Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Dietary Changes Among Normal and High Blood Pressure Adolescents During the COVID-19 Pandemic

    Full text link
    The COVID-19 pandemic has significantly impacted adolescents' unhealthy eating habits and sedentary lifestyles, leading to an increase in blood pressure and obesity rate. High blood pressure among adolescents is an early indicator of adult hypertension, but this condition has received less attention recently. Therefore, this study aimed to determine the differences in dietary changes among high school students with normal and high blood pressure before and during the COVID-19 pandemic in West Lampung District, Indonesia. A cross-sectional design was used, and the sample population consisted of 167 students aged 14-19 years. The results showed that 43 participants had elevated blood pressure and stage 1 hypertension, accounting for 25.7% of the total population. Among these participants, 14 (32.6%) were found to be overweight and obese. Based on the results, students with high blood pressure were less likely to improve their dietary choices during the COVID-19 pandemic than those with normal blood pressure

    COVID-19 Prevention in People Living with HIV/AIDS: Entering the Endemic Phase

    Full text link
    The mortality and severity risks due to COVID-19 infection are higher in people living with HIV/AIDS (PLWHA) than those with no such condition. This study aimed to analyze the relationship between health literacy, social support, and the health belief model in PLWHA in preventing COVID-19 from entering the endemic phase. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted in October 2021 among 94 PLWHA selected by purposive sampling in Kupang City, Indonesia. The bivariate data analysis used the Chi-square, and the multivariate data analysis used the binomial logistic regression test. The results showed that 88.3% of the participants had poor COVID-19 literacy, 67% had low emotional support, and 71.3% had poor COVID-19 prevention behavior. The results of the multivariate analysis showed that the factors with the strongest association, COVID-19 literacy (95% CI = 1.71–108.55; PR = 4.15)and emotional support (95% CI= 1.01–53.81; PR = 2.35), improve COVID-19 prevention behavior. Implementing communication, information, education, and policy strategies is important to improve literacy and emotional support to prevent COVID-19 from entering the endemic phase among PLWHA

    Faktor Determinan Hipertensi pada Jemaah Haji Usia Lebih Dari 40 Tahun di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022

    No full text
    Di seluruh dunia, hipertensi adalah penyakit tidak menular paling umum yang menyebabkan kematian. Hipertensi menjadi penyakit yang medominasi pada Jemaah haji Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Jemaah haji merupakan populasi khusus yang cukup rentan karena ibadah haji membutuhkan kemampuan fisik dan mental yang baik sehingga penyelenggaraan kesehatan haji menjadi tugas penting bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian hipertensi pada Jemaah haji usia lebih dari 40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 3.339 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pemeriksaan Kesehatan tahap 2 jemaah haji yang diperoleh dari aplikasi Siskohatkes Kementerian Kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan uji cox regression (multivariat). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor determinan hipertensi pada Jemaah haji usia >40 tahun di provinsi DKI Jakarta tahun 2022 adalah usia (PR 1,45 ; 95% CI: 1,30-1,62) , jenis kelamin (PR 1,18 ; 95% CI: 1,06-1,32), riwayat hipertensi pada keluarga (PR 1,29 ; 95% CI: 1,15-1,45), status gizi (PR 1,38 ; 95% CI: 1,15-1,45), penyakit jantung (PR 1,33 ; 95% CI: 1,14-1,55) dan Diabetes Mellitus (PR 1,35 ; 95% CI: 1,18-1,54). Usia merupakan faktor determinan yang paling dominan, dimana usia >56 tahun memiliki risiko paling besar (1,45 kali) untuk terjadi hipertensi. Sebagian dari faktor determinan lainnya merupakan faktor risiko yang dapat diubah, sehingga upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui pola hidup sehat dengan ruti melakukan aktivitas fisik yang cukup, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol, serta selalu cek kesehatan secara berkala khusus pada jemaah haji usia diatas 56 tahun

