Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Konsumsi Makanan Cepat Saji Pada Remaja Di Surabaya
ABSTRAK
Tingkat kesibukan masyarakat membuat masyarakat menyukai sesuatu yang praktis, termasuk dalam pemilihan makanan. Makanan cepat saji sangat mudah di jumpai sehingga banyak orang menyukainya. Disisi lain, kandungan gizi makanan cepat saji yang tidak seimbang akan menimbulkan masalah gizi, dan merupakan faktor risiko berat badan lebih atau obesitas serta berbagai penyakit degeneratif. Perilaku ini tentunya sangat berbahaya jika dimiliki oleh remaja, karena dampak negatifnya akan didapatkan sekarang maupun jangka panjang yang akan menurunkan kualitas kesehatan bangsa. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran konsumsi makanan cepat saji dan kejadian obesitas pada remaja di Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan studi Analisis Observasional pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah remaja SMP di Surabaya dengan jumlah sampel sebanyak 166 orang. Cara pemilihan sampel dengan probability sampling yaitusecara cluster sampling. Alat pengambilan data adalah menggunakan kuesioner JFIM (Junk Food Intake Measure). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja sebesar 84,3% mengkonsumsi makanan cepat saji dengan frekuensi yang tinggiserta terdapat hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian gizi lebih (p = 0,037). Perlu kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan Puskesmas dalam mengedukasi remaja tentang bahaya mengkonsumsi junkfood dalam frekuensi yang tinggi. Selain itu penting juga untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar menyediakan makanan yang sehat dirumah. Peran sekolah juga sangat penting dalam menyediakan kantin sehat, sehingga gerakan masyarakat sehat yang dicanangkan pemerintah bisa terdukung dengan baik
OMAH GENTING 2 (Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil Guna Menciptakan Generasi Bebas Stunting)
ABSTRAK
Desa Sumberagung yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Dander memiliki 6 Dusun, yaitu Dusun Parengan, Glonggong, Plosorejo, Kebonagung, Sumurlaban. Posyandu dikelola oleh Kader kesehatan yang merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan. Di Desa Sumberagung program kelas ibu hamil belum berjalan dengan baik, berdasarkan informasi dari kader kesehatan, belum optimalnya kelas ibu hamil di desa tersebut selain karena factor jarak yang terlalu jauh antara tempat tinggal dan lokasi kelas ibu hamil dikarenakan rendahnya Pendidikan, kualitas pengetahuan, sikap perilaku dan lingkungan kesehatan masyarakat. Hal ini dapat memicu kejadian kehamilan reski tinggi dan dapat menyebabkan kejadian stunting. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengatasi stunting, diantaranya adalah mengoptimalkan kesehatan ibu hamil guna mencipatakan generasi bebas stunting (OMAH GENTING). Kegiatan ini dilakukan pada 11 KK Di Desa Sumberagung Dsn Glonggong yang memiliki ibu hamil atau ibu yang memeiliki balita. Kegiatan ini dilakukan selama 3 kali pertemuan atau kunjungan, dimlai dengan pengkajian, pembuatan PoA, menyusun intervensi dan melaksanakan implementasi serta evaluasi. Implementasi yang diberikan adalah edukasi tentang permasalah yang sedang dialami atau dibutuhkan
Penatalaksanaan Radioterapi Kanker Ovarium Dengan Teknik IMRT Di Rumah Sakit X
ABSTRAK
Penelitian ini di latar belakangi oleh penyakit keganasan yaitu kanker ovarium yang merupakan kanker ginekologis terbanyak kedua yang diderita dan seringkali baru ditemukan ketika sudah stadium lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan prosedur penyinaran radioterapi menggunakan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X yang merupakan salah satu modalitas pengobatan kanker ovarium. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan satu sampel primer pada kasus kanker ovarium yang menggunakan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy), sampel ini diambil dari seluruh populasi kanker ovarium di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X. Instrumen penelitian yang digunakan berupa studi kepustakaan, observasi langsung, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2021 di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X. Hasil yang dapat disimpulkan pada penelitian ini adalah prosedur penatalaksanaan radioterapi untuk kasus kanker ovarium menggunakan teknik IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit X meliputi beberapa prosedur yaitu: administrasi dengan membawa dokumen penunjang seperti hasil CT Scan/MRI/Bone Scan/USG, kemudian pasien melakukan konsultasi dengan dokter onkologi radiasi, melakukan persiapan-persiapan pasien, persiapan alat dan bahan, scanning di CT Simulator, proses perencanaan radiasi yang dilakukan di Treatment Planning System (TPS), proses verifikasi menggunakan alat verifikasi yaitu Electronic Portal Imaging Device (EPID) dan yang terakhir adalah penyinaran radiasi di ruang penyinaran dengan menggunakan pesawat radioterapi Linear Accelerator (LINAC) Elekta Synergy Platform
