Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Prediktor Kepuasan Mahasiswa Profesi Kesehatan Dalam Melaksanakan Praktik Klinik Selama Pandemi COVID-19 di RSD Mangusada : Studi Potong Lintang
Pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) tidak hanya berdampak pada ekonomi dan kesehatan, tetapi juga aspek pendidikan termasuk praktik klinik mahasiswa profesi kesehatan di rumah sakit. Berbagai perubahan dan penyesuaian jumlah mahasiswa yang melaksanakan praktik klinik, peralatan praktik dan juga metode bimbingan dapat berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepuasan mahasiswa profesi kesehatan dan prediktornya dalam melaksanakan praktik klinik selama pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kabupaten Badung. Penelitian ini adalah sebuah studi potong lintang yang melibatkan 341 mahasiswa profesi kesehatan (Mahasiswa Koas, Profesi Ners, Profesi Bidan dan Profesi Fisioterapis) yang melaksanakan praktik klinik di RSD Mangusada. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data berlangsung dari bulan Januari hingga Maret 2022 dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner yang diisi sendiri oleh responden. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis univariate (fekuensi dan proporsi), bivariate (Chi square test) dan multivariate (Binary logistic regression). Hasil penelitian menujukkan bahwa sebagian besar responden yaitu : 260 (76,2%) mahasiswa puas dalam melaksanakan praktik klinik di rumah sakit. Ada dua prediktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa profesi kesehatan yaitu persepsi terhadap pola bimbingan dari klinik [Adjusted Odds Ratio (AOR)=6,177; p-value <0,001] dan persepsi terhadap tempat praktik klinik (AOR=3,102; 95% CI: 1,71-5,63). Pembelajaran praktik klinik perlu ditingkatkan melalui praktik klinik yang efektif dengan memperbaiki pola bimbingan mahasiswa dan meningkatkan kelengkapan tempat praktik klinik sehingga kepuasan mahasiswa dapat ditingkatkan.
Pengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular dengan Metric Multidimensional Scaling
Angka kasus penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Faktor pendorong utama terjadinya peningkatan PTM adalah dari faktor risiko perilaku yaitu, pengunaan tembakau, penggunaan alkohol, aktivitas fisik, dan diet tidak sehat. Berdasarkan hal tersebut diperlukan pengelompokan provinsi di Indonesia berdasarkan faktor risiko perilaku PTM. Menghasilkan kelompok-kelompok provinsi di Indonesia berdasarkan faktor risiko perilaku PTM. Jenis penelitian ini adalah non-reactive research. Pengelompokan provinsi di Indonesia menggunakan analisis Metric Multidimensional Scaling dan analisis One Way MANOVA sebagai analisis lanjutan untuk memvalidasi perbedaan kelompok yang dibentuk. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari publikasi laporan Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018. Hasil penelitian dengan analisis Metric Multitimensional Scaling, menghasilkan 4 kelompok provinsi di Indonesia dengan nilai S-stress 12,99% dan nilai R2=95,81%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelompokan provinsi di Indonesia dalam kategori cukup dan sudah dapat diterima. Hasil analisis One Way MANOVA pada seluruh statistik uji menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat perbedaan faktor risiko perilaku PTM pada 4 kelompok provinsi di Inondesia (P<0,05). Empat kelompok provinsi di Indonesia yang telah dibentuk memiliki karakteristik faktor risiko perilaku PTM yang berbeda, kelompok 1 adalah tinggi, kelompok 2 adalah cukup tinggi, kelompok 3 adalah cukup rendah, dan kelompok 4 adalah rendah. Saran penelitian ini perlunya membuat membuat program pengendalian faktor risiko perilaku PTM yang sesuai terhadap provinsi-provinsi yang memiliki karakterisitk faktor risiko perilaku PTM tinggi, cukup tinggi, cukup rendah, maupun rendah
ANALYSIS OF THE ANNUAL PLANNING PROCESS IN DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA ON THE YEAR OF 2019
Planning is important in setting the basis for regulating and controlling the goals to be achieved from a system. The purpose of this research is to understand the annual planning process in government office, specifically in Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta in the year 2019. The research is a descriptive study with qualitative methods. The collection of data or information is supported by using several instruments, including a list of interview guidelines and a checklist. This research found that the human resources (HR) of the existing planning staff were not in accordance with the needs. There was also no standard operational procedure (SOP) that regulates both in terms of planning HR needs and a more detailed planning process that could be used as a reference for planning staff in planning preparation. In the process stage,this research found that Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta has carried this out in analyzing the situation by seeing if there are situational matters by looking at the data obtained from the Data and Information section (Datin) and also following directions from the Head of Dinas Kesehatan. The researcher suggests that the planner's quality needs to be improved again, given adequate facilities and more detailed SOP development
