Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Hubungan Seks Edukasi Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja
ABSTRAK
Remaja lebih suka menyimpan dan memilih solusinya sendiri. Menurut Nurjannah (2014) hal ini dikarenakan orangtua yang dari awal sudah sangat tertutup dan tidak pernah memberikan seks edukasi kepada anaknya sejak kecil, karena orangtua merasa bahwa berbicara tentang seks kepada anak adalah hal yang tabu. Pendidikan seks usia dini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentengi anak dari perilaku seks pranikah. Dari sudut pandang kesehatan reproduksi, menghindari seks pranikah adalah cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual, dan kehamilan pada remaja yang tidak diinginkan (Sarwono, 2011).
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey analitik dengan pendekatan waktu dengan metode cross sectional. Penelitian ini menelaah hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau kelompok subjek. Untuk mengetahui korelasi antara suatu variabel dengan variabel lain tersebut diusahaakan dengan mengidentifikasi variabel yang ada pada suatu objek, kemudian diidentifikasi variabel lain yang ada pada objek yang sama dan dilihat apakah ada hubungan antara keduanya (Notoatmodjo, 2012).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian besar responden mendapat seks edukasi yang baik yaitu sebanyak 52%, responden yang mendapat seks edukasi cukup sebanyak 36%, dan sisanya sebanyak 12% respondeng dengan seks edukasi yang kurang. Responden yang mendapatkan pendidikan dengan kategori baik dapat disebabkan karena responden banyak mendapatkan seks edukasi baik dari orangtua, guru, dan media baik media cetak maupun media elektronik. Responden yang mendapatkan seks edukasi dengan kategori baik diharapkan lebih mampu menjaga dirinya dari perilaku seks menyimpang.
Kata Kunci : Remaja, Seks edukasi, Perilaku Seksua
Health Education (HE) Dalam Acara Pemeriksaan Dan Pengobatan Pada Masyarakat Dalam Program “Sahabat Pertamina”
Kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan'
Masyarakat desa kebonagung memiliki jumlah lansia yang lumayan banyak. lansia yang berada dikebon agung merupakan lansia yang jarang sekali mengikuti kegiatan posyandu lansia. kesadaran yang dimiliki lansia terhadap kesehatan belum begitu tinggi. pengetahuan terhadap kesehatan juga masih minim.Oleh karena itu lansia di daerah ini membutuhkan bantuan untuk peningkatan derajat kesehatan.
Masyarakat menjadi subyek paling penting dalam kegaiatan ini. Memandirikan masyarakat serta meningkatkan derjat kesehatan harus melalui penyadaran tentang kesehatan oleh masyarakat.
Capaian hasil yang dicapai untuk pemeriksaan kesehatan gratis sudah bagus dan berhasil dalam menangani masalah kesehatan dasar bagi masyarakat Desa Kebon agung dari awal kegiatan sampai dengan akhir kegiatan.
Koordinasi dengan panitia atau kader mengenai alokasi waktu dan tempat penyelenggaraan, jenis kegaitan tambahan lebih ditingkatkan lagi agar tidak terjadi kebosanan peserta pengobatan gratis dan Health educatio
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Model STAD Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar
ABSTRAK
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Model STAD terhadap Peningkatan Prestasi Belajar, Ratna Kusuma Astuti, Akper Insan Husada Surakarta. Strategi pembelajaran kooperatif model STAD merupakan strategi pembelajaran yang relatif baru, yang perlu diterapkan untuk diketahui efektifitasnya. Selain itu juga merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Strategi pembelajaran kooperatif pada prinsipnya adalah dengan pembentukan kelompok-kelompok kecil, yang dalam kelompok itu terdapat kerjasama antar anggota kelompok, saling berinteraksi dan diskusi dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran kooperatif model STAD terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa Akper Insan Hudasa Surakarta. Penelitian ini bersifat komparatif dengan dua sampel independent dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, didapat harga thitung = 2,29 dengan ttabel = 1,66. Harga thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara strategi pembelajaran kooperatif model STAD dengan strategi pembelajaran individual.
Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model STAD, Prestasi Belaja
Perilaku Pencegahan Covid-19 Di Lingkungan Rumah Tangga Di Desa Gadungan Tabanan Bali
ABSTRAK
Latar belakang dan tujuan: Infeksi Virus Corona merupakan penyakit menyerang sistem pernapasan. Virus ini ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Cina pada Bulan Desember 2019. Virus ini telah menyebar hampir ke semua Negara dengan sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat. WHO telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020. Vaksin untuk mencegah infeksi Covid-19 belum ditemukan. Penerapan perilaku hidup sehat merupakan salah satu upaya pencegahan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku pencegahan Covid-19 dalam tatanan rumah tangga yang meliputi: 1) penerapan PHBS 2) social distancing dan physical distancing serta 3) peningkatan imunitas tubuh.
Metode: Penelitian ini merupakan survey deskriptif menggunakan kuesioner yang dapat diakses secara online. Penelitian ini menggunakan sampel ibu rumah tangga dengan jumlah 98 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Data dianalisis secara deskriptif yang menghasilkan distribusi frekwensi variabel.
Hasil dan Simpulan: Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar rumah tangga di Desa Gadungan Tabanan Bali telah menerapkan perilaku pencegahan Covid-19 dengan baik. Namun masih ada kekurangan dalam pelaksanaan desinfektan secara berkala serta kegiatan olahraga secara rutin.
Rekomendasi: Perlu edukasi yang lebih baik kepada masyarakat agar mampu meningkatkan kegiatan desinfektan dan olahraga secara teratur untuk mencegah penularan Covid-19 di rumah tangga
Tingkatkan PHBS, Kuatkan Kemandirian Pangan Keluarga
Covid-19 (corona virus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan dapat menimbulkan gejala gangguan pernafasan akut bagi manusia. Covid-19 telah memperlihatkan dampak yang begitu luas dan berakibat bagi kehidupan manusia terhadap semua aspek kehidupan. Tingginya angka kejadiaan infeksi dan merangkak naiknya harga pangan menggerakkan STIKes ICsada Bojonegoro untuk menciptakan sebuah program yang bertujuan meningkatkan PHBS masyarakat serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah agar lebih berdaya guna.
Metode yang digunakan adalah dengan door to door namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan donasi 75 tanaman pangan dan memberikan edukasi terkait cara mencuci tangan, cara memakai masker yang benar serta donasi masker, handwash dan sanitizer kepada keluarga terdampak Covid-19.
Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini berupa edukasi kepada masyarakat terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang harus diterapkan di masa pandemi Covid-19. Selain itu juga donasi masker, handwash dan handsanitizer kepada masyrakat sebagai upaya membangun perilaku hidup bersih dan sehat. Tanaman pangan djuga diditribusikan serta diedukasikan manfaatnya yang mana tanaman tersebut akan membantu masyarakat membangun imunitas tubu
Ketahanan Pangan Dan Sadar Covid-19 Didesa Kepatihan RT 12 Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro
Tiap keluarga dan pengetahuan terkait new normal di kehidupan sehari hari dengan judul, “KETAPANG DADAR COVID-19 (Ketahanan Pangan dan Sadar Covid-19)” yang nantinya akan menjadi salah satu pilihan dalam mempertahankan ketahanan pangan dalam keluarga dan Kegiatan yang lain adalah edukasi terkait “SAMBUT NEW NORMAL” agar Masyarakat mampu meningkatkan Kesiapan dalam New Normal dan dapat melawan penyebaran COVID-19
Program yang kami rencanakan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi new normal, sesuai dengan hasil kuisioner yang telah kami berikan, sebagian besar masyarakat RT 12 belum mengetahui dan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang harus diterapkan yang sesuai dengan protokol kesehatan, khusunya dalam masa new normal ini.
