Universitas Pancasakti Tegal

Repository Universitas Pancasakti Tegal
Not a member yet
    9003 research outputs found

    PENGARUH VARIASI HOLDING TIME PADA PROSES CARBURIZING ARANG BATOK KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KARBON ST 41

    No full text
    Ika Nurafkho, 2025 “Pengaruh Variasi Holding Time Pada Proses Carburizing Arang Batok Kelapa Terhadap Sifat Mekanik Baja Karbon ST 41” Laporan Skripsi Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal 2025. Proses Carburizing Adalah proses yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah karbon pada lapisan permukaan logam agar diperoleh logam dengan kekerasan yang lebih tinggi. Proses ini biasnya dilakukan dnegna cara menahan logam tersebut dalam gas yang terdiri dari campuran CH4 atau CO pada temperature austenisasi dnegan mengontrol proporsi dan konsentrasi karbon pada permukaan baja ddalam keadaan seimbang. Dengan banyaknya pengguna sepeda motor di Indonesia maka perlu melakukan perawatan secara rutin untuk meningkatkakn kinerja dari komponen yang sering digunakan. Salah satu komponen yang sering digunakan yaitu penggerak roda yang menggunakan bahan jenis baja dengan kandungan karbon yang rendah Adalah gear sprocket yang berfungsi sebagai pemindah daya (daya putar dari mesin menuju roda belakang.sehingga gear sprocket membutuhkan perlakuan carburizing untuk meningkatkan jumlah karbon pada pada lapisan permukaan logam tersebut. Pada penelitian kali ini, gear sprocket akan dilakukan proses carburizing dengan menggunakan arang batok kelapa dengan variasi holding time 25 menit, 45 menit dan 65 menit. Metode penelitian dalam studi penelitian ini menggunakan alat : tunggu pemanas (muffle furnance), mesin gerinda potong, tempat penampung air, spidol putih, penggaris, tempatpenampung air, tang penjepit, timbangan digital, mesin pengujian komposisi, mesin pengujian kekerasan, mesin pengujian keausan, mesin pengujian kekuatan tarik. Bahan yang digunakan : baja karbon ST41, sprocket sepeda motor air mineral, arang batok kelapa, barium karbonat sebagai katalis, dan tungku pemanas digunakan untuk proses carburizing dengan variasi holding time 25 menit, 45 menit dan 65 menit dengan temperature 920°C serta media pendingin menggunakan air mineral dan dilakukan tempering selama 30 menit dengan temperature 250°C. selanjutnya dilakukan pengujian terhadap spesimen yang sudah dilakukan proses carburizing dan tempering dengan pengujian kekerasan, tarik dan keausan

    MODEL PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026

    No full text
    Munasikhah. 2026. “Model Pembelajaran IPS Dengan Pendekatan Problem Based Learning Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Di Pemalang Tahun Pelajaran 2025/2026”. Tesis. Program Studi Magister Pedagogi. Program Pascasarjana. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I Dr. Dewi Apriani, Fr, M.M., Pembimbing II Dr. Hanung Sudibyo, M.Pd. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Problem Based Learning Berbasis Kearifan Lokal, Motivasi Belajar Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) memahami analisis kebutuhan siswa terhadap model pembelajaran IPS dengan pendekatan PBL berbasis kearifan lokal, 2) memahami analisis kebutuhan guru terhadap model pembelajaran IPS dengan pendekatan PBL berbasis kearifan local, 3) merumuskan desain model pembelajaran IPS dengan pendekatan PBL berbasis kearifan lokal, 4) memahami analisis hasil uji validitas dan uji kelayakan model pembelajaran IPS dengan pendekatan PBL berbasis kearifan local, 5) memahami analisis tingkat efektivitas model pembelajaran IPS dengan pendekatan PBL berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian peserta didik kelas VII SMPN 4 , SMPN 2 Pemalang dan SMPN 2 Taman yang terdiri dari 128 secara terperinci dan telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling Teknik analisis data dalam penelitian ini disesuaikan dengan karakteristik penelitian pengembangan (Research and Development) yang dibatasi sampai tahap Develop. Analisis data dilakukan untuk mengolah data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh selama proses pengumpulan data, khususnya pada tahap analisis kebutuhan dan validasi produk pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan siswa dan guru mengindikasikan perlunya model pembelajaran IPS yang bersifat kontekstual, aktif, dan berpusat pada siswa. Desain model pembelajaran IPS dengan pendekatan PBL berbasis kearifan lokal yang dikembangkan telah disesuaikan dengan kurikulum dan karakteristik peserta didik, serta diwujudkan dalam bentuk modul ajar yang sistematis. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa modul ajar berada pada kategori sangat baik dari aspek bahasa, sangat layak dari aspek materi, dan sangat praktis dari aspek media. Selain itu, hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran IPS dengan pendekatan PBL berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPS di tingkat SMP