Pemberdayaan Pengasuh Lansia Dalam Pemanfaatan Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Upaya Preventif Menghadapi Pandemi Covid-19 Melalui Pembuatan Produk Sabun Dan HS Di Panti Werdha Pangesti Lawang
ABSTRAK
Dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan, hampir semua fungsi organ dan gerak menurun, diikuti dengan menurunnya imunitas sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa orang lanjut usia (lansia) rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh virus Sars-Cov-2. Pemerintah, lewat Gugus Tugas untuk Penanganan COVID-19, telah mewanti-wanti agar kelompok lansia diperhatikan betul selama pandemi. Apalagi yang memiliki riwayat penyakit kronis. Kalau mereka terpaksa keluar rumah, moda transportasi yang penuh sesak harus dihindari. Ketika sampai di rumah harus segera melepas masker, mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir selama 20 detik, serta berganti pakaian. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Pengasuh Lansia Dalam Pemanfaatan Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Upaya Preventif Menghadapi Pandemi Covid 19 Melalui Pembuatan Produk Sabun Dan HS di Panti Werdha Pangesti Lawang adalah 0% dari total 60 total pengguninya yang berarti sampai saat ini tidak ada lansia yang tertular covid 19.Pengasuh lansia yang dihubungi menjelaskan setidaknya ada empat masalah krusial yang dihadapi para lansia di situasi pandemi saat ini. Tanaman aloe vera menjadi semakin populer karena manfaatnya yang semakin luas diketahui sebagai sumber penghasil bahan baku untuk aneka produk dari industri, kosmetik, makanan, dan farmasi. Pemanfaatan tersebut sayangnya masih kurang dalam produksi pembuatan sabun cuci tangan dan hand sanitizer di masyarakat. Hal ini dapat disebabkan karena adanya bahan kimia gliserin yang dirasa lebih praktis dibanding tanaman aloe vera. Padahal aloe vera di Indonesia sangat berlimpah karena bisa tumbuh tanpa persiapan khusus. Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan, Pada saat studi pendahulkuan tanggal 20 November 2020 di Panti Pangesti diadapatkan bahwa panti werdha tersebut memiliki lahan yang luas, namun tidak dilakukan pemenfaatan lahan untuk menanam Aloe vera dengan alasan tanaman tersebut manfaatnya tidak banyak diketahuai oleh para pendamping lansia. Saat ditanya tentang manfaat tanaman tersebut untuk digunakan sebagai sabun dan Hand Sanitizer dalam rangka sarana pencuci tangan untuk pencegahan covid 19, 10 orang yang ditanya semuanya belum mengetahui dan belum tahu proses pembuatannya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021 dengan tujuan agar masyarakat, khususnya para pengasuh, mampu menambah wawasan dan pengetahuan dalam memanfaatkan gel aloe vera sebagai pengganti gliserin dalam pembuatan sabun cuci tangan dan hand sanitizer. Selain itu, khalayak sasaran juga mampu membuat sabun cuci tangan dan hand sanitizer sendiri menggunakan bahan-bahan yang diberikan dengan memanfaatkan gel aloe vera sehingga bisa menekan biaya pengadaan sabun dan hand sanitizer
Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Usia Penyapihan ASI Di TPA Wilayah Denpasar Selatan
ABSTRAK
Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah pola pengasuhan yang salah satunya pemberian ASI. Menghentikan pemberian ASI pada anak disebut penyapihan dimana merupakan masa yang paling kritis dalam kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi balita berdasarkan usia penyapihan ASI. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan teknik pengambilan data secara retrospective. Sampel penelitian sebanyak 100 balita di seluruh TPA wilayah Denpasar Selatan yang di analisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara status gizi balita terhadap usia penyapihan ASI (p=0,000). Dimana balita yang usia penyapihan ASI ≤12 bulan separuhnya dalam kategori gizi baik (50%), balita yang usia penyapihan ASI ≤ 6 bulan mayoritas dalam kategori gizi kurang (70%), balita yang usia penyapihan ASI ≤ 6 bulan seluruhnya dalam kategori gizi buruk (100%) dan balita yang usia penyapihan ASI ≤ 6 bulan separuhnya dalam kategori gizi lebih (50%). Balita yang dilakukan penyapihan ASI pada usia 12-24 bulan menunjukkan status gizi baik dibandingkan yang tidak. Orang tua diharapkan dapat mengoptimalkan pemberian ASI sampai usia anak ≤24 bulan dan layanan kesehatan dapat terus memberikan informasi mengenai usia penyapihan ASI yang tepat agar proses pertumbuhan anak tidak terganggu yang dapat menyebabkan terjadinya stunting.
