Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
    178 research outputs found

    Pembentukan Posyandu Sehat Jiwa Di Desa Tambakasri Kec. Tajinan Kabupaten Malang Di Era Pandemi Covid-19 Tahap II

    No full text
    ABSTRAK Desa Tambakasri merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Posyandu dikelola oleh Kader kesehatan, dimana persyaratan Kader tersebut adalah sudah memiliki anak dan tidak bekerja. Para Kader tersebut telah mendapatkan pelatihan dari Puskesmas Tajinan, namun pelatihan yang didapatkan tersebut hanya berfokus pada seputar pencegahan dan pengobatan masalah fisik pada balita dan lansia. Puskesmas Tajinan sebagai salah satu mitra pengabdian kepada masyarakat dari STIKes Panti Waluya Malang mengajukan permohonan untuk memberikan pelatihan pembentukan dan pengelolaan Posyandu sehat jiwa, karena ditemukan beberapa kasus gangguan jiwa di Desa Tajinan. Tahap awal pembentukan Posyandu sehat jiwa telah dilakukan, yaitu melatih para kader untuk dapat melakukan screening dan deteksi dini terkait masalah gangguan jiwa pada kelompok keluarga sehat, beresiko, maupun dengan salah satu anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. Tahap awal telah terlaksana dengan cukup baik, maka selanjutnya dilakukan pemberian materi mengenai Posyandu sehat jiwa dan praktek langsung Posyandu sehat jiwa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan modul materi untuk pelatihan Posyandu sehat jiwa. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan test untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader kesehatan di Desa Tambakasri sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Kata Kunci : Kader Kesehatan, Pembentukan Posyandu sehat jiw

    Pelatihan Dan Pemberdayaan Kader Kesehatan Tentang Teknik Relaksasi Otot Progresif Guna Mencapai Succesfull Aging Dan Self Eficcacy Pada Lansia

    No full text
    ABSTRAK Desa Tambakasri merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Pada saat ini terjadi peningkatan proporsi penduduk usia 50 tahun ke atas di Desa Tambakrejo. Meningkatnya jumlah lansia secara kuantitas belum diikuti dengan peningkatan kualitas hidup.Menurunnya produktivitas menyebabkan buruknya kondisi sosial, ekonomi, derajat kesehatan dan kemandirian. Successful aging atau menjadi tua dengan sukses merupakan tujuan dari perkembangan tahap akhir pada lansia.Lansia yang telah memiliki pencapaian successful aging yang tinggi tentunya akan merasa bahagia dengan kehidupannya di masa sekarang. Self efficacy pada lansia diperlukan agar lansia mempunyai keyakinan dan kepercayaan diri dalam kegiatan sehari-hari dan pencapaian successful aging. Pada masa lanjut usia, lansia sangat membutuhkan dukungan sosial terutama dari keluarganya untuk membantu  mereka dalam  menghadapi setiap perubahan-perubahan yang mereka alami dengan baik. Untuk mengatasi masalah kesepian, isolasi sosial dan kesulitan tidur pada lansia diperlukan adanya kemampuan menyesuaikan diri serta keterlibatan lansia dalam berbagai aktivitas sosial baik di dalam kelompok sosial maupun masyarakat, hal ini untuk memelihara kualitas kehidupan lansia serta melaksanakan salah satu teknik relaksasi untuk menurunkan ketegangan otot yaitu teknik relaksasi otot progresif. Puskesmas Tajinan telah memiliki program pelayanan terpadu (posyandu) lansia yang rutin diadakan tiap bulan. Dengan adanya program pelatihan dan pemberdayaan ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk tercapainya kualitas hidup yang optimal di Dusun Tambakrejo Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Kader kesehatan merupakan bagian dari tim kesehatan yang dekat dengan masyarakat terutama para lansia. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan Kader kesehatan untuk dapat menerapkan teknik relaksasi otot progresif guna mencapai succesfull aging dan self efficacy pada lansia dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan lansia di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan modul materi untuk pelatihan kader kesehatan. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan test untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader kesehatan di Desa Tambakasri sebagai salah satu alat untuk evaluasi.  Kata Kunci       : Kader Kesehatan, Teknik Relaksasi Otot Progresif, Lansi

    Penguatan Kesadaran Kesehatan Berbasis Masyarakat (SAHABAT 2019/2020)

