Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Efektivitas Penyuluhan Individual dan Kelompok dalam Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berkonsep 3R (Studi Kasus di Kelurahan Abadijaya Kota Depok Tahun 2018)
Latar Belakang. Permasalahan timbulan sampah yang terus meningkat disebabkan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R. Penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarluaskan informasi dan menanamkan kayakinan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyuluhan yang lebih efektif antara penyuluhan individual dan kelompok terhadap peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampahrumah tangga berkonsep 3R di Kelurahan Abadijaya, Depok. Metode. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment. Subjek penelitian terdiri dari 50 rumah tangga pada masing-masing kelompok.Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square, pair t-test, Wilcoxon,dan mann whitney. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan individual dan kelompok secara signifikan dapat meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R saat sebelum dan setelah penyuluhan. Simpulan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R pada penyuluhan individual dan kelompok. Kata kunci: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pengetahuan, Sikap, Perilak
The Differences of Haemoglobin changes between two methods of IFA Supplementations among Anemic Female Adolescent Students of Miftahul Huda Al Azhar Langgensari Islamic Boarding School, West Java
AbstractFemale adolescent student s in boarding schools are vulnerable in having anemia due to packed sched ule and limited animal source food. The aim of t his research was to compare the differences of haemoglobin level after weekly Iron Folate Acid (IFA) tablet supplementation and weekly plus daily IFA tablet supplementation during menstruation for 8 week of intervention among anemic students . This study use d qu asi experimental non equivalent control group design. A total of 40 anemic respondents was selected in this study , 20 of them received a weekly IFA tablet s upplementation (treatment 1 group), and the 20 other respondents received weekly plus daily during their menstruation (treatment 2 group). The first hemoglobin measurement and other variables were obtained prior to intervention. Around 52% of all 278 eligible students were anemic at the start of the study. Of the anemic selected sample, 2 of them left the boarding school in the middle of the study because they were ill. A t the end the study 23 out of 38 anemic samples (60.5%) became non anemic. There was a significant increase of haemoglobin level in both groups after the interventio n (both group s have p value < 0.01). This increase was not significant ly different between the two interventions (p = 0.797). This study prove d that weekly supplementation was as effective as weekly plus daily supplemen tation during menstruation in increasing Haemoglobin (Hb ) level among anemic students.AbstrakSantri remaja putri rentan terkena anemia karena kegiatan yang padat dan kurang nya asupan zat gizi terutama makanan sumber pangan hewani . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara dua program suplementasi tablet tambah darah yang terdiri dari zat besi dan asam folat (TTD), yaitu yang diberi satu tablet per minggu (group perlakuan 1) dan yang diberi satu tablet per minggu ditambah satu tablet sehari saat menstruasi selama 8 ming gu (group perlakuan 2 ) . Penelitian ini menggunakan d isain quasi experimental nonequivalent control group . Responden penelitian ini sebanyak 38 orang dimana 20 orang menerima suplementasi mingguan (2 orang kemudian meninggalkan pondok saat penelitian karena sakit ) dan 20 orang menerima suplementasi mingguan ditambah setiap hari saat menstruasi. Pengukuran data pengetahuan, menstruasi, status g izi, pola konsumsi inhibitor, enhancer dan protein hewani dilakukan sebelum intervensi, data suplementasi diukur setelah intervensi dan data kadar hemoglobin diukur saat sebelum dan sesudah intervensi. Pemeriksaan Hb pertama terhadap semua 278 siswa, seki tar 52% menderita Anemia. Diantara sampel siswa yang anemia, pada akhir intervensi 60.5%nya menjadi tidak anemia. Terjadi kenaikan kadar hemoglobin pada kedua kelompok setelah intervensi selama 8 minggu (kedua grup mempunyai nilai p < 0.01). Kenaikan tersebut tidak berbeda antara kedua kelompok perlakuan (p=0,797). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa s uplementasi mingguan pada siswa yang menderita anemia memberikan efektivitas yang sama dalam meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) darah dengan suplementasi mingguan ditambah harian selama menstruasi
Inclusion of Construction Occupational Health and Safety Management System (OHSMS) Components in Building Construction Project
