Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Pengaruh Karakteristik Diri Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Penularan Corona Virus Disease 2019
ABSTRAK
Dunia saat ini sedang dilanda pandemi penyakit baru yaitu Corona Virus Disease 2019 yang lebih dikenal dengan istilah COVID-19. Penyakit baru ini pada tahap ringan menyebabkan flu namun pada kasus yang lebih berat akan menjadi penyakit yang parah yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-COV). Ibu hamil adalah salah satu kelompok yang beresiko tinggi tertular. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh karakteristik diri ibu (usia, pendidikan dan pekerjaan) terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan penularan COVID-19.
Penelitian ini menggunakkan jenis analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 46 ibu hamil di desa Leran kecamatan Manyar kabupaten Gresik. Beradasarkan hasil uji parsial regresi logistik berganda didapatkan hasil usia memiliki pengaruh terhadap pemahaman ibu sebesar 0,013, pendidikan sebesar 0,000 dan pekerjaan 0,032 Sementara hasi uji simultan regresi logistik berganda didapatkan bahwa usia, pendidikan dan pekerjaan secara bersama – sama tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan ibu. Pengetahuan ibu adalah sesuatu yang perlu untuk diperhatikan karena usia yang matang, pendidikan yang tinggi dan pekerjaan yang mapan tidak menjamin seseorang untuk beperilaku sehat dengan selalu menjaga kebersihan dan pola makan agar kehamilan aman dan sehat.
Kata Kunci : Karakteristik diri, pengetahuan, ibu hamil, pencegahan, COVID-1
Hubungan Kualitas Skenario Dengan Keefektifan Diskusi Kelompok Pada Metode Problem Based Learning Di FIK UNISSULA
ABSTRAK
Latar Belakang: PBL merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan berkelompok & kolaboratif, terdapat seorang tutor dan skenario sebagai pencetus diskusi. Faktor penting PBL kualitas skenario, kinerja tutor yang berpengaruh terhadap keefektifan diskusi kelompok & berdampak pada pencapaian hasil belajar.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 95 responden.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh dari 95 responden, sebagian besar memiliki karakteristik jenis kelamin perempuan dengan persentase 86,3%, kualitas skenario dengan kategori cukup baik 63,2%, & keefektifan diskusi dengan kategori baik 51,6%. Pada kualitas skenario dengan keefektifan diskusi p-value 0,000 dengan keeratan hubungan kuat (0,618) serta arah hubungan positif.
Kesimpulan dan Saran: Penelitian ini didapatkan ada hubungan kualitas skenario dengan keefektifan diskusi kelompok pada metode belajar PBL di FIK Unissula. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kualitas skenario yang dinilai cukup oleh mahasiswa perlu diperbaiki atau ditingkatkan dan juga mahasiswa ditingkatkan belajarnya agar diskusi berjalan dengan efektif & dapat mencapai keberhasilan belajar
Efikasi Diri Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Dengan Luka Kaki Diabetik : Studi Korelasi
ABSTRAK
Latar Belakang: Angka kejadian diabetes mellitus selalu mengalami peningkatan secara dramatis setiap tahunnya. Salah satu komplikasi yang dapat dialami oleh pasien DM adalah Luka Kaki Diabetik. Angka harapan hidup pasien Luka Kaki Diabetik yang diamputasi adalah 16%. Berbagai resiko lain yang dapat dialami adalah penurunan kualitas hidup bahkan kematian. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien luka kaki diabetik adalah efikasi diri.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien dengan Luka Kaki Diabetik.
Metode: Kuantitatif Korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 62 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Intstrumen yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri dan kualitas hidup. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square.
Hasil: Hasil peneltian menunjukkan bahwa jumlah penderita pasien Luka Kaki Diabetik lebih banyak dialami oleh perempuan dan berusia sekitar 45-59 tahun. 51% pasien Luka Kaki Diabetik memiliki efikasi diri yang baik dan 54% memiliki kualitas hidup yang baik. Ada hubungan secara statistic antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien dengan luka kaki diabetik dengan p value 0.002.