    No full text
    ABSTRAK Program Penguatan Kesadaran kesehatan berbasis masyarakat (Sahabat) merupakan program yang ditujukan untuk melakukan penanganan gangguan kesehatan terkait kondisi teknis lapangan sukowati dengan melibatkan masyarakat. Fokus utama yang akan di tangani ada empat hal yaitu (1) monitoring kondisi cuaca guna menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, (2) Layanan ganguan Kesehatan masyarakat terkait kondisi teknis lapangan sukowati, (3) Penggunaan Mobil layanan Kesehatan dan (4) meningkatkan pilar desa sehat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di sekitar operasi PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field. Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga. Survey Gallop dan Gallop pada tahun 1985 memastikan bahwa saat berhubungan denga masalah kesehatan, kebanyakan individu mendapatkan bantuan lebih banyak dari keluarga mereka daripada sumber lainnya, bahkan dokter yang menangani mereka sekalipun (Setyowati & Murwani, 2018). Dalam program penguatan kesadaran kesehatan berbasis Masyarakat mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus yang diantaranya adalah Melakukan penanganan (pertolongan pertama) gangguan kesehatan terkait kondisi/ kendala teknis lapangan sukowati, Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Melakukan penanganan gangguan kesehatan terkait kondisi/ kendala teknis Sukowati Field sesuai SOP (standar operational prosedur) Menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan kemandirian dalam menangani masalah kesehatan dasar keluarga, Menumbuhkan kesadaran hidup sehat masyarakat dengan layanan kesehatan dari aspek Promotif, preventif dan kuratif dasar Dari rangkaian program penguatan kesadaran kesehatan berbasis masyarakat dapat dilihat terdapat beberapa kegiatan yang diantaranya yaitu 1. Pemeriksaan pengobatan masyarakat 2. Health education 3. Pemanfaatan mobil layanan kesehatan, dan ada kegiatan partisipatif desa diantaranya yaitu membantu kegiatan posyandu balita, membantu kegiatan posyandu lansia,serta membantu kegiatan kesehatan lainnya seperti Outbreak response immunization, Membanyu merujuk, membantu kegiatan PIS PIK serta membantu pelaksaan kelas ibu hamil. Kata Kunci : Keluarga Binaan, sahabat keluarga, Florence Nightingal

    Hubungan Kadar Asam Urat Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Di Desa Dukuhseti Pati

    No full text
    ABSTRAK Salah satu masalah metabolisme pada pasien paliatif dengan usia lanjut adalah tidak stabilnya kadar Asam urat hal ini merupakan penyakit degeneratif yang sering memunculkan gejala tidak nyaman berupa nyeri yang dirasakan di seluruh persendian dan mempengaruhi pasien untuk mendapatkan kondisi rileks. Susahnya pasien paliatif untuk mendapatkan kondisi relaksasi merupakan penyebab utama mereka tidak memiliki kualitas tidur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar asam urat dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Dukuhseti. Penelitian ini menggunakan desain korelatif analitik. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sebesar 53 lansia. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling yaitu lansia berusia 60 tahun keatas dengan memiliki riwayat kadar asam urat tinggi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yaitu 67,9% memiliki kadar asam urat yang sangat tinggi (>9mg/dl) dan memiliki kualitas tidur yang kurang yaitu sebesar 60,4 %. Untuk uji dengan menggunakan Chi square menunjukkan hasil p-value 0,02 (p-value <0.05). maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan kualitas tidur pada lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi umum yang berkaitan dengan kondisi ketidaknyamanan pasien paliatif usia lanjut berupa terganggunya kualitas tidur yang disebabkan oleh ketidakstabilan masalah metabolisme khususnya kadar asam urat yang tinggi. Selain itu, temuan dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan saran bagi penyedia layanan kesehatan setempat supaya labih aktif dalam menemukan penyebab ketidaknyamanan pada pasien paliatif usia lanjut sehingga dapat sebagai acuan dalam perencanaan program untuk peningkatkan pelayanan kesehatan lansia secara efektif &nbsp

    Peningkatan Penyembuhan Luka Kaki Diabetik Neuropati Dengan Menggunakan Off-Loading Sederhana

