Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Pengaruh Tilawatil Qur’an Terhadap Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Darut Tauhid Kadungrejo Baureno Bojonegoro
ABSTRAK
Dismenore merupakan nyeri yang dialami remaja saat menstrusi. Dismenore disebabkan ketidakseimbangan hormon progesteron, prostaglandin dan faktor stress. Dismenore ini mengganggu ± 45-95% wanita usia produktif. Untuk mengatasi hal tersebut sebagian wanita menggunakan obat yang banyak efek sampingnya. Dalam penelitian ini akan memberikan alternatif terapi tanpa efek samping. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengeruh pemberian tilawatil Qur’an terhadap penurunan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri.
Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2016, menggunakan pra-Eksperimental (one group pre test-post test design). Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 Responden. Cara pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon sing rank test.
Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan tilawatil qur’an lebih dari sebagian responden mengalami nyeri ringan 20 responden (57%), setelah dilakukan pemberian tilawtil Qur’an terdapat 3 responden (8%) menjadi tidak nyeri. Dengan nilai Z= -4.675a, p= 0,000 yang nilainya lebih kecil dari taraf kesalahan (α) 0,05 maka H0 ditolak artinya terdapat pengaruh antara pemberian tilawatil Qur’an terhadap penurunan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri Pondok pesantren Darut Tauhid Kadungrejo Baureno Bojonegoro.
Untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri selain dengan obat-obatan, remaja putri bisa menggunakan cara alternatif yaitu tilawatil Qur’an.
Kata kunci : Nyeri haid, Remaja Putri, Tilawatil Qur’a
Keluarga Binaan (Kabi) Dengan Pendekatan Persaga (Perawat Sahabat Keluarga) Di Desa Sumberagusng Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Perawat Sahabat Keluarga (PerSaga) adalah program pengabdian masyarakat sekaligus menjadi metode pembelajaran yang menjadikan keluarga sebagai mitra pelaksana kegiatan, meniliki tujuan untuk memberikan pengalaman lebih banyak pada mahasiswa dalam menangani masalah kesehatan di masyarakat melalui pendekatan keluarga, memberikan pemahaman lebih pada mahasiswa tentang teori keperawatan yang sudah ada serta implementasinya dalam permasalahan nyata, mengajarkan mahasiswa untuk menjadi pribadi bermanfaat bagi masyarakat bahkan sejak dalam proses pendidikan sekaligus menumbuhkan jiwa humanis pada mahasiswa, memberi edukasi pada keluarga mitra agar mampu menjadi punggawa hidup sehat dan membantu pemerintah dalam mensukseskan program Indonesia sehat.
Tujuan umum program pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteri keluarga binaan berdasarkan pendekatan PERSAGA (Perawat Sahabat Keluarga)
Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau TIM yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Untuk mendukung keberhasilan program serta kesesuaian dengan tujuan KaBin dalam mengintegrasikan mata kuliah, beberapa teori keperawatan yang gunakan yaitu Florence Nightingle, Dorothe Oream, Marta E Ronger, Roy dan lain sebagainya.
Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai a. Proses pengkajian pada keluarga dan BHSP, b. Penyuluhan Kesehatan (Health Education), c. Pemeriksaan Kesehatan berkala, d. Pemberian Terapi Keperawatan
Program keluarga binaan merupakan salah satu trobosan dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bojonegoro. Mereka memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan derjat kesehatannya, dimulai dari status keluarga yang pra-sehat mandiri, tidak sehat hingga terjadi perubahan menjadi keluarha sehat yang mandiri.
Kata Kunci : Perawat, Sahabat Keluarga, Keluarga Binaa
Pengembangan Agrowisata Kampung Salak Berbasis Partisipasi Masyarakat Di Desa Tanjungharjo
ABSTRAK
Kawasan perkebunan salak di desa Tanjungharjo terus mengalami pengurangan akibat petambahan jumlah pemukiman penduduk serta masyarakat yang memilih meninggalkan usaha perkebunan buah salak karena harganya cenderung murah.
