Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
    178 research outputs found

    Kepatuhan Antenatal Care Di BPM Ny. Umi Lestari CW, A.Md.Keb Desa Plesungan Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal yakni 10 T. Kunjungan ANC merupakan kunjungan ibu hamil ke tenaga kesehatan untuk memeriksakan kehamilannya untuk mengoptimalkan kesehatan fisik maupun mental ibu hamil. Sehingga ibu hamil mampu menghadapi persalinann, kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara normal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden mayoritas sudah melakukan kunjungan ANC lengkap sebanyak 24 orang (88%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ibu hamil sudah dikatakan patuh dalam melakukan kunjungan ANC sebesar 88%. Kata Kunci       : Kepatuhan, Perawatan Antenata

    Prevalensi Komplikasi Diabetes Melitus Berdasarkan Karakteristik Pasien Diabetes Melitus

    No full text
    ABSTRAK Berbagai komplikasi dapat muncul pada penderita DM. Managemen DM yang kurang baik dalam jangka panjang dapat menimbulkan komplikasi baik akut maupun kronis. Komplikasi serius pada penderita DM meliputi microvascular complications dan macrovascular complications (Walker, Ralston, & Penman, 2013). Komplikasi yang paling sering dialami oleh penderita DM adalah neuropati perifer (Li, Chen, Wang, & Cai, 2015), retinopati (Ilyas, 2014), dan dermopati diabetic (Soebroto & Catherin, 2011).Beberapa karakteristik pasien diduga sebagai factor pencetus munculnya komplikasi DM. Penelitian terkait data komplikasi DM di Indonesia masih jarang dilakukan. Terlebih, masih banyak pasien yang tidak menyadari bahwa dia menderita komplikasi tertentu. Penelitian ini menggunakan desain analitik corelasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis multivariate dengan pendekatan regresi linear dilakukan untuk menganalisis hubungan karakteristik responden dengan komplikasi DM. Karakteristik responden yang  digunakan dalam penelitian ini adalah durasi DM dan usia responden. Mean usia pasien dalam penelitian ini adalah 58,6 tahun sedangkan durasi DM 7 tahun. Komplikasi DM pada penelitian ini adalah neuropati, retinopati, oklusi (berdasarkan ABI), dan dermopati. Hasil uji pearson correlation didapatkan hasil ρ value sig (2-tailed) 0.000 (<0,05) yang artinya H1 diterima berarti ada hubungan antara karakteristik responden dengan komplikasi DM pada Pasien Prolanis di puskesmas dander, Ngumpakdalem dan wisma Indah Bojonegoro. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, sebagian besar pasien DM yang mengikuti program prolanis memiliki komplikasi DM yang memperparah kondisi pasien. Diharapkan ada intervensi preventif untuk mencegah terjadinya komplikasi pada pasien DM. Kata Kunci : DM, Komplikasi DM, Karakteristik Pasien D

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep

    No full text
    ABSTRAK Imunisasi merupakan suatu bentuk pencegahan penyakit yang dijadikan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka kematian pada anak. Akan tetapi di beberapa wilayah Indonesia masih diperoleh cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor ibu, faktor bayi, dan faktor lain yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap di Kecamatan Manding. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang saat ini memiliki bayi usia 1 – 3 tahun (n=116) di wilayah kerja Puskesmas Manding Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep yang ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen meliputi faktor ibu, faktor bayi, dan faktor eksternal lain, sedangkan variabel dependen meliputi pemberian IDL. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan kartu imunisasi. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan p≤0,05. Faktor ibu yang berhubungan signifikan dengan pemberian IDL adalah adalah pendidikan ibu (p=0,000), paparan edukasi tentang IDL (p=0,006), pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,000), jarak rumah ibu ke pelayanan imunisasi (p=0,006). Faktor bayi yaitu kondisi bayi saat pelaksanaan imunisasi berhubungan secara signifikan dengan pemberian IDL (p=0,000). Faktor eksternal lainnya tidak ada yang berhubungan dengan pemberian IDL. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling banyak berhubungan dengan pemberian IDL adalah faktor ibu dan kondisi bayi. Oleh karena itu, diperlukan upaya dan strategi yang lebih efektif dan efisien dari tenaga kesehatan untuk mempromosikan pentingnya IDL terutama kepada ibu. Kata Kunci : Imunisasi, Cakupan Imunisasi, Faktor Imunisasi, Kesehatan Ana

    Keluarga Binaan (Kabi) Dengan Pendekatan Persaga (Perawat Sahabat Keluarga) Berdasarkan Teori Florence Nightingale Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga. Persaga sebagai bentuk intervensi dalam mendorong masyarakat agar siap bermitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang di alaminya secara mandiri, kemandirian dalam batas intervensi dasar yang dapat di lakukan oleh orang awam. Perawat mempunyai kewajiban untuk mengkaji kebutuhan dasar manusia, untuk menentukan rencana tindakan dan implementasi yang akan diberikan kepada pasien. Tindakan keperawatan mempunyai tujuan untuk memecahkan masalah pasien sesuai dengan diagnosis dan terapi dari respons manusia baik aktual maupun potensial (Tarwoto & Wartonah, 2015). Florent Nightingale lebih menekankan pada lingkungan fisik daripada lingkungan sosial dan psikologis yang dieksplor secara lebih terperinci dalam tulisannya. Penekanannya terhadap lingkungan sangat jelas melalui pernyataannnya bahwa jika ingin meramalkan masalah kesehatan, maka yang harus dilakukan adalah mengkaji keadaan rumah, kondisi dan cara hidup seseorang daripada mengkaji fisik atau tubuhnya. Lingkungan menurut Nightingale merujuk pada lingkungan fisik eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan yang meliputi lima komponen lingkungan terpenting dalam mempertahankan kesehatan individu yang meliputi udara bersih, air yang bersih, pemeliharaan yang efisien kebersihan, serta penerangan atau pencahayaan. Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia yang sehat maka pendekatan PERSAGA menjadi focus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Dengan harapan, keluarga menjadi cerdas dengan mengetahui proses penyakit dan sehat dengan mengaplikasikan PHBS, serta mampu memodifikasi lingkungan dalam kehidupan keluarganya. Kata Kunci       : Keluarga Binaan, Sahabat Keluarga, Florence Nightingal

    Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terkait Gangguan Sistem Kardiovaskular Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAKPengabdian masyarakat (pengabmas) yang dilakukan oleh akademisi STIKes ICsada merupakan inisiasi kampus ungu untuk menggerakkan masyarkat untuk hidup sehat. Kegiatan pengabmas ini juga seiring dengan program pemerintah dalam Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Germas. Terlebih lagi promosi kesehatan dengan pendekatan keluarga ini juga seiring dengan pendekatan PIS PK (Program Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga) yang dilaksanakan oleh puskesmas.Program pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan melakukan upaya promotif terkait penyakit kardiovaskular. Dapat digunakan sebagai sumber atau data penduduk di daerah binaan puskesmas yang mempunyai masalah kesehatan dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyelesaikan masalah kesehatan keluarga binaan dalam penanganan lebih lanjut. Masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan masalah penyakit kardiovaskular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa SumberagungKecamatan Dander Bojonegoro. melakuukan Bina Hubungan Saling Percaya (BHSP) dengan semua anggota keluarga dan menjelaskan maksud kedatangan ke keluarga tersebut.Kegiatan yang dilaksanakan pada program pengabdian pada masyarakat (abdimas) ini terdiri dari program utama berupa penyuluhan kesehatan (Health Education), pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi keperawatan. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini tidak lepasdari proses Asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penentuan Diagnosa keperawatan, menentukan perencanaan (intervensi), implementasi dan evaluasi. Mereka memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan derajat kesehatannya, dapat dilihat keingintahuanmereka, rasa terbuka pada saat dilakukan kunjungan. Keluarga binaan yang terdiri dari 9 keluarga binaan ini menunjukkan perubahan yang significant, dimulai dari status keluarga yang pra-sehat mandiri, tidak sehat hingga terjadi perubahan menjadi keluarga sehat yang mandiri.Kata Kunci : Program Indonesia sehat, pendekatan keluarga, Penyakit Kardiovaskula

    Keluarga Binaan (KaBi) Dengan Pendekatan Persaga (Perawat Sahabat Keluarga) Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAKPerawat Sahabat Keluarga memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman lebih banyak pada mahasiswa dalam menangani masalah kesehatan di masyarakat melalui pendekatan keluarga, memberikan pemahaman lebih pada mahasiswa tentang teori keperawatan yangsudah ada serta implementasinya dalam permasalahan nyata, mengajarkan mahasiswa untuk menjadi pribadi bermanfaat bagi masyarakat bahkan sejak dalam proses pendidikan sekaligusmenumbuhkan jiwa humanis pada mahasiswa.Program pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteri keluarga binaan berdasarkan pendekatan PERSAGA (Perawat Sahabat Keluarga), meningkatkan pengetahuan keluarga terkait PHBS dan dasar proses penyakit.. Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan kepada keluarga berikut beberapa permasalahan yang telah ditemukan meliputi PHBS dalam rumah tangga yang kurang, Hipertensi, rheumatoid artritis, Gangguan Pada sistem perkemihan serta kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS, kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat (abdimas) ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam rumah tangga, penyuluhan kesehatan (Health Education), pemeriksaan kesehatan.Kata Kunci : PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat), Keluarg

    Konsumsi Obat Herbal Pada Pasien Hemodialisa Di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Gagal ginjal merupakan ketika ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan, dan elektrolit yang menyebabkan terjadinya uremia dan azotemia. Pasien GGK memiliki permasalahan fisik yang butuh pengobatan disamping hemodialysis. Penggunaan obat herbal dianggap sesuatu yang aman karena diambil dari bahan alami. Akan tetapi, kandungan senyawa kimia aktif pada jamu juga memiliki efek samping yang dapat memperberat kerja ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran konsumsi obat herbal Pada Pasien Hemodialisa di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Dilakukan pada bulan mei 2019. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah sebagian pasien yang menjalani hemodialisa berjumlah 120 orang dengan menggunakan rumus sampling dan jumlah sampel yang didapat 30 responden. Berdasarkan analisis descrptiptive kuantitatif mendapatkan hasil tentang pre dan post diagnose gagal ginjal jumlah konsumsi obat herbal sangat berbeda. Jumlah terbanyak sebelum terdiagnosa adalah 9 responden sedangkan sesudah adalah 3 responden. Kayakinan dalam penggunaan obat juga masih tinggi yaitu 25 responden. Kesimpulanya adalah bahwa sangat berbeda ketika responden mengkonsumsi obat herbal sebelum dan sesudah mengetahui penyakit gagal ginjal.  Kata Kunci       : Gagal ginjal, Obat herba

    Hubungan Massage Pada Bayi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-6 Bulan Di BPS Hj Nurfatimah, S.ST Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Setiap anak akan melewati tahap tumbuh kembang secara fleksibel dan berkesinambungan. Tumbuh kembang pada masa anak sudah dimulai sejak dalam kandungan sampai usia 18 tahun. Hal ini sesuai dengan pengertian anak, menurut WHO, yaitu sejak terjadinya konsepsi sampai usia 18 tahun. Hampir sepertiga dari masa kehidupan manusia dipakai untuk mempersiapkan diri guna menghadapi dua per tiga masa kehidupan berikutnya. Oleh karena itu,   upaya   untuk   mengoptimalkan   tumbuh   kembang   pada   awal–awal kehidupan bayi dan anak adalah sangat penting. Pencapaian suatu kemampuan pada setiap anak berbeda – beda, tetapi ada patokan umur tertentu untuk mencapai kemampuan tersebut yang sering disebut dengan istilah  mileston. Berdasarkan pendekatannya termasuk penelitian analitik. Berdasarkan tempat penelitian termsuk jenis rancangan penelitian lapangan. Berdasarkan sumber data termasuk rancangan penelitian primer, Pada penelitian ini sampel yang diambil adalah sebagian bayi usia 3 – 6 bulan yang melakukan massage di bulan juli – Desember 2018 Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p 0,045 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pijat bayi dengan  perkembangan motorik kasar di My Mom baby spa. Penelitian sebagian besar responden 18 ( bayi ) dilakukan oijat bayi secara teratur mengalami perkembangan motorik kasar yng sesuai dengan usia perkembangan bayinya. Kemampuan kontrol motorik bayi akan berkembang lebih pesat daripada jika ia hanya bermain di lantai, karena pada saat berenang didalam air, efek gravitasi sangat rendah sehingga memungkinkan untuk bayi bergerak lebih banyak dan semua otot pun dapat bekerja dengan optimal. Kata Kunci       : Tumbuh Kembang, Motorik Kasar, Bayi dan Ana

    Hubungan Antara Tingkat Stres Dan Kadar Glukosa Darah Puasa Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kecamatan Maos

    No full text
    ABSTRAK Diabetes melitus (DM) tipe 2 yaitu penyakit gangguan metabolik ditandai kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar glukosa darah puasa dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus (DM) tipe 2. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu tingkat stres. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kadar glukosa darah puasa. Penelitian dilakukan di Puskesmas Maos dan Klinik Graha Amanah Maos bulan Maret 2017. Sampel diambil dengan total sampling, berjumlah  60 responden yang menderita DM tipe 2 minimal 1 tahun, memiliki kadar GDP > 130 mg/dl, dan tidak memiliki penyakit komplikasi seperti gagal ginjal kronis, dan kanker. Hasil analisis data menggunakan spearman rho didapatkan tidak terdapat hubungan antara kadar glukosa darah puasa dan tingkat stres (p value = 0,137).  Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Glukosa Darah Puasa, Tingkat Stres

    Determinan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukakarya Kabupaten Garut Tahun 2018

    No full text
    ABSTRAK Jumlah bayi dengan status imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Sukakarya Kab. Garut adalah 966 (95%) bayi. Dari 100 bayi, 64 (64%) bayi yang diimunisasi sesuai dengan jadwal pemberian imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan pemberian imunisasi pada bayi usia 0-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dua kelompok. Besar sampel sebanyak 100 ibu bayi. Teknik pemilihan sampel dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terstruktur, analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan analisis data multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini menunjukan faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Sukakarya adalah status pekerjaan, keterjangkauan tempat pelayanan imunisasi, tingkat pengetahuan dan sikap ibu. Hasil analisis multivariat, determinan yang paling dominan adalah status pekerjaan ibu, dengan nilai p-value 0,000, nilai OR 88,170. Artinya ibu yang bekerja beresiko tidak memberikan imunisasi dasar sebesar 88 kali dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Diharapkan kepada petugas kesehatan dan instansi kesehatan khususnya puskesmas agar memberikan pelayanan pemberian imunisasi dengan mempertimbangkan jam kerja pada ibu bayi, sehingga bagi ibu yang bekerja tetap mendapatkan kesempatan yang sama dalam memberikan imunisasi kepada bayinya sesuai dengan jadwal pemberian imunisasi. Kata kunci : Determinan, Ibu Bayi Usia 0-12 Bulan, Pemberian Imunisasi Dasar

    0

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