    Determinan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2022

    Full text link
    Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian paling tinggi di dunia maupun di Indonesia. Keterlambatan diagnosa merupakan salah satu masalah dalam penanganan kanker payudara. Padahal keterlambatan diagnosa dapat dicegah dengan rutin melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, salah satunya yaitu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi kelas ekstensi angkatan tahun 2020, 2021, dan 2022 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified sampling dengan hasil perhitungan akhir sampel sebanyak 108 responden. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang kemudian diolah menggunakan analisis uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 86,1% responden pernah melakukan SADARI, namun hanya 20,43% diantaranya yang rutin melakukan SADARI. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat  hubungan yang bermakna antara persepsi manfaat (nilai-p 0,024) dan persepsi hambatan (nilai-p 0,001) dengan perilaku SADARI pada mahasiswi. Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, riwayat penyakit kanker keluarga dan dukungan keluarga dengan perilaku SADARI pada mahasiwi. Kesimpulan: Diperlukan perluasan saluran dalam menyebarluaskan informasi demi meningkatkan pengetahuan mahasiswi mengenai kanker payudara dan SADARI melalui saluran-saluran informasi lain yang  lebih dekat dengan keseharian

    Hubungan Pemberdayaan Wanita dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Wanita Usia Subur (15-49 tahun) yang telah Menikah di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017

    Full text link
    Penggunaan kontrasepsi, khususnya MKJP, merupakan salah satu indikator terlaksananya program Keluarga Berencana. Namun berdasarkan hasil SDKI 2017, hanya terdapat 13,4% wanita yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, diketahui bahwa peran wanita penting terhadap penggunaan MKJP, dilihat melalui pemberdayaan wanita. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberdayaan wanita dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia subur (15-49 tahun) yang telah menikah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan data SDKI tahun 2017. Variabel dependen penelitian ini adalah penggunaan MKJP dengan variabel independen utama adalah pemberdayaan wanita. Analisis bivariat dan stratifikasi digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen dan mengetahui variabel perancu antara hubungan tersebut. Wanita yang berdaya memiliki risiko 1.15 kali lebih tinggi untuk menggunakan MKJP daripada wanita yang tidak berdaya. Diketahui bahwa variabel pendidikan wanita dan indeks kekayaan rumah tangga merupakan variabel perancu pada hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP. Penggunaan MKJP yang masih rendah merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Adanya hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi instansi pemerintahan untuk mengembangkan kesehatan dengan berfokus pada peran wanita

    Literature Review: Stunting Saat Balita sebagai Salah Satu Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Masa Depan

    No full text
    Seseorang yang mengalami stunting saat balita cenderung memiliki tubuh yang lebih pendek dan memiliki risiko efek jangka panjang, yaitu menderita penyakit kronis yang berkaitan dengan gizi, rentan terhadap penumpukkan lemak tubuh, serta berisiko menderita diabetes melitus karena resistensi insulin dan beberapa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan stroke. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menelaah secara ilmiah efek stunting yang terjadi pada seseorang saat balita terhadap penyakit tidak menular saat dewasa. Penelitian ini merupakan literature review dengan metode PICO (population, intervention, comparators and outcome). Database elektronik yang digunakan adalah Embase, Proquest dan lib.ui didapatkan sebanyak lima artikel dan satu tugas akhir (tesis) setelah melalui tahapan eksklusi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Usia anak yang dijadikan sampel dalam setiap studi berkisar dua sampai lima tahun. Hasil telaah ilmiah dari lima artikel dan satu tugas akhir yang sesuai dengan kriteria inklusi, menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami stunting saat balita memiliki risiko kegemukan atau obesitas. Adanya fase catch up growth untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan dan resistensi insulin sehingga rentan terhadap penumpukkan lemak tubuh. Stunting yang dialami seseorang pada saat balita dapat menjadi salah satu faktor seseorang menderita penyakit kronis yang berkaitan dengan gizi dan penyakit tidak menular lainnya karena adanya peningkatan adipositas dan penumpukkan lemak tubuh. Perlu dilakukan telaah lebih mendalam pada penelitian selanjutnya terkait efek genetik dan perubahan hormon pada masa remaja karena pada masa ini seseorang mengalami fase pubertas dan dapat mempengaruhi risiko obesitas dan hipertensi di masa dewasa

    Evaluation of Solid Medical Waste Management in Bogor Regional Public Hospitals

    Full text link
    Healthcare facilities generate medical waste. If not properly managed, medical waste can damage the environment and spread diseases. Many hospitals in Indonesia do not adhere to medical waste management regulations. This study aimed to evaluate the management of solid medical waste at four public hospitals in Bogor District, Indonesia. A case study design was used to obtain a comprehensive description of the solid medical waste management activities in the hospitals. Data were collected through direct observations, interviews, and document reviews. This study revealed that the medical waste generated in all hospitals was infectious, pathological, pharmaceutical, chemical, and cytotoxic, totaling approximately 4,000-12,000 kg. Hospitals A, B, C, and D fulfilled the Ministry of Environment and Forestry Regulation No. P56 of 2015 criteria, achieving compliance rates of 77%, 83.78%, 83.3%, and 86.48%, respectively. However, several activities of the hospitals did not meet the standards for waste reduction, segregation, on-site transport, temporary storage, and human resource quality. It is important that hospitals establish comprehensive and compliant medical waste management systems