Kata Kunci : Status Gizi, Balita, Penyapihan AS
Terapi Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Forum Kesehatan Keluarga (FKK) Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang
ABSTRAK
Dampak dari Covid-19 salah satunya adalah meningkatnya tingkat kecemasan masyarakat, yaitu ditandai adanya rasa takut dan khawatir berlebih, merasa tidak nyaman dan tidak rileks, serta gangguan tidur. Tindakan atau intervensi untuk menurunkan masalah kecemasan ini masih sedikit dilakukan, padahal kecemasan yang meningkat dapat menyebabkan penurunan imunitas seseorang sehingga mudah sakit. Kelurahan Bandarharjo merupakan kelurahan di wilayah Kota Semarang dimana angka kejadian Covid-19 di kota Semarang cukup tinggi dapat memicu meningkatnya tingkat kecemasan masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di kelurahan Bandarharjo kepada forum kesehatan keluarga adalah berupa pelatihan terapi relaksasi benson yaitu tehnik relaksasi yang dikembangkan dari metode relaksasi pernafasan yang dipadu dengan faktor keyakinan yang bermanfaat untuk merelaksasi tubuh dan fikiran, mengurangi ketegangan otot, mencegah dan menurunkan tingkat stress sehingga diharapkan masyarakat di kelurahan Bandarharjo menurun tingkat kecemasannya dan memiliki imunitas yang baik dalam menghadapi wabah pandemic Covid-19 ini.
Kata Kunci : Terapi Relaksasi Benson, Kecemasan
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
ABSTRAK
Kota Malang adalah salah satu kota yang dinyatakan sebagai daerah endemis demam berdarah. Pada tahun 2015, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 1629 kasus dengan jumlah kematian 13 orang. Ada banyak faktor yang berkontribusi menyebabkan penyakit, begitu juga dengan penyakit demam berdarah. Faktor-faktor tersebut berasal dari individu sendiri maupun dari lingkungan. Beberapa faktor yang terkait dalam penularan demam berdarah antara lain kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, kualitas perumahan dan sikap hidup. Sedangkan faktor yang dapat memicu terjadinya demam berdarah adalah faktor lingkungan yang termasuk di dalamnya perubahan suhu, kelembaban udara, dan curah hujan yang mengakibatkan nyamuk lebih sering bertelur dan virus dengue berkembang biak dengan cepat. Parasit dan pembawa penyakit (nyamuk) sangat peka terhadap faktor iklim, khususnya suhu, curah hujan, kelembaban, permukaan air, dan angin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model yang sesuai untuk peramalan demam berdarah dikota malang berdasarkan Transfer Function dan ANN. Data yang digunakan adalah Data demam berdarah tahun 2014 sampai 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RMSE, MAPE, dan SMAPE yang terkecil dari kedua model tersebut adalah model Artificial Neural Network.
Kata Kunci : Artificial Neural Network (ANN), Transfer Function, dan Demam Berdara
Hubungan Lama Menderita Dengan Kebutuhan Spiritual Pasien HIV-AIDS
ABSTRAK
Latar Belakang: Pada orang yang memeiliki penyakit kronis yang salah satunya adalah HIV, kemaknaan tentang kebutuhan spiritual tersebut juga dapat berdampak terhadap kelanjutan menjalankan terapi atau pengobatan yang lama. Perawat memiliki andil dalam memenuhi kebutuhan spiritual pada pasien dengan penyakit kronis tersebut. Lamanya pasien HIV yang mendapatkan Kebutuhan spiritual menjadi salah satu bagian yang penting untuk dipenuhi selama menjadi ODHA guna mendapatkan solusi dari masalah hidup. Studi ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara lama menderita dengan kebutuhan spiritual pasien HIV-AIDS.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan melibatkan 51 sampel. Analisis data menggunakan Uji Spearman.
