Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Analisis Faktor Individu Terhadap Tugas Kesehatan Keluarga Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Driyorejo Kabupaten Gresik
ABSTRACT
The family function as a support system for members suffering from Diabetes Melitus demands greater economic, social, and psychological sacrifice from the family. The inability of the family to carry out five family health tasks for people with DM can be caused by several factors, including family knowledge and family social economy. This is can be related to family health duties. The aim of this study is determine the relationship of individual factors to family health tasks that have been carried out on families of people with Diabetes Mellitus at Primary Health Center of Driyorejo Gresik .
The design of this study used observational analytic methods. The sampling was done by cluster sampling method and obtained a sample of 67 respondents. Independent variables is individual factors while the dependent variable is family health tasks. Research instruments for individual factors were age, sex, education, occupation, duration of suffering from diabetes mellitus and family’s health tasks measuring by questionnaire. Analysis data with Spearman Rank test.
The results of this study indicate that there is a relationship between individual factors consisting of age and education with the health assignments of families with diabetes mellitus patients. Spearman rank test results obtained p-value of 0.003 <0.05 at age, and 0.013 <0.05 in education.
Health workers can improve health promotion to the community regarding ideal body weight monitoring, healthy living, routine blood sugar and family checkups to support diabetics to participate in health programs to prevent further complications of diabetes mellitus
Keywords : Individual factors, family’s health tasks, Diabetes Mellitu
Perbedaan Konsep Diri Lansia Antara Tipe Single Parent Family Dan Aging Couple Family
ABSTRAK
Seiring dengan bertambahnya jumlah lansia, terdapat banyak persoalan yang dialami lansia diantaranya tidak memperoleh akses kesehatan, tidak memiliki jaminan hari tua, tidak mendapat dukungan sosial dari keluarga atau teman. Pada akhirnya lansia mengalami masalah psikis maupun fisik. Salah satu bentuk dari masalah psikologis pada lansia adalah gangguan konsep diri. Pembentukan konsep diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan konsep diri lansia antara tipe single parent family dan aging couple family.
Desain penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Sampel sejumlah 30 keluarga yaitu single parent family dan aging couple family. Variabel independen yaitu single parent family dan aging couple family dan variabel dependen yaitu konsep diri lansia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian menunjukan konsep diri lansia sebagian besar baik yaitu sejumlah 10 responden (33.3%) pada couple aging family sedangkan pada single parent family sejumlah 11 responden (36.7%). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai sig. = 0,201 berarti > 0,05 sehingga ditolak sehingga tidak ada Perbedaan konsep diri lansia antara tipe single parent family dan tipe aging couple family. Hendaknya perawat aktif dalam meningkatkan perhatian dan kepedulian untuk membantu lansia mencapai konsep diri yang positif sebagai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan profesional pada klien.
Kata Kunci : Konsep Diri, Lansia, Single Parent Family, Aging Couple Famil
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Untuk Menciptakan Lansia Sehat Dan Mandiri Di Desa Banjararum Kec. Singosari Kab, Malang
ABSTRAK
Desa Banjararum merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Posyandu Lansia dikelola oleh Kader kesehatan, dimana Kader tersebut diharapkan senantiasa menambah wawasan melalui berbagai pelatihan ataupun workshop. Dimana sebagian besar para lansia di Posyandu Lansia Sri Untari memiliki riwayat penyakit. Manajem Manajemen hipertensi dapat dilakukan dari pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta pengaturan diet hipertensi. Dari segi pengetahuan, lansia belum sepenuhnya memahami terkait hipertensi dan penanganan non farmakologis untuk menurunkan hipertensi. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu pembekalan penatalaksanaan hipertensi, demonstrasi dan pembuatan rebusan daun salam serta aromaterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PADA LANSIA UNTUK MENCIPTAKAN LANSIA SEHAT DAN MANDIRI DI DESA BANJARARUM KEC. SINGOSARI KAB. MALANG” telah terlaksana pada hari Senin, 15 Februari 2021 pukul 09.00 – 11.00 WIB. Dari 25 lansia yang hadir ditemukan 12 orang lansia yang memiliki tekanan darah diatas normal (>140-90 mmHg). Hal ini dapat dikatakan prevalensi yang memiliki hipertensi cukup besar yaitu 48%, dikarenakan lansia kurang tertib dalam pengukuran tekanan darah sehingga mengkonsumsi obat hipertensi berdasarkan kondisi yang dialami. Serta posyandu lansia masih belum memiliki alat ukur tekana darah Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar serta antusiasme dari lansia juga sangat baik. Kegiatan semacam ini masih dibutuhkan oleh lansia dengan materi yang menyesuaikan dengan permasalahan yang dialami lansia di Desa Banjararum Kec. Singosari Kab. Malan
