Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Analisis Pembiayaan pada Program Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Metode Health Account di Kabupaten Jember

    Get PDF
    AbstrakKesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan permasalahan kesehatan yang belum tuntas di Indonesia. Ibu dan anak adalah anggota keluarga yang perlu mendapatkan perhatian serta prioritas dalam usaha penyelenggaran kesehatan. Tahun 2012 terdapat enam provinsi yang menjadi fokus pemerintah dalam mengatasi permasalahan kematian ibu yang salah satunya Jawa Timur. Kabupaten Jember menjadi salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang masih mengalami permasalahan KIA. Penambahan anggaran dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak belum berjalan secara optimal di Kabupaten Jember. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dengan pendekatan Health Account terkait KIA di Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Unit analisis pada penelitian ini adalah intitusi yang melakukan kegiatan langsung maupun tidak langsung terhadap program KIA pada tahun 2018 dengan fokus anggaran yang berada pada tingkat daerah. Hasil penelitian menunjukkan pola belanja pada setiap program kesehatan banyak digunakan untuk belanja investasi dan anggaran banyak diprioritaskan untuk belanja investasi pada kegiatan tidak langsung. Saran yang diberikan adalah pemerintah Kabupaten Jember menyusun kebijakan yang diarahkan pada pembangunan berparadigma sehat dan membangun sistem informasi manajemen keuangan daerah yang terintegrasi, dan juga harus membuat payung hukum untuk melembagakan pelaksanaan Health Account ditingkat daerah.Abstract Maternal and Child Health (MCH) is unresolved health problems in Indonesia. Mother and child are family members who need attention and priority in delivery of health. In 2012, there were six provinces that were focus of government in resolve problems of maternal mortality, one of them was East Java. Jember District is one of district in East Java that is still having problems with MCH. The addition of the budget in increasing maternal and child health has not been running optimally in Jember. Therefore, it is necessary to research with Health Account approach related to MCH in Jember District. This type of research was descriptive research. The unit of analysis in this research was the institution that carried out direct or indirect activities on the MCH program in 2018 with an appropriate budget focus at the regional level. The results of research showed that expenditure patterns on every program were widely used for investment expenditure and the budget was prioritized for investment expenditure in indirect activities. The advice given is that Jember District Government develops policies directed at healthy paradigm development and builds an integrated financial management information system, and must also create a legal protection to institutionalize implementation of Health Accounts at distrcit level

    Hospital Preparedness Level and Policy Implementation Analysis of Hospital Disaster Plan in RSUD Kota Yogyakarta

    Get PDF
    AbstractHospital is a public facility that must continue on full operation when a disaster occurs. In any disaster situation that results in a surge in patients, hospitals are expected to provide health services for the victims. This study uses  mixed research methods. We combine qualitative methods using in-depth interviews and quantitative methods using questionnaires and hospital safety index scoring. The sample was taken by purposive sampling on hospitals’ management incorporated in the disaster management organization structure. The hospital safety index score result is 62.5%. The knowledge questionnaire results showed 77% percentage, meaning that the staff’s knowledge of disasters was excellent. RSUD Kota Yogyakarta’s Hospital Safety Index result means that it is still in category B. This category means that the hospital still has some risks affecting their maximum function in facing disaster.

    Barriers to Covid-19 RT-PCR Testing in Indonesia: A Health Policy Perspective

    Get PDF
    Abstract. Indonesia has been facing a hard time accelerating the number of laboratory capacity. This study provides an overview of the data on daily tests, confirmed cases, and the challenge of Covid-19 control associated with government policy. This study utilizes data reported from 2 March to 29 April 2020 by online official sources and regulations. Initially, the government only trusted one lab for the Covid-19 test. As the number of cases increased, referral labs were increased, until 29 April 2020, there were 89 officially appointed laboratories. The daily number of testing results fluctuated and unstable, although the number of reference labs increases. This reflects implementation challenges from different factors: readiness and capacity between labs; availability of swab collection officers; availability of reagents in the lab; rules for lab officers and swab collection officers; and transportation for a specimen from health facility to the referral lab. This study recommends to ensure the lab readiness in terms of human resources, tools, and reagents when appointed; ensure the adequacy and quality of qualified laboratory staff & swab collectors; ensure adequate reagents for RT-PCR, and rearrangement of shift rules for lab & swab collection officers, and improve handling procedures and transport specimen delivery mechanisms. Abstrak. Indonesia kesulitan melakukan percepatan jumlah kapasitas laboratorium (Lab). Tujuan studi mereview hasil testing harian, kasus terkonfirmasi, dan tantangan imlementasi penanganan Covid-19 dikaitkan dengan kebijakan pemerintah. Analisis studi memanfaatkan data sekunder, periode 2 Maret sampai 29 April 2020, yang dilaporkan berbagai website resmi dan kajian regulasi. Awalnya pemerintah hanya percaya satu lab untuk testing Covid-19. Seiring bertambahnya kasus, jumlah lab rujukan ditambah, sampai tanggal 29 April 2020 sudah 89 lab yang ditunjuk resmi. Hasil testing harian memperlihatkan angka yang berfluktuasi. Ini mencerminkan tantangan implementasi dari berbagai faktor: kesiapan dan kapasitas antar laboratorium; ketersediaan & kemampuan petugas pengumpul swab; ketersediaan reagen di laboratorium; aturan untuk petugas lab dan petugas pengumpul swab; dan transportasi untuk spesimen dari fasilitas kesehatan ke laboratorium rujukan. Studi ini merekomendasikan untuk memastikan kesiapan laboratorium dalam hal sumber daya manusia, alat, dan reagen ketika ditunjuk; memastikan kecukupan dan kualitas petugas lab & pengambil swab mumpuni; memastikan kecukupan logistik reagen untuk RT-PCR; dan penataan ulang aturan shift untuk petugas lab & pengumpul swab, dan meningkatkan prosedur penanganan dan mekanisme transportasi pengiriman specimen