Building construction projects are required to have the Occupational Health and Safety Management System (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, OHSMS) due to its high-risk nature. For this purpose, the Ministry of Public Works and People’s Housing of the Republic of Indonesia has issued the Circular Letter Number 66/SE/M/2015 on Costs for Implementing Construction Occupational Health and Safety Management System (OHSMS) in the Field of Public Works. The purpose of this study is to present a detailed description of OHSMS implementation in several building construction projects by using the Ministry’s Circular as the reference. This study is a descriptive study on 30 building construction projects implemented in Indonesia from 2017 to 2019 as the unit of analysis. Data were collected using a questionnaire which was developed based on the content of the Circular of the Minister of Public Works and People’s Housing Number 66/SE/M/2015. This questionnaire was then distributed to respondents using the purposive sampling technic.The OHSMS implementation subcomponents that are most frequently included in the work agreement of building construction projects are work procedure manual development, OHS induction, safety net, protective helmet, worker insurance (BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan kerja), OHS expert and/or OHS officer, first aids kit, prohibition sign, and portable fire extinguishers. The least frequently included subcomponents are the provision of worker identity cards (KIP), poster, fall restraint, life jacket, Certificate of OHS Steering Committee (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, P2K3), medical officer, fogging solution, traffic strip light, OHS flag, and internal audit and inspection programs. A total of 30 building construction projects have implemented OHSMS by including the details of the construction OHSMS implementation, as stated in the Minister of Public Works and People’s Housing Circular Number 66/SE/M/2015 in their work contract
Determinan Pemilihan Implan Pada Pasangan Usia Subur Di Kecamatan Medan Petisah
ABSTRAKLatar belakang. Penduduk Indonesia mengalami peningkatan dari 265.015.300 orang pada tahun 2018 menjadi 268.074.600 orang pada tahun 2019. Pemerintah membuat program untuk mengintervensi masalah pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali yaitu program keluarga berencana (KB). Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan implan menjadi salah satu alat kontrasepsi unggulan dari BKKBN.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran perilaku pemilihan implan dan determinannya.Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei analitik cross sectional. Sampel 85 akseptor dari 560 dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil. Sebanyak 11.8% responden menggunakan metode implan. 71.8% responden memiliki pengetahuan kurang, 65.9% responden bersikap negatif, 83.5% responden menilai peran petugas kesehatan masih kurang dan 67.1% responden yang tidak mendapatkan dukungan suami. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, peran petugas kesehatan, dan dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi implan, sedangkan sikap menunjukkan tidak ada hubungan dengan pemilihan konstrasepsi implan.Kesimpulan. Ada hubungan antara variabel pengetahuan, peran tenaga kesehatan, dan dukungan suami dengan pemilihan Implan pada responden. ABSTRACTBackground. Indonesia's population has increased from 265,015.3 million in 2018 to 268,074.6 million in 2019. The government has created a program to intervene in the problem of uncontrolled population growth, namely the family planning (KB) program which is promoted and effective is the Long-Term Contraception Method (MKJP) with implants is one of the superior contraceptives of the BKKBN. Objective. This study aimed to to see the selection of implants and their determinations. Method. This study used a quantitative study with cross sectional analytic survey method. Sample of 85 acceptors from 560 were selected using simple random sampling. Data collection was carried out through interviews using a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. Results. Study found 11.8% of respondents used the implant method. 71.8% respondents have less knowledge, 65.9% of respondents have a negative attitude, 83.5% of respondents think that the role of health workers is still lacking, and 67.1% of respondents did not get support from their husbands. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge, the role of health workers, and husband's support with the choice of implant contraception, while attitudes showed no relationship with the choice of implant contraception.Conclusion. Knowledge variables, the role of health workers, and husband's support was related with the choice of implants in respondents