Pengaruh Self Help Group Terhadap Tingkat Harga Diri Keluarga Dengan Penderita Skizofrenia Di Poli Jiwa Puskesmas Kalitidu
ABSTRAKSelf Help Group merupakan kelompok-kelompok termasuk orang dengan ikatan bersamayang secara sukarela datang bersama-sama untuk berbagi, menjangkau dan belajar satu samalain dalam lingkungan yang terpercaya, mendukung dan terbuka (Knight, 2014). Tujuan penelitianini adalah Menganalisis pengaruh Pengaruh Self Help Group Terhadap Tingkat Harga DiriKeluarga Dengan Penderita Skizofrenia Di Poli Jiwa Puskesmas KalitiduDesain penelitian ii menggunakan Pre eksperiment dengan pendekatan one group preposttest design. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh keluarga penderita Skizofrenia diPKU Jiwa Kalitidu yang berjumlah 32 dengan teknik total sampling diperoleh 32 responden.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Harga diri. Kemudian penelitian ini dianalisamenggunakan wilcoxon sign rank.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sebagian responden mempunyaitingkat harga diri rendah yaitu terdapat 18 (56,2%) responden sebelum di beri self help groupsedangkan setelah diberikan Self Help group menunjukkan bahwa sebagian besar respondenmempunyai harga diri tinggi yaitu terdapat 25 (78,1%) responden. Berdasarkan uji statistikdengan menggunakan SPSS uji Wilcoxon Signed Ranks antara nilai pre test dan post testmenunjukkan bahwa kondisi responden sebelum dan setelah dilakukan intervensi dengan selfhelp group pada harga diri dengan nilai uji wilcoxon sebesar 0, 001 dengan nilai kesalahansebesar < 0,05.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh dari Self Help Groupterhadap harga diri keluarga dengan penderita depresi di poli jiwa puskesmas kalitiduBojonegoro. Diharapkan para keluarga dengan penderita depresi di poli jiwa puskesmas kalitidubojonegoro tetap aktif dalam mengikuti kegiatan Self Help Group di poli jiwa puskesmas kalitidubojonegoro sehingga keluarga mampu meningkatkan harga diri.Kata Kunci : Self Help Group, Harga diri, Skizofreni
Analisis Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kebutuhan Doula Dalam Proses Persalinan Di BPS Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Proses yang fisiologis dan merupakan kejadian yang menakjubkan bagi seorang ibu dan keluarga. Penatalaksanaan yang terampil dan handal dari bidan serta dukungan yang terus-menerus dengan menghasilkan persalinan yang sehat dan memuaskan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan.Persalinan merupakan masa yang cukup berat bagi ibu, dimana proses melahirkan layaknya sebuah pertaruhan hidup dan mati seorang ibu, terutama pada ibu primipara, dimana mereka belum memiliki pengalaman melahirkan.
Dukungan sosial sangatlah penting diberikan kepada ibu dalam proses persalinan. Dukungan yang diberikan dapat dilakukan oleh suami, keluarga, teman dekat, atau tenaga profesional kesehatan. Salah satu prinsip asuhan sayang ibu yaitu mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Berdasarkan pendekatannya termasuk penelitian analitik. Berdasarkan tempat penelitian termsuk jenis rancangan penelitian lapangan. Berdasarkan sumber data termasuk rancangan penelitian primer.
Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden 27 Responden menjawab mereka membutuhkan seorang pendamping selama masa kehamilan dan persalinan. Doula membuat persalinan normal naik 50 persen, memperpendek durasi persalinan 25 persen, mengurangi epidural 60 persen, mengurangi induksi persalinan 40 persen, mengurangi penggunaan alat forceps untuk mengeluarkan bayi 40 persen ( Mita, Doula Indonesia).
Kata Kunci : Doula, Pendamping kehamilan dan persalina
Pelaksanaan Fungsi Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Dengan Pengetahuan Terapi Komplementer Pada Penderita Hipertensi Di Balenrejo Bojonegoro
ABSTRAK
Kondisi hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan bentuk penyakit degeneratif/ tidak menular yang masih tinggi kasusnya yang seharusnya mendapatkan sentuhan terapi komplementer sebagai bentuk terapi modalitas yang dikombinasikan dengan pengobatan farmakologis untuk memberikan efek yang lebih positif terhadap penyakit degenerative yang belum banyak dikatahui oleh setiap lapisan masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan fungsi pemeliharaan kesehatan keluarga dengan pengetahuan tentang terapi komplementer pada penderita hipertensi di desa balenrejo balen bojonegoro.
Desain penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan korrelationall dengan teknik simpel random sampling sebanyak 90 responden penderita hipertensi yang memiliki keluarga dan teknik analisa data menggunakan uji statistik kendalls tau b.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pelaksanaan fungsi pemeliharaan kesehatan keluarga terhadap pengetahuan tentang terapi komplementer pada penderita hipertensi dengan nilai p value dari uji kendalls tau b sebesar 0,000 yang kurang dari nilai α = 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa fungsi keluarga sangat punya andil dalam pembentukan pengetahuan keluarga dalam memenejemen kesehatannya..
