Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Suami Pasangan Usia Subur Dengan Minat Suami Mengikuti Metode Operatif Pria (MOP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk Tahun 2018
ABSTRAK
Metode operasi metode sterilisasi pria adalah dengan cara mengikat saluran sperma (vas deferens) pria. Yang memakai MOP adalah 0,25%, ini menunjukkan bahwa partisipasi suami dalam mengikuti MOP masih sangat kecil. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendidikan Hubungan suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat Cross Sectional. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling dari Pasangan Suami Istri Subur 524 diperoleh sampel sebanyak 84 responden. Cara menggunakan pengumpulan data formulir pertanyaan dengan cara melakukan penelitian di pintu ke pintu. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan pasangan Suami Usia subur maka semakin tinggi minat untuk menggunakan MOP. Hasil tes SPSS menunjukkan bahwa nilai p <α (0,05) yang merupakan persyaratan penolakan H0 dan H1 diterima. Jadi ada pendidikan tingkat tertinggi suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP.
Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan suami dengan Pasangan Usia Subur dengan minat suami mengikuti Metode Operatif untuk pria. Saran komunitas diharapkan semakin menambah pengetahuan tentang kontrasepsi pel terutama pasangan usia subur kepada suami.
Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, MOP, Mina
Deteksi Dini Ancaman Diabetes Melitus Pada Upaya Peningkatan Drajat Kesehatan Masyarakat
ABSTRAKDiabetes melitus merupakan sindrom metabolik kronis yang ditandai dengan huperglikemia akibat kekurangan insulin absolut ataupun relatif. Kondisi hiperglikemi kronis dapat menimbulkan komplikasi makrovaskuler seperti penyakit jantung, strok, hipertensi, dan komplikasi mikrovaskuler seperti katarak diabetika, rasa kebas/ baal, gangren dll.Ketidaktahuan pasien dalam perawatan DM semakin memperparah kondisi dan komplikasi bahkan kematian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap masyarakat tentang penyakit DM sehingga kadar glukosa darah dapat dikendalikan dan komplikasi DM dapat dicegah. Metode yang digunakan melalui pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, IMT dan kadar gula darah. Hasil yang diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat tentang DM meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang DM, dengan nilai p 0.00. Hasil pengukuran IMT sebagian besar respondentermasuk kategori normal 54 (57,4%), pengukuran tekanan darah nilai minimal sistolik 90mmHg, nilai maksimal diastolik 200mmHg, dan pengukuran kadar gula darah nilai minimal60mmHg, nilai maksimal 125mmHg. Kesimpulan pendidikan kesehatan sangat efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya penderita DMKata Kunci: Pendidikan kesehatan tentang DM, deteksi dini D
Mekanisme Koping Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kekambuhan Pasien Skizoferenia Di Ruang Wijaya Kusuma Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya
ABSTRAK
Keluarga terdapat berbagai permasalahan yang harus diselesaikan oleh anggota keluarga, agar tidak menimbulkan konflik dalam hubungan keluarga yang dapat meningkatkan mekanisme koping keluarga tersebut. Keluarga yang memiliki mekanisme koping negatif (mal adaptif) akan memunculkan sikap seperti marah–marah dan merasa terbebani. Dalam pemberian asuhan keperawatan, dukungan keluarga ikut berperan untuk mencegah terjadinya kekambuhan.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sample penelitian ini adalah pasien yang dirawat di ruang wijaya kusuma Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya sejumlah 25 Orang dengan teknik simple random sampling.
Hasil penelitian ini terdapat hubungan mekanisme koping dan dukungan keluarga terhadap tingkat kekambuhan pasien Skizofrenia. beberapa penyebab kemampuan personal kurang baik sehingga menyebabkan strategi koping maladaptif dikarenakan ketidakmampuan pasien untuk selalu fokus dalam menerima informasi. dan dukungan keluarga yang diperoleh menggambarkan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia tidak bisa maksimal dan akan mempengaruhi tingkat kekambuhan pasien dikarenakan yakni pendidikan, usia, pendapatan, dan tempat tinggal keluarga. Jauhnya tempat tinggal pasien dengan rumah sakit membuat keluarga jarang untuk datang berkunjung.