Analisis Kadar Kadmium dan Beberapa Parameter Kunci pada Air Lindi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Tahun 2018
Latar belakang. Sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir dapat mengakibatkan tercemarnya lingkungan dan berisiko terhadap kesehatan penduduk setempat. Salah satu penyebab tercemarnya adalah air lindi. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang terletak di Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. TPST Bantar Gebang mengolah air lindi di Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS). Metode. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui efisiensi pengolahan air lindi serta mengetahui kadar kadmium dan beberapa parameter lainnya. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel pada inlet, outlet dan air permukaan pada hari berbeda. Penelitian ini juga ditambah data pengukuran yang dilakukan TPST Bantar Gebang. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan baku mutu PerMenLH nomor 5 tahun 2014 dan PerMenLHK nomor 59 tahun 2016 untuk air lindi sedangkan air permukaan dengan baku mutu PP nomor 82 tahun 2001. Baku mutu air bersih mengacu pada PerMenKes nomor 416 tahun 1990. Hasil. Pada penelitian menunjukkan kadar kadmium, suhu, pH, TSS, TDS, BOD dan COD pada outlet tidak melebihi baku mutu. Namun pada air permukaan kadar BOD dan COD tinggi, hal tersebut dapat disebabkan adanya limbah industri dan rumah tangga. Tingkat efektivitas pada hari senin, TDS 87,76%; TSS 82,58%; BOD 98,28%; COD 98,24%. Pada hari rabu, TDS 77,84%; TSS 78,02%; BOD 95,61%; COD 95,92%. Pada hari jumat, TDS 85,47%; TSS 78,7%; BOD 97,43%; COD 97,58%. Hasil pengukuran Bantar Gebang yang dilakukan pada September 2017 pada IPAS 1, IPAS 2 dan IPAS 3, menunjukkan ada beberapa parameter yang kadar outletnya lebih tinggi dibandingkan inlet. Hasil pengukuran oleh TPST Bantar Gebang yang dilakukan pada Oktober 2017 pada hulu, tengah dan hilir sungai Asem dan sungai Ciketing, menunjukkan pada hulu dan hilir, parameter yang diukur kadarnya tinggi. Hasil pengukuran Bantar Gebang yang dilakukan pada September 2017 pada air sumur masyarakat, pada beberapa titik sampel, kadar TDS dan coliform tinggi. Kesimpulan. Pengolahan air lindi dilakukan menggunakan bak ekualisasi, bak fakultatif, bak aerasi, polishing pond, bak pengendap, bak pengolahan kimia dan biologi, kolam lumpur dan sand filter.Kata Kunci: Air lindi, Air Permukaan, Kadmium, TPST Bantar Geban
Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Pengendara Ojek Online di Kota Bogor dan Kota Depok Tahun 2018 (Studi Kasus Pencemaran Udara)
Latar belakang. Pengendara ojek online berisiko terhadap gangguan fungsi pernapasan akibat pajanan polutan, khususnya PM2,5, di jalan raya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian PPOK pada pengendara ojek online di Kota Bogor dan Kota Depok dan hubungannya dengan perilaku kerja, status gizi dan juga derajat berat merokok. Metode. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 100 pengendara ojek online. Desain studi dalam penelitian ini yaitu cross-sectional. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya derajat berat merokok yang berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK (OR= 3,482 95%; CI: 1,231 – 9,846). Sementara itu, penggunaan APD, lama kerja, dan status gizi tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian PPOK. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor dominan terhadap kejadian PPOK pada pengendara ojek online di Kota Bogor dan Kota Depok. Simpulan. Untuk mencegah terjadinya PPOK pada pengendara ojek online, upaya harus difokuskan terhadap pencegahan dan pengehentian pajanan terhadap rokok dan polutan lainnya, serta menjaga status gizi.Kata Kunci: ojek online, PM2,5, PPOK, poluta
The Potential Role of Indonesia’s Universal Health Coverage in Management of Severe-To-Profound Hearing Loss through Cochlear Implantation
ABSTRACT This study aimed to evaluate the role of Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) in improving the quality of cochlear implant services using Strength, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT) analysis. The study identified the internal factors of the cochlear implant center in Cipto Mangunkusumo Hospital as a consideration for developing hospital policies and the external factors to determine strategies for future development. The role of JKN was highlighted on the SWOT analysis, showing that the cochlear implant center was strategically located, thus increased the quality and the competitive factor compared to other hospitals. Strength-Opportunity strategy was recommended in improving service quality and identifying the possibility of JKN and other grants to cover the cost and improve the services, research, and education. The SWOT of the Cochlear Implant Center was identified as: 1. Good internal condition (average score of the strengths is superior to the weaknesses), 2. Good external condition (average score of the opportunities is higher than the threats), 3. Using strengths to maximize the opportunities and alternative strategy to be an aggressive strategy. 4. The role of JKN presented in the SWOT quadrants would give JKN a potency and important role in improving the treatment of severe hearing impairment in Indonesia
