Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Kecamatan Medan Selayang, Medan

    Get PDF
    Populasi individu di seluruh dunia berusia 65 tahun dan lebih tua terus meningkat. