Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
    178 research outputs found

    Pemberian Edukasi Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Usia Subur Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAKMasalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh wanita usia subur (WUS) menurut Deswani (2017) adalah masalah KB, PMS, dan masalah yang dialami saat kehamilan dan menyusui. Dari 18 keluarga yang dibina (keluarga binaan) 15 keluarga memiliki masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi seperti keputihan, kurangnya pengetahuantentang KB dan penyakit menuar seksual, ketidakefektifan menyusui, dan ketidakcukupan produksi ASI,Pada saat pemberian edukasi/penyuluhan maupun konseling, tidak hanya WUS saja sebagai sasaran edukasi namun juga anggota keluarga yang lain. Hal ini dilakukan dengan harapan anggota keluarga dapat menjalankan fungsinya dalam pemeliharaan kesehatan dan manajemen kesehatan keluarga. Bagi Wanita Usia Subur (WUS) Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan derajat kesehatan bagi masyarakat meningkatkan pengetahuan keluarga terkait pertumbuhan dan perkembangan anak.Metode penerapan iptek yang digunakan adalah dengan memberikan intervensi keperawatan berupa edukasi tentang kesehatan reproduksi, memberikan penyuluhan dan konseling terkait masalah kesehatan reproduksi yang dialami oleh wanita usia subur (WUS) pada keluarga binaan yang dikunjungi di rumahnya, masalah-masalah yang dialami oleh WUS ini mungkin dikarenakan kurangnya informasi dari petugas kesehatan, masih minimnya upaya pemerintah dalam memberikan informasi dan sosialisasi serta kurangnya upaya-upaya promotifdan preventif dalam mencegah masalah kesehatan reproduksi wanita. Selain itu kurangnya kesadaran dari WUS dan keluarga untuk berupaya mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi wanita, khususnya pada WUS, Dengan diberikannya edukasi pada WUS, mereka dapat memiliki pengetahuan yang benar dan dapat memberikan pemahaman yang tepat tentang kesehatan reproduksi.Kata Kunci : Wanita Usia Subur, Kesehatan Reproduks

    Family Do Healty Activity Program Peningkatan Perilaku Hidup Dan Sehat Pada Keluarga Binaan Dengan Pendidikan Teori D.Orem (Self Care) Di Dusun Sumurlaban Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah program pemerintah dibidang kesehatan untuk menciptakan derajat kesehatan masyarakat. PHBS dapat diterapkan melalui lima tatanan yaitu tatanan rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan institusi kesehatan. PHBS ini tertuang dalam misi Indonesia Sehat 2015 yang mana masyarakat diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa menjadi sebuah budaya sehat bagi keluarga dan memberikan pengetahuan betapa pentingnya ber PHBS untuk cegah penyakit bagi kesehatan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.Meningkatkan pengetahuan keluarga untuk lebih mengetahui dan memahami tentang bagaimana ber PHBS yang benar dengan tepat untuk mengurangi resiko penularan infeksi dan menurunkan angka kesakitan dalam keluarga. Untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan dalampelayanan kesehatan di masyarakat, Sebagai tindak lanjut atau implementasi tridaharma perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro.Dari segi profil keluarga binaan berdasarkan kuiseoner yang telah dikaji oleh kelompok, Keluarga Binaan yang terdiri dari 16 keluarga, didapatkan hasil PHBS keluarga sebesar 60 %, Kemandirian keluarga sebanyak 40 %. Maka dari itu kriteria keluarga sebelum diimplementasi termasuk Pra Sehat, Kurang Mandiri. Kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat (abdimas) ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam rumah tangga, penyuluhan kesehatan (Health Education), pemeriksaan kesehatan, pemberianterapi keperawatan.Keluarga binaan yang terdiri dari 16 keluarga binaan ini menunjukkan perubahan yang significant, dimulai dari status keluarga yang pra-sehat kurang mandiri, tidak sehat hingga terjadi perubahan menjadi keluarga sehat yang mandiri. Oleh karena itu perbaikan kualitas SDMmahasiswa perlu diberi pelatihan terlebih dahulu atau pembekalan sebelum diterjunkan ke masyarakat. Sebab masyarakat sangat kompleks yang memungkinkan dapat terjadinya pro dan kontra sehingga dapat menurunkan mental baik mahasiswa maupun lembaga.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kemandirian Keluarg

