP ANAK
Keadilan Restoratif (Restorative Justice) adalah pendekatan dalam hukum pidana yang digunakan untuk menyelesaikan perkara tindak pidana di luar Peradilan melalui Diversi, dengan melibatkan para pihak yang terkait, seperti korban, pelaku, keluarga korban/pelaku, Masyarakat dan apparat penegak hukum.
Dalam Sistim Peradilan Pidana Anak, Keadilan Restoratif dimaksudkan agar Anak terhindar dari proses hukum dan pemidanaan yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak dan memberikan stigma buruk. Keadilan Restoratif merupakan instrument hukum yang menjadi alternatif penyelesaian perkara tindak pidana di luar mekanisme peradilan umum.
Penelitian ini adalah penelitian hukum normative dengan pendekatan yuridis formal melalui peraturan perundang-undangan dan doktrin-doktrin hukum yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian perkara tindak pidana dengan pendekatan restorative menjadi lebih humanis, terutama dalam tindak pidana Anak.
Kata Kunci : Restorative Justice, Diversi, Proses Hukum yang Humanis
PENGEMBANGAN POJOK BACA BERBASIS KONTEKS LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SEKOLAH DASAR NEGERI SE-DABIN WAHIDIN SUDIROHUSODO KECAMATAN LEBAKSIU
Nova Susanti (2025) “Pengembangan Pojok Baca Berbasis Konteks Lingkungan Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Sekolah Dasar Negeri Se Dabin Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Lebaksiu” Pembimbing Utama Dr. Muntoha Nasukha, M.Pd. Pembimbing Pendamping Dr. Tity Kusrina, M.Pd.
Kemampuan literasi membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar peserta didik. Namun, hasil observasi awal di beberapa sekolah dasar negeri se-Dabin Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Lebaksiu, menunjukkan bahwa minat baca dan kemampuan memahami bacaan siswa masih tergolong rendah. Hal ini ditandai dengan kurangnya antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca, minimnya kebiasaan membaca secara mandiri, serta kurang optimalnya pemanfaatan pojok baca yang ada di kelas. Lingkungan belajar yang belum kondusif juga turut memengaruhi rendahnya budaya literasi di kalangan siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pojok baca berbasis konteks lingkungan sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan langkah-langkah yang meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, serta implementasi secara luas di beberapa sekolah dasar di wilayah penelitian. Pengembangan pojok baca dilakukan dengan memperhatikan desain ruang yang menarik, penyediaan bahan bacaan yang relevan dengan kehidupan lokal siswa, serta keterlibatan aktif guru dalam membimbing kegiatan membaca.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pojok baca berbasis konteks lingkungan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca dan pemahaman bacaan siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang tidak hanya menyediakan sarana, tetapi juga menciptakan kegiatan literasi yang menyenangkan dan bermakna. Siswa menjadi lebih antusias untuk membaca, lebih aktif dalam berdiskusi tentang isi bacaan, dan menunjukkan peningkatan dalam memahami teks. Selain itu, pojok baca yang dirancang dengan mempertimbangkan unsur budaya lokal dan kebutuhan siswa terbukti lebih efektif dalam menumbuhkan budaya literasi.