Kata Kunci : Mekanisme Koping, Dukungan Keluarga, Skizofreni
Pendidikan Prehospital “First Aid” Keluarga Dengan Pendekatan Keluarga Binaan Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAKMasalah yang sering terjadi pada keluarga adalah tidak mengetahui bagaimana caranya melakukan pertolongan pertama pada kejadian-kejadian yang ada di sekitar. Penting untuk keluarga mengetahui tentang first aid. Pendidikan tentang first aid memberikan sebuah tantangan menciptakan sebuah intervensi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan dan kemauan untuk menerapkan kompetensi first aid atau pertolongan pertama di definisikan merupakan pertolongan yang ditujukan untuk memberikan perawatan darurat bagi para korban sebelum pertolongan oleh petugas medis datang. Dengan harapan Pendidikan tentang first aid dapat memandirikan keluarga dalam menangani kejadian kejadian yang sering terjadi di sekitarnya. Program pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteria keluarga binaan dengan Pendidikan Prehospital “first aid” keluarga, Dapat digunakan sebagai sumber atau data penduduk di daerah binaan puskesmas yang mempunyai masalah kesehatan dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyelesaikan masalah kesehatan keluarga binaan dalam penanganan lebih lanjut.Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan kepada keluarga berikut beberapa permasalahan yang telah ditemukan meliputi pengetahuan tentang pertolongan pertama yang kurang. Adapun beberapa program yang telah direncanakan untuk menangani masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga diantaranya melaksanakan implementasi pencegahan promotif dan preventif berupa Pendidikan tentang penanganan gigitan ular, keracunan, penanganan tersedak, melakukan resusitasi jantung dan paru, pembalutan dan pembidaian fraktur sekaligus mengevaluasi setiap perubahan kesehatan pada keluarga tersebut melalui pengecekkan kesehatan berkala setiap kali kunjungan.
Kata Kunci : Pendidikan Tentang First Aid, Kesehetan Pada Keluarg
Keluarga Binaan (Kabi) Dengan Pendekatan Persaga (Perawat Sahabat Keluarga) Berdasarkan Teori Virginia Handerson Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Perawat Sahabat Keluarga (PerSaga) adalah program pengabdian masyarakat sekaligus menjadi metode pembelajaran yang menjadikan keluarga sebagai mitra pelaksana kegiatan. Dalam program ini mahasiswa bersama dosen melakukan pemdampingan pada keluarga yang telah bersedia menjadi mitra dan menjadi keluarga binaan.
Untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteri keluarga binaan berdasarkan pendekatan PERSAGA (Perawat Sahabat Keluarga). Keluarga mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait masalah kesehatan sekaligus mendapatakan pendampingan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga.
Dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau TIM yang akan terlibat dalam program abdimas
serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pendampingan keluarga dengan mengawal status kesehatan keluarga pre-program sampai post program.
Perawat yang mendapat julukan malaikat tanpa sayap hendaknya benar-benar belajar menjadi malaikat yang membawa banyak manfaat. Hal ini berarti sejak dalam proses penddikan mahasiswa keperawatan perlu di ajarkan untuk menjadi pribadi bermanfaat. Bahkan sejak dalam pikiran mahasiswa selayaknya telah mampu menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat, mahasiswa di ajarkan bukan sekedar “Knowing”tetapi “Doing and Being”. Melalui aplikasi keluarga binaan yang dilaunching oleh STIKes Icsada pada tahun 2015.
