Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Penerapan Lean Manajemen pada Pelayanan Rawat Jalan Pasien BPJS Rumah Sakit Hermina Depok Tahun 2017

    Get PDF
    ABSTRAK Lamanya waktu tunggu dalam proses pelayanan rawat jalan akan menghambat pelayanan, yang berdampak pada antrean yang menumpuk dan mengakibatkan pelayanan tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode lean pada pelayanan rawat jalan pasien BPJS di rumah sakit Hermina Depok tahun 2017. Penelitian dengan metode kualitatif ini mengobservasi waktu yang digunakan oleh pasien rawat jalan BPJS selama berada di rumah sakit Hermina Depok dengan menggunakan penerapan metode lean untuk melihat dan memotret kondisi alur pelayanan pasien rawat jalan BPJS. Hasil penelitian menunjukkan 90 % waktu pelayanan merupakan kegiatan non value added dan hanya 10 % kegiatan yang value added. Setelah melakukan analisis future state dengan usulan perbaikan dengan metode lean secara simulatif yaitu 5S, Kanban Inventory, visual management menghasilkan kegiatan non value added menjadi 78,30 % dan kegiatan value added menjadi 21,70 %. ABSTRACT The length of waiting time in the hospital outpatient service is important for efficient hospital service. Long waiting time leads to accumulating queue and inefficient service. This study was aimed to analyze the application of lean method on outpatient BPJS services at Hermina Depok Hospital in 2017. This qualitative research method investigated the time spent by BPJS outpatient patient by applying lean method and observing the outpatient service flow condition. The results showed that 90% service time was a non-value added activities and only 10% of value-added activities. After conducting future state analysis with the proposed improvement with simulative lean method (5S, Kanban Inventory, visual management), it was found that non value added activity became 78,30% and value added activity became 21,70%.

    Family Support as a Factor Influencing the Provision of Exclusive Breastfeeding among Adolescent Mothers in Bantul, Yogyakarta

    Get PDF
    The number of adolescent pregnancies in Indonesia is still very high. Sewon Subdistrict had the highest number of adolescent deliveries in Bantul District in 2015-2016. This study aimed to determine factors influencing exclusive breastfeeding among adolescent mothers in Sewon Subdistrict, Bantul District. This study used cross-sectional study design and a sample size of 45 that were adolescent mothers of 6-24-month-old infants. Data was collected using a structured questionnaire. Data analysis involved bivariate analysis using chi-square test and fisher’s exact test, while multivariate analysis used logistic regression.Results showed that 53.3% of adolescent mothers did not practice exclusive breastfeeding. Bivariate analysis showed that pregnancy status (p value = 0.029), perception of childbirth experience (p value = 0.045), perception of breastfeeding (p value = 0.005), husband support (p value = 0.009) and family support (p value = 0.000) were correlated to exclusive breasfeeding. Multivariate analysis showed that perception of breastfeeding (p value = 0.015; OR = 9.746) and family support (p value = 0.014; OR = 7.637) as the most influential factors to exclusive breastfeeding among adolescent mothers with a probability of 72.7%.There is low practice of exclusive breastfeeding among adolescent mothers in Bantul, Yogyakarta and family support is the most dominant factors influencing exclusive breastfeeding.AbstrakKehamilan remaja di Indonesia cukup tinggi. Kecamatan Sewon memiliki angka persalinan remaja tertinggi di Kabupaten Bantul pada tahun 2015-2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan sampel penelitian berjumlah 45 orang ibu usia remaja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan kai kuadrat dan fisher’s exact test, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53.3% ibu usia remaja tidak memberikan ASI eksklusif. Analisis bivariat menunjukkan faktorstatus kehamilan (nilai p = 0.029), persepsi pengalaman melahirkan (nilai p= 0.045), persepsi menyusui (nilai p= 0.005), dukungan suami (nilai p= 0.009), dukungan keluarga (nilai p = 0,000) berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Hasil analisis multivariat menunjukkan persepsi menyusui (nilai p = 0.015; RP = 9.746) dan faktor dukungan keluarga (nilai p = 0,014; RP = 7,637) sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif dengan probabilitas sebesar 72.7%. Masih rendahnya pemberian ASI ekslusif pada ibu remaja di Bantul, Yogyakarta, dan dukungan keluarga merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja

    Direct Experience with Cervical Cancer Patient, Husband Support, and Self-Perception as Determinant Factors of Women’s Desire to Take VIA Screening Test