    Penyebab Keberhasilan Dan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Jagir Surabaya

    No full text
    ABSTRAK Pemberian makanan terbaik bagi bayi adalah dengan  menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai umur 6 bulan. Namun kenyataannya, pemberian ASI belum sesuai dengan target. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyebab keberhasilan dan kegagalan ASI ekslusif di Puskesmas Jagir Surabaya. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi ibu yang mempunyai anak usia 6-12 bulan di Puskesmas Jagir sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan sampel sebanyak 42 responden. Instrument penelitian dengan kuesioner untuk mengumpulkan data pemberian ASI eksklusif. Data analisa dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara edukasi ASI selama ANC terhadap keberhasilan dan kegagalan pemberian ASI eksklusif dengan nilai r=0.030,. Terdapat hubungan antara pengalaman Ibu terhadap keberhasilan dan kegagalan pemberian ASI eksklusif dengan nilai r=0.001 dimana. Terdapat hubungan antara IMD terhadap keberhasilan dan kegagalan pemberian ASI eksklusif dengan nilai r=0.001. Edukasi, pengalaman ibu, dan IMD sangat berpengaruh terhadap pemberian ASI ekslusif, oleh karena itu penting bagi tenaga medis untuk memberikan edukasi berupa penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif. Kata Kunci: Edukasi, Pengalaman ibu, IMD, ASI Ekslusi

    Pro Ke-Keluarga (Promosi Kesehatan Keluarga) Dengan Metode SPP (Senam Dan Demonstrasi, Poster, Penyuluhan) Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Keluarga Di Dusun Kebonagung Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Kegiatan promosi kesehatan merupakan salah satu upaya yang penting dalam penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Dalam SKN, baik yang disusun tahun 2009 maupun yang disusun tahun 2010, disebutkan bahwa salah satu subsistemnya adalah Subsistem Pemberdayaan Masyarakat. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok, dan masyarakat umum dibidang kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya (Departemen Kesehatan, 2010). Sasaran promosi kesehatan dikelompokkan menjadi sasaran primer, sekunder dan tersier. Salah satu dari sasaran primer yaitu keluarga. Keluarga merupakan aspek terpenting dalam unit terkecil dalam masyarakat, penerima asuhan, kesehatan anggota keluarga dan kualitas kehidupan keluarga saling berhubungan, dan menempati posisi antara individu dan masyarakat (Harmoko, 2012). Dengan penggunaan media promosi yang berbeda pada umumnya yaitu dengan metode SPP (Senam dan demonstrasi, poster, penyuluhan) mampu mempermudah masyarakat untuk memahami dan mengaplikasikannya. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, direncanakan beberapa program untuk menangani masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga diantaranya melaksanakan implementasi pencegahan promotif dan preventif berupa penyuluhan sekaligus demonstrasi sesuai dengan mata kuliah yang diintegrasikan. Sebagai penunjang maka dilaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan setiap kali kunjungan. Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Keluarga, Kualitas Kesehata

    Hubungan Pengetahuan Dengan Kinerja Kader Posyandu

    No full text
    ABSTRAK Pembangunan kualitas sumber daya manusia dengan mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan secara merata apabila sistem pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat seperti Posyandu dapat dilakukan secara efektif dan efisien dan dapat menjangkau semua sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kinerja kader posyandu. Penelitian di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Bojonegoro pada bulan Desember 2018 – Februari 2019. Responden dalam penelitian ini adalah Kader Posyandu sebanyak 24 responden. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS for windows versi 15.0, dengan menggunakan uji Spearman Rho.  Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan kader tentang posyandu sebanyak 9 responden (37,5%), cukup sebanyak 11 responden (45,8%), dan kurang sebanyak 4 responden (16,7%), dan untuk kinerja kader baik sebanyak 7 responden (29,2%, cukup sebanyak 15 responden (62,5%) dan kurang sebanyak 2 responden (8,3%). Berdasarkan hasil uji Sprearman Rho didapatka nilai p value = 0,031 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kinerja kader posyandu. Pengetahuan yang baik akan mendukung terwujudnya suatu kinerja yang baik bagi kader. Kata Kunci :  Pengetahuan, Kinerja, Kader, Posyand