    EFEKTIVITAS PENGAWASAN DANA DESA MELALUI SISKEUDES DI KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES TAHUN 2024

    No full text
    ABSTRAK Nama : Aldito Khaidir Judul : efektivitas Pengawasan Dana Desa melalui Siskeudes di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Tahun 2024. Jenis penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif deskriptif yaitu analisa yang bertujuan untuk mendiskripsikan data-data secara naratif mengenai efektivitas Pengawasan Dana Desa melalui Siskeudes di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Tahun 2024. Tujuan penelitian untuk menggambarkan efektivitas Pengawasan Dana Desa melalui Siskeudes di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Tahun 2024 dan untuk menggambarkan kendala dan solusinya. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pengawasan Dana Desa melalui siskuedes yang dilakasanakan Kecamatan Banjarharjo belum berjalan efektif. Kriteria pengawasan yang efektif seperti akurat, tepat waktu, objektif dan menyeluruh, terpusat pada titik pengawasan strategis, realistis secara ekonomi dan organisasional serta terkoordinasi dengan alisan kerja organisasi belum sepenuhnya berjalan efektif. Pengawasan dana desa melalui Siskuedes oleh Kecamatan Banjarharjo masih terdapat beberpa kendala yang dihadapi. 1) Minimnya jumlah pegawai sehingga kurang maksimalnya pengawasan yang dilakukan. Kecamatan Banjarharjo memiliki wilayah yang luas dan jumlah desa yang banyak yaitu 25 desa. 2) Banyaknya tugas Pegawai pengawas Kecamatan Banjarharjo yang tumpang tindih dengan tugas lain. Keadaan tersebut disebabkan pada tahun 2024 bertepatan adanya pemilu dimana banyak pegawai Kecamatan yang rangkap jabatan untuk mengerjakan tugas kegaiatan pemilu sehingga kegiatan monitoring dilaksankan hanya sekali dalam satu tahun. 3) Program aplikasi siskuedes yang sering berubah sehingga menyulitkan operator dalam membuat laporan pada aplikasi sikuedes. 4) Komunikasi yang kurang intens dan baik sehingga masih terdapat kesalahan dalam pelaporan kuangan desa melalui aplikasi siskuedes. Solusi untuk menghadapi kendala yaitu adanya penambahan jumlah pegawai pengawas di Kecamatan Banjarharjo, Monitoring dan pembinaan serta pelatihan yang intens bagi operator sehingga tidak terjadi adanya kesalahan dalam pelaporan keuangan desa melalui siskuedes. Membangun komunikasi yang baik dengan semua stekolder dan melakukan kerjasama dengan pihak lain seperti APIP dan APH Kata Kunci : Efektivitas, Pengawasan Dana Desa melalui Siskuede

    PERANCANGAN OTOMATIS PEMBERIAN PAKAN SERTA MONITORING AIR AQUARIUM UNTUK PAKAN IKAN HIAS MENGGUNAKAN SISTEM INTERNET OF THING