    Get PDF
    Cervical cancer causes 10.3% women mortality in Indonesia. Visual Inspection of Acetic Acid (VIA) had been used for screening program since 2014, but only2.45% women took the test in 2015. In the place of this study, the coverage was at less than 1%. Previous studies revealed that psychosocial was animportant factor, but less studies analyzed the role of husband support and direct experience with cervical cancer patient. The aim of the study was to learncorrelation between direct experience with cervical cancer patient, husband support, self-perception and women’s desire to take VIA screening. Crosssectionalstudy was applied randomly on women aged 25-55 years old at four villages in Yogyakarta. All data were taken by questionnaire. Most of 188 respondentshad right perception of cervical cancer and the importance of VIA, but they did not receive adequate support from their husband. Few of them haddirect experience with cervical cancer patient. Statistical results showed that age, right perception and husband support were correlated with women’s desireto take VIA test (p value< 0.05), while direct experience with cervical cancer patient was not correlate. Women with right perception and husband support aremore willing to take VIA test.AbstrakKanker serviks menyebabkan 10.3% kematian pada perempuan di Indonesia. Inspeksi visual asam asetat (IVA) telah digunakan untuk program skrining sejaktahun 2014 tetapi hanya 2,45 % perempuan yang melakukan pemeriksaan pada tahun 2015. Di tempat penelitian, cakupan skrining metode IVA kurang dari1%. Penelitian sebelumnya menyebutkan faktor psikososial sebagai satu faktor penting, tetapi sedikit penelitian yang menganalisis peran dukungan suamidan pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antara pengalaman langsung dengan penderitakanker serviks, dukungan suami, persepsi diri dan keinginan perempuan melakukan skrining IVA. Penelitian potong lintang dilakukan secara acak padaperempuan berusia 25-55 tahun di empat kelurahan di Yogyakarta. Seluruh data dikumpulkan melalui kuesioner. Sebagian besar dari 188 responden memilikipersepsi yang benar mengenai kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA, tetapi mereka tidak menerima dukungan yang cukup dari suami. Sebagiankecil memiliki pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks. Uji statistik menunjukkan bahwa usia, persepsi yang benar, dan dukungan suamiberhubungan dengan keinginan perempuan untuk melakukan skrining IVA (nilai p < 0.05), sedangkan pengalaman langsung dengan penderita kanker servikstidak berhubungan dengan keinginan melakukan skrining. Perempuan dengan persepsi yang benar dan dukungan suami lebih bersedia melakukan skriningIVA

    Analisis Konsep Lean Thinking Pelayanan Laboratorium pada Pasien UGD Rs Masmitra Bekasi

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis ini membahas tentang peningkatan mutu dan pelayanan laboratorium RS. Masmitra adalah melalui metode Lean yang bertujuan menciptakan value dengan cara mengurangi kesalahan dan waktu tunggu. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode kualitatif dengan cara observasi, wawancara dan telaah data yang bertujuan menganalisis alur proses pelayanan laboratorium pasien UGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelayanan laboratorium RS Masmitra masih ditemukan keterlambatan yang dibuktikan pada Current State Value Stream Map dimana 39% kegiatan adalah non value-added serta 7 jenis waste serta melalui penerapan Lean Tools diciptakan ide-ide perbaikan dalam bentuk Future State Value Stream Map dimana hanya terdapat 9% kegiatan non value-added pada proses tersebut. Oleh karena itu, penerapan konsep lean thinking sangatlah tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium RS.Masmitra. ABSTRACT Thesis describes the improvement of quality and laboratory services at. Masmitra Hospital through Lean method which aims to create value by reducing errors and waiting time. This study is a qualitative analytical research method by observation, interviews and data analysis to analyze the flow process of laboratory services for ER patients. The results showed that laboratory services at Masmitra Hospital still found delays which is prooven on the Current State Value Stream Map where 39% of the activities are non-value - added and 7 types of waste as well as through the aplication of Lean Tools has created improvement ideas in Future State Value Stream Map where there are only 9 % of non value-added activities in the process. Therefore, the application of the concept of lean thinking is appropriate to improve the quality of laboratory services at Masmitra Hospital.