Kesimpulan : semakin baik efikasi diri maka semakin baik juga kualitas hidup pasien dengan luka kaki diabeti
Pelatihan KADER Kesehatan Tentang Terapi Thought Stopping Untuk Mengatasi Kecemasan Di Dusun Wonosari, Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang
ABSTRAK
Dusun Wonosari merupakan salah satu dusun yang yang terletak di Desa Pandansari Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Posyandu dikelola oleh Kader kesehatan yang merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan. Para Kader tersebut telah mendapatkan pelatihan dari Puskesmas Poncokusumo, namun pelatihan yang didapatkan tersebut berfokus pada seputar peningkatan dan pencegahan masalah kesehatan secara fisik pada balita dan lansia. Pada periode sebelumnya telah dilakukan pelatihan kader tentang Pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) supaya menjadi kader yang tanggap terhadap pandemi Virus corona (Covid-19). Pada saat pelatihan tersebut beberapa kader mengungkapkan bahwa ada beberapa warga masyarakat yang mengalami kecemasan karena beberapa hal, misalnya karena pemberitaan mengenai Covid-19. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengatasi kecemasan, diantaranya adalah thought stopping. Terapi ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah mendapatkan pelatihan dari perawat. Terapi ini berupa pemutusan pikiran-pikiran negatif yang dapat menyebabkan kecemasan. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3x pertemuan secara daring dengan media power point, materi, leaflet, dan youtube yang dikirim melalui pesan singkat whatsapp. Sebelum kegiatan pelatihan, dilakukan pre test secara online untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader kesehatan di Dusun Wonosari, Desa Pandansari sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Hasil pre test didapatkan nilai rata-rata 4,92, sedangkan hasil post test adalah 6,02. Perubahan hasil rata-rata dari pre dan post test ini menunjukkan adanya penambahan pengetahuan pada kader kesehatan Dusun Wonosari yang telah diberikan pelatihan terapi thought stopping secara online
Demonstrasi First Aid Pada Polisi Untuk Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
ABSTRAK
Latar belakang : Prehospital care merupakan pelayanan yang dilakukan oleh perawat ambulan di luar rumah sakit pada keadaan gawat darurat baik trauma maupun non trauma. Salah satu contoh penyebab kejadian gawat darurat adalah kecelakaan lalu lintas. Penolong korban kecelakaan yang sering dijumpai dan memberikan first aid adalah petugas kepolisian. Akan tetapi keterampilan petugas kepolisian dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan masih dipertanyakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan polisi dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas.
Desain pra eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest design. sample yang diambil sebanyak 50 responden dengan Teknik non probability sampling yaitu purposive sampling.
Hasil penelitian menyatakan bahwa sebelum diberikan demonstrasi first aid menunjukkan responden yang memiliki keterampilan cukup yaitu 50 responden (100%). setelah dilakukan demonstrasi first aid sebagian besar responden setelah dilaksanakan demonstrasi memiliki keterampilan cukup yaitu 35 responden (70%) dan 15 responden (30%) memiliki keterampilan baik. Berdasarkan uji Wilcoxon signed ranks test nilai signifikansi yang diperoleh adalah Sig. 0.000.
Kesimpulannya bahwa ada pengaruh demonstrasi first aid pada polisi lalu lintas untuk penanganan korban kecelakaan lalu lintas.
Kata Kunci : Polisi, Kecelakaan, Pertolongan Pertam
Analisa Karakteristik Guru Anak Tunagrahita Terhadap Pandangan “Sexuality Readiness Programm”
ABSTRAK
Latar Belakang: Anak merupakan investasi masa depan dimana banyak ditemukan hambatan dalam proses tumbuh kembangnya, salah satunya adalah anak tunagrahita. Anak penyandang tunagrahita memiliki hambatan sosial terhadap lingkungan sekitarnya Anak muda membutuhkan informasi yang akurat mengenai kebutuhan seksualitasnya begitupula anak dengan keterbatasan (tunagrahita). Guru yang pernah mengikuti pelatihan kesehatan reproduksi masih sangat sedikit (2,8%), menurut informasi guru materi kesehatan reproduksi hanya diberikan pada pelajaran lain.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik guru retardasi mental, khususnya usia dan lama kerja guru terhadap pandangan guru tentang “program kesiapan seksualitas” .