    No full text
    Imam Mustofa Syaefulloh. (2025). Perancangan Sistem Otomatis Pemberian Pakan serta Monitoring Air Akuarium untuk Ikan Hias Berbasis Internet of Things (IoT). Laporan Skripsi, Program Studi Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Pancasakti Tegal. Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) membuka peluang penerapan sistem otomatisasi pada berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam perawatan ikan hias di akuarium. Kendala yang kerap dialami oleh pemilik ikan hias adalah terbatasnya waktu untuk melakukan pemberian pakan secara rutin serta sulitnya memantau kondisi air, terutama suhu, yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ikan. Pemberian pakan secara manual juga memiliki risiko ketidakteraturan, baik dari segi waktu maupun takaran, sehingga dapat menurunkan kualitas air dan berdampak pada pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta menerapkan sistem pemberian pakan ikan hias secara otomatis dan pemantauan suhu air akuarium berbasis Internet of Things (IoT). Sistem yang dikembangkan memanfaatkan NodeMCU ESP32 sebagai pengendali utama, motor servo sebagai aktuator pemberi pakan, sensor suhu DS18B20 untuk mendeteksi suhu air, LCD 16x2 berantarmuka I2C sebagai media tampilan data, serta aplikasi Blynk sebagai sarana pengendalian dan pemantauan jarak jauh secara real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksperimen, yang mencakup tahapan perancangan, perakitan, dan pengujian sistem menggunakan metode black-box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu beroperasi dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sistem pemberian pakan otomatis dapat berjalan mengikuti jadwal yang diatur melalui aplikasi Blynk dengan tingkat keberhasilan mencapai 100% serta takaran pakan yang relatif konsisten. Sensor suhu DS18B20 juga mampu mengukur suhu air dengan tingkat akurasi sekitar ±0,5°C dan menampilkan data secara real-time baik pada LCD maupun aplikasi Blynk, dengan waktu tunda rata-rata antara 1 hingga 2 detik. Oleh karena itu, sistem ini dapat membantu pemilik ikan hias dalam mengelola perawatan akuarium secara lebih efektif serta menjaga kondisi dan kesehatan ikan secara optimal. Kata kunci: Internet of Things, Pakan Ikan Otomatis, Monitoring Suhu, ESP32, Blynk

    PERANCANGAN LEAN PRODUCTION DENGAN PEMODELAN DISCRETE EVENT SIMULATION (DES) UNTUK MENGOPTIMALKAN PROSES PRODUKSI DI PT. SINERGI MANDIRI TEKNIKATAMA

    No full text
    Mohamad Ardi Wiyanto. 2026 “Perancangan Lean Production dengan pemodelan Discrete Event Simulation (DES) untuk mengoptimalkan proses produksi di PT. Sinergi Mandiri Teknikatama”. Laporan Skripsi Teknik Industri Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Pancasakti Tegal 2026. Proses produksi Pin Assembly di PT. Sinergi Mandiri Teknikatama masih menghadapi permasalahan berupa pemborosan (waste), ketidakseimbangan beban kerja, serta rendahnya efisiensi aliran proses yang berdampak pada kinerja produksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang perbaikan proses produksi dengan menggunakan pendekatan Lean Production yang terintegrasi dengan Discrete Event Simulation (DES) guna meningkatkan kinerja sistem produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemetaan aliran nilai menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi pemborosan pada kondisi eksisting, analisis pemborosan menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) dan Process Activity Mapping (PAM), serta pemodelan sistem produksi menggunakan Discrete Event Simulation (DES) dengan software FlexSim. Evaluasi kinerja sistem dilakukan berdasarkan indikator throughput, idle time, dan lead time pada kondisi sebelum dan sesudah perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting masih terdapat pemborosan berupa aktivitas non-value added dan ketidakseimbangan kapasitas antar stasiun kerja yang menyebabkan terjadinya bottleneck dan tingginya idle time. Hasil usulan perbaikan proses produksi yang dirancang berdasarkan pendekatan Lean Production dan divalidasi melalui simulasi Discrete Event Simulation (DES) menunjukkan peningkatan kinerja sistem produksi, yang ditandai dengan berkurangnya total waktu proses, meningkatnya proporsi aktivitas value added, menurunnya idle time, serta meningkatnya throughput pada beberapa proses utama. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi Lean Production dan Discrete Event Simulation efektif digunakan sebagai pendekatan dalam menganalisis dan merancang perbaikan sistem produksi. Pendekatan ini dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja proses produksi secara terukur sebelum diterapkan pada sistem nyata. Kata kunci: Lean Production, Value Stream Mapping, Discrete Event Simulation, FlexSim, Pin Assembly