Hasil: Dominasi responden menurut jenis kelamin adalah laki-laki (58,8%), pendidikan terakhir SMA (49,0%) dan Agama Islam (96,1%). Analisis bivariate variabel lama terdiagnosis dengan kebutuhan spiritual ditemukan p-value sebesar 0,025 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara lama menderita dengan kebutuhan spiritual pasien HIV-AIDS, dengan tingkat keeratan lemah. Hal ini dapat berarti bahwa semakin lama menderita maka kebutuhan spiritual juga semakin meningkat.
Kata Kunci : HIV-AIDS, Lama Menderita, Kebutuhan Spiritua
Analisis Faktor Perilaku Lansia Dengan Penyakit Kronis Berdasarkan Health Belief Model Di Puskesmas
ABSTRAK
Proses menua sering dikaitkan dengan insiden penyakit kronik seiring dengan penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial serta berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh luar dari ketahanan tubuhnya. Banyak permasalahan timbul dari kondisi kronis di lansia karena meningkatnya jumlah lansia. Pengontrolan maupun pencegahan menuju kondisi lebih parah dapat dilakukan melalui gaya hidup sehat. Salah satu model yang dikembangkan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan seseorang untuk mencari upaya hidup sehat adalah model kepercayaan kesehatan atau Health Belief Model. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dengan penyakit kronis dalam mengatasi penyakitnya berdasarkan Health Belief Model di Puskesmas. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang mengalami penyakit kronis di Puskesmas Bareng Kota Malang. Jumlah sampel sebanyak 76 responden. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa variabel perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers yang berhubungan dengan perilaku lansia (p<0.05). Hasil model akhir analisis multivariat, variabel perceived barriers merupakan variabel yang berhubungan dengan perilaku lansia yang menderita penyakit kronis. Dukungan individu lain terhadap lansia mulai dari mereka yang tinggal bersama maupun oleh aparat penduduk setempat untuk meminimalkan atau menghilangkan rintangan mesti dilakukan agar kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis dapat optimal.
Kata Kunci : Health Belief Model, Penyakit Kronis, Perilaku Lansi
Psikoedukasi Dan Pelatihan “EDA” (Ekspresi Diri Untuk Asertif) Sebagai Upaya Mencegah Seks Bebas Pada Remaja
ABSTRAK
Kelurahan Bandarharjo Semarang dari survei di dapatkan data bahwa remaja putra dan putri bergerombol dengan jumlah remaja putri satu orang dan lainnya adalah laki-laki. Dalam pergaulan tersebut satu remaja putri bisa bergantian melakukan hubungan seks dengan sejumlah teman laki-lakinya di sebuah gereja dan di gedung pertemuan. Remaja cenderung tidak melakukan perilaku asertif dimana dia hanya mengikuti teman - temannya saja. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu para remaja untuk mengembangkan sikap asertivitas sebagai upaya mencegah perilaku seks bebas. Metode dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakatakan dilakukan dengan cara pemberian materi dan pelatihan menjadi individu asertif dengan pelatihan “EDA”. Hasil pelaksanaanya antara lain Remaja mulai memahami bagaimana sikap asertif yang seharusnya dilakukan ketika ada ajakan dari temannya untuk melakukan hal yang negative seperti seks bebas. Remaja mulai lebih memahami bagaimana dampaknya jika melakukan seks bebas. Remaja dapat mempraktekkan bersikap asertif dengan baik dan benar.
kami menyimpulkan bahwa dengan adanya psikoedukasi dan pelatihan EDA remaja dapat mengurangi perilaku seks pranikah dengan memaksimalkan perilaku asertif kami merekomendasikan Menyediakan whatsapp grup untuk tetap memantau remaja untuk berperilaku asertif, sehingga remaja dapat termonitoring walaupun pengabdian masyarakat sudah selesai dilaksanakan.
Kata Kunci : Asertivitas, Perilaku Seks Beba