    Program Pendampingan Keluarga Sehat Dan Mandiri Di Desa Sumberagung Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, pemerintah telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).  Program ini memiliki fokus pada peningkatan seputar gizi serta kesehatan ibu dan anak, pengendalian dua jenis penyakit yakni yang menular dan tidak menular, perilaku sehat masyarakat, rumah dan lingkungan yang sehat, serta kesehatan jiwa. Keluarga merupakan target dari program GERMAS yang di inisiasi di tahun 2017. Menyoroti kegagalan sebagaian besar Negara mencapai target yang dibebankan MDGs, target SDGs dapat menyebabkan Negara memiliki tanggung jawab yang begitu berat. Peningakatan dari sector kuratif terus dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai target SDGs. Meski begitu, sector pencegahan dan promotif pun tetap harus dilakukan. Peran akademisi dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat adalah membantu pemerintah dalam pencapaian target SDGs yaitu dengan penguatan sector promotif. Sebagai bentuk nyata, Program gerakan keluarga sehat dan mandiri merupakan program yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan status keluarga ditinjau dari segi kesehatan. Program ini penting peranannya untuk menjamin seluruh keluarga di Indonesia memahami arti kesehatan dan tahu bagaimana menjaganya. Gerakan ini juga seiring dengan program Gerakan Masyarakat Sehat yang dicanangkan oleh pemerintah.  Kata Kunci : Pendampingan, Keluarga Sehat dan Mandir

    Combat “ Communication Behavior Treatment” Pemberdayaan Masyarakat Sehat Berbasis Keluarga Dengan Pendekatan Komunikasi Terapeutik Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Menurut Goldenberg dan Goldenberg(2010). Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan dan penyembuhan terhadap anggota keluarga yang sakit, sehingga setiap anggota keluarga perlu mampu mengenal masalah kesehatan yang ada di keluarganya, keluarga harus mampu memutuskan tindakan yang tepat saat anggota keluarga sakit, keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit, keluarga mampu memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan. Menurut UU No 10 Th 1992 dan GBHN 1993, keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk atas dasar perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan (Haryanto, 2016). Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan dan penyembuhan terhadap anggota keluarga yang sakit, sehingga setiap anggota keluarga perlu mampu mengenal masalah kesehatan yang ada di keluarganya, keluarga harus mampu memutuskan tindakan yang tepat saat anggota keluarga sakit. Kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam hal kebersihan rumah, penyuluhan kesehatan Pelaksanaan KaBi ini tidak lepas dari proses Asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penentuan Diagnosa keperawatan, menentukan perencanaan (intervensi), implementasi dan evaluasi. Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia yang sehat maka pendekatan PERSAGA menjadi fokus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Dengan harapan, keluarga menjadi cerdas dengan mengetahui proses penyakit dan sehat dengan mengaplikasikan PHBS, serta mapu meodifikasi lingkungan dalam kehidupan keluarganya. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Sehat, Kelaurga, Komunikasi Terapeuti

    Perbedaan Efektivitas Pemberian Origami Dan Playdough Terhadap Perkembangan Pada Anak Prasekolah Kelompok A Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kota Kediri

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan atau fungsi semua sistem organ tubuh sebagai akibat bertambahnya kematangan atau maturitas fungsi sistem organ tubuh (Dewi, 2013). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan efektivitas pemberian origami dan playdough terhadap perkembangan pada anak prasekolah kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pre eksperiment dengan pendekatan pre-test and post-test Design. Populasi yang diteliti adalah seluruh anak kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal berjumlah 56 anak dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel 36 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar KPSP. Hasil penelitian kemudian dianalisa dengan menggunakan wilcoxon signed rank. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa perkembangan anak sebelum pelaksanaan pemberian Origami didapatkan setengahnya perkembangan anak meragukan, setelah pelaksanaan didapatkan hampir seluruhnya perkembangan anak sesuai. Perkembangan anak sebelum pelaksanaan pemberian Playdough didapatkan sebagian besar perkembangan anak meragukan, setelah pelaksanaan didapatkan sebagian besar perkembangan anak sesuai. Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh pemberian permainan origami dan permainan Playdough terhadap perkembangan anak kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tahun 2018 dengan hasil ρ-value = 0,001 < ɑ = 0,05 dari kelompok origami dan ρ-value = 0,007 < ɑ = 0,05 dari kelompok playdough, sedangkan hasil analisis perbedaan adanya perbedaan efektivitas pengaruh pemberian permainan origami dan playdough terhadap perkembangan anak pada kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tahun 2018 dengan hasil ρ-value = 0,043 < ɑ = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh permainan origami dan playdough terhadap perkembangan anak pada kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tahun 2018. Diharapkan kepada orang tua maupun guru untuk lebih meningkatkan frekuensi dalam memberi stimulus permainan terutama permainan origami yang diberikan kepada anak. Kata Kunci : Perkembangan , Anak Prasekolah,  Origami, Playdoug