    PENGEMBANGAN MEDIA LITERACY INTERACTIVE FLASHCARD (LITRAFLASH) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMAKNAI KOSAKATA BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IV DI KABUPATEN TEGAL

    No full text
    Gani, Pradanawan Abdul. 2026. “Pengembangan Media Literacy Interactive Flashcard (Litraflash) untuk Meningkatkan Kompetensi Memaknai Kosakata Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas IV di Kabupaten Tegal”. Tesis. Program Studi Magister Pedagogi. Program Pascasarjana. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I Dr. Yoga Prihatin, M.Pd., Pembimbing II Dr. Sutji Mulyani, M.Hum. Kata kunci: flashcard interaktif, kosakata Bahasa Indonesia, sekolah dasar. Pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kemampuan siswa dalam memaknai kosakata secara kontekstual serta keterbatasan media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek visual, interaktif, dan kontekstual. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pembelajaran kosakata dan media pembelajaran yang selama ini digunakan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi media Literacy Interactive Flashcard (Litraflash) sebagai alternatif media pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia di kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terbatas pada tahap analisis, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas IV dan guru sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui angket analisis kebutuhan, lembar validasi ahli materi dan ahli media, lembar validasi praktisi, serta tes. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif untuk menentukan tingkat kebutuhan, kelayakan, dan keefektifan media. Hasil analisis kebutuhan siswa dan guru menunjukkan bahwa pengembangan media filashcard interaktif sangat dibutuhkan. Validasi ahli materi menunjukkan media berada pada kategori sangat valid sebesar 87%, validasi ahli media pada kategori sangat valid sebesar 89%, dan validasi praktisi menghasilkan rata-rata persentase kelayakan sebesar 87%, yang menandakan bahwa media ini relevan, praktis, dan bermanfaat dalam pembelajaran kosakata. Uji keefektifan menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,61 dengan kategori sedang–tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,38 dengan kategori sedang. Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa media Litraflash efektif dalam meningkatkan kemampuan memaknai kosakata Bahasa Indonesia siswa kelas IV sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media flashcard yang mengintegrasikan kartu fisik dengan teknologi kode QR yang terintegrasi dengan Google Sites, video pembelajaran, serta gamifikasi Wordwall dan Quizlet sehingga mudah diimplementasikan di sekolah dasar serta mampu menjembatani pembelajaran kosakata berbasis teks dan media digital

    PERAN MEDIASI KONSUMEN DALAM MEWUJUDKAN PERLINDUNGAN HUKUM YANG PARTISIPATIF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