Kata Kunci : Pelaksanaan Fungsi Pemeliharaan Kesehatan Keluarga, Pengetahuan Terapi Komplementer, Hipertens
Pengaruh Pemberian Buku Saku Terhadap Upaya Pemantauan Perkembangan Anak Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Peran ibu sangatlah urgent dan krusial terutama dalam mendidik anak. Salah satu peran ibu adalah mengenali perkembangan anaknya sedini mungkin, memberikan stimulasi pada tumbuh kembang anaknya secara menyeluruh baik aspek fisik, mental maupun sosial. Masalah yang terjadi pada perkembangan anak adalah keterlambatan perkembangan pada anak yang disebabkan kurang aktifnya ibu dalam memantau perkembangan anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian buku saku terhadap upaya pemantauan perkembangan anak di desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro tahun 2018.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperiment dengan rancangan one group pre and post design . Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun yang berjumplah 30 responden. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian buku saku terhadap upaya pemantauan perkembangan anak, upaya pemantauan perkembangan anak sebelum dan sesudah diberikan buku saku dengan nilai significant P = 0,01 maka H0 ditolak.
Kata Kunci : Anak, Pemantauan, Perkembanga
Hubungan Efikasi Diri Dengan Hasil Evaluasi Osce Pada Mahasiswa D3 Keperawatan Di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang
ABSTRAK
Latar Belakang: Efikasi diri ialah keyakinan diri seorang individu akan kemampuan yang dipunyainya serta merupakan kesempatan untuk berhasil menyelesaikan tugas tertentu. OSCE diyakini memiliki kekuatan dalam upaya menumbuhkan keyakinan diri pada setiap individu mahasiswa, kemampuan klinis, wawasan dalam teori, serta motivasi sebagai perawat ahli Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara efikasi diri dengan hasil evaluasi OSCE pada mahasiswa.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 102 responden.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh dari 102 responden, sebagian besar memiliki karakteristik jenis kelamin perempuan dengan persentase 88,5%, responden dengan umur 19 tahun 94,1%, responden dengan efikasi diri sedang 75,5%, responden dengan hasil evaluasi OSCE kompeten 71,6%.
Kesimpulan dan Saran: Penelitian ini didapatkan bahwa hubungan efikasi diri dengan hasil evaluasi OSCE pada mahasiswa D3 Keperawatan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang terbanyak yaitu dengan kategori sedang.
Kata Kunci : Efikasi Diri, Hasil Evaluasi OSC
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Klien Tuberkulosis Di Kabupaten Bondowoso
ABSTRAK
Waktu pengobatan Tuberculosis yang lama, minum obat secara teratur tiap hari dan efek samping dari obat anti tuberkulosis merupakan salah satu faktor ketidakpatuhan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan.
Penelitian ini bertujuan menganalisa Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Klien Tuberkulosis Di Kabupaten Bondowoso. Jenis rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 157 dengan tehnik pengambilan sampling secara Total Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS) untuk mengukur Tingkat Kepatuhan.
Dukungan keluarga Klien sebagian besar sebanyak 139 responden (88,5%). Kepatuhan pengobatan Klien tuberkulosis, sebagian besar patuh sebanyak 132 responden (84,1%), p value (0,000) < α (0,05), terdapat hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Klien Tuberkulosis Di Kabupaten Bondowoso.
Peran keluarga yang mendukung Klien untuk patuh berobat. terdapat lima determinan yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang untuk patuh pengobatan. Kepatuhan minum obat Klien tuberkulosis sangat membutuhkan pengawasan agar Klien tidak lupa minum obat setiap harinya dan tidak putus obat
Peduli Covid-19 “Gerakan Masyarakat Dan Pemuda ICsada Peduli Covid-19”
Covid-19 (Corona Virus Deases-19) merupakan penyakit baru yang sedang mewabah dunia. Diperlukan adanya upaya pencegahan yang kuat terhadap infeksi Covid-19, yang harus mensinergikan seluaruh lapisan masyarakat dan seluruh pihak yang ada. Akibat yang ditimbulkan pun sudah masuk dalam kategori darurat karena berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Sudah banyak tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat yang tumbang karena kelelahan dan kekurangan APD sehingga mereka yang seharusnya menyelamatkan pasien Covid-19 justru menjadi pasien berikutnya. Kampus Ungu STIKes ICsada Bojonegoro dengan sebuah program kemanusiaan yang memberikan bantuan pada masyarakat/profesi terdampak Covid-19.
Pelaksanaan program ini dengan memberikan bantuan APD dan paket sembako pada jurnalis /wartawan anggota PWI di Bojonegoro serta pekerja lapangan lainnya seperti ojek online petugas di desa siaga Covid-19, relawan dan warga umum. Selain itu juga diberikan bantuan APD dan stimulant imun kepada tenaga Kesehatan dan Tim Siaga Desa/Tim Jaga di lingkungan puskesmas, dan Rumah Sakit di Bojonegoro dan Tuban.
Hasil dari kegiatan ini adalah berupa donasi dan edukasi/penyuluhan kesehatan, stimulasi imunitas dan support sistem pada sektor sasaran untuk menciptakan ketahanan di masa pandemi Covid-19. Dalam masa pandemi ini, sudah selayaknya keluarga di stimulasi juga peran dan fungsinya dalam ikut serta untuk menjaga dan memutus mata rantai penyebaran penularan di masa pandemi saat ini