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PASIEN JATUH DI INSTALASI RAWAT INAP RSIA XYZ JAKARTA TIMUR
Insiden pasien jatuh menduduki peringkat kedua setelah insiden kesalahan pengobatan. Pengurangan risiko jatuh merupakan salah satu ukuran kualitas pelayanan yang menjadi fokus utama bagi Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap RSIA XYZ tahun 2020 dengan tools FMEA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan FGD. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi mode kegagalan potensial prioritas tinggi terdapat pada variabel structure dan variabel process. Faktor pada variabel structure meliputi protokol RS yang tidak mengatur mobilisasi pasien pulang dan sarana prasarana yang belum disediakan. Faktor pada variabel process meliputi dokumentasi dan pengawasan pasien yang tidak konsisten. Penyebab mode kegagalan meliputi follow-up yang belum optimal, jam kerja perawat yang padat, ketidaktahuan perawat terhadap prosedur, dan kebijakan mobilisasi pasien yang tidak memadai. Hal tersebut berdampak pada manajemen risiko pasien jatuh yang sulit terukur dan peningkatan risiko pasien jatuh. Rekomendasi penelitian berupa penguatan sistem monitoring melalui penerapan bedside checklist status, shift report kebutuhan pasien terkait pencegahan jatuh, optimalisasi briefing dan de-briefing keselamatan pasien serta perbaikan SPO Pemulangan Pasien
ANALISIS LAYANAN DAN BAURAN PEMASARAN KLINIK TELEKONSULTASI GIZI RUMAH SAKIT IZZA KARAWANG DI MASA PANDEMI COVID-19
Klinik Gizi Rumah Sakit Izza Karawang sebagai layanan unggulan harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19, dalam hal ini transformasi menjadi virtual atau Klinik Telekonsultasi Gizi. Klinik Telekonsultasi Gizi ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai sarana konsultasi tentang pola diet yang sehat. Tujuan penelitian untuk menganalisis pemasaran layanan Klinik Telekonsultasi Gizi menggunakan metode STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan bauran pemasaran dengan konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion). Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan kuesioner kepada 100 orang responden, pasien yang berobat ke Instalasi Rawat Jalan RS Izza. Hasil analisis segmentasi geografis pasien RS Izza mayoritas dari Kabupaten Karawang (85%), waktu tempuh perjalanan 50 (41%), berjenis kelamin Perempuan (61%), bekerja mengurus rumah tangga (50%). Penetapan target pelanggan potensial adalah pasien berusia diatas 20 Tahun dengan kelas ekonomi menengah
PENGEMBANGAN SISTEM PENGAJUAN CUTI ONLINE PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM ANWAR MEDIKA
Bagian kepegawaian merupakan bagian yang bertugas menangani sistem cuti pegawai. Sistem cuti pegawai di RSU Anwar Medika masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan dokumen atau arsip berupa hardcopy serta belum memiliki database khusus. Hal ini tentu mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pekerjaan karena petugas setiap harinya harus menginput pengajuan cuti dari banyak pegawai yang tentu saja membutuhkan waktu yang lama dalam mengelola data tersebut dan menambah beban kerja bagian kepegawaian. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi yang dapat menangani permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran tata cara digitalisasi pengajuan cuti pegawai secara online dengan mempertimbangkan berbagai aspek kepatutan, sehingga menjamin efisiensi penyimpanan dan kemudahan akses
Analisis Faktor Risiko Kelelahan Kerja pada Kurir PT Tiki Jalur Ekakurir (JNE) di Wilayah Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi tahun 2022
Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat gambaran faktor risiko kelelahan yang dialami oleh kurir PT JNE di wilayah Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi tahun 2022. Penelitian dilakukan pada 31 orang kurir yang beroperasi di wilayah Pondok Gede dan sekitarnya pada Mei – Juni 2022. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dengan metode kuantitatif. Variabel dependen penelitian ini adalah kelelahan kerja, dan variabel independen yaitu faktor risiko terkait pekerjaan (shift kerja, durasi kerja, waktu istirahat), faktor risiko non pekerjaan (masa kerja, commuting time, dan kepuasan terhadap sistem insentif dan reward), dan faktor individu (usia, status gizi, kualitas tidur, kuantitas tidur, ketakutan pada akan Covid-19, dan kebiasaan sarapan). Hasil menunjukkan bahwa 51,6% (16 orang) mengalami kelelahan sedang, 35,5% (11 orang) kelelahan ringan, dan 12,9%(4 orang) tidak kelelahan. Kelelahan sedang cenderung dialami oleh durasi kerja berlebih (39,3%), beban kerja rendah (75%), istirahat cukup (45%), shift kerja siang (41,7%), masa kerja >5 tahun (47,1%), commuting time lama (57,1%), puas dengan sistem reward (45%), puas dengan sistem insentif (47,4%), usia ≤35 tahun (37,9%), tidur kurang dari 7 jam (53,8%), status gizi berlebih (40%), dan ketakutan terhadap covid-19 yang ringan (40%)
Health Policy Reform through Strengthening Indonesia's Health Resilience System