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode total sampling yang dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2020. Subjek penelitian adalah 40 guru di Bantul DIY.
Hasil: Mayoritas responden berusia 26-45 tahun. Pada karakteristik Lama mengajar meenunjukkan 40% guru menyatakan mengajar kurang dari 10 tahun. Hasil analisis menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan bahwa hubungan antara usia guru terhadap pandangan tentang program kesiapan kesehatan reproduksi adalah p = 0,166, dan lama kerja guru adalah p = 0,539.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dan lama bekerja terhadap pandangan guru SLB “program kesiapan seksualitas” .
Kata Kunci : Usia Guru, Lama Bekerja Guru, Pandangan Guru, Anak Tuna Grahit
Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Tingkat Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Dengan Dabetes Mellitus : Literature Review
ABSTRAK
Latar belakang: penderita diabetes melitus terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Laporan menunjukkan bahwa terapi pijat merupakan terapi komplementer yang digemari di indonesia serta memiliki banyak manfaat.
Tujuan: menggali lebih dalam mengenai pengaruh terapi pijat terhadap tingkat kadar glukosa darah pada pasien dengan diabetes melitus.
Metode: Pencarian artikel dilakukan menggunakan Science Direct, Medline, Google Search dan Pro Quest untuk menemukan artikel sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan penulis dianalisis, ditentukan level dari evidancenya, diekstraksi kemudian disintesis.
Hasil: terapi pijat secara signifikan mampu mengontrol kadar glukosa darah pada pasien anak-anak dengan diabetes melitus P value < 0,0001. Faktor yang mempengaruhi pasien menggunakan pengobatan komplementer adalah gender dengan P value = 0.049, pemasukan rumah tangga P= 0.048 dan frekuensi kontrol gula darah P= 0.036. Swedish massage terbukti efektif memberikan efek penurunan kadar glukosa darah pada anak dengan DM nilai P =0.00. sampel menggunakan pengobatan herbal mencapai 100%. Intervensi mind body 94,2%. 100%. Sampel mempercayai bahwa obat herbal dapat menurunkan kadar glukosa darah dan dapat mengatasi gejala DM 35,7%. Terdapat signifikansi kadar glukosa darah dan laktat sebelum dan sesudah pijat dengan nilai P<0.05. Terdapat penurunan level ansietas dan glukosa darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pijat dengan nilai P 0.00.
Kesimpulan: terapi pijat merupakan terapi komplementer yang digemari. Hasil penelitian belum dapat digeneralisasi. Perlu dilakukan penelitian lanjuta
Karakteristik Dan Persepsi Ibu Balita Tentang Pemanfaatan Buku KIA Sebagai Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita Di Masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru
ABSTRAK
Tatanan hidup baru selama pandemi COVID-19 juga berdampak pada pelayanan kesehatan untuk balita terutama dalam hal pemantauan deteksi dini tumbuh kembang balita. Pemanfaatan buku KIA sebagai deteksi dini tumbuh kembang balita menjadi hal yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan persepsi ibu balita tentang pemanfaatan buku KIA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 124 responden di kota Denpasar menggunakan analisis uji Chi Square. Hasil Penelitian menunjukkan karakteristik umur responden paling banyak umur 26-30 tahun (36,3%), jumlah anak 1 (42,8%), pendidikan menengah (52,4%) dan tidak bekerja (33,1%). Sebagian besar responden memiliki persepsi yang positif (77.4%) serta mampu memanfaatkan buku KIA sebagai deteksi dini tumbuh kembang balita dengan baik (74,2%). Terdapat hubungan antara karakteritik umur (p=0,075) jumlah anak (p<0,001), pendidikan (p=0,001) dan persepsi (p=0,02) dengan pemanfaatan buku KIA, sedangkan karakteristik pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan pemanfaatan buku KIA sebagai deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan (p=0,131). Ibu yang memiliki balita diharapkan menggunakan buku KIA dengan optimal sebagai deteksi dini tumbuh kembang balita agar kedepannya perkembangan anak tidak terhambat