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres Selama Masa Pandemi COVID-19 pada Mahasiswa Program Ekstensi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

    Full text link
    ABSTRAKLatar Belakang. Pembelajaran daring merupakan solusi agar aktivitas akademik dapat terus berjalan. Namun sistem ini mengakibatkan stres bagi mahasiswa. Selain faktor yang berhubungan dengan proses perkuliahan, ada juga permasalahan dari kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan munculnya stres khususnya pada mahasiswa program alih jenjang Sarjana Kesehatan Masyarakat (ekstensi). Mahasiswa program ini memiliki latar belakang pendidikan Diploma 3 umumnya  sudah bekerja dan berumah tangga. Hal ini menambah beban dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan berdampingan memaksimalkan tugasnya sebagai mahasiswa.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres mahasiswa selama masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa Program Ekstensi FKM UI.Metode. Merupakan penelitian kuantitatif dengan studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ekstensi angkatan 2019 - 2021 berjumlah 176 orang. Data primer yang digunakan diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada responden. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil. Hasil penelitian didapatkan 5,7% responden mengalami stres berat. Dari analisis bivariat diperoleh dua faktor yang berhubungan dengan tingkat stres yaitu jadwal perkuliahan (p-value 0,005) dan metode pembelajaran (p-value 0,01). Berdasarkan faktor penyebab distress, disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa sering mengalami stres karena banyaknya tugas perkuliahan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar untuk mengambil tindakan dalam pencegahan dan pengendalian stres pada mahasiswa. ABSTRACTBackground. Online learning is a solution so that academic activities can continue. However, this system causes stress for students. In addition to factors related to the lecture process, there are also problems from daily life that cause stress, especially for Extension students who are already working and have a household. This adds to the burden of carrying out daily life and side by side in maximizing their duties as a student.Aim. This study aims to determine the factors associated with student stress levels during the COVID-19 pandemic among FKM UI Extension Program students.Method. This is a quantitative study with a cross-sectional study. The sample in this study was 176 extension students for the 2019-2021 class. The criteria for inclusion were students with active academic status and exclusion of students who were not willing to be respondents. The primary data used was obtained from a questionnaire given to respondents. Using univariate and bivariate data analysis.Result. The results showed that 5.7% of respondents experienced severe stress. From the bivariate analysis, two factors related to stress levels were obtained, namely class schedules (p-value 0.005) and learning methods (p-value 0.01). Based on the factors that cause distress, it can be concluded that most students often experience stress due to the large number of lecture assignments. This research is expected to become basic data for taking action in preventing and controlling stress in college students

    Indonesia’s COVID-19 Trend After the End of a Public Health Emergency of International Concern: Preparation for an Endemic

    Full text link
    Three years into the pandemic, the World Health Organization revoked the COVID-19 public health emergency of international concern on May 5, 2023. This decision sparked debate, notably around the possibility of a surge in cases due to the SARS-CoV-2 mutations. To manage this transition, the Indonesian government enacted stringent controls on case numbers. This case series study provided an overview of COVID-19 case trends in Indonesia following the revocation of public health emergency of international concern status by the World Health Organization. Data were collected for 5 weeks after the statement (May 6–June 10, 2023) from the COVID-19 Task Force’s official online platform of the Indonesian Ministry of Health. The trends were monitored in daily confirmed, active, recovered, and death cases, and analyzed the data using Microsoft Excel and Stata 16. The findings indicated a positive trend for Indonesia, with decreased daily confirmed cases (89.42%) and active cases (44.16%). Recovered cases accounted for 97.47%, higher than the global average (96%). Unfortunately, the death rate (2.38%) exceeded the global statistic (1%). These results highlighted the need for sustained vigilance, enhancement of the 3T strategy (testing, tracing, and treatment), and wider vaccination coverage. It remains critical to uphold the 3M protocols—mask-wearing, physical distancing, and hand hygiene—to prevent a potential rebound in cases, even without the public health emergency of international concern status,as the situation transitions toward endemic COVID-19

    Editorial

    Full text link
    Not available

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