Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 Pada Peserta Seminar Online STIKes Raflesia 7 April 2020
Latar Belakang. Awal tahun 2020, dunia mengalami guncangan pandemi COVID-19. Peningkatan jumlah kasus berlangsung cepat, dan menyebar ke berbagai negara. Penyebaran yang cepat dan jumlah kasus yang meningkat secara eksponensial mengakibatkan pentingnya sosialisasi dan edukasi pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit menular ini. Masyarakat perlu memainkan peran untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.Metode. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner secara online menggunakan platform google form kepada peserta seminar COVID-19 di STIKes Raflesia Depok. Populasi adalah seluruh peserta seminar COVID-19 di STIKes Raflesia tanggal 7 April 2020 sebanyak 310 peserta. Sampel adalah 260 peserta yang mengisi kuesioner dengan lengkap. Analisis data menggunakan multivariat uji regresi logistik ganda. Hasil. Hasil penelitian ini menemukan pengetahuan responden mengenai COVID-19 71,2% baik, sikap responden sebanyak 74,6% positif dan perilaku responden menunjukan 59,2% baik.Kesimpulan. Tidak diketemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan yang baik akan menghasilkan sikap yang positif dan perilaku yang baik dalam pencegahan COVID-19. ABSTRACTIntroduction. Early in 2020, the world was shocked by the COVID-19 pandemic. The increasing number of cases was fast and spread to various countries. The rapid spread and the number of cases increasing have resulted in the importance of socialization and education on preventing and controlling this infectious disease. The community must play a role in breaking the chain of COVID-19 transmission by implementing health protocols.Objective. to find out the knowledge, attitudes and practices of the community to prevent the spread of the COVID-19 Methods. used a quantitative approach with a cross-sectional design by distributing questionnaires online using the google form platform to the participants of the COVID-19 Seminar at STIKes Raflesia Depok. The population is all participants of the COVID-19 seminar at STIKes Raflesia on 7th April 2020, totaling 310 participants. Thus, the sample was 260 participants who filled out the questionnaire completely. Data analysis used multivariate multiple logistic regression test.Results. The survey results showed that the respondents' knowledge about COVID19 was 71.2% good, the attitude showed 74.6% positive and the respondent's behavior showed 59.2% wellConclusion. There was no significant relationship between good knowledge resulting in a positive attitude and good behavior in preventing COVID-19
An Effective Method to Predict Low Birth Weight in Indonesia Rural Area
Antenatal care is a compulsory program in Indonesia with minimally 4 times visits, unfortunately, regular Antenatal care visit at Kanjillo health center, South Sulawesi, Indonesia is still low. Most of the LBW in Indonesia born in a rural-areas, where most of the women visit ANC during the third trimester. This study aims to determine the cut-off point of mother’s last trimester pregnancy weight for predicting as well as preventing low birthweight outcomes in the community. The research design was cross-sectional with secondary data taken from the Kanjilo health center, with 150 pregnant mothers visited the health center in 2019, as samples. Anthropometric measurements were used to determine the pregnancy weight in the last trimester as well as the weight of the baby born. Univariate, bivariate, multivariate analysis as well as Receiving Operation Characteristic (ROC) analysis was used. Cut off point of 60.5 kg of pregnancy weight in the third trimester of pregnancy and 0.919 AUC can predict low birth weight. To confirm this method, validation should be done in the community setting in several rural areas
Analisis Spasial Kasus Diare pada Balita di Kabupaten Banyumas Tahun 2019
Diare merupakan penyebab kematian balita terbesar kedua di seluruh dunia. Indonesia sendiri prevalensi diare untuk balita merupakan tertinggi dari seluruh kelompok umur sebesar 11,5% pada tahun 2018. Hingga tahun 2019 angka penemuan diare pada balita di Kabupaten Banyumas masih belum mencapai target yang ditentukan. Belum adanya gambaran spasial daerah yang rentan akan peningkatan kasus diare balita mempersulit upaya penemuan kasus yang penting dilakukan untuk mencegah terjadinya KLB. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan, dan melakukan analisis spasial untuk melihat korelasi faktor risiko dengan kasus diare pada balita secara geografis melalui peta kerentanan serta menghasilkan peta buffer jangkauan pelayanan puskesmas di Kabupaten Banyumas Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan studi ekologi dengan pendekatan spasial untuk mengetahui korelasi faktor risiko dengan kasus diare pada balita secara geografis. Analisis spasial menunjukan terdapat 10 kecamatan yang teridentifikasi memiliki kerentanan tinggi terhadap kejadian diare pada balita di Kabupaten Banyumas. Hasil analisis buffer puskesmas terhadap wilayah kerjanya menunjukkan terdapat kecenderungan wilayah kerentanan tinggi merupakan wilayah yang termasuk dalam jangkauan maksimal pelayanan puskesmas sejauh 5 km. Perlu ditingkatkan kewaspadaan pada wilayah kerentanan tinggi kasus diare pada balita di Kabupaten Banyumas.