    Keberlanjutan Peran Dukungan Sebaya di Dalam Sistem Penanggulangan HIV di Tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten Indonesia

    Get PDF
    Latar Belakang. Peran Dukungan Sebaya (DS) adalah salah satu peran yang penting dalam Sistem Penaggulangan HIV/AIDS. DS dapat berjalan secara berkesinambungan jika ada faktor keberlanjutan program.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan DS di dalam sistem penanggulangan HIV/AIDS di tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten.Metode. Penelitian ini melakukan pengumpulan data kualitatif dan studi literatur. Wawancara mendalam dilakukan pada informan utama dan informan pendukung. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam. Hasil. Kelompok DS dapat terus berlanjut dan berperan dalam sistem penanggulangan HIV/AIDS jika faktor-faktor yang berhubungan dengan keberlanjutan kelompok dapat terus berkembang. Adapun faktor keberlanjutan DS adalah: 1) Faktor Internal, yang meliputi faktor motivasi berkelompok, kepemimpinan, kemandirian dan manajemen serta akuntabilitas kelompok. 2) Faktor Eksternal, yang meliputi keterlibatan di dalam sistem penanggulangan HIV/AIDS, akses terhadap sumber daya dan masuk ke dalam sistem rujukan

    Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Tahap Lanjutan Untuk Minum Obat di RS Rumah Sehat Terpadu Tahun 2015

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis ini membahas tentang Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Terhadap Kepatuhan Pasien Tuberculosis Paru Tahap Lanjutan Untuk Minum Obat Di RS Rumah Sehat Terpadu Tahun 2015 Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian masih ditemukannya ketidakpatuhan penderita Tuberculosis Paru untuk minum obat. Ketidakpatuhan ini disebabkan karena faktor perilaku (Predisposisi, Enabling,dan Reinforcing) dan non perilaku, Pada penelitian ini menyarankan bahwa harus ada cara untuk meingkatkan kepatuhan penderita TB Paru ini untuk minum obat antara lain dengan dukungan kebijakan dari Rumah Sakit untuk Program TB DOTS, penyuluhan secara berkala, menjamin adanya ketersediaan obat, adanya Pengawas menelan Obat (PMO), dan pencatatan dan pelaporan yang teratur ABSTRACT This research discussed on the This thesis aims to determine the factors that associated compliance patien lung Tuberculosis to swallowing drug at Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Hospital 2015This research used mix methods approach with cross sectional design. This research found that there is still non compliances patient lung tuberculosis to swallowing medicine. The compliance is related on behavior (Predisposisi, Enabling, dan Reinforcing) and non behavior factor. To increase the compliance this research suggest to hospital support fot TB DOTS program, intens of counseling, support the PMO, availability of drug, and frequent recording dan reporting.

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor Tahun 2015

    Get PDF
    ABSTRAKInsiden Keselamatan Pasien ( IKP ) di RSKBP berkisar antara 0,31% sampai dengan 3,01% dengan angka kematian 2,22%.IKP di RSKBP dinilai masih under reporting karena kebanyakan IKP tidak dilaporkan.Membangun budaya keselamatan pasien merupakan elemen penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya keselamatan pasien dan faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan pasien di RSKBP tahun 2015. Penelitian dilakukan bulan Maret sd April 2015, dengan sampel 115 responden. Desain penelitian explanatory sequential. Analisa data dilakukan dengan regresi logistic.Penelitian menunjukan budaya keselamatan pasien di RSKBP masih kurang. Faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan pasien di RSKBP adalah umpan balik laporan insiden ( p=0,021 α=0,05, OR= 15,516 ) budaya tidak menyalahkan ( p=0,019 α=0,05, OR= 14,396 ) dan budaya belajar ( p=0,006 α=0,05, OR= 0,096 ).Disarankan agar RSKBP dapat memperbaiki budaya keselamatan pasien dengan upaya yang komprehensif dan terstruktur. ABSTRACTAdverse even ( AE ) in RSKBP ranged from 0.31% to 3.01% with a mortality rate of 2.22%.AE in RSKBP still considered under-reporting because most AE  not reported. Building a culture of patient safety is an important element to improve patient safety and quality. This research aims to know the culture of patient safety and the factors related to the patient safety culture in RSKBP 2015. The study was conducted in March to April 2015, with a sample of 115 respondents It is Sequential explanatory research design. The data analysis with regression logistic.Patient safety culture in RSKBP still lacking. Factors related to the patient safety culture in RSKBP feedback is incident report (p = 0.021 α = 0.05, OR = 15.516) culture is not to blame (p = 0.019 α = 0.05, OR = 14.396) and a learning culture (p = 0.006 α = 0.05, OR = 0.096) .RSKBP sugest to  improve patient safety culture with a comprehensive and structured efforts

    Analisis Hubungan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Terhadap Kesesuaian Standar Tarif INA-CBG’s Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati Jakarta

