Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Keluarga Binaan (Kabi) Dengan Pendekatan PERSAGA (Perawat Sahabat Keluarga) Berdasarkan Teori Florence Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia yang sehat maka pendekatan PERSAGA menjadi fokus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Dengan harapan, keluarga menjadi cerdas dengan mengetahui proses penyakit dan sehat dengan mengaplikasikan PHBS, serta mapu memodifikasi lingkungan dalam kehidupan keluarganya.
program pengabdian pada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan di keluarga dengan melakukan pendampingan pada keluarga yang memenuhi kriteri keluarga binaan berdasarkan pendekatan PERSAGA (Perawat Sahabat Keluarga), keluarga mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait masalah kesehatan sekaligus mendapatakan pendampingan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga.
Pendampingan keluarga binaan di lakukan di desa Sumberagung kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro. Keluarga yang akan didampingi sejumlah 8 keluarga binaan. Pelaksanaan pendampingan keluarga binaan akan dilaksanakan berdasarkan Planning Of Action yang telah dibuat. Dosen bersama mahasiswa akan mengunjungi keluarga binaan sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati sebelumnya.
Definisi ilmu keperawatan Florence dalam kaitannya praktik keperawatan menunjukkan bahwa perawat memiliki tugas utama sebagai pemberi asuhan keperawatan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan pasien dan tidak bergantung pada orang lain menjadi mandiri. Perawat dapat membantu pasien beralih dari kondisi bergantung (dependent) menjadi mandiri (independent) dengan mengkaji, merencanakan, mengimplemntasikan serta mengevaluasi keempat belas komponen penanganan perawatan kebutuhan dasar.
Kata Kunci : PERSAGA, Lingkungan, PHBS
SAMA RASA DEBAR (Sehat Bersama Masyarakat Sadar Demam Berdarah)
ABSTRAK
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan menimbulkan dampak yang cukup luas. Banyak faktor yang menjadi pemicu meningkatnya angka kejadian DBD hingga dapat berdampak pada KLB (Kejadian Luar Biasa). Kondisi ini patut mendapatkan perhatian serius mengingat Indonesia merupakan salah satu endemic DBD. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pengendalian vector yang dilaksanakan bersama masyarakat.
Program ini memberikan pendampingan terhadap keluarga dengan pemberian edukasi terkait DBD. Dengan menggunakan metode pendampingan pada keluarga dengan pendidikan kesehatan pencegahan demam berdarah ini, kegiatan yang dilakukan ditingkat keluarga ini telah meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta keterampilan keluarga dalam memahami DBD dan upaya pencegahannya. Hasil yang dicapai dapat meningkatkan status kesehatan keluarga. Hasil dari kegiatan ini antara lain meningkatnya pengetahuan dan keterampilan keluarga terkait pencegahan DBD dan terkait upaya pemeliharaan kesehatan keluarga.
Kata Kunci : Masyarakat, Sadar, DBD  
Aktivitas Masyarakat sehat dan Mandiri berbasis tanaman obat keluarga ”AMARTA”
ABSTRAK
Salah satu upaya membangun sistem kesehatan nasional dapat dilakukan secara tradisional dan alami. Upaya ini dapat dilakukan di keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan taman obat keluarga (TOGA). Pemanfaat toga dapat dimanfaatkan sebagai upaya promotiv dan preventif yang dapat difokuskan untuk peningkatan daya tahan tubuh dan pencegahan penyakit. Diperlukan adanya pendampingan dari pre hingga post program agar masyarakat memahami bagaimana pemanfaatan toga untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian keluarga.
Hasil yang didapatkan dari program pendampingan ini antara lain meningkatnya kesadaran keluarga terkait tanaman toga dan bagaimana pemanfaatnya dalam upaya preventif. Dengan meningkatkan aspek pengetahuan dan kemandirian keluarga ini berdampak pada peningkatan status kesehatan keluarga.