    The Effectiveness of COVID-19 Countermeasure Policy Implementation in Seven ASEAN Countries

    Get PDF
    Abstract. COVID-19, which has spread to almost all countries in the world, force country's leaders to issue COVID-19 countermeasures policy that is the most effective and suitable for their country. The various ways to implement the policy depend on the COVID-19 impact that arises in the country. This study describes the implications of national policies related to COVID-19 case fatality rates up to 29 April 2020 in 7 ASEAN countries. We use analytical descriptive method on COVID-19 data that has been published in online media. The achievement on the implementation of national policy in overcoming COVID-19 in some countries provide new perspectives for all other countries in maintaining and improving relations between the government and its citizens to implement the most effective way in reducing mortality (Case Fatality Rate)

    Analisis Spasial Penyakit Tuberkulosis Paru di Kalimantan Tengah Tahun 2017

    Get PDF
    Pada Tahun 2017 ditemukan jumlah kasus baru TB Paru di Kalimantan Tenggah sebanyak 2033 kasus, lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah penemuan kasus pada tahun 2016 sebanyak 1580 kasus. Tujuan penelitian ini yaitu diketahuinya analisis spasial TB Paru di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan model analisis spasial. Data kasus TB Paru di Provinsi Kalimantan Tengah diperoleh dari BPS Kalimantan Tengah. Jumlah kasus TB Paru tertinggi ada di Kota Palangka Raya, diikuti Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Kepadatan penduduk, rumah tangga pra sejahtera, rumah sehat ber PHBS, sanitasi rumah tangga dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi faktor-faktor penentu terjadinya kasus TB Paru yang bervariasi pada setiap wilayah kabupaten kotanya. Beragamnya faktor penentu kasus TB Paru, sehingga diperlukan intervensi dan program kebijakan untuk menanggulangi TB Paru yang diprioritaskan pada karakteristik masing-masing daerah serta memperhatikan faktor risiko yang paling berkorelasi pada masing-masing wilayah

    Entomological Index and Home Environment Contribution­ ­to Dengue Hemorrhagic Fever in Mataram City, Indonesia

    Get PDF
    Indonesia is a member of Southeast Asia Regional Office (SEARO) ranked the first in dengue hemorrhagic fever (DHF) problem based on incidence rate (IR) and case fatality rate (CFR). Several provinces in Indonesia experience an outbreak, one of which is the Mataram City in West Nusa Tenggara Province. Mataram City is an endemic area of DHF because the DHF cases are always found in three consecutive years with the number of cases that fluctuate and tend to increase. This study aimed to obtain factors that could be used to improve early warning systems in controlling DHF. This study used a case control design with a ratio of 1:1 to 180 house holds. The results showed that home environmental factors, such as no ceiling, indoor and outdoor temperature that had the potential for breeding places for mosquitoes, no wire net in ventilation, low lighting and high humidity, related to DHF transmission. Vector distibution with entomology index showed that the existence of larvae, eggs and mosquitoes played a role in dengue transmission. The dominant factors affecting the transmission of dengue in Mataram City are the condition of the ceiling and the existence of mosquito eggs in the house

    Utilization of Family Planning Contraceptives among Women inthe Coastal Area of South Buru District, Maluku, 2017

    Get PDF
    Maluku Province is one among provinces in Indonesia with a contraceptive prevalence rate (CPR) lower than the national average. This study aimed toexamine factors associated with the utilization of family planning contraceptives among women of reproductive age living in the coastal area of South BuruDistrict, Maluku, Indonesia. Data were derived from a household health survey conducted in five subdistricts in South Buru, e.g., Namrole, Leksula, Waesama,Kapala Madan and Ambalau Subdistricts on November 2017 by the Faculty of Medicine, Pattimura University in Ambon. Information on contraceptive usewere collected from 390 married women aged 20 - 49 years. Bivariate and multivariate logistic regression analysis were employed to examine the factorsassociated with utilization of family planning contraceptives. This study found a low rate of utilization of family planning contraceptives (38.5%). The odds ofutilization modern contraceptive significantly reduced among women living in Ambalau and Leksula Subdistricts, aged 41 - 49 years, those who intend to havemore number of children, and with a low level of knowledge about family planning contraceptive methods

    Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Kematian Neonatal pada Bayi Berat Lahir >=2500 Gram dan pada Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia

    Get PDF
    Kematian balita banyak terjadi pada masa neonatal. Inisiasi menyusu dini sebagai bagian asuhan bayi baru lahir dapat menjadi langkah awal meningkatkan kelangsungan hidup bayi neonatal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap kematian neonatal pada bayi berat lahir ≥2500 gram dan pada bayi berat lahir rendah di Indonesia. Data penelitian bersumber dari data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif. Jumlah sampel penelitian adalah 12.914 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bayi berat lahir ≥2500 gram (HR 2,526 : 95% CI 1,113 – 5,736 : p=0,027) dan bayi berat lahir rendah (HR7,640 : 95% CI 1,761 – 33,142 : p=0,007) yang tidak diinisiasi menyusu dini berisiko mengalami kematian neonatal. Tenaga kesehatan yang membantu persalinan dalam menjalankan inisiasi menyusu dini sebagai asuhan bayi baru lahir. Edukasi terhadap calon ibu mengenai inisiasi menyusu dini perlu lebih digalakkan

    Kajian Literatur Sistematis: Skema Pengendalian Biaya dalam Asuransi Kesehatan Nasional di Beberapa Negara

    Get PDF
    AbstrakPengendalian biaya merupakan salah satu dari beberapa strategi untuk memastikan keseimbangan finansial dari skema asu­ransi kesehatan nasional. Beberapa model pengendalian biaya yang umum digunakan secara global yaitu seperti cost-shar­ing, capping, dan sebagainya. Review ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan biaya dan dampak dari implementasi skema kebijakan sebagai instrumen pengendalian biaya di berbagai negara. Review sistematis dilakukan dengan mengambil data dari beberapa database yaitu Proquest, Pubmed, dan Cochrane Library dengan intervensi utamanya yaitu menggu­nakan metode cost-sharing. Hasil dari review difokuskan pada skema pengendalian biaya dari perspektif pemerintah, yaitu lingkup asuransi sosial yang dapat berupa modifikasi sistem pembayaran, cost-sharing, capping/quota, dan waiting period. Berdasarkan salah satu studi di Kanada, dapat dilihat bahwa dihasilkan dampak yang signifikan pada sistem kesehatan, mengurangi pengeluaran dan penggunaan obat yang tidak esensial, serta secara tidak langsung meningkatkan efisiensi pasar obat melalui kepedulian peserta dalam penggunan obat. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi dari skema pengendalian biaya dapat mengurangi risiko bahaya dari perspektif peserta dengan kontribusi tambahan pada penggunaan pelayanan kesehatan. AbstractCost-containment is one of several strategies to ensure the financial sustainability of the National Health Insurance scheme. Sev­eral cost-containment models were commonly globally, such as cost-sharing, capping, and others. This review aims to determine the costs and impacts of implemented policy schemes as cost-containment instruments in various countries. We performed a systematic review from several primary databases (Proquest, Pubmed, and Cochrane Library) with the primary intervention are the cost-sharing methods. The results of our review focused on the cost containment scheme from the government perspective, in which the context of social insurance can be a modification of payment systems, cost-sharing, capping/quota, and waiting period. From one of the studies in Canada, we can see that the result has a significant impact on the health system, reducing the expendi­ture and the use of drugs that are not essential, and also indirectly improve the technical efficiency of the drug market through the care of participants in drug utilisation. In this research, it can be concluded that the implementation of cost containment schemes can reduce the moral hazard risk from the perspective of participants with additional contributions to the utilisation of healthcare service

    Dampak Pajanan Particulate Matter 2,5 (PM2,5) Terhadap Gejala Penyakit Paru Obstruktif (PPOK) Kronis Eksaserbasi Akut pada Pekerja di Pelabuhan Tanjung Priok, 2018

    Get PDF
    Latar Belakang. Berdasarkan studi, salah satu tempat dengan aktivitas tinggi yang dapat melepas emisi gas buang adalah pelabuhan. Aktivitas pelabuhan seperti bongkar muat barang dan pengantaran barag menghasilkan PM2,5 yang tinggi di lepas ke udara dan dapat mempengaruhi pekerja lapangan. Salah satu risiko yang ditimbulkan adalah risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Eksaserbasi Akut terutama pada pekerja yang bekerja lebih dari 1 tahun. Metode. Metode penelitian ini menggunakan studi desain observasional dengan pendekatan cross-sectional teradap 75 pekerja lapangan yang telah bekerja lebih dari 1 tahun. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pajanan PM2,5 pada pelabuhan sudah melebihi kadar diberikan WHO yaitu 35 μm/m3 dan jumlah responden yang mengalami gejala PPOK Eksaserbasi Akut sudah berada di atas prevalensi PPOK DKI Jakarta, yaitu 1,6%. Simpulan. Secara statistik, data menunjukkan tidak ada kaitan antara PM2,5 dengan kejadian gejala PPOK Eksaserbasi Akut. Temuan ini menyarankan bahwa adanya perbaikan dari perilaku hidup pekerja dan pemberian APD yang tepat.Kata Kunci: Eksaserbasi, Pelabuhan, PM2,5, Polusi, PPO

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