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis ini membahas tentang kelengkapan pengisian resume medis (diagnosis utama, diagnosis sekunder, prosedur utama) terhadap kesesuaian standar Tarif INA-CBGs di Instalasi rawat inap Teratai Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian masih ditemukannya ketidaklengkapan pengisian resume medis terkait variabel diagnosis utama, diagnosis sekunder, dan prosedur utama, sehingga menyebabkan potensi ketidaksesuaian standar tarif INA-CBGs. Ketidaklengkapan pengisian resume medis disebabkan banyak faktor dan hasil peneltian ini menyarankan agar dilakukan evaluasi dan sosialisasi Standar Prosedur Operasional (SPO), diberlakukannya system reward dan punishment, Monitoring dan Evaluasi tentang formulir rekam medik, ditambahkan buku atau daftar kode diagnosis dan pemutakhiran software INA-CBGs. ABSTRACT This research discussed on the completeness of medical resume (primary diagnostic, secondary diagnostic and major procedure) in consistency with INA-CBGs costing at Teratai Inpatient Instalation Central General Hospital (RSUP). This research used mix methods approach with cross sectional design. This research found that there is still incompleteness in filling medical records especially for primary diagnostic, secondary diagnostic and major procedure that potentially may cause inconsistency with INA-CBSs costing. The incompleteness were caused by many factors, and this research suggest to conduct evaluation and socialization of the Standard Procedure Operational (SPO), the implementation of reward and punishment system, monitoring and evaluation on medical record forms, addition of book or list of diagnostic code, upgrading of INA-CBGs software.

    Analisis Perbandingan Biaya Pengelolaan Limbah Medis Padat Antara Sistem Swakelola dengan Sistem Outsourcing di Rumah Sakit Kanker “Dharmais”

    Get PDF
    ABSTRAK Berdasarkan prinsip “pembuat polusi yang membayar”, setiap Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus bertanggung jawab secara finansial atas pengelolaan limbahnya secara aman. Biaya tersebut harus didanai dengan alokasi khusus dari anggaran rumah sakit. Total biaya umumnya terdiri atas investasi modal awal, penyusutan peralatan dan bangunan, biaya pengoperasian elemen-elemen tersebut seperti petugas dan barang habis pakai, biaya operasional sarana, biaya pengelolaan pihak ketiga, biaya perizinan, dan biaya-biaya lain yang semuanya harus dipertimbangkan secara hati-hati jika akan memilih opsi yang paling rendah biayanya. Penelitian ini membahas perbandingan biaya pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” antara sistem swakelola dengan sistem outsourcing. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan dilakukan dengan cara pengamatan, telaah dokumen langsung, dan perhitungan biaya menggunakan metode Activity Based Costing (ABC). Dari hasil penelitian diketahui bahwa alur proses pengelolaan limbah medis sudah berjalan baik dan pengelolaan limbah medis padat secara outsourcing lebih murah dibanding swakelola. Untuk mengurangi limbah medis padat, masih dapat dilakukan upaya minimisasi limbah. ABSTRACT Based on the principle of "the polluter pays", every health care need to be financially responsible for the management of their waste safely. Such costs should be funded by a special allocation of hospital budgets. Total expenses generally consist of an initial capital investment, depreciation of equipment and buildings, the cost of operation of these elements such as personnel and consumables, vehicle operating costs, third-party management fees, license fees, and other expenses that everything must be carefully fastidiously if it will choose the lowest cost option.This study discusses The comparative cost analyse of solid medical waste management in the "Dharmais" Cancer Hospital between self-managed system with outsourcing system. This research is a quantitative and descriptive study was done by observation, document review, and the calculation of the cost of using Activity Based Costing (ABC). The survey results revealed that the flow of medical waste management process has been running good and solid medical waste management outsourcing system is cheaper than self-managed. To reduce solid medical waste, they can do waste minimization efforts.

    Work-Related Skin Diseases among Workers in the Sewing Section at PT. X Shoe Company in West Java

    Get PDF
    Occupational skin diseases are the most common work-related diseases in many countries. Shoe industry workers are potential to be affected by work-related skin diseases (WRSDs). This study aimed to analyze the risk factors associated with WRSDs among workers in the sewing section at a shoe company in West Java. A total of 477 workers were examined and interviewed using the modified Nordic Occupational Skin Questionnaire-2002/LONG from May 2016 to July 2016. Chi-square test and logistic regression were used to analyze the risk factors related to WRSDs. The results showed that 57.7% of the workers suffered from WRSDs. Most of the workers (71.7%) did not wear gloves while working; however, they washed their hands adequately at work (67.1%). Multivariate analysis indicated that a term of work, allergy records, organic dust exposure and duration of exposure per day, handwashing habits, and use of gloves whileworking were significant to WRSDs. Having allergy records and not wearing gloves were the two dominant factors associated with WRSDs (odds ratio: 6.743 and 6.224, respectively). Understanding the importance of using chemical protective gloves while working and washing hands with running water are essential for the proper implementation of protective measures to ensure worker's safety and health

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