Kata Kunci : Perawat Sahabat Keluarga, Keluarga Binaa
Pemeriksaan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Anak Usia Toodler Dengan Pendekatan Keluarga Binaan Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Anak merupakan bagian yang sangat penting dalam kelangsungan kehidupan suatu bangsa. Dalam implementasinya, anak merupakan sumber daya manusia bagi pembangunan suatu bangsa, penentu masa depan dan penerus generasi. Namun demikian kita sadari bahwa kondisi anak masih banyak yang memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat bahwa belum semua anak mempunyai akta kelahiran; belum semua anak diasuh oleh orang tua, keluarga maupun orang tua asuh atau wali dengan baik, mendapatkan pendidikan yang memadai; masih belum semua anak mempunyai kesehatan optimal; masih belum semua anak-anak dalam pengungsian, daerah konflik, korban bencana alam, anak-anak korban eksploitasi, kelompok minoritas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum mendapatkan perlindungan khusus
Tujuan umum program pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga khususnya anak balita dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteri keluarga binaan.
Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode penerapan iptek yang digunakan adalah dengan melakukan pengkajian pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia toodler. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakuakn, dapat disimpulkan bahwa 75% anak yang dilakukan pemeriksaan perkembangan hasilnya normal, 25% anak suspect mengalami masalah perkembangan. Hal ini mungkin dikarenakan tidak adanya pemantauan perkembangan oleh orangtua dan kurangnya stimulasi perkembangan yang dilakukan kepada sang anak. Masalah ini menurut penulis bekaitan dengan masalah keperawatan yang ditemukan sebelumnya yaitu deficit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya paparan informasi tentang cara memantau perkembangan anak
Kata Kunci : Tumbuh dan Kembang. Keluarga Binaan, anak usia toodle
Penyuluhan Tentang Asi Eksklusif Dan Metode Amenore Laktasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III
ABSTRAK
Salah satu kontrasepsi yang dapat digunakan pasca persalinan yaitu Metode Amenorea Laktasi (MAL) yaitu kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif, artinya dengan metode ini haid tidak muncul teratur selama 6 bulan. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang ASI eksklusif dan metode amenorea laktasi terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Desain penelitian menggunakan pre eksperimen yang dilakukan di PBM Ny. “S” Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada bulan Januari 2018. Menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 30 ibu hamil trimester III.
Hasil analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan ρ value = 0,00 < α = 0,05 yang artinya ada pengaruh antara penyuluhan tentang ASI eksklusif dan metode amenore laktasi terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Setelah mengetahui hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kebidanan khususnya memberikan motivasi serta pendampingan pada ibu hamil trimester III agar mengetahui tentang ASI Eksklusif dan Metode Amenore Laktasi.
Kata kunci: ASI Eksklusif, Metode Amenore Laktasi, Pengetahua
Pengaruh Penyuluhan Langsung Dan Tidak Langsung Terhadap WUS Melakukan Pemeriksaan IVA Di Puskesmas Besuki Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK
Kanker serviks merupakan penyakit mematikan kedua yang sering terjadi pada wanita. Penyakit kanker menyebabkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita pertahun. Deteksi dini kanker serviks salah satunya dengan melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Tujuan penelitian untuk menjelaskan pengaruh penyuluhan terhadap umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengetahuan, sikap, jarak ke tempat pelayanan, kesanggupan biaya, kepercayaan, keterpaparan informasi, dukungan petugas kesehatan, dukungan kader terhadap pemeriksaan IVA sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
Metode penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimental design. Sampelnya adalah Wanita Usia Subur 50 orang untuk penyuluhan langsung (ceramah) dan 50 orang penyuluhan tidak langsung (pemberian leaflet). Analisisnya univariat, bivariat uji non parametrik dengan uji Macnemar dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penyuluhan langsung sebelum dan sesudah intervensi ada peningkatan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA yaitu sebesar 3 kali lipat (300%), sedangkan penyuluhan tidak langsung mengalami peningkatan sebesar 87,5% dan nilai p value < 0,05 yang artinya ada pengaruh yang bermakna sesudah dilakukan intervensi kepada WUS yang melakukan dan tidak melakukan pemeriksaan IVA. Variabel yang berpengaruh dengan pemeriksaan IVA adalah penyuluhan, umur, sikap, biaya, pekerjaan. Variabel dominan terhadap pemeriksaan IVA adalah Penyuluhan dengan OR 2,956, 95%CI 1,088-8,032 dan kontribusinya sebesar 25%.