    No full text
    Judul: Peran Mediasi Konsumen Dalam Mewujudkan Perlindungan Hukum Yang Partisipatif Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Dosen Pembimbing: 1. Dr. Sanusi, S.H., M.H. 2. Dr. Nuridin, S.H., M.H. Indonesia sebagai negara hukum wajib melindungi konsumen melalui UU Perlindungan Konsumen. Mediasi konsumen menjadi sarana penyelesaian sengketa yang partisipatif dan berkeadilan. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena berbagai kendala di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaturan mediasi konsumen dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan untuk mengkaji pelaksanaan mediasi konsumen dan kesesuaiannya dengan tujuan perlindungan hukum yang partisipatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui penelusuran kepustakaan secara konvensional dan online. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif karena data disajikan dalam secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Pengaturan mediasi konsumen dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen menegaskan peran negara dalam menyediakan mekanisme penyelesaian sengketa yang berkeadilan, efektif, dan mudah diakses bagi konsumen. Mediasi melalui BPSK dirancang sebagai instrumen perlindungan hukum yang bersifat preventif dan represif sekaligus, dengan menekankan dialog, keseimbangan posisi tawar, serta pemulihan hak konsumen tanpa prosedur litigasi yang berbelit. Mediasi konsumen memperkuat akses terhadap keadilan, mewujudkan keadilan substantif, serta memberikan kemanfaatan nyata bagi konsumen dan pelaku usaha. Mediasi konsumen menempati posisi strategis sebagai pilar penting dalam sistem hukum perlindungan konsumen yang responsif terhadap kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat; 2). Pelaksanaan mediasi konsumen pada dasarnya telah sejalan dengan tujuan perlindungan hukum yang partisipatif dan berorientasi pada keadilan, karena menempatkan konsumen dan pelaku usaha sebagai subjek hukum yang terlibat aktif dalam proses penyelesaian sengketa melalui dialog dan musyawarah. Mediasi tidak hanya mengejar kepastian hukum melalui putusan formal, tetapi mengupayakan hasil yang adil secara nyata. Peran negara melalui BPSK sebagai fasilitator mencerminkan upaya mewujudkan keseimbangan dan kesetaraan posisi tawar, yang sejalan dengan gagasan keadilan distributif dan korektif dalam hubungan konsumen dan pelaku usaha. Meskipun dalam praktik masih terdapat kendala yang memengaruhi kualitas partisipasi, mediasi konsumen tetap merepresentasikan model perlindungan hukum yang adil, partisipatif, dan berorientasi pada pemulihan hak serta pemberdayaan konsumen. Kata Kunci: Konsumen; Mediasi; Perlindunga

    TINJAUAN YURIDIS PENGELOLAAN PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TEGAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

    No full text
    Pengelolaan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan faktor kunci dalam mewujudkan birokrasi yang efektif dan layanan publik yang berkualitas. Kabupaten Tegal, sebagai salah satu daerah di Jawa Tengah, telah mengadopsi kerangka hukum nasional seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, PP Nomor 11 Tahun 2017 jo. PP Nomor 17 Tahun 2020, serta Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati terkait pengelolaan pegawai. Meskipun secara normatif pengelolaan pegawai telah selaras dengan prinsip sistem merit, praktik di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: bagaimana konsep hukum pengelolaan pegawai di Kabupaten Tegaldan bagaimana pengelolaan dan upaya peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui studi dokumen dan penelitian lapangan di instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pegawai di Kabupaten Tegal telah menerapkan prinsip merit dalam pengangkatan, promosi, dan mutasi pegawai. Pelaksanaan manajemen ASN dilakukan oleh Badan Kepegawaian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melalui perencanaan kebutuhan pegawai, pengadaan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, dan penegakan disiplin. Upaya peningkatan kualitas layanan publik dilakukan melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, pembentukan Dinas Penanaman Modal danPelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), serta pelatihan kompetensi pelayanan. Namun, penelitian ini menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan formasi jabatan fungsional, distribusi pegawai yang belum merata, keterbatasan anggaran pelatihan, kesenjangan kemampuan teknologi antara pegawai senior dan baru, minimnya evaluasi kinerja berbasis output, infrastruktur digital yang belum merata, dan budaya kerja yang masih transisional. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan implementasi sistem merit, pemerataan distribusi pegawai, pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan, serta pemerataan infrastruktur teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Tegal. Kata Kunci : Tinjauan Yuridis, PengelolaanPegawai, Layanan Publik, Kabupaten Tegal