    Pemberian Edukasi Rumah Sehat Pada Keluarga Binaan Dengan Pendekatan Kenyamanan Florence

    No full text
    ABSTRAK Dalam membentuk masyarakat sehat mandiri diperlukan program yang mampu menjangkau elemen terkecil masyarakat. Melalui Program PerSaGa, diwujudkanlah keluarga yang mampu secara mandiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang di alaminya secara mandiri, kemandirian dalam batas intervensi dasar yang dapat di lakukan oleh masyarakat awam. Masyarakat sehat dan cerdas adalah dampak yang diharapkan terwujud dengan di lakukannya program PerSaga secara terus menerus. Salah satu masalah yang masih dihadapi adalah keluarga masih mengabaikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya. Diperlukan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengabdian masyarakat ini menggunakan teori Florence dalam pemberian edukasi rumah sehat kepada keluarga binaan (KaBi) untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteria keluarga binaan dengan melakukan Pendidikan Rumah Sehat Florence. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan informasi atau pengetahuan tentang rumah sehat. Selain itu keluarga juga dapat bertukar informasi, bertanya maupun konsultasi terkait kondisi kesehatan anggota keluarga.  Kata Kunci : Edukasi, Rumah Sehat dan Kenyamana

    Pemberian Edukasi Tentang KB Hormonal Pada Wanita Usia Subur (WUS) Keluarga Binaan Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sedangkan kesehatan reproduksi diartikan sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Salah satu unsur yang harus ada di dalam negara hukum dan demokrasi, perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia termasuk di dalamnya termasuk perlindungan terhadap wanita. UU No. 7/1984 (hasil ratifikasi CEDAW 1979) menjamin hak-hak wanita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai termasuk memperoleh informasi, edukasi, dan konseling mengenai kesehatan reproduksi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh pasangan usia subur (PUS) menurut Deswani (2017) adalah masalah KB, PMS, dan masalah yang dialami saat kehamilan dan menyusui. Fenomena yang terjadi di desa Sumberagung kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang merupakan desa binaan dari STIKes ICSADA Bojonegoro, sebagian besar PUS tidak memahami arti pentingnya kesehatan reproduksi. Dari 18 keluarga yang dibina (keluarga binaan) 15 keluarga memiliki masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi seperti keputihan, kurangnya pengetahuan tentang KB dan penyakit menuar seksual, ketidakefektifan menyusui, dan ketidakcukupan produksi ASI. Edukasi yang kami berikan adalah sebuah intervensi keperawtan berdasarkan masalah keperawatan yang muncul pada keluarga binaan, yaitu berupa edukasi pada keluarga terkait penyakit menular seksual. Dalam program pengabdian masyarakat ini, kami melibatkan mahasiswa baik saat melakukan pengkajian masalah kesehatan reproduksi maupun pemberian penyuluhan. Akan tetapi untuk konseling mahasiswa tidak terlibat langsung. Pada saat pemberian edukasi/penyuluhan maupun konseling, tidak hanya PUS saja sebagai sasaran edukasi namun juga anggota keluarga yang lain. Hal ini dilakukan dengan harapan anggota keluarga dapat menjalankan fungsinya dalam pemeliharaan kesehatan dan manajemen kesehatan keluarga. Menurut Setyowati & Murwani (2018), saat berhubungan denga masalah kesehatan, kebanyakan individu mendapatkan bantuan lebih banyak dari keluarga mereka daripada sumber lainnya, bahkan dokter yang menangani mereka sekalipun. Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga ( Setyowati & Murwani, 2018). Kata Kunci : Edukasi, KB Hormonal, WUS, Keluarga Binaa

    0

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