Kelompok mengambil responden sebanyak 30 KK dari jumlah total 60 KK. hasil kuisioner yang kami bagikan. Sebanyak 77% masyarakat RT 12 mengetahui tentang perkembangan COVID-19. sebanyak 67% warga masih tetap melakukan sosialisasi. Sebanyak 69% warga RT 12 belum menyediakan handsinitizer dirumah atau membawanya saat berpergian.
Program “KETAPANG DADAR COVID-19” (Ketahanan Pangan dan Sadar Covid-19) yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu” dan “SAMBUT NEW NORMAL dengan Health Education Sadar Covid-19, Pembuatan Antiseptik Alami (Daun Sirih) Dan Taman Ketapang Dadar Covid-19”. Bertujuan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat untuk hidup berdampingan dengan COVID-19, tangguh di era new normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga di era new normal
Penguatan Fungsi Perawatan Kesehatan Keluarga Pendekatan Perawat Sahabat Keluarga Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Bojonegoro
ABSTRAK
Keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk atas dasar perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan (Haryanto, 2016). Dengan pendekatan keluarga di harapkan mampu menjadi garda depan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini senada dengan program kementrian kesehan RI yang menggunakan pendekatan keluarga. Pada pelaksanaan persaga di tahun ini masih belum membawa status keluarga binaan dalam status keluarga yang menjadi family centered Nursing (FCN).
Meningkatkan pengetahuan keluarga terkait penguatan fungsi perawatan kesehatan keluarga, dapat digunakan sebagai sumber atau data penduduk di daerah binaan puskesmas yang mempunyai masalah kesehatan dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menyelesaikan masalah kesehatan keluarga binaan dalam penanganan lebih lanjut.
Metode yang dilakukan adalah: dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau TIM yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Kemudian mahasiswa akan mengurus surat perijinan ke Bangkesbangpol yang akan diteruskan ke tenaga kesehatan dan kepala desa setempat. Kemudian dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan pendampingan keluarga dengan mengawal status kesehatan keluarga pre-program sampai post program. Keluarga binaan atau bisa juga disebut dengan keluarga mitra dalah unit terkecil dari masyarakat yang menjadi sasaran program sekaligus mitra program PerSaga, hal ini karena keluarga adalah pilar penyangga permasalahan kesehatan individu, keluarga merupakan tempat bergantungnya individu sepanjang hayat, keluarga adalah suport system bagi klien yang sedang sakit, keluarga adaah pusat informasi antar anggota keluarga dan keluarga juga bisa menjadi sumber penyakit.
Kegiatan yang dilaksanakan pada program keluarga binaan pengabdian pada masyarakat (abdimas) ini terdiri dari program utama berupa PHBS dalam rumah tangga, penyuluhan kesehatan (Health Education), pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi keperawatan, dan kesehatan reproduksi. Pelaksanaan KaBin ini tidak lepas dari proses Asuhan keperawatan meliputi Pengkajian, penentuan Diagnosa keperawatan, menentukan perencanaan (intervensi), implementasi dan evaluasi.
Kata Kunci : Pengutan, Fungsi Perawat, Keluarg
Pengaruh Self Help Group Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Klien Skizofrenia Di Poli Jiwa Puskesmas Kalitidu
ABSTRAKDiera perkembangan jaman saat ini, beberapa keluarga dihadapkan dengan permasalahnatentang adanya angggota keluarga yeng mengaami gangguan jiwa, tak jarang keluarga tidakmengetahui bagaimana merawat angota keluarga dengan gangguan jiwa. Self help group padakeluarga dengan gangguan jiwa perlu dilakukan untuk membantu keluarga mengatasipermasalahannya yang diselesaikan bersama dalam kelompok. Manfaat yang didapatkan padaterapi ini adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan keluarga tentang Skizofrenia. Peningkatanpengetahuan ini akan berdampak terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klienSkizofrenia..Desain penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one grouppre-posttest design. Sampel pada penelitian ini adalah keluarga penderita Skizofrenia di PKU JiwaKalitidu yang berjumlah 32. . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisisdengan menggunakan uji Wolcoxon sign dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi responden sebelum dan sesudah dilakukanintervensi dengan self help group pada kemampuan merawat dengan nilai uji wilcoxon sebesar0,001 yang berarti ada pengaruh dari intervensi self help group dengan merawat keluarga dengangangguan jiwa.Kata Kunci : Self Help Group, Kemampuan Merawat, Skizofreni
OMAH GENTING (Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil Guna Menciptakan Generasi Bebas Stunting)
Kasus stunting merupakan masalah yang serius yang harus ditangani. Anak yang mengalami stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan akan menggangu tahapan pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam prosesnya, periode kritis pertumbuhan yaitu dalam seribu hari pertama kehidupan, dari masa kehamilan sampai dengan usia anak 2 tahun. Perlu adanya optimalisasi kesehatan ibu hamil guna menciptakan generasi bebas stunting.