Perilaku Penggunaan Smartphone, Gaya Hidup, Dan Lingkungan Fisik Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Yang Buruk Pada Remaja
ABSTRAK
Kebutuhan tidur yang seringkali terabaikan justru merupakan kebutuhan yang penting yang dapat mempengaruhi pemikiran, perilaku, dan kesejahteraan emosional remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku penggunaan smartphone, gaya hidup, lingkungan fisik dengan kualitas tidur yang buruk pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik: cross sectional. Penelitian dilakukan di STIKES dr.Soebandi Jember. Sampel penelitian ini sebanyak 115 remaja dengan teknik sampling: simple random sampling. Variabel independen yaitu perilaku penggunaan smartphone, gaya hidup, dan lingkungan fisik. Variabel dependen adalah kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu tidak ada perbedaan rata-rata kualitas tidur yang buruk pada remaja dengan perilaku penggunaan smartphone < 2 kali, 2-4 kali, 5-6 kali, dan > 6 kali/hari, tidak ada perbedaan rata-rata kualitas tidur yang buruk antara remaja yang lingkungan fisiknya baik dengan remaja yang lingkungan fisiknya kurang baik, serta ada perbedaan rata-rata kualitas tidur yang buruk antara remaja yang gaya hidupnya baik dengan remaja yang gaya hidupnya kurang baik. Rata-rata kualitas tidur yang buruk pada remaja dengan gaya hidup kurang baik lebih tinggi daripada rata-rata kualitas tidur yang buruk pada remaja dengan gaya hidup baik. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya mempertahankan gaya hidup yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya dengan mempertahankan gaya hidup yang baik, nilai kualitas tidurnya lebih mendekati batas bawah nilai kualitas tidur yang buruk. Remaja sebaiknya mampu memiliki gaya hidup sehat dengan meminimalkan konsumsi kafein, tidak merokok, serta mengurangi makan berlebih sebelum waktu tidur malam
Aplikasi Teori Keperawatan Virginia Handerson Dengan Pendekatan Perawat Sahabat Keluarga Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Bojonegoro
ABSTRAK
Perawat Sahabat Keluarga (PerSaga) adalah program pengabdian masyarakat sekaligus menjadi metode pembelajaran yang menjadikan keluarga sebagai mitra pelaksana kegiatan. Dalam program ini mahasiswa bersama dosen melakukan pemdampingan pada keluarga yang telah bersedia menjad mitra dan menjadi keluarga binaan. Keluarga akan di berikan edukasi hingga pelayanan kuratif dasar sesuai dengan permasalah kesehatan yang di hadapi dalam batas-batas kewenangan pemberian pelayanan.
Memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau TIM yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Program atau kegiatan yang diberikan menyesuaikan dengan hasil pengkajian yang didapat oleh mahasiswa sebagai TIM. Kemudian akan dilakukan evaluasi dari kegiatan serta akan dilakukan follow up kegiatan.
Beberapa permasalahan yang telah ditemukan meliputi PHBS dalam rumah tangga yang kurang, dan kasus kesehatan baik penyakit menular dan tidak menular. Adapun beberapa program yang telah direncanakan untuk menangani masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga diantaranya melaksanakan implementasi pencegahan promotif dan preventif. Untuk mendukung keberhasilan program serta kesesuaian dengan tujuan penguatan fungsi perawatan kesehatan keluarga dalam mengintegrasikan mata kuliah, beberapa teori keperawatan yang gunakan yaitu Freadman, Florence Nightingle, Dorothe Oream, Calista Roy.
Program keluarga binaan merupakan salah satu trobosan dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bojonegoro. Terbukti pada keluarga binaan yang berada di Desa Sumberagung, terdiri dari Dusun Glonggong dan Dusun Parengan. Mereka memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan derjat kesehatannya.
Kata Kunci : Perawat Sahabat Keluarga, Teori Keperawatan, Desa Binaa