Kesimpulan penyuluhan, umur, sikap, biaya dan pekerjaan mempunyai kontribusi 32,3% WUS melakukan pemeriksaan IVA. Saran untuk pemeriksaan IVA perlu ditingkatkan melalui penyuluhan langsung dengan ceramah dan juga pemberian leaflet dan mencakup seluruh WUS melalui ibu-ibu PKK, arisan, kegiatan keagamaan dll.
Kata Kunci : Pemeriksaan IVA, Penyuluhan, WU
Pengaruh Pemberian Smoothie Alpukat Terhadap Kadar Kolesterol Pada Wanita Menopause Di Kelas Lansia
ABSTRAK
Kolesterol menjadi ujung pangkal permasalahan munculnya berbagai penyakit dalam tubuh. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menangani kadar kolesterol, selain perawatan medis, pengobatan tradisional juga bisa dilakukan untuk mencegah dan menurunkan kadar kolesterol yang tinggi diantaranya buah alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian smoothie alpukat terhadap kadar kolesterol pada wanita menopause di kelas lansia BPM Ny “N”. Penelitian ini termasuk penelitian pre eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita menopause yang mengalami hiperkolesterolemia (kolesterol >200mg/dL) di Kelas Lansia BPM Ny “N” sebanyak 30 orang. Dengan sampel sebanyak 16 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian smoothie alpukat terhadap kadar kolesterol pada wanita menopause di kelas lansia BPM Ny “N” dengan persentase penurunan rata-rata kolesterol sebanyak 16.14%. Uji statistik menggunakan Uji T berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan p-value < α yaitu 0.000 < 0.05 yang artinya ada perbedaan signifikan antara kadar kolesterol sebelum dan sesudah mengkonsumsi smoothie alpukat pada wanita menopause.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa smoothie alpukat efektif menurunkan kadar kolesterol pada wanita menopause dan dari hasil penelitian ini diharapkan masyarakat dapat menggunakan smoothie alpukat sebagai salah satu alternatif terapi untuk menurunkan kolesterol pada wanita menopause.
Kata Kunci: Smoothie Alpukat, Kadar Kolesterol, Menopaus
Efektifitas Pemberian Health Education (He) Tentang Bahaya Merokok Antara Menggunakan Media Audiovisual Dan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Binaan (Kabi) Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku di kalangan masyarakat sehingga mereka tahu, mau dan mampu melakukan perubahan untuk mencapai peningkatan produksi, pendapatan atau laba dan peningkatan kesejahteraan mereka (Subejo, 2010). Ada beberapa media dan metode dalam pendidikan kesehatan, salah satunya adalah dengan menggunakan media cetak (leaflet) dan media elektronik (video) (Notoatmojo, 2012). Tingkat pengetahuan kabi di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro masih rendah, sangat berpengaruh terhadap perilaku kesehatan yang buruk yaitu perilaku merokok. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan keluarga yang dibantu tentang bahaya merokok adalah dengan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual dan selebaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan Pendidikan Kesehatan (Bahaya Merokok) antara media Leaflet dan Audiovisual dengan tingkat pengetahuan kabi dalam Colllege of Health Sciences of Insan Cendekia Husada Bojonegoro.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini, adalah Quasy experiment PreTest - Post Test control group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga yang merokok di Kelurahan Desa Sumberagung Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 responden dengan teknik purposive sampling.
Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan (Pre-Post Test) dengan media audiovisual yaitu ρ <0,05 dengan Sum Of Rank 496,00 dan Skor Z adalah -5,011. Sedangkan hasil penggunaan media leaflet adalah ρ <0,05 dengan Jumlah Rank 406,00 dan skor Z adalah -5,209.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah media audiovisual sedikit lebih efektif dibandingkan dengan selebaran media dalam pemberian penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok terhadap tingkat pengetahuan kabi di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Sehingga media audiovisual dapat digunakan sebagai media untuk digunakan dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Media Audiovisual, Media Leaflet, Tingkat Pengetahuan