Dengan demikian, pengembangan pojok baca berbasis konteks lingkungan dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang aplikatif dalam meningkatkan literasi membaca di sekolah dasar. Program ini juga dapat mendukung pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah secara lebih terarah dan menyentuh aspek praktis kehidupan siswa. Diharapkan pojok baca tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang mendorong siswa menjadi pembaca aktif, kritis, dan mencintai pengetahuan
ANALISIS PERILAKU KONSUMTIF ANGGOTA ORGANISASI IKSAS “IKATAN SANTRI SUMATRA ”(Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Hikmah 02 Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes)
ABSTRAK
NURAHMAN,ILHAM,2026. Analisis Perilaku Konsumtif Anggota Organisasi Iksas Ikatan Santri Sumatra (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Hikmah 02 Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes).Skripsi.Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I : M. Arif Budiman S,M.Pd
Pembimbing II : Renie Tri Hardini M,Pd
Kata kunci Perilaku konsumtif,Organisasi Iksas.Pondok
Pesantren Al Hikmah 02
Perilaku konsumtif merupakan fenomena yang semakin berkembang di kalangan remaja, termasuk santri yang hidup dalam lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perilaku konsumtif, faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta Usulan layanan konseling individu dalam menangani perilaku konsumtif anggota organisasi IKSAS (Ikatan Santri Sumatra) di Pondok Pesantren Al Hikmah 02 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes tahun 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah anggota organisasi IKSAS, sedangkan informan pendukung meliputi pengurus pesantren dan pihak terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk perilaku konsumtif santri meliputi pembelian impulsif, konsumsi berlebihan, pembelian barang bermerek untuk gengsi dan penampilan, serta kecenderungan berbelanja online tanpa mempertimbangkan kebutuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif terdiri dari faktor internal, seperti motivasi, konsep diri, dan ekspresi diri, serta faktor eksternal, seperti pengaruh teman sebaya, tren, media sosial, dan tekanan lingkungan sosial. Perilaku konsumtif tersebut berdampak pada ketidakmampuan santri dalam mengelola keuangan, munculnya kebiasaan berhutang, serta ketegangan hubungan dengan orang tua. serta membangun pola pengelolaan keuangan yang lebih rasional dan bertanggung jawab. perhatian serius melalui edukasi literasi keuangan dan layanan konseling yang berkelanjutan agar selaras dengan nilai kesederhanaan dan kemandirian di lingkungan pesantren
THE EFFECT OF VISUAL, AUDITORY, AND KINESTHETIC (VAK) METHOD TOWARDS STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY IN EFL CLASS AT SMAN 3 BREBES
ABSTRACT
NUGROHO, VANESHA GUSTI AYU. 2026. 1621600020: “The Effect of Visual,
Auditory, and Kinesthetic (VAK) Method towards Students’ Vocabulary Mastery in EFL Class at SMAN 3 Brebes”. Research Project. Strata I Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pancasakti Tegal,
The First Advisor is Dr. Sumartono, M.Pd and
The Second Advisor is Ihda Rosdiana, S.Pd, M.Hum.
Keywords: VAK Method, Vocabulary Mastery, EFL Learning, Students’ Responses.
The research aims to examine whether the Visual, Auditory and Kinesthetic (VAK) method significantly improves students’ vocabulary mastery compared to students’ who receiving regular instruction and to identify students’ responses toward the implementation of the VAK method in vocabulary learning. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with two groups: an experimental class taught using the VAK method and a control class taught using a regular instruction. The participants consisted of 70 eleventh-grade students of SMAN 3 Brebes, divided equally into an experimental group (n = 35) and a control group (n = 35). The research instruments included pre-tests and post-tests to measure students’ vocabulary mastery and a questionnaire to identify students’ responses. The data were analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, paired sample t- tests, and independent sample t-tests with the assistance of SPSS. The results showed that the experimental group experienced a substantial improvement in vocabulary mastery, with the mean score increasing from M = 75.97 (SD = 5.843) in the pre-test to M = 84.03 (SD = 6.304) in the post-test. In contrast, the control group obtained a lower post-test mean score of M = 74.46 (SD = 5.606). The paired sample t-test indicated a significant difference between the experimental group’s pre-test and post-test scores (Sig. = 0.000 < 0.05). Furthermore, the independent sample t-test revealed a significant difference between the post-test scores of the experimental and control groups (Sig. = 0.000 < 0.05). Questionnaire results also showed positive student responses toward the VAK method. These findings indicate that the VAK method has a significant effect on students’ vocabulary mastery and supports active learning in EFL classrooms. It is recommended that English teachers systematically integrate VAK-based multisensory activities into vocabulary instruction to address diverse learning styles and enhance engagement. Students should independently apply multisensory strategies to improve vocabulary retention beyond the classroom. Schools are encouraged to provide teacher training in differentiated and multisensory instruction. Future researchers should conduct longitudinal studies with larger samples and longer treatment periods and examine the integration of digital tools within the VAK framework to strengthen vocabulary development
Pengaruh Rotasi Kerja, Karakteristik Individu, dan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal
PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK LAS MIG TERHADAP SIFAT MEKANIK SAMBUNGAN LAS ST 41 PADA KERANGKA KENDARAAN MINIDRIFT
CHAERUL UMAM .2025. “Pengaruh Variasi Arus Listrik Las Mig Terhadap Sifat Mekanik Sambungan Las St 41 Pada Kerangka Kendaraan Minidrift.” Laporan Skripsi Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer. Universitas Pancasakti Tegal 2025.
