Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Pola Asah Orangtua Dengan Perilaku Verbal Abuse Pada Anak Usia Sekolah Di Sdn 2 Pojok Kota Kediri Tahun 2017
ABSTRAK
Verbal abuse adalah tindakan lisan atau perilaku yang menimbulkan konsekuensi emosional yang merugikan. Faktor penyebab terjadinya verbal abuse adalah pola asuh orangtua, mencontoh orang lain yang berbicara kasar, meniru tayangan televisi, meniru temannya, mengungkapkan kemarahan melalui kata kasar. Berdasarkan survey awal di SDN 2 Pojok Kota Kediri tahun 2017 dari 10 responden terdapat 4 anak mengalami perilaku verbal abuse. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara Pola Asah Orangtua Dengan perilaku Verbal Abuse Pada Anak Usia Sekolah Di SDN 2 Pojok Kota Kediri Tahun 2017.
Metode yang digunakan adalah analitik korelasi dengan populasi sebagian siswa dan orangtua yaitu 37 responden. Tekhnik yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan blue print kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (40,55 %) dari responden dengan pola asah orangtua yang kurang sebanyak 15 responden, dan sebagian besar (56,76 %) berperilaku verbal abuse yaitu sebanyak 21 anak. Berdasarkan Hasil penelitian ini didapatkan hasil nilai ρ value= 0,000< α = 0,05 yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima maka ada hubungan antara pola asah orangtua dengan perilaku verbal abuse, dengan nilai coefficient correlations sebesar = 0,688, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan korelasi kuat. Oleh karena itu disarankan pada orangtua dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya pengasuhan terhadap anak dalam mengajarkan perilaku kepada anak.
Kata Kunci : Pola Asah, verbal Abuse, Anak Usia Sekola
“Dengan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) Kita Tanamkan Aku Cinta Sehat” (ACS) di STIKes ICsada untuk SMA/SMK/MA Wilayah Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas manusia di Indonesia, diantaranya dengan melalui pendidikan dan kesehatan. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar harus menjadi “Health Promoting School” atau lembaga yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga di sekolahnya. Kesemuanya akan tercapai, bila sekolah dan lingkungan mengoptimalkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sebab UKS merupakan usaha sekolah untuk menolong siswa dan juga warga sekolah yang sakit di lingkungan sekolah. Implementasi Program Pemberdayaan UKS di Sekolah merupakan salah satu cara penanaman perilaku hidup sehat kepada peserta didik sejak dini..
Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Nomor 99A/Menkes/111/1982, Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri dalam Negeri 1/V/SKB, nomor 1067/Menkes/SKB/VII/2003, nomor MA/230A/2003, nomor 26 tahun 2003, tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah, salah satu programnya yaitu program pembinaan peserta didik dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat (Trias UKS). Maka dari itu dalam rangka meningkatkan mutu kesehatan di lingkungan sekolah tepatnya di UKS, Program Studi DIII Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada Bojonegoro (STIKes ICSADA) menyelenggarakan pelatihan petugas UKS juga sebagai komitmen pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bojonegoro.
Sasaran pengabdian adalah Siswa atau Siswi SMA/SMK/MA/Sederajat yang ada di Wilayah Kabupaten Bojonegoro. Program ini diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan 5 sekolah yang menjadi sasaran untuk melihat kondisi di lapangan mengenai pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan Kantor Kementerian Kabupaten Bojonegoro. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini dikemas dengan menggunakan pendekatan workshop. Kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan Evaluasi kegiatan dilakukan untuk masing - masing tahap dengan mengumpulkan dan menyimpulkan data dari masing-masing tahapan kegiatan.
Hasil dari penelitian ini menunujukkan adanya pengaruh pada siswa petugas usaha kesehatan sekolah dengan ditunjukkan adanya nilai pre test dan post test yeng mengalami peningkatan pada nilai rata-rata antara pre test dan post test di setian materi yang diberikan.
Kata Kunci : Cinta, Kesehatan, UK
Menumbuhkan Minat Berwirausaha Melalui Pendidikan Kewirausahaaan Berbasis Praktek
ABSTRAK
Pengembangan kewirausahaan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada proses pembelajaran pendidikan tinggi di Indonesia, kewirausahan di harapkan menjadi solusi bagi masalah pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja sendiri (self-employment) bagi para pelakunya. Program Pengembangan Kewirausahaan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro bertujuan untuk menumbuhkan budaya wirausaha dan serta meningkatkan kemampuan berwirausaha melalui pembelajara kewirausahaan berbasis praktek di kalangan mahasiswa dan alumni STIE Cendekia dengan jalan mensinergikan potensi-potensi yang ada di dalam kampus dengan potensi dari luar kampus.