Initiating Global Civil Society as a Strategy for Handling the COVID-19 Public Health Threat: A Policy Review
The spread of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has had a serious impact on public health. The speed and extentof its spread havedemonstrated a global failure to cultivate awareness and cooperation in responseto the threat. Therefore, in order to improve public awareness and the management of public health threats, we propose a strategy to initiate global civil society. Using Walt and Gilson's policy triangle framework for policy analysis, we reviewed and analysed a series of articles and policies related to COVID-19, Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), the Global Health Security Agenda (GHSA), health resilience in the context of globalization, as well as other countries’ experiences. We also explored constitutional obligations, public health legislation, collaboration of civil society, and policies related to public health, as well as their implementation. Every country has its own public policy strategy for handling COVID-19. One possible solution is to expand the GHSA commitments and bind all countries that have signed the agreement to a single public policy strategy for the handling of COVID-19. The poor handling of the COVID-19 outbreak has demonstrated the need for Indonesia’s civil society collaborativelyoversee the Indonesia’s government’s implementationof its constitutional obligations. The government mustmake public health security a top priority, and collectives of educated individuals with a strong, shared vision must harness the power of non-governmental advocacy
Vitamin D and Reduced Academic Stress of Health Students
Stress conditions can reduce academic ability, influencing student grade point averages and encouraging negative behaviors. The object of this research was to discern the influence of vitamin D in the reduction of academic stress of health students. The study used a randomized controlled trial (RCT). The population was midwifery students who lived in the Health Polytechnic dormitory, Ministry of Health, Yogyakarta, in 2017. Samples were 77 students of midwifery who did not suffer from any chronic disease, nor did they experience academic stress. They all agreed to become research subjects. Samples were 39 respondents in a treatment group who were administered 1 tablet of 400 mg of vitamin D supplement daily, for 30 days. A control group was given a placebo. Academic stress was assessed by means of the Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS 42). Data were analyzed by using linear regression. The results showed that daily vitamin D supplement reduced academic stress (p-value 0.000 < 0.05). One dose of 400 international units (IU) of vitamin D daily for 30 days could reduce academic stress by 11.28 points. To reduce academic stress, students should consume vitamin D and expose their skin to sun rays with ultraviolet
Hubungan Obesitas dengan Risiko Kejadian Penyakit Asma pada Perempuan Usia Produktif di Indonesia
Penelitian mengenai hubungan obesitas dengan risiko kejadian penyakit asma sudah banyak dilakukan namun masih jarang dilakukan penelitian yang mengambil sampel perempuan usia produktif (15-64 tahun). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan obesitas dalam menyebabkan asma pada perempuan usia produktif (15-64 tahun). Penelitian ini menggunakan data bersumber dari Indonesian Family Life Survey-5 (IFLS-5) tahun 2014 dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang dianalisis pada penelitian ini berjumlah 15.654 setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data sampel dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik untuk mengetahui besar risiko obesitas dalam menyebabkan asma. Hasil penelitian didapatkan prevalensi asma sebesar 2,91%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan usia produktif yang obesitas memiliki risiko 1,21 kali (95% CI 0,987-1,485) untuk mengalami asma (POR=1,21) dibandingkan dengan yang tidak obesitas setelah dikontrol dengan variabel merokok. Perlu adanya adanya promosi kesehatan lebih baik dan variatif untuk mencegah asma terutama pada perempuan obesitas pada umur 15-64 tahun