Perilaku Pencegahan COVID-19 di Kabupaten Bogor
Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Sampai dengan tanggal 24 Februari 2021, WHO menerima laporan total kasus konfirmasi COVID-19 secara global sejumlah 111.762.965 kasus dengan 2.479.678 kematian. Indonesia melaporkan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 1.306.141 kasus dengan 35.254 kematian.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Babakan Madang tentang COVID-19 dan pencegahannya.Metode: Melakukan analisis situasi, prioritas masalah, pengembangan instrumen, dan survey determinan penyebab penularan COVID-19. Pelaksanaan intervensi dilakukan kepada masyarakat usia produktif di Desa Babakan Madang, dengan pemberian poster dan video edukasi melalui WhatsApp group. Kemudian dilakukan penilaian melalui post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat setelah dilakukan intervensi.Hasil: Faktor yang paling utama adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat Desa Babakan Madang tentang cara pencegahan COVID-19 sehingga sikap terhadap perilaku pencegahan COVID-19 juga masih rendah. Setelah dilakukan kegiatan intervensi, diberikan penilaian melalui pre-test dan post-test.Simpulan: Berdasarkan penilaian melalui pre-test dan post-test kepada 23 responden setelah kegiatan intervensi, diperoleh peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat terhadap COVID-19 dan pencegahannya
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku terhadap Pencegahan serta Penanggulangan Hipertensi di Kabupaten Bogor
Latar Belakang: Menurut data WHO tahun 2011, hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun. Menurut Kemenkes RI tahun 2019, jumlah penyandang hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat di RT 03 RW 03 dan RT 07 RW 06 Desa Cijayanti.Metode: Melakukan analisis situasi, prioritas masalah, pengembangan instrumen, dan survei determinan penyebab hipertensi. Pelaksanaan intervensi dilakukan kepada masyarakat di Desa Cijayanti baik yang berisiko maupun penderita hipertensi, dengan penempelan poster dan pemberian video edukasi melalui media sosial, serta pemberian x-banner dan kalender untuk mengetahui tanggal cek tekanan darah rutin. Kemudian dilakukan penilaian melalui post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat.Hasil: Hipertensi di Desa Cijayanti disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat untuk mencegah dan menanggulanginya. Setelah dilakukan kegiatan intervensi, diberikan penilaian melalui post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat.Simpulan: Berdasarkan penilaian melalui post-test kepada 13 responden setelah kegiatan intervensi, diperoleh peningkatan skor pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan dan penanggulangan hipertensi
Persepsi dan Perilaku Masyarakat dalam Praktik Beternak Sehat di Halaman Rumah
Latar Belakang: Peternakan di halaman rumah (Backyard poultry) berisiko menimbulkan penyakit, pemeliharaan unggas di halaman belakang rumah juga berisiko untuk menimbulkan kerusakan lingkungan Backyard poultry sangat rentan terhadap penularan penyakit yang membahayakan bagi ternak dan kehidupan manusia.Tujuan: Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi dan mengubah persepsi dan perilaku masyarakat dalam praktik beternak di halaman rumah di Dusun Cicadas.Metode: Metodenya terdiri atas Analisis Situasi, Identifikasi Masalah, dan Penelitian Kesehatan Lingkungan, dan Intervensi Kesehatan Lingkungan. Sedngakan medianya melalui WhatsApp, dimana materi dari poster dan video edukasi mengenai Praktik Beternak di Halaman Rumah yang Sehat dipublikasikan. Hasil: Dari penelitian dan intervensi yang dilakukan didapatkan persepsi dan perilaku dari masyarakat Desa Cidadas yang pada dasaranya sudah baik, sehingga dengan adanya intervensi diharapkan perilakunya semakin baik dan sehat dalam beternak sehat di halaman rumah.Simpulan: Tingkat pengetahuan warga untuk praktik beternak di halaman sudah cukup baik namun dalam pelaksanaannya masih belum dilakukan dengan secara optimal. Perlu adanya sosialisasi ataupun program mengenai beternak di halaman rumah yang baik dan benar. Hal tersebut untuk mengurangi dampak lingkungan dan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kegiatan beternak.