Pemerintah desa beserta masyarakat desa telah melakukan pengembangan agrowisata dengan obyek perkebunan dan buah salak untuk meningkatkan nilai jual tanaman salak serta memberdayakan masyarakat desa Tanjungharjo. Dengan dimotori oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang berfokus pada pengembangan wisata petik buah salak, sementara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan menjadi koordinator dalam berbagai usaha produktif masyarakat desa untuk melakukan diversifikasi produk-produk olahan buah salak.
Pengabdian kepada masayarakat untuk membantu pengembangan agrowisata buah salak di Desa Tanjungharjo dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata Program Pembelajaran dan Pemberdayaan Masayarakat (KKN-PPM) untuk melakaukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi pelaksana kepada masyarakat melalaui beberapa kegiatan seperti Sarasehan Pengembangan Agrowisata, Pelatihan Olahan Buah Salak, Pendampingan UMKM Produsen Olahan Buah salak dan pengembangan sarana dan prasanan di lokasi agrowisata.
Kata Kunci : Agrowisata, Buah Salak, Pemberdayaan Masyarakat, & Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Keluarga Binaan Metode Pmr (Progressive Muscle Relaxation) Untuk Penurunan Kadar Gula Darah
ABSTRAK
Sahabat Keluarga (PerSaga) adalah program pengabdian masyarakat sekaligus menjadi metode pembelajaran yang menjadikan keluarga sebagai mitra pelaksanaan kegiatan. Dalam program ini mahasiswa bersama dosen melakukan pendampingan pada keluarga yang telah bersedia menjadi mitra dan menjadi keluarga binaan. Keluarga akan diberikan edukasi hingga pelayanan kuratif dasar sesuai dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi dalam batas-batas kewenangan pemberian pelayanan. Intervensi keperawatan yang digunakan berbasis pada teori keperawatan yang dipilih oleh mahasiswa yang mendampingi.
Proses pendampingan keluarga binaan yang di lakukan ini dengan jadwal sembilan kali pertemuan yang di laksanakan selama hampir tiga bulan. Untuk pertemuan di minggu pertama dalam kegiatan ini adalah menerapkan konsep bina hubungan saling percaya (BHSP), kemunian memperkenalkan kelompok sera mensosialisasikan program keluarga binaan kepada masyarakat, Pertemuan minggu kedua sesuai dengan program scheduling yang telah di buat, melakukan pengkajian ke keluarga. Pertemuan minggu ketiga dilakukan kegiatan yang dilakukan yaitu pemeriksaan implementasi, dan penerapan teori keperawatan Florence dan evaluasi.
Status keluarga binaan yang didampingi merupakan keluarga tidak sehat dan kurang mandiri. Kemudian setelah kami lakukan pendampingan sebanyak 9 kali pertemuan secara intensif, sehingga terdapat adanya indikasi perubahan status keluarga binaan menjadi keluarga tidak sehat dan mandiri dibuktikan dengan keluarga mampu menjaga kebersihan diri dan lingkkungan tanpa bantuan orang lain.
Kata Kunci : Keluarga Binaan, Kadar Gula Darah, PM
Keberhasilan Komunitas Dan Keluarga Meningkatkan Status Kesehatannya
ABSTRAK
Masa globalisasi menuntut adanya perkembangan dan perubahan di segala bidang salah satu diantaranya adalah bidang kesehatan. berbagai inovasi yang dilakukan di bidang kesehatan, perubahan bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metode ilmiah, karena pada umumnya data yang dikumpulkan digunakan, kecuali untuk penelitian eksploratif, untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara observasi langsung, kuesioner (angket), dan wawancara.