Tujuan penelitian variasi Arus Listrik 65 Ampere, 75 Ampere, 85 Ampere dan 95 Ampere terhadap sifat fisis dan mekanis yaitu, mengetahui kekuatan Tarik kekuatan Impak, dan kekuatan Kekerasan yang optimal dari variasi arus las listrik. Pengelasan MIG merupakan proses penyambungan logam menjadi satu melalui proses pencairan setempat menggunakan elektroda gulungan dan menggunakan gas pelindung.
Metode yang digunakan yaitu Baja ST 37 merupakan jenis baja karbon rendah yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi, baik untuk struktur bangunan maupun komponen mesin, kawat las yang digunakan pada penelitian ini adalah kawat las ER70S-6 alat yg digunakan mesin las MIG type 350I dengan voltase 220 Volt. Pada eksperimen ini diberikan proses pengelasan MIG dengan variasi arus 65A,75A,85A dan 95A.
Pada pengujian tarik variasi arus 95A mendapat nilai tertinggi dengan nilai rata-rata tegangan Tarik sebesar 449,56 Mpa. dan variasi arus 65A mendapat nilai terendah dengan nilai tegangan tarik rata-rata 316,37. pada pengujian impack variasi arus 65A mendapat energi impack tertinggi rata-rata sebesar 4,53 J/mm2 dan variasi arus 95A mendapat energi impak terendah rata-rata sebesar 2,19, dan pengujian kekerasan variasi arus 75A mendapat nilai kekerasan tertinggi rata-rata sebesar 123,66 HB dan variasi arus 85A mendapat nilai kekerasan terendah rata-rata sebesar 106,66 HB.
Katakunci: Pengelasan MIG , baja st 37, Uji Tarik, Uji Impack, Uji Kekerasan
Tanggungjawab Hukum Pekerja Terhadap Pemberi Pekerjaan Dalam Perjanjian Kerahasiaan (Non Disclosure Agreement) Perusahaan
ABSTRAK Hubungan kerja sering melibatkan akses pekerja terhadap informasi rahasia perusahaan. Untuk itu, diperlukan Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai perlindungan hukum. Pemahaman pekerja mengenai dasar hukum NDA masih terbatas. Pelanggarannya dapat menimbulkan akibat hukum, termasuk wanprestasi. pemahaman hukum tentang NDA menjadi penting dalam hubungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai perjanjian kerahasiaan menurut KUHPerdata dan mengkaji akibat hukum yang timbul akibat wanprestasi terhadap perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement) menurut KUHPerdata. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Studi ini menggunakan penelitian hukum normatif, yaitu dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan penedekatan kasus. Data penelitian diperoleh dari sumber hukum primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan untuk memperoleh data. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum mengenai perjanjian kerahasiaan menurut KUHPerdata adalah diatur berdasarkan Pasal 1338 dan Pasal 1320 KUHPerdata. Kemudian pengaturan lainnya yaitu pada Undang Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, yang mengatur berdasarkan substansi dari perjanjian kerahasiaan itu sendiri yaitu rahasia dagang, serta ketentuan dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah dengan UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja juga mengakui perlunya menjaga rahasia perusahaan. Pelanggaran terhadap Non Disclosure Agreement, baik berupa pengungkapan informasi rahasia maupun pelanggaran klausul non-kompetisi, menimbulkan tanggung jawab hukum berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata berupa wanprestasi dengan kewajiban mengganti kerugian. Analisis terhadap Putusan Nomor 155/Pdt.G/2024/PN JKT.SEL yang dikuatkan oleh Putusan Nomor 331/Pdt/2025/PT DKI menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap Non-Disclosure Agreement dikategorikan sebagai wanprestasi, sehingga pekerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pemberi kerja. Kata Kunci : Tanggung Jawab Hukum Pekerja, Perjanjian Kerahasiaan, Wanprestasi, Perlindungan HKI