Program Pengembangan Kewirausahaan di STIE Cendekia dilaksanakan melalui berbagai tahapan, yaitu tahap sosialisasi, tahap penjaringan tenant wirausaha, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi dan keberlanjutan. Tahap sosialisasi dilaksanakan melalui penyelenggaraan seminar bisnis dan wirausaha dengan nara sumber para praktisi yang telah sukses berwirausaha untuk memotivasi mahasiswa dan alumni peserta seminar untuk berwirausaha. Selanjutnya dari tahap penjaringan, didapatkan 22 tenant sebagai peserta utama dalam Program Pengembangan Kewirausahaan. Tahap pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan berbasis praktek terdiri dari workshop wirausaha, studi lapangan ke berbagai pelaku wirausaha, magang wirausaha, transfer IPTEK, serta bimbingan dan konsultasi pengembangan usaha tenant.
Pada akhir tahun dilaksanakan evaluasi usaha para tenant meliputi aspek produksi, pemasaran, keuangan, serta inovasi usaha. Usaha-usaha tenant yang telah dinyatakan “baik” dari evaluasi program akan dilepas dari Program Pengembangan Kewirausahaan dan dinyatakan siap terjun ke masyarakat sebagai wirausahawan baru
Kata kunci: Program Pengembangan Kewirausahaan, Tenant, Wirausahawan Muda
Analisis Penatalaksanaan Fluor Albus Pada Remaja Putri Kelas X Di MA Al-Fatimah Bojonegoro Tahun 2016
ABSTRAK
Masa remaja mengalami perkembangan fisiologis, psikososial, kognitif, moral dan perkembangan seksual. Perubahan fisiologis pada masa remaja merupakan hasil aktivitas hormonal dibawah pengaruh sistem saraf pusat. Menarche pada umumnya menjadi masalah bagi remaja, hal ini terjadi karena remaja masih belum tahu tentang apa itu menstruasi dan bagaimana menanganinya, sehingga kebersihan daerah genetalia tidak terjaga dan dapat menimbulkan terjadinya keputihan (Soetjiningsih, 2007).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan flour albus pada remaja putri kelas X di SMA AL-Fatimah Bojonegoro tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yaitu penelitian expose facto (mengungkap fakta) dengan pendekatan pengukuran secara langsung dengan menggunakan data primer. Subjek penelitian semua remaja putri kelas X yang mengalami keputihan di MA AL- Fatimah Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tahun 2016 yang berjumlah 30 responden.
Hasil penelitian yang didapatkan sebanyak 25 responden remaja putri sudah bisa melaksanakan penatalaksanaan pada flour albus.
Kata Kunci : flour albus, remaja putr
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga (Irt) Dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah Dengan Tanaman Obat Keluarga (Toga), Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Di Desa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAKKegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Sambung, Kecamatan Kapas, padaKelompok PKK. Pemilihan lokasi ini karena Kelompok PKK ini mewakili masing-masing dusun, di Desa Sembung, Kecamtan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Setiap dusun terdiri dari 5 RT. Pada umumnya ibu-ibu di kedua dusun tersebut masih berusia muda, tidak bekerja,sehingga mempunyai banyak waktu untuk diberdayakan dan lebih cepat dalam menerima Teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman yang lebih bermanfaat bagi kesehatan serta pengetahuan ibu terkait tanaman obat (TOGA). Penerapan kegiatan adalah dengan introduksi beberapa jenis tanaman yang berfungsi sebagai obat yang mudah dijumpai diwilayah setempat. Maka penerapan kegiatan adalah pengkayaan jenis TOGA dan fungsinya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi plot dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setiap RT telah membentuk taman TOGA, sehingga dalam satu dusun ada 10 RTyang telah membuat pekaranagn menjadi taman TOGA. Berdasarkan jumlah RT, evaluasi kegiatan ini adalah, respon sangat baik, setiap RT sudah mempunyai taman TOGA, jadi evaluasinya adalah terjadi peningkatan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat (TOGA).Kata Kunci : Pemberdayaan, IRT, Pekarangan, TOG
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Emosional Ibu Post Partum Dengan Kejadian Post Partum Blues Di Kelurahan Sukorame Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kediri Tahun 2018
ABSTRAK
Hubungan tingkat kecemasan emosional ibu Post Partum dengan kejadian Post Partum Blues sangat penting diketahui karena pada fase ini terjadi perubahan secara fisiologis maupun secara psikologis yang dapat mempengaruhi kelabilan emosional ibu setelah melahirkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan emosional ibu Post Partum dengan kejadian Post Partum Blues yang ada dikelurahan sukorame wilayah kerja puskesmas sukorame.