Kata Kunci : Sehat, Mandiri, Toga  
Karakteristik Ibu Nifas Tentang Perawatan Payudara Di Bpm Umi Lestari Cw, A.Md.Keb Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Perawatan payudara bertujuan untuk memelihara kebersihan payudara agar terhindar dari infeksi, meningkatkan produksi ASI dengan merangsang kelenjar-kelenjar air susu melalui pemijatan, mencegah bendungan ASI, menguatkan puting.
Perawatan payudara pada ibu menyusui dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore sejak hari kedua pasca melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu nifas tentang perawatan payudara di BPM Umi Lestari CW, A.Md.Keb Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden sebagian besar responden memiliki karakteristik dalam kategori cukup, yakni sebanyak 12 orang (53,9%), karaktreistik dalam kategori baik sebanyak 10 orang (30,3%) dan karakteristik dalam kategori kurang sebanyak 8 orang (15,7%).
Kata Kunci : Ibu Nifas, Perawatan Payudar
COTTA “Communication Of Therapeutic” Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dengan Pendekatan Komunikasi Terapeutik
Keluarga merupakan bagian/unit terkecil dari suatu masyarakat yang menjadi pilar utama pembangunan kesehatan di Indonesia yang secara rinci harus memperhatikan aspek fungsi dan perannya dalam implementasi tugasnya, sehingga didalamnya akan timbul sistem ikatan untuk saling mempengaruhi dan menjaga (Abidin, 2019). Pelayanan kesehatan yang mengedapankan mutu hendaknya sudah sewajarnya di bangun dengan pondasi yang kuat yakni bersumber dari komunikasi yang efektif untuk mencipatkan kondisi terapeutik yang mempunyai kemanfaatan yang nyata.
Model pendekatan kesehatan keluarga merupakan integrasi dari teori sistem, teori perkembangan keluarga, dan teori struktural fungsional sebagai teori-teori utama yang merupakan dasar dari model untuk melihat kemampuan kesehatan keluarga (Ali, 2010). keluarga dengan dibekali keilmuan kesehatan dasar diharapkan mampu mengenal dan memberikan tindakan sesuai dengan kriteria kesehatan dasar keluarga.
Mengingat besarnya peranan keluarga dalam membangun Indonesia sehat yang berkemajuan, maka pendekatan model Friedman menjadi focus pengabdian masyarakat pada kegiatan ini. Dengan harapan, keluarga menjadi cerdas akan pengetahuan kesehatan dan lebih sadar serta mawas diri dengan mengedepankan upaya kesehatan yang kooperatif antar anggota berbasis komunikasi yang terapeutik dengan wujud salaing support antar anggotanya keluarga
Pengaruh Senam Aerobik Low Impact Terhadap Perubahan Tekanan Darah Lansia Hipertensi
ABSTRAKOrang lanjut usia seringkali mengeluhkan masalah kesehatannya, salah satu keluhanadalah tekanan darah yang tinggi atau yang disebut Hipertensi. Hipertensi merupakanpeningkatan tekanan darah >140/90 mmHg. Hipertensi yang tidak terkontrol dapatmennyebabkan stroke dan gagal jantung. Aktivitas fisik pada lansia dapat membantumenurunkan hipertensi, salah satunya adalah senam. Pengobatan non-farmakologis denganmelakukan senam aerobik low impact merupakan salah satu alternatif pengobatan Hipertensikarena karena akan terjadi rileksasi dan dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darahsehingga tekanan darah menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhsenam aerobik low impact terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi diPosyandu Lansia Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro.Jenis penelitian adalah Pra eksperimental dengan rancangan penelitian one grup pretestposttest. Penelitian dilakukan di Posyandu Lansia Dusun Mlaten Desa Campurejo KabupatenBojonegoro. Subjek penelitian adalah lansia di posyandu lansia di Desa Campurejo yangmengalami hipertensi sebanyak 30 orang. Teknik sampling dengan purposive sampling.Instrument yang digunakan yaitu Spignomanometer dan stetoskop. Analisa data menggunakanuji t berpasangan (paired t test).Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Tekanan darah sistole sebelum senam aerobiklow impact rata-rata dengan tekanan darah 162,19 mmHg dan diastole dengan rata-ratatekanan darah 92,09 mmHg. Tekanan darah sistole setelah senam aerobik low impact rata-ratadengan tekanan darah 155,91 mmHg dan diastole dengan rata-rata tekanan darah 88,31mmHg. Hasil uji analisis dengan paired t test didapatkan nilai asymp. Sig (2-tailed) 0,000 (p<0,05) untuk tekanan darah sistolik dan 0,000 (p <0,05) untuk tekanan darah diastolik.Pemberian senam Aerobic Low Impact efektif terhadap penurunan tekanan darah lansiaHipertensi di posyandu lansia di Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro.Kata Kunci : Hipertensi, Tekanan Darah, Senam aerobik low impact, Lansi
