Jurnal STIkes Insan Cendekia Husada
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
BHARATA “BE HEALTHY OF FAMILY & COMMUNITY APPROACH THERAPEUTIC TREATMENT” DI DESA PUNGPUNGAN KALITIDU BOJONEGORO
ABSTRAK
Kesehatan merupakan suatu kebutuhan esensial yang harus dipenuhi dengan baik dan optimal oleh setiap manusia, mulai dari aspek biologis, psikologis, sosiocultural dan juga spiritual. Kondisi kesehatan pada saat ini memerlukan intervensi berbeda dari sebelumnya, karena pada saat ini kebutuhan kesehatan berubah sejak adanya wabah pandemi covid-19. Pengelolaan kesehatan dengan mengedepankan sumber koping keluarga yang dapat di optimalkan dalam masa pandemi saat ini sangatlah penting, hal tersebut sudah menjadi suatu komitmen dari STIKes ICsada Bojonegoro karena sejak tahun 2015 telah memberikan pendampingan kesehatan berbasis keluarga dan masyarakat, tentu agar saat ini bisa menjadi warna tersendiri dalam pelayanan kesehatan di masa pandemi covid-19 yang telah terintegrasi dengan kegiatan mahasiswa. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau tim yang akan terlibat dalam program pengabdian masyarakat serta penentuan lokasi yang akan menjadi sasaran pengelolaan keluarga binaan. Hasil dari penelitian ini adalah Kesadaran keluarga meningkat dalam upaya pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan keluarga serta kesehatan lingkungan/ masyarakat; peningkatan status kesehatan dan kemandirian keluarga; pengetahuan keluarga tentang covid-19 menjadi baik; pemanfaatan sumber daya alam yang menunjang kesehatan keluarga dan masyarakat
MEDICIN (MEDICAL EMERGENCY NURSING) COVID-19
ABSTRAK
Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Keluarga yang berfungsi dengan baik mendorong individu yang ada di dalam keluarga untuk meraih potensi dirinya. Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga. Dengan pendekatan keluarga di harapkan mampu menjadi garda depan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Metode yang dilakukan adalah: dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau tim yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pendampingan keluarga dengan mengawal status kesehatan keluarga pre-program sampai post program. Keluarga yang akan didampingi sejumlah 16 keluarga binaan. Pendampingan keluarga yang dilakukan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana mampu melakukan perawatan diri terutama pada lingkup keluarga. Pengkajian profil kesehatan dan status kemandirian dilakukan untuk memberikan kontribusi ke keluarga untuk memberikan informasi tentang kemampuan perawatan diri klien/keluarga. Sehingga keluarga memahami tentang kebutuhan perawatan diri dan menilai kemampuan melakukan perawatan diri/keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan melakukan pencegahan penyakit
PROMOSI KESEHATAN DAN PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG PADA ANAK SEJAK DINI DI KELUARGA BINAAN DESA PUNGPUNGAN KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO
ABSTRAK
Promosi kesehatan merupakan salah satu upaya yang penting dalam penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Dalam SKN baik yang disusun tahun 2009 maupun yang disusun tahun 2010, disebutkan bahwa salah satu subsistemnya adalah subsistem pemberdayaan masyarakat. Subsistem pemberdayaan masyarakat adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok, dan masyarakat umum dibidang kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan dan penyembuhan terhadap anggota keluarga yang sakit, sehingga setiap anggota keluarga perlu mampu mengenal masalah kesehatan yang ada di keluarganya, keluarga harus mampu memutuskan tindakan yang tepat saat anggota keluarga sakit, keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit, keluarga mampu memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau TIM yang akan terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Pendampingan keluarga binaan di lakukan di desa Pungpungan kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Keluarga yang akan didampingi sejumlah 21 keluarga binaan. Pelaksanaan pendampingan keluarga binaan akan dilaksanakan berdasarkan POA (Planning Of Action) yang telah dibuat. Dosen bersama mahasiswa akan mengunjungi keluarga binaan sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati sebelumnya. Tujuan utama pendampingan yaitu melakukan pemeriksaan fisik pada anggota keluarga binaan, mengkaji status kesehatan keluarga dan menemukan masalah kesehatan/problem yang dialami keluarga. Serangkaian pengkajian keperawatan (pemeriksaan fisik) yang dilakukan semata-mata agar memberikan kontribusi ke keluarga untuk memberikan informasi mengenai kondisi kesehatannya. Sehingga bisa diketahui lebih awal oleh keluarga apabila memiliki problem kesehatan dan segera bisa mendapatkan rekomendasi untuk menyelesaikan problem kesehatan ataupun meningkatkan derajat kesehatan keluarga
Dampak dan Upaya Pencegahan Stigmatisasi Masyarakat terhadap Pasien Covid-19 di Badung-Bali