    No full text
    ABSTRAK Perawatan luka kaki diabetik neuropati membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyembuhannya. Perawatan luka yang telah diberikan kurang maksimal karena area luka selalu mengalami tekanan yang mengakibatkan luka menjadi terhambat untuk perbaikan jaringan. Off-loading  sederhana merupakan intervensi yang dapat membantu mengurangi tekanan pada area luka. Luka yang tidak terjadi penekanan membantu mempercepat penyembuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi percepatan penyembuhan pada luka kaki diabetik neuropati dengan menggunakan metode Off-loading  sederhana. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen. Total sampel 16 sampel tetapi 7 sampel tidak diintervensi karena tidak melakukan kunjungan kembali dan mengalami infeksi berulang. Perawatan luka menggunakan standar perawatan luka Klinik Kitamura yang ditambahkan dengan Off-loading  sederhana. Luka dievaluasi setelah 4 minggu pengobatan yang meliputi skor luka (MUNGs) dan ukuran luka. Uji yang digunakan  yaitu uji-t berpasangan dan uji Wilcoxon. Hasil Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (88,9%), tidak merokok (88,9%) dan monofilamen sebagian besar tidak normal (55,6%). Usia rata-rata adalah 53,56 tahun, rata-rata GDS 255 mg/dl dan nilai ABI rata-rata 0,95. Uji bivariat Skor luka sebelum dan sesudah intervensi dengan p = 0.05 dan ukuran luka dengan p = 0.11. Penggunaan off-loading  sederhana berpengaruh pada percepatan penyembuhan luka kaki diabetik neuropati

    High Quality CPR Pada Alumni Keperawatan STIKES dr. Soebandi Jember

    No full text
    ABSTRAK High Quality Cardiopulmonary Resuscitation sangat dibutuhkan dalam menambah angka harapan hidup pasien dengan henti jantung. Pemantapan materi High Quality Cardiopulmonary Resuscitation di kuliah menjadi dasar pengetahuan dan ketermapilan  mahasiswa ketika sudah bekerja di tatanan klinik untuk melakukan High Quality CPR . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan tentang High Quality Cardiopulmonary Resuscitation pada alumni keperawatan STIKES. Dr. Soebandi Jember. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik Sampel penelitian ini melibatkan 48 responden. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling selama 1 bulan. Teknik pengambilan data dengan menggunakan google form. Hasilnya adalah 100% responden pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan, 77,1% responden bekerja di klinik/rumah sakit, 81,3% responden pernah melakukan CPR pada pasien dan pengetahuan responden tentang High Quality Cardiopulmonary Resuscitation masih di bawah nilai 100, yaitu rata-rata pengetahuan dengan nilai 75,83. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan tentang High Quality Cardiopulmonary Resuscitation perlu ditingkatkan dengan pemantapan materi pada saat tahap kuliah di program sarjana keperawatan. Kata Kunci  : High Quality Cardiopulmonary Resuscitation, Henti Jantung, Alumni Keperawata

    Pengaruh Frekuensi Mengkonsumsi Kopi Dengan Kadar Hemoglobin Calon Pendonor Laki-Laki Di PMI Kabupaten Sleman

    No full text
    ABSTRAK Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang kemudian digunakan untuk keperluan transfusi darah. Sebelum pelaksanaan pengambilan darah (aftap), calon donor terlebih dahulu diseleksi untuk mengetahui apakah memenuhi syarat/ kriteria yang ditentukan. Seleksi donor diantaranya adalah pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Kadar Hb setiap orang berbeda-beda, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya minuman yang populer saat ini adalah kopi. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui pengaruh frekuensi minum kopi dengan kadar hemoglobin calon pendonor laki-laki.  Jenis penelitian ini bersifat deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden ditentukan dengan concecutive sampling.  Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu frekunesi mengkonsumsi kopi responden 4 kali dalam seminggu memiliki kadar Hb normal 40,0%  lebih banyak dari kadar Hb rendah 2,0% dan kadar Hb tinggi 0,0%, sedangkan responden dengan perilaku >4 kali minum kopi dalam seminggu memiliki kadar Hb normal 30,0% lebih banyak dari kadar Hb rendah 4,0% dan kadar Hb tinggi 0,0%. Responden dengan perilaku 6 kali minum kopi dalam seminggu memiliki  kadar Hb normal 20,0% lebih banyak dari kadar Hb rendah 4,0% dan kadar Hb tinggi 0,0%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh frekuensi konsumsi kopi dengan kadar hemoglobin calon pendonor laki-laki dengan nilai signifikasi 0.000

    Hubungan Regulasi Emosi Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir

    No full text
    ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir merupakan periode mahasiswa menghadapi tekanan di dalam mengerjakan tugas akhir. Agar mahasiswa mampu menyelesaikan tugas akhir secara baik dan sesuai dengan waktu yang ditentukan, maka mereka membutuhkan kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri, bertahan dari tekanan hingga bangkit dan berjuang kembali dari kondisi yang sulit selama mengerjakan tugas akhir yang disebut sebagai resiliensi. Oleh karena itu resiliensi sangat penting bagi mahasiswa tingkat akhir agar dapat menghadapi dan menyelesaikan hambatan-hambatan selama mengerjakan tugas akhir tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir STIKes Kepanjen. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 orang dengan teknik pengambilan sampling Proportional Stratified Random Sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37 responden (82%) memiliki regulasi emosi cukup, 6 responden (13%) dengan regulasi emosi baik dan 2 responden (5%) dengan regulasi emosi kurang baik. Sebanyak 29 responden (64%) mempunyai resiliensi yang baik dan 16 responden (36%) dengan resiliensi cukup baik. Nilai p-value < α yaitu 0.009<0.05 dengan nilai (r 0.385 > 0.01), yang bermakna bahwa ada hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir STIKes Kepanjen dengan arah hubungan positif.  Kata Kunci : Regulasi Emosi, Resiliens