The National Health System in Indonesia is developing and being discussed more seriously after entering the COVID-19 pandemic. With a national health system and several existing tools, Indonesia needed more time to be ready to face the challenges of that time. Upstream health policies should be optimized to mobilize resources and increase the nation's efforts to build a national resilience system. This paper was built using selected policy documents up-to-date and reliable literature. By reviewing empirical evidence, the author believes and shows the role of strengthening health policies in building a robust national health resilience system. Indonesia has several policies that have the potential to become a sub-system for national health resilience. The health resilience system is formed from the health system and health resilience components, which impact creating a Healthy Indonesia. Health system resilience can be seen from stable funding, good governance, flowing and integrated information systems, risk adaptation, adequate health workforce capacity, logistics, and robust health efforts. The interaction between the health system, health resilience, and the health resilience system formed is within the umbrella of health policy, the completeness of resilience policy, and the highest public health institutions. Strengthening the role of health policy in the formation of a health resilience system in a country is one proof of health policy reform. Health policy is no longer seen as the upstream side of health programs or efforts but as an essential side in functioning a system to create a healthy country. Reforming the national health system should followed by institutional reform of The Ministry of Health to become the Ministry of Public Health, and health policy reform by strengthening health resilience
Prevalensi dan Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Simtom Depresi pada Penduduk di Indonesia (Analisis Data IFLS5 Tahun 2014-2015)
Berdasarkan data WHO, secara global prevalensi jumlah orang yang hidup dengan depresi diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 18,4% antara tahun 2005 dan 2015. Depresi merupakan fenomena yang kompleks, karena diduga beberapa simtom depresi memiliki faktor risiko yang berbeda. Beberapa penelitian sebelumnya tentang depresi fokus pada kelompok tertentu, misalnya lansia, pelajar, maupun ibu setelah melahirkan yang dilakukan pada cakupan wilayah yang cukup kecil. Penelitian ini bertujuan meneliti prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan simtom depresi di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan menggunakan data sekunder, yaitu survei nasional Indonesia Family Life Survey ke-5 (IFLS5). Teknik sampling yang digunakan adalah teknik stratified random sampling dimana ditemukan sebanyak 27.622 orang yang memenuhi kriterian inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menunjukkan prevalensi simtom depresi pada populasi Indonesia pada tahun 2014 - 2015 adalah 23,14%. Dari analisis multivariat dengan cox regression ditemukan bahwa kelompok usia 18-25 (PR=1,64, 95% CI 1,52-1,77), perempuan (PR=1,39, 95% CI 1,29-1,49), berpisah/cerai (PR=1,31, 95% CI 1,20-1,42), merokok (PR=1,28, 95% CI 1,19-1,38), aktivitas berat (PR=1,61, 95% CI 1,52-1,71), hipertensi (PR=1,32, 95% CI 1,24 - 1,41), dan kanker (PR=1,31, 95% CI 1,53-1,63) berhubungan dengan simtom depresi. Studi ini menunjukkan bahwa risiko depresi dapat diturunkan dengan mengendalikan faktor risiko, seperti untuk tidak merokok, aktivitas fisik disesuaikan dengan kebutuhan, cegah hipertensi, dan cegah kanker. Dimasa mendatang diperlukan penelitian lebih lanjut terkait faktor sosial dengan depresi dengan desain studi yang lebih baik untuk menunjukkan hubungan kausalitas
Presidential Vote Share and COVID-19 Vaccination Rate in Indonesia: A District-level Cross-Sectional Ecological Study
Political affiliation has been reported as a determinant of COVID-19 vaccine acceptance in some countries, although few studies have examined the Asian context. This study aims to fill this gap by employing an ecological study design using Indonesian regions as data points. Political affiliation was represented by incumbent President Jokowi’s vote share in the 2019 presidential election. Potential confounders included population density, human development index, availability of hospitals and primary health care, 2019–2020 economic growth, COVID-19 mortality rate, and proportion of Muslims in the population. The final analysis included 201 out of 501 districts and cities in Indonesia. Controlling for confounders, multivariate regression found that Jokowi’s vote share was an independent predictor of vaccination rate, with standardized β and R2 values of 0.350 and 0.734 for the first dose vaccination rates and 0.251 and 0.782 for the second dose, respectively. This association may be underpinned by differences in religiosity, public trust, and vulnerability to misinformation between Jokowi’s supporters and the opposition. Improving public trust in a politically polarizing society is crucial to improving future coverage of COVID-19 and other vaccines