The pandemic is one of the most serious public health problems globally. This is like what happened in early 2020 when the COVID-19 outbreak first occurred in Wuhan. The threat of this pandemic is getting bigger when various cases show that transmission can occur between humans (human to human transmission). However, in this case, many Covid-19 sufferers are stigmatized. This study aims to determine the impact and efforts to prevent community stigmatization of Covid-19 patients in 2021. This study uses a qualitative descriptive study with observation methods and in-depth interviews with health workers with 8 positive cases of COVID-19 and 2 respondents who were not confirmed positive. . This research was conducted from March 1 – March 6, 2021. The results of this study indicate that the emergence of stigmatization during the COVID-19 pandemic was based on the lack of public knowledge, supported by unverified information or uncontrolled fake news which caused concern and fear. people who are excessive so that they have incorrect perceptions and carry out discriminatory treatment. Effective prevention that can be done to minimize stigma is the provision of education or education in the form of health campaigns and promotions to the community as well as screening of hoax news so that the public gets information from credible official sources
Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Dengan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Mellitus Di Puskesmas Ngraho
Diabetes Mellitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Salah satu faktor yang penting dalam menyikapi penyakit diabetes mellitus pada seseorang adalah faktor kepatuhan. Diabetes Mellitus dapat menyerang hampir seluruh sistem tubuh manusia, mulai dari kulit sampai jantung yang menimbulkan komplikasi. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kepatuhan kontrol kadar gula darah puasa pasien diabetes mellitus di Puskesmas Ngraho.
Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel independen yaitu usia dan jenis kelamin dan variabel dependen yaitu kepatuhan kontrol kadar gula darah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM yang melakukan kontrol bulan April-Agustus 2021 sejumlah 32 dengan menggunakan Total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan Usia dengan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan nilai P- value 0.91. Tidak ada hubungan Jenis Kelamin dengan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan nilai P- value 0.681.
Kepatuhan kontrol merupakan aspek penting untuk keberhasilan dalam menjalankan dan mengendalikan kadar gula darah. Hal ini menjadi tugas penting perawat untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi penderita diabetes mellitus agar selalu melakukan kontrol kesehatannya sehingga bisa mencegah terjadinya komplikas
Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Penularan Covid-19
Abstrak
Latar Belakang: Virus Corona atau Covid-19 telah menjadi masalah diseluruh dunia. Penyebaran virusini sangat cepat keseluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami permasalahan dalam meutus mata rantai penyebaran virus ini. Pengetahuan tentang Covid-19 belum menyebar luas, sehingga banyak masyarakat salah dalam menerima informasi. Informasi yang salah akan menimbulkan permasalahan baru dan menghambat upaya pencegahan penularan Covid-19. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Warga Rt 10 Rw 02 Batokan Kecamatan Kasiman KabupatenBojonegoro. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan Simple random sampling dan teknik analisa data menggunakan uji spearman rho. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat / warga RT 10 RW 02 Batokan, Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro sejumlah 70 jiwa dan sampel sejumlah 30 responden. Hasil: analisa dengan uji menggunakan Spearman Rho diperoleh hasil bahwa nilai ρ value = 0.000 < α = 0,05 yang artinya H1 diterima berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pencegahan. Kesimpulan penilitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan penularan Covid-19 Warga RT 10 RW 02 Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Salah satu faktor yang mempengaruhi upaya pencegahan penularan Covid-19 adalah tingkat pengetahuan
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Dalam Meningkatkan Koping Adaptif Lansia Dengan Terapi Suportif Keluarga
ABSTRAK
Desa Tambakasri merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Terdapat satu posyandu lansia yang saat ini telah berjalan. Lansia di Desa Tambakasri merupakan kelompok usia yang beresiko tinggi untuk mengalami masalah pada fisik dan psikologisnya, karena pada usia ini para lansia mengalami penurunan ketahanan fisik dan rentan terhadap stress yang berasal dari dalam maupun luar diri lansia tersebut. Stresor dari luar lansia contohnya adalah ketidak pedulian keluarga, dan stressor dari dalam adalah rasa kesepian dan kesendirian. Keluarga merupakan tempat perkembangan yang utama dari usia bayi sampai dengan lansia, dalam keluarga ini juga lansia akan mengalami ketenangan hidup apabila keluarga ini mampu memberikan pendampingan atau dukungan kepada lansia untuk menyelesaikan tahap tumbuh kembangnya. Kader lansia merupakan tim kesehatan yang dekat dengan para lansia, dan diharapkan lansia dan keluarganya akan lebih tertarik untuk mengikuti dan melakukan apa yang diajarkan oleh kader tersebut. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan Kader Posyandu Lansia untuk dapat menerapkan terapi suportif keluarga dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan psikologis lansia di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan modul materi untuk pelatihan kader Posyandu lansia dalam menerapkan terapi suportif keluarga untuk para lansia. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan test untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader Posyandu Lansia di Desa Tambakasri sebagai salah satu alat untuk evaluasi.