    AKIBAT HUKUM TERHADAP TIDAK TERPENUHINYA AKAD JUAL BELI KAMBING (HAEMONCHOSIS)

    No full text
    Penelitian ini menganalisis akibat hukum yang dihadapi oleh penjual kambing yang tidak memberitahukan kondisi Haemonchosis kepada pembeli dalam konteks akad jual beli. Kondisi kesehatan kambing ini dapat berdampak serius pada kualitas dan nilai komoditas yang dijual, serta memberikan implikasi etika bisnis dan tanggung jawab terhadap konsumen. Kajian ini menggabungkan perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia dalam menganalisis dampak dan implikasi hukum yang mungkin terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan merinci syarat-syarat akad jual beli kambing yang meliputi subjek, objek, ijab dan qabul, harga dan barang, serta aspek-aspek lainnya. Dalam analisisnya, penelitian ini menyoroti prinsip-prinsip etika bisnis Islam yang mendorong transparansi, kejujuran, dan tanggung jawab terhadap konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual yang tidak memberitahukan kondisi Haemonchosis kepada pembeli dapat menghadapi batalnya kontrak, tuntutan ganti rugi, serta pelanggaran terhadap prinsip ijab dan qabul dalam hukum Islam. Penjual juga berisiko melanggar peraturan perlindungan konsumen dan undang-undang yang mengatur praktik bisnis di Indonesia. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang implikasi hukum dan etika bisnis yang terkait dengan penjualan kambing yang terdampak oleh kondisi Haemonchosis. Melalui pendekatan lintas hukum, penelitian ini memberikan pandangan yang komprehensif tentang tanggung jawab penjual dalam menjalankan bisnis dengan integritas, transparansi, dan menghormati hak- hak konsumen. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi bisnis, akademisi, dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis dan hukum. Kata Kunci : Haemonchosis, Jual Beli Kambing, Akad Jual Bel

    Efektivitas Mekanisme Penyelesaian Sengketa Perdata Dalam Melindungi Pencipta Lagu

    No full text
    ABSTRAK Perlindungan hak cipta musik di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait efektivitas mekanisme penyelesaian sengketa perdata dalam melindungi hak moral dan ekonomi pencipta lagu. Fenomena meningkatnya pelanggaran hak cipta di era digitalisasi menuntut adanya sistem hukum yang tidak hanya menjamin kepastian prosedural, tetapi juga mampu memberikan keadilan substantif bagi pencipta. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji bentuk-bentuk mekanisme penyelesaian sengketa perdata yang berlaku dalam sengketa hak cipta lagu, dan (2) menganalisis efektivitas mekanisme penyelesaian sengketa perdata dalam memberikan perlindungan hukum terhadap pencipta lagu di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan hukum normatif, yang meliputi pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap peraturan, putusan pengadilan, literatur akademik, dan dokumen resmi. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan metode preskriptif-analitis untuk menilai efektivitas hukum dalam konteks perlindungan hak cipta musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme litigasi memberikan dasar hukum kuat dan kepastian formal bagi pencipta lagu, namun efektivitasnya sering terhambat oleh proses yang panjang dan biaya tinggi. Sebaliknya, mekanisme non-litigasi, khususnya mediasi, terbukti lebih efisien, cepat, dan adaptif dalam menyelesaikan sengketa serta memberikan hasil konkret seperti kesepakatan pembayaran royalti. Meski demikian, keberhasilan jalur non-litigasi bergantung pada kesadaran hukum dan komitmen para pihak. Dengan demikian, kombinasi antara penguatan struktur hukum dan optimalisasi alternatif penyelesaian sengketa menjadi kunci dalam meningkatkan perlindungan hak cipta bagi pencipta lagu di Indonesia. Kata kunci: Hak Cipta, Sengketa Perdata, Pencipta Lagu

    6,564

    full texts

    9,003

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Pancasakti Tegal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