Desain yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling, diperoleh jumlah sampel 24 orang responden dengan kriteria responden yaitu ibu Post Partum hari ke 7- minggu ke 2, nifas normal. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist skala Hamilton Anxiety Rating Scale dan kuesioner Edinburgh Post Natal Depression Scale. Analisa data menggunkan uji Sperman Rank.
Tingkat kecemasan emosional ibu post partum sebagian kecil (25,0%) yaitu 6 responden. dan kejadian Post Partum Blues sebagian besar (62,5%) yaitu 15 responden. Hasil analisa data dengan menggunakan uji Spearmen Rank didapatkan hasil p-value 0,000 < taraf signifikan (α = 0,05) dengan demikian ada hubungan antara tingkat kecemasan emosional ibu post partum dengan kejadian Post Partum Blues di Kelurahan Sukorame wilayah Kerja Puskesmas Sukorame. Dan nilai koefisien (r) sebesar 0,859 kekuatan korelasi dalam kategori sangat kuat dengan arah positif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan emosional ibu post partum dengan kejadian Post Partum Blues di kelurahan Sukorame wilayah kerja Puskesmas Sukorame.
Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Post Partum, dan Kejadian Post Partum Blue
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Tentang Jajanan Sehat Dengan Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Di SDN Kadipaten 03 Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Kasus bullying pada anak mengalami peningkatan setiap tahun. Bullying pada anak memberikan berbagai dampak negatif yang berbeda-beda dan dapat menjadi sangat mengkhawatirkan sebab dapat menimbulkan dampak jangka panjang di sepanjang kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman anak usia remaja dengan bullying di Kabupaten Bojonegoro tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja yang mengalami bullying yang berusia 12-19 tahun yang berjumlah 6 partisipan. Analisa data menggunakan analisa tematik menurut Colaizz’s method.
Hasil penelitian ini teridentifikasi 5 tema yaitu ; 1) Bentuk bullying yang dialami oleh remaja, 2) Kondisi saat mengalami bullying, 3) Dampak setelah mengalami bullying, 4) Mekanisme koping yang dilakukan, 5) Harapan setelah mengalami bullying.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti merekomendasikan bahwa; perawat anak diharapkan melakukan pengembangan model perawatan pada remaja dengan bullying dan melakukan pengembangan model pencegahan bullying pada remaja dan diperlukan adanya penyusunan kurikulum pendidikan bagi perawat yang di dalamnya terdapat mata kuliah dengan target kompetensinya mahasiswa mampu memiliki kompetensi yaitu dapat memberikan konseling bagi kliennya.
Kata kunci: Pengetahuan, Attitude, Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat, SDN Kadipaten 03 Bojonegoro
Perawat Sahabat Keluarga Dengan Pendekatan Nola J Pender Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga.
Dengan pendekatan keluarga di harapkan mampu menjadi garda depan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini senada dengan program kementrian kesehan RI yang menggunakan pendekatan keluarga. Hal ini senada dengan program kementrian kesehan RI yang menggunakan pendekatan keluarga. Pada pelaksanaan persaga di tahun ini masih belum membawa status keluarga binaan dalam status keluarga yang menjadi family–centered Nursing (FCN). Status keluarga masih mitra awal yang akan menjadi dasar penentuan tori keperawatan yang paling tepat di gunakan dalam melakukan asuhan keperawatan di tingkat primer, skunder, maupun tersier.
Kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam hal kebersihan rumah, penyuluhan kesehatan Pelaksanaan KaBi ini tidak lepas dari proses Asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penentuan Diagnosa keperawatan, menentukan perencanaan (intervensi), implementasi dan evaluasi.
Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan kepada keluarga berikut beberapa permasalahan yang telah ditemukan meliputi PHBS dalam rumah tangga yang kurang, dan pengetahuan tentang penyakit menular TB. Begitu juga keluarga binaan yang terdiri dari 9 keluarga binaan ini menunjukkan perubahan yang significant, dimulai dari status keluarga yang pra-sehat mandiri, tidak sehat hingga terjadi perubahan menjadi keluarha sehat yang mandiri.
Kata Kunci : perawat, sahabat keluarga, pendekatan Nola J Pende
Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS (GeMas HIV/AIDS)
ABSTRAK
Salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi seluruh bangsa termasuk bangsa Indonesia adalah penyebaran virus HIV/AIDS yang rata-rata setiap negara terus meningkat dan menjadi pekerjaan rumah yang ditinggalkan dari program Millinium Developmet Goals (MDGs) dan selayaknya tetap dilanjutkan di era Sustainable Development Goals (SDGs). Di Indonesia sendiri penyebaran HIV terjadi di hampir seluruh daerah , termasuk Kabupaten Bojonegoro yang menduduki peringkat ke 8 di Jatim. Tujuan dari program adalah : Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mencegah pintu masuk penularan HIV/AIDS, Meningkatkan kesadaran dan kemampuan keluarga dalam mencegah penularan baru HIV/AIDS dan Peningkatan Status dari HIV ke AIDS, Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam meminimalisir Stigma dan Diskriminasi pada ODHA dan Keluarga ODHA dan Mendorong munculnya penanggulangan HIV/AIDS yang terintegrassi ditingkat komunitas.
Metode Pendekatan yang digunakan dalam program adalah merupakan kolaborasi dari pendekatan appreciative inquiry (AI) dan pendekatan Kesehatan dengan model Intervensi Keperawatan Komunitas. Pendekatan (AI) berfokus pada pencarian kekuatan dan inti positif dari komunitas untuk membangun visi yang akan dicapai bersama.
Hasil dari program yaitu kondisi umum perilaku sehat dari masyarakat Desa Sasaran memang masih kurang baik hal ini terbukti dari hasil survey yang dilakukan pada awal program yang menunjukan bahwa dari 1000 responden ada 58 % masuk kategori pra sehat , 12 % tidak sehat dan 30 % sehat. Pengetahuan warga tentang HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya juga masih minim dan menjadi masalah utama dari masing-masing Desa.
Rekomendasi dari lokakarya penanggulangan HIV/AIDS juga dapat diterapkan oleh Puskesmas Gayam setelah program GeMas HIV/AIDS selesai .
Kata Kunci : Gerakan, Masyarakat, Peduli, HIV/AID
Efektifitas Air Rebusan Daun Seledri Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia di Posyandu Ngudi Konco Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kab. Malang
ABSTRAK
Masih tingginya penderita hipertensi merupakan salah satu masalah yang berpengaruh terhadap gaya hidup dan sikap yang mendorong timbulnya hipertensi. Untuk menangani tekanan darah pada penderita hipertensi umumnya minum obat-obatan dari puskesmas, rutinitas ini sering tidak disukai oleh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas air rebusan daun seledri terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di Posyandu Ngudi Konco Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.
Desain penelitian ini Pre-Experimental dengan rancangan One- Group Pre-Post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia penderita hipertensi di Posyandu Ngudi Konco Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang sebanyak 30 responden. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Variabel penelitian yaitu pemberian air rebusan daun seledri sebagai variabel independent dan tekanan darah sebagai variabel dependen. Data yang di dapat melalui lembar observasi tekanan darah kemudian di uji dengan menggunakan uji paired t Test.
Hasil uji paired t Test menunjukkan bahwa p = 0,000 < α= 0,05 Ho di tolak dan H1 diterima sehingga air rebusan daun seledri efektif terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di Posyandu Ngudi Konco Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.
Terdapat penurunan jumlah penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan air rebusan daun seledri. Responden agar dapat meningkatkan informasi tentang pelaksanaan tekanan darah sehingga dapat mengurangi tekanan darah yang dialami dengan cara non formakologi sehingga responden tidak hanya menggantungkan pada obat-obatan farmakologi dalam menurunkan tekanan darah.
Kata kunci : Air Rebusan Daun Seledri, Tekanan Darah, Lansi