Kegiatan praktik klinik keperawatan komunitas dan keluarga ini dilakukan pada tanggal 22 Mei 2017 – 16 Juli 2017 dengan berbekal materi yang telah diberikan saat pembekalan, Adapun penjelasan kegiatan tersebut sebagai berikut: Pembentukan Posko Kesehatan, Pelatihan Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar), Penyuluhan, Posyandu Balita, Kegiatan Senam Lansia, Kompres Air Hangat menggunakan jahe, Tanam Toga, Pelatihan UKS, Jalan Santai
Hasil dari praktek klinik komunitas dan keluarga ini di dapatkan Kebanyakan masyarakat dusun Kedung Banteng mengalami batuk pilek (ISPA), pegel linu (Rematoid Artritis) , dan darah tinggi (Hipertensi).
Secara garis besar keberhasilan praktik klinik keperawatan komunitas yang dilakukan oleh mahasiswa mempunyai tingkat keberhasilan 90%, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan warga tentang kebutuhan kesehatannya,
Antusiasme warga untuk meningkatkan status kesehatannya dan memandang penting kesehatan untuk kelangsungan hidupnya, hal ini di motori oleh petugas perwakilan pembimbing komunitas, Kader Kesehatan dan aparat desa sebagai penanggung jawab tertinggi.
Kata Kunci : Keperawatan Komunitas Dan Keluarg
Perbedaan Perkembangan Bayi Usia 6 – 11 Bulan Yang Diberikan Asi Eksklusif Dan Non Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Durenan Kabupaten Trenggalek Tahun 2017
ABSTRAK
Gangguan pertumbuhan bayi pada usia dini menyebabkan bayi diberikan MP-ASI terlalu dini dan ibunya tidak memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pada awal kehidupan bayi. Dari hasil studi pendahuluan pada bayi berusia 6-11 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif hampir sepenuhnya meragukan perkembangan. Jika ini terus berlanjut, bayi tidak dapat berkembang dengan baik di usia berikutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perkembangan pada bayi usia 6-11 bulan yang mendapat ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di Puskesmas kecamatan kecamatan Durenan Trenggalek tahun 2017.
Desain penelitian ini adalah studi inferensial dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah ibu dengan bayi 6-11 bulan pada bulan Oktober di Puskesmas kecamatan kecamatan Durenan Trenggalek pada tahun 2017 berjumlah 40 responden yang diambil menggunakan metode probability sampling dari jenis sistem simple random sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat bahwa distribusi frekuensi variabel independen dan dependen dan analisis bivariat menggunakan Mann-Whitney U.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden 95% yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki perkembangan yang sesuai, 5% memiliki perkembangan yang meragukan, 0% mengalami gangguan perkembangan. Sementara 20 responden diberi 40% menyusui non eksklusif memiliki perkembangan yang sesuai, 60% memiliki perkembangan yang meragukan, dan 0% mengalami gangguan perkembangan. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan perkembangan pada bayi usia 6-11 bulan yang mendapat ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di Puskesmas kecamatan Durenan Trenggalek tahun 2017.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan perkembangan pada bayi usia 6-11 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan ASI non eksklusif di Puskesmas kecamatan Durenan Trenggalek tahun 2017. Sehingga diharapkan bayi mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan hingga 2 tahun dengan makanan pendamping (MP-ASI).
Kata kunci : ASI eksklusif, ASI tidak eksklusif, pengembanga
Gerakan Komunitas Masyarakat Sadar Kesehatan (Aku Sehat)
ABSTRAK
Pola pikir sebagian masyarakat yang masih mengaitkan penyakit yang timbul sebagai akibat dari operasi Lapangan Banyu Urip, harapan bantuan -bantuan yang bersifat konsumtif serta tuntutan layanan kesehatan gratis yang bisa menimbulkan ketergantungan perlahan perlu dirubah dengan kesadaran sejak dini untuk mencegah munculnya penyakit melalui perilaku hidup bersih dan sehat dengan CERDIK serta intervensi lingkungan. Merubah perilaku memang tidak mudah dan perlu ketelatenan untuk menggugah kesadaran, tetapi secara perlahan bisa dilakukan jika kita terus menyampaikan, menyerukan dan bekerjasama dengan berbagai pihak terutama kader kesehatan dan pihak-pihak lain yang memiliki visi yang sama .