Pengalaman Masyarakat Sebagai Penolong Awam Dalam Memberikan Pertolongan Kepada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAKFenomena pemberian pertolongan pertama di tempat kejadian pada korban kecelakaan lalu lintas jarang dilakukan langsung oleh petugas kesehatan ataupun masyarakat sekitar lokasi kejadian sebagai orang yang terlatih. Orang awam yang sering dijumpai dan memberikan pertolongan pertama adalah Masyarakat.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi makna pengalaman masyarakat sebagai orang awam dalam menolong korban kecelakaan Lalu lintas di Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi intepretatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dengan panduan wawancara semi terstruktur yang melibatkan empat partisipan.Hasil penelitian ini mendapatkan 3 tema : (1) Menolong Korban Dengan Semampunya (2) Merasakan ketakutan saat menolong korban (3) Berharap adanya kerjasama dengaan tim penolong dalam menjalankan system pertolongan korban kecelakaan.Kesimpulan penelitian ini yaitu masyarakat mengharapkan adanya kerja sama tim penolong dalam menjalankan system pertolongan korban kecelakaan. pelatihan serta kemudahan dalam menghubungi petugas sangat diharapkan oleh masyarakat untuk menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas dengan kemampuan yang lebih baik.Kata Kunci : Orang Awam, Menolong, Masyarakat, Korban, Kecelakaa
Penguatan Kesadaran Kesehatan Berbasis Masyarakat
ABSTRAK
Program Penguatan Kesadaran kesehatan berbasis masyarakat (Sahabat) merupakan program yang ditujukan untuk melakukan penanganan gangguan kesehatan terkait kondisi teknis lapangan sukowati dengan melibatkan masyarakat. Fokus utama yang akan di tangani ada empat hal yaitu (1)monitoring kondisi cuaca guna menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, (2) Layanan ganguan Kesehatan masyarakat terkait kondisi teknis lapangan sukowati, (3) Penggunaan Mobil layanan Kesehatan dan (4) meningkatkan pilar desa sehat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di sekitar operasi PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.
Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga. Survey Gallop dan Gallop pada tahun 1985 memastikan bahwa saat berhubungan denga masalah kesehatan, kebanyakan individu mendapatkan bantuan lebih banyak dari keluarga mereka daripada sumber lainnya, bahkan dokter yang menangani mereka sekalipun (Setyowati & Murwani, 2018).
Dalam program penguatan kesadaran kesehatan berbasis Masyarakat mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus yang diantaranya adalah Melakukan penanganan (pertolongan pertama) gangguan kesehatan terkait kondisi/ kendala teknis lapangan sukowati, Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Melakukan penanganan gangguan kesehatan terkait kondisi/ kendala teknis Sukowati Field sesuai SOP (standar operational prosedur) Menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan kemandirian dalam menangani masalah kesehatan dasar keluarga, Menumbuhkan kesadaran hidup sehat masyarakat dengan layanan kesehatan dari aspek Promotif, preventif dan kuratif dasar
Dari rangkaian program penguatan kesadaran kesehatan berbasis masyarakat dapat dilihat terdapat beberapa kegiatan yang diantaranya yaitu 1. Pemeriksaan pengobatan masyarakat 2. Health education 3. Pemanfaatan mobil layanan kesehatan, dan ada kegiatan partisipatif desa diantaranya yaitu membantu kegiatan posyandu balita, membantu kegiatan posyandu lansia,serta membantu kegiatan kesehatan lainnya seperti Outbreak response immunization, Membanyu merujuk, membantu kegiatan PIS PIK serta membantu pelaksaan kelas ibu hamil.