Metode pelaksanaan program dengan melakukan pencarian data ibu hamil, dan melakukan pemeriksaan TD. Intervensi yang diberikan berupa edukasi tentang nutrisi bagi ibu hamil dan yaitu mengajarkan senam hamil melalui pendampingan ibu hamil dan demonstrasi. Hasil yang didapatkan sebanyak 12 ibu hamil yang diberikan intervensi senam hamil, sebanyak 9 ibu mau melakukannya secara rutin setiap seminggu sekali yaitu sebanyak 75%, dan sisanya mengaku masih takut sebanyak 3 ibu hami, serta meningkatnya pengetahuan ibu tentang tujuan dan manfaat senam hamil.
Respon yang didapatkan dari pelaksanaan program antara lain minat dan antusiasme ibu untuk mengikuti kegiatan senam hamil, rasa ingin tahu ibu bagaimana melakukan senam hamil, keinginan ibu agar janin yang dikandungnya sehat dan proses persalinannya lancar. Beberapa kepercayaan yang menghambat ketercapaian program antara lain tidak boleh “kakean polah awak lan sikile” atau banyak tingkah banyak gerakan badan dan kakinya nanti bisa keguguran
Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pengobatan Komplementer Akupuntur Di Praktik Perawat Mandiri Latu Usadha Abiansemal Badung
ABSTRAK
Latar belakang: Terapi komplementer merupakan suatu bentuk terapi non konvensional sebagai suatu bentuk pengobatan yang berasal dari berbagai sistem, modalitas dan praktik pelayanan kesehatan yang berdasarkan pada teori dan kepercayaan. Pengobatan non konvensional seringkali berhasil ketika pengobatan konvensional tidak berhasil serta memiliki efek samping yang ringan yang dapat merugikan pasien. Akupuntur merupakan salah satu terapi komplementer sebagai upaya untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Akupuntur adalah suatu cara pengobatan dengan menusukkan jarum ke titik akupuntur tubuh. Dalam merencanakan dan mengidentifikasi asuhan yang dibutuhkan oleh pasien, perlu dikaji lebih dalam, bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan komplementer akupuntur.
Tujuan: mengetahui bagaimana terbentuknya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan komplementer akupuntur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam. Pengumpulan data dilaksanakan pada Bulan Maret-Mei 2020. Informan dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukan terapi komplementer akupuntur dengan jumlah 10 orang. Informan dipilih secara acak (randomisasi). Untuk menilai pengalaman informan, peneliti menggunakan skala likert.
Hasil dan Pembahasan: Sebagian besar informan memiliki pengalaman yang sangat baik terhadap pengobatan akupuntur. Faktor internal yang berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat dalam melakukan pengobatan komplementer akupuntur: kepercayaan/tradisi, persepsi dan pengetahuan. Faktor eksternal: ekonomi, kebudayaan, pekerjaan, penghasilan dan dukungan keluarga.
Kesimpulan dan Saran: Upaya promosi dan pengembangan pelayanan kesehatan komplementer akupuntur bisa dilakukan lebih efektif dan inovatif, sehingga masyarakat dapat memilih pelayanan kesehatan yang diinginkan.
Kata Kunci : Akupuntur, Kepercayaan Masyarakat, Komplemente