Kata Kunci : Kader Lansia, Terapi Suportif, Keluarg
Tingkat Breastfeeding Self Efficacy Terhadap Motivasi Ibu Nifas Post-Op Sectio Secaria Dalam Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kepanjen Malang
ABSTRAK
Ibu nifas post-op sectio secaria membutuhkan proses penyembuhan yang unik, baik secara fisik maupun psikis, begitu pula dengan breastfeeding self efficacy yang baik mampu meningkatkan kemampuan ibu nifas dalam memberikan ASI eksklusif pada bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat breastfeeding self efficacy ibu nifas post-op sectio secaria terhadap motivasi dalam memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan non eksperimen, dengan 67 responden, dengan menggunakan 24 item pertanyaan yang mengukur motivasi breastfeeding scale dan 14 item Breastfeeding Self Efficacy Scale- SF, dengan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif, dimana semakin tinggi breastfeeding self efficacy maka semakin tinggi pula motivasi menyusui pada ibu nifas pasca persalinan, dengan nilai significant menunjukkan p-value <0,001. Penelitian ini mengindikasikan bahwa seorang ibu nifas post-op sectio secaria membutuhkan breastfeeding self efficacy yang tinggi untuk meningkatkan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayi baru lahir. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi bayi baru lahir lewat ASI yang diberikan oleh ibu, mampu membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi dan juga mensupport hubungan emosional ibu dan anak ke arah yang lebih baik
Pemberdayaan Kader Warga Peduli AIDS (WPA) Genuksari Dengan Pelatihan Relaksasi Spiritual-Dzikir & Otot Progresif
ABSTRAK
Orang” Dengan HIV-AIDS (ODHA) membutuhkan dukungan” dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas hidup. Implementasi relaksasi spiritual-dzikir & otot progresif sebagai penatalaksanaan terpadu bagi Orang Dengan HIV/AIDS sangat dibutuhkan untuk meningkatkan tingkat kepatuhan pengobatan yang sekaligus akan memperbaiki kulatias hidup ODHA. Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar ODHA tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup memadai untuk merawat diri dan mencegah berbagai faktor resiko yang terjadi. Warga Peduli AIDS (WPA) Genuksari Semarang yang berada dikawasan kerja Puskesmas Genuk mempunyai potensi relawan kesehatan yang siap menjadi mitra untuk berkonstribusi dalam melaksanakan kegiatan meningkatkan derajat kesehatan ODHA. Selama ini relawan telah berpartisipasi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan ODHA seperti skrining dan penemuan kasus baru. Melihat potensi ini maka kelompok WPA ini layak untuk dijadikan sebagai mitra. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat yang yang dilakukan berupa pelatihan singkat menggunakan metode demonstrasi dan pembagian lefleat. Adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan tentang” teknik relaksasi dzikir & otot progresif
Analisis Faktor Penghambat Keefektifan Peran Konselor Asi Dalam Melakukan Konseling ASI Di Kabupaten Malang
ABSTRAK
Prevalensi stunting yang masih tinggi di Indonesia pada masa golden period atau window of opportunity akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang baik fisik maupun psikologis sejak anak masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun disebabkan salah satunya karena faktor pemberian ASI eksklusif. Capaian pemberian ASI Eksklusif di Indonesis saat ini masih membutuhkan perhatian banyak pihak agar dapat mencapai target.
Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor penghambat ketidakefektifan peran konselor ASI dalam meningkatkan penyuluhan tentang ASI Eksklusif di Kabupaten Malang berdasarkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah motivasi, dan beban kerja. Faktor eksternal yaitu infrastruktur dan kebijakan program. Penelitian dilakukan pada tanggal 20-25 April 2016 di empat puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi.
Informan utama pada penelitian ini berjumlah 10 orang konselor menyusui yang bekerja sebagai bidan / ahli gizi. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview) telepon, short message service, dan bertemu langsung di tempat konselor ASI bertugas dan data sekunder melalui telah dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis faktor yang menghambat keefektifan peran konselor ASI dalam melakukan konseling terkait ASI Eksklusif dari faktor internal yaitu kurangnya motivasi diri untuk menjadi konselor, beban kerja konselor yang tidak fokus pada satu kegiatan (konseling ASI) juga menghambat proses konseling dapat berjalan dengan baik. Sedangkan faktor eksternal adalah tidak tersedianya sarana dan prasarana yang mencukupi yakni tempat khusus untuk konseling yang memadai, keterbatasan waktu konseling di puskesmas berdampak pada terhambatnya proses konseling serta tidak adanya evaluasi dari pihak.
Kata Kunci : Faktor Penghambat, Peran, Konselor Menyusu