Hubungan Pembelajaran Jarak Jauh dan Gangguan Somatoform dengan Tingkat Stres Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
ABSTRAK Latar belakang. Physical distancing untuk mencegah penularan COVID-19 pada awal pandemi COVID-19 menyebabkan diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di insititusi pendidikan, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Tujuan. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui hubungan PJJ dan gejala gangguan somatoform terhadap tingkat stres pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada masa awal pandemi COVID-19.Metode. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif, desain studi cross sectional. Responden adalah 470 mahasiswa aktif Strata 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner secara online pada bulan April hingga Mei 2020. Analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik ganda.Hasil. Frekuensi pelaksanaan PJJ memiliki hubungan signifikan dengan tingkat stres responden. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa mahasiswa yang telah melaksanakan PJJ ≥12 kali cenderung memiliki stres tingkat rendah dibandingkan dengan mahasiswa dengan frekuensi PJJ<12 (nilai p= 0,039). Gejala gangguan somatoform tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat stres mahasiswa dalam melaksanakan PJJ (nilai p=0,228).Kesimpulan. Mahasiswa yang lebih sering melakukan PJJ cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah. ABSTRACTBackground. Physical distancing to prevent transmission of COVID-19 at the beginning of the COVID-19 pandemic has led to the implementation of distance learning (PJJ) in educational institutions, including UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Objective. The purpose of this study was to examine the relationship of distance learning and symptoms of somatoform disorders with stress levels of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta students in the early COVID-19 pandemic.Method. This study used an analytic observational with a quantitative approach, cross sectional study design. Respondents were 470 active students of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Data were obtained by distributing questionnaires via online in April to May 2020. Multivariate analysis was performed using a multiple logistic regression test.Results. The frequency of PJJ had a significant relationship with respondents' stress levels. The results of multivariate analysis showed that university students who had PJJ ≥12 times were more likely to have low levels of stress compared to students with PJJ frequency of <12 (p-value=0.039). Symptoms of somatoform disorders did not have a significant effect on the level of stress of university students (p-value=0.228).Conclusion. University students who had done PJJ more often were likely to have lower stress levels
Literasi Kesehatan Mental Orang Dewasa dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Mental
ABSTRAK Latar belakang. Prevalensi penduduk Indonesia yang menderita gangguan mental emosional mengalami peningkatan, dimana prevalensi sebesar 6% pada tahun 2013 meningkat menjadi 9,8% pada tahun 2018. Pelayanan kesehatan jiwa bagi setiap orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) belum diwujudkan secara optimal di wilayah Kecamatan Bogor Timur. Masih sedikit ODMK yang memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwaTujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa.Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden adalah orang dengan masalah kejiwaan yang bertempat tinggal di Kecamatan Bogor Timur. Teknik multistage random sampling digunakan untuk memilih 139 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik ganda.Hasil. Nilai rerata literasi kesehatan mental sebesar 73,08 (skala 100). Sebanyak 56,1% ODMK telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dan 57,6% responden berumur ≥30 tahun. Pada mereka yang mempunyai literasi kesehatan mental tinggi, sebanyak 64,9% telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa pada ODMK setelah variabel jenis kelamin dan ketersediaan pelayanan kesehatan jiwa dikendalikan.Kesimpulan. Orang dengan literasi kesehatan mental yang tinggi cenderung memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa dibanding dengan mereka dengan literasi rendah. ABSTRACTBackground. In Indonesia, prevalence of emotional mental disorder has increased from 6% in 2013 to 9.8% in 2018. Mental health service has not optimally utilized by people with mental health problems in East Bogor sub-district. Objective. This study aimed to determine the relationship of mental health literacy with mental health