    Pengaruh Diskusi grup dan Brief Telephone Counseling Terhadap Peningkatan Sikap Pasien Diabetes Mellitus (DM) Terkait Pencegahan Komplikasi di PROLANIS Puskesmas Bojonegoro dan Puskesmas Wisma Indah

    No full text
    ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh masyarakt Indonesia. Semakin lama durasi pada penderita DM, maka semakin besar kemungkinan munculnya penyakit-penyakit komplikasi. Penyakit stroke, jantung coroner, luka DM dan gagal ginjal merupakan contoh penyakit yang dapat timbul akibat DM Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan sikap pasien DM terkait pencegahan komplikasi dengan metode yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM yang mengikuti prolanis di puskesmas Wisma indah, dan puskesmas  Bojonegoro sebanyak 32 responden. Diskusi grup dan Brief Telephone Counseling dilakukan dengan 2 tahapan yaitu pendidikan kesehatan terkait pencegahan komplikasi dan follow-up melalui telepon. Berdasarkan hasil uji paired T-test didapati hasil p-value 0,000. Dengan demikian disimpulkan hasil terdapat peningkatan sikap responden setelah dilakukan intervensi yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan artikel ilmiah yang terbit dalam jurnal nasional. Selain itu, luaran lain yang diharapkan adalah buku saku terkait pencegahan komplikasi DM Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Komplikasi Diabetes Mellitus, Diskusi Grup, Brief telephone Counseling, Sika

    Program Gerakan Komunitas Sadar Kesehatan (AKU SEHAT - 2020)

    No full text
    ABSTRAK Program Gerakan Komunitas Sadar Kesehatan (AKU SEHAT) merupakan program yang ditunjukkan untuk melakukan penanganan gangguan kesehatan terkait kondisi teknis lapangan Banyu Urip dengan melibatkan masyarakat. Pelaksanaan Program Gerakan Komunitas Sadar Kesehatan tahun 2020 berjalan dengan baik dan lancar, program ini banyak memberikan dampak positif bagi penerima manfaat. Metode pendekatan yang digunakan dalam program adalah merupakan kolaborasi dari pendekatan appreciative inquiry (AI) dan pendekatan Kesehatan dengan model Intervensi Keperawatan Komunitas. Pendekatan AI berfokus pada pencarian kekuatan dan inti positif dari komunitas termasuk keluarga untuk membangun visi yang akan dicapai bersama. Tujuan Umum Program meliputi 1) Meningkatkan kualitas kegiatan layanan terkait situasi tidak normal lapangan Banyu Urip untuk menciptakan kondisi yang kondusif, 2) Menumbuhkan presepsi positif masyarakat terhadap industri migas dan EMCL sebagai operator KKS Cepu, 3) Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat melalui pendekatan keluarga binaan, 4) Meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan dasar. Sementara tujuan khusus program meliputi 1) Menyelenggarakan kegiatan layanan kesehatan terkait situsi tidak normal lapangan Banyu Urip berupa kegiatan monitoring dan layanan kuratif dasar sesuai kebutuhan, 2) Meningkatkan status kesehatan keluarga melalui pendampingan keluarga binaan, 3) Meningkatkan status kesehatan masyarakat secara umum melalui budaya gerakan masyarakat sehat, 4) Meningkatkan pengetahuan masayarakat terhadap industri migas dan EMCL melalui edukasi pada Kegiatan Keluarga Binaan dan pertemuan simpul. Dalam rangkaian program Gerakan komunitas sadar kesehatan ini terdapat beberapa kegiatan yang diantaranya yaitu : 1) Monitoring harian, 2) Program keluarga binaan, 3) Pertemuan simpul, 4) Penggunaan Mobil layanan kesehatan, dan 5) Perawatan Toga. Serta ada kegiatan partisipasif yaitu posyandu, kegiatan sosial kemasyarakatan lainya (sosialisasi covid-19, penyemprotan disinfektan pembagian kotak p3k, program garuda icsada tanggap covid 19 dll

    0

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