Kata Kunci : Keluarga Binaan, sahabat keluarga, Florence Nightingal
Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Tingkat Interaksi Sosial Lansia Di Panti Wredha Sultan Fatah Demak
ABSTRAK
Latar Belakang : usia yang semakin tua pada lansia akan diikuti dengan perubahan interaksi sosial. Perubahan interaksi sosial lansia menimbulkan keterbatasan dalam berhubungan dengan orang lain dan mempengaruhi kepuasan dalam hidup. Perubahan interaksi sosial tersebut dipengaruhi pula oleh pengalaman tipe kepribadian dimasa mudanya yaitu tipe kepribadian tertutup ataupun terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Tingkat Interaksi sosial pada Lansia di Panti Wredha Sultan Fatah Demak.
Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 30 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisa penelitian menggunakan Chi Kuadrat.
Hasil : sebagian besar lansia mempunyai tipe kepribadian introvert yaitu 16 responden (53,3%), dan sebagian kecil lansia mempunyai tipe kepribadian ekstrovet yaitu 14 responden (46.7%). Sebagian besar lansia memiliki tingkat interaksi sosial kurang sebanyak 18 responden (60 %) dan tingkat interaksi sosial baik sebanyak 12 responden (40%) dengan nilai p-value 0,024 (p<0.05).
Kesimpulan : Ada Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Tingkat Interaksi sosial pada Lansia di Panti Wredha Sultan Fatah Demak. Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut memberikan informasi umum yang berkaitan dengan hubungan tipe kepribadian dengan bagaimana lansia dalam berinteraksi sehingga dapat merumuskan intervensi yang tepat dalam meningkatkan interaksi sosial lansia sesuai dengan tipe kepribadiannya
Kata Kunci : Interaksi Sosial, Kepribadian, Lansi
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Gianyar Bali
ABSTRAK
Penurunan prevalensi stunting balita merupakan tujuan yang pertama dari enam tujuan dalam Target Nutrisi Global untuk tahun 2025. Program pemerintah dalam penanggulangan masalah gizi pada balita sudah cukup banyak dan terstruktur. Namun, pada kenyataannya kasus kejadian balita stunting masih banyak dijumpai. Pada Kabupaten Gianyar terdapat 22,2% balita stunting, dan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi pilot project penanganan stunting di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam determinan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Gianyar, Bali ditinjau dari faktor presdiposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Pengumpulan data dilaksanakan pada Bulan Mei-Juni 2020. Subyek penelitian ini adalah 8 pengasuh balita (usia 6-60 bulan) dan balita (usia 6-60 bulan) yang memiliki z-score TB/U di bawah -2SD di Kabupaten Gianyar. Proses analisis data menggunakan analisis data tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah adalah faktor pendorong (pengetahuan ibu, pemberian ASI Eksklusif), faktor pemungkin (ketersediaan dana, ketersediaan pangan keluarga), faktor penguat (dukungan keluarga).
Semua petugas kesehatan agar memberikan informasi yang memadai mengenai pentingnya gizi pada balita sedini mungkin. Pemberian informasi dapat diberikan melalui penyuluhan kepada remaja, ibu-ibu selama hamil, nifas dan saat menyusui sewaktu ibu kunjungan ANC, mengikuti kelas ibu hamil, datang ke pusling, dan pada waktu ibu berkunjung ke posyandu.
Kata Kunci : Determinan, Stunting, Gianya