service use. Method. This study used a cross sectional design with a quantitative approach. Respondents were people with mental health problems who lived in East Bogor Sub-District. A total of 139 respondents were selected using multistage random sampling technique. Data were collected by in-person interview using a questionnaire. Data were analysed using a multiple logistic regression test for multivariate model selection. Results. The results of this study showed that the mean score of mental health literacy was 73.08 (scale of 100). There were 56.1% respondents utilized mental health services. As many as 57.6% respondents aged ≥30 years. Among those who have high mental health literacy, 64.9% of them have utilized mental health services. Results from multivariate analysis showed that there was a significant relationship between mental health literacy and the use of mental health service in people with mental health problems, after adjustment with gender and mental health service availability.Conclusion. People with high mental health literacy tended to use mental health services compared to those with low literacy
Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Terhadap Kepatuhan Dokter dalam Penulisan Diagnosis pada Resume Medis di RS Zahirah 2018
ABSTRAK Penulisan diagnosis pada resume medis merupakan tanggung jawab dokter penanggung jawab pasien (DPJP), untuk kepentingan klaim BPJS. Hal ini berkaitan dengan kepatuhan dokter dalam penulisan diagnosis pada resume medis. Pengetahuan, sikap, dan motivasi berpengaruh terhadap kepetuhan dokter dalam penulisan diagnosis pada resume medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, dan motivasi baik secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan dokter dalam penulisan diagnosis pada resume medis di RS Zahirah pada tahun 2018. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik, dengan pendekatan cross sectional dan prospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan penulisan diagnosis pada resume medis pasien (p value 0,091; R2 0,113). Namun, sikap dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan penulisan diagnosis pada resume medis pasien (p value 0,000 dan 0,000; R2 0,562 dan 0,574). Pengetahuan, sikap dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepatuhan (p value 0,000; R2 0,679).RS Zahirah sebaiknya terus mendukung lingkungan kerja di rumah sakit tersebut sehingga kepatuhan dokter dalam menulis diagnosis penyakit pada resume medis pasien meningkat. Dokter di RS Zahirah sebaiknya dapat menulis diagnosis penyakit pada resume medis dengan tepat waktu
Hubungan Konsentrasi Formaldehid Dalam Ruang dengan Gangguan Fungsi Paru Obstruktif pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di Depok
Latar Belakang. Salah satu polutan indoor yang menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah formaldehid. Pemajanan formaldehid dalam ruang dapat menyebabkan gangguan fungsi paru. Anak-anak dan remaja menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan indoor terutama di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara konsentrasi formaldehid dalam ruang dengan gangguan fungsi paru obstruktif pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Depok. Metode. Studi cross-sectional dilakukan di tiga SMP Depok. Sampel penelitian adalah 150 siswa yang diambil dengan multistage sampling. Pengukuran konsentrasi formaldehid menggunakan FormaldemeterTM htv dan kondisi fungsi paru diperoleh melalui pemeriksaan dengan spirometer. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konsentrasi formaldehid adalah 0,038 ppm dan fungsi paru (FEV1/FVC) siswa SMP di Depok yaitu 94,31%. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsentrasi formaldehid dalam ruang dengan gangguan fungsi paru obstruktif. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor risiko lain (status gizi, aktivitas fisik, perilaku merokok, perokok dalam rumah, dan penggunaan obat nyamuk) dengan gangguan fungsi paru obstruktif. Siswa dengan aktivitas fisik yang rendah berisi-ko 1,253 kali mengalami gangguan fungsi paru obstruktif dibandingkan siswa yang aktivitas fisiknya cukup (CI: 0,203-7,725). Siswa yang menggunakan obat nyamuk berisiko 1,898 kali mengalami gangguan fungsi paru obstruktif dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan obat nyamuk (CI: 0,308-11,705). Simpulan. Konsentrasi formaldehid pada SMP di Depok masih berada di bawah Nilai Ambang Batas. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan gejala kesehatan lain yang disebabkan oleh pajanan formaldehid dan uji fungsi paru jenis lainnya.Kata Kunci: formaldehid, gangguan paru obstruktif, kualitas udara sekola