Tetapi satu hal yang perlu dipahami, dalam melakukan gerakan perubahan, kita tetap harus bisa mengakomodir harapan masayarakat dan secara perlahan memberikan edukasi agar terjadi kemandirian.
Metode pendekatan yang digunakan dalam program adalah merupakan kolaborasi dari pendekatan appreciative inquiry (AI) dan pendekatan Kesehatan dengan model Intervensi Keperawatan Komunitas. Pendekatan AI berfokus pada pencarian kekuatan dan inti positif dari komunitas termasuk keluarga untuk membangun visi yang akan dicapai bersama.
Hasil dari program yaitu : kondisi umum pengetahuan warga tentang bau sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari hasil survey yang dilakukan dimana terdapat 88 % warga memahami tentang istilah Bau, jika busuk disebut bau dan dan wangi disebut “harum”, 79% mengetahui reaksi tubuh pada saat mencium bau, 79 % mengetahui bahwa bau dari lingkungan rumah tangga seperti selokan, timbunan kotoran sapi, tumpukan jerami busuk, telur busuk, & bau solar/bensin di bengkel dapat memicu seseorang mengalami mual, pusing, muntah dll, 53 % mengetahui Jika ada bau yang khas seperti selokan, timbunan kotoran sapi, tumpukan jerami busuk, telur busuk, & bau solar/bensin di bengkel yg dalam kadar rendah, secara alami dapat dinetralisir oleh tubuh, 31 % mengetahui jika Bau seperti telur busuk secara alami diproduksi oleh tubuh di dalam usus besar, 69 % mengetahui bahwa Pertolongan pertama pada orang yang diduga terkena paparan bau yang diperkirakan berasal dari wilayah proyek adalah dengan segera memindahkan ke tempat dengan udara segar, dan memastikan bebasnya jalan napas.
Rekomendasi pihak puskesmas merasa sangat terbantu dengan adanya Tim Aku sehat karena bisa membantu menyediakan data untuk kebutuhan akreditasi dari kegiatan Keluarga Binaan yang dilakukan ditunjang dengan MoU yang telah dilakukan antara STIKes ICsada dengan Puskesmas Gayam. Keberadaan Tim Aku Sehat cukup membantu puskesmas dalam menangani kesehatan masyarakat di Desa sasaran.
Kata Kunci : Aku Sehat, Kesehatan, Masyaraka
Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Ceramah Tentang Vulva Hygiene Terhadap Perilaku Merawat Vulva Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Kelas Vii Di Smpn 1 Gondang Mojokerto
ABSTRAK
Wanita muda cenderung memiliki perilaku buruk pada kebersihan selama menstruasi. Ketika reproduksi basah dan basah, maka akan meningkatkan keasaman memfasilitasi pertumbuhan jamur. Kondisi seperti gatal pada vulva, area eksternal biasanya terjadi pada wanita muda di masa menstruasi. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pengetahuan. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu dapat menyebabkan perubahan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dalam merawat kebersihan vulva terhadap perilaku kebersihan vulva saat menstruasi pada wanita muda di kelas VII di SMPN 1 Gondang Mojokerto.
Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental One Group Pre-Post Test Design. Populasi adalah wanita muda di kelas VII di SMPN 1 Gondang Mojokerto. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan diperoleh 21 sampel wanita muda. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dengan membandingkan perilaku rata-rata memperlakukan kebersihan vulva selama menstruasi sebelum dan sesudah kuliah pendidikan kesehatan.
Hasil penelitian sebelum pengobatan (pre-test) menunjukkan nilai rata-rata 9,000 sedangkan penelitian setelah perawatan (post test) menunjukkan nilai rata-rata 14,190. Ada perubahan dalam perilaku rata-rata memperlakukan kebersihan vulva selama menstruasi wanita muda sebelum dan sesudah kuliah pendidikan kesehatan di 5.190.
Berdasarkan hasil pendidikan kesehatan dengan metode ceramah efektif untuk meningkatkan perawatan perilaku untuk kebersihan vulva selama menstruasi pada wanita muda. Kuliah pendidikan kesehatan tentang kebersihan vulva dapat digunakan sebagai salah satu cara efektif untuk memperbaiki perilaku kebersihan yang buruk selama menstruasi pada wanita muda.
Kata kunci: pendidikan kesehatan, perilaku, kebersihan vulv
Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Mentruasi Pada Remaja Putri Kelas VII Di Smp Muhammadiyah 9 Bojonegoro
ABSTRAK
Remaja putri yang sudah matang alat reproduksinya maupun hormon – hormon dalam tubuhnya akan mengalami menstruasi. Masalah fisik yang mungkin akan timbul dari perubahan perilaku remaja salah satunya terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Selain itu kesulitan lain yang timbul adalah proses perawatan diri yaitu pemenuhan diri saat menarche. Tujuan penelitia ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan perilaku personal hyegiene saat menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional. Responden dalampenelitian ini adalah remaja putri keas VII SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro sebanyak 24 siswi. Analisis yang digunakan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil Penelitian : Pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan kategori baik sebanyak 6 siswi (25,0%), cukup sebanyak 10 siswi (41,7%), kurang sebanyak 8 siswi (33,3%), sedangkan perilaku personal hyegiene tentang menstruasi dengan kategori baik sebanyak 10 siswi (41,7%) dan cukup sebanyak 14 siswi (58,3%). Hasil uji Spearman Rho didapatkan nilai p value = 0,671. Kesimpulan : Tidak ada hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan perilaku persona hyegiene saat menstruasi karena perilaku personal hyegiene saat mentruasi berdasarkan petunjuk dari orang tua tanpa mengetahui dasar atau landasan perilaku personal hyegiene tersebut harus dilakukan
Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Menstruasi, Personal Hyegiene, Remaja Putr
Pengaruh Umur Ibu Hamil Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe) Dan Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kota Kediri
ABSTRAK
Perdarahan merupakan prosentase tertinggi penyebab terjadinya kematian ibu. Dan anemia zat besi merupakan penyebab utama terjadinya perdarahan. Pencegahan anemia gizi besi dilakukan melalui pemberian tablet besi dengan dosis pemberian sebanyak 1 tablet berturut-turut minimal selama 90 hari selama kehamilan. Pada kecamatan dan Puskesmas Kota Kediri 2014, cakupan Fe1 dan Fe3 yang terendah adalah pada Kecamatan Kota, yaitu Puskesmas Kota Wilayah Selatan, dengan Fe1 sebesar 69,81% dan Fe3 sebesar 66,29%. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh umur ibu hamil dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet besi dan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kota Kediri 2016. Metode pada penelitian ini dengan observasi analitik dan rancang bangun cross sectional. Populasi pada penelitian ini 63 orang ibu hamil trimester III dan sampelnya 34 orang ibu hamil trimester III yang telah mendapatkan 90 tablet besi (Fe), dengan teknik simpel random sampling. Data diperoleh dari kuesioner, buku Kesehatan Ibu dan Anak, dan wawancara yang mendalam. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan regresi ordinal dan regresi logistik. Hasil uji didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05 untuk variabel umur ibu hamil < 20 tahun terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet besi (Fe), nilai p = 0,238 > 0,05 untuk variabel dukungan keluarga terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet besi (Fe), dan nilai p = 0,012 < 0,05 untuk variabel kepatuhan yang cukup dalam mengkonsumsi tablet besi (Fe) terhadap anemia pada ibu hamil. Semakin tinggi faktor risiko umur pada ibu hamil, maka semakin cenderung ibu hamil untuk patuh mengkonsumsi tablet besi (Fe) pada masa kehamilan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi (Fe), maka semakin tinggi pula kecenderungan ibu hamil untuk tidak terkena anemia pada masa kehamilan.
Kata kunci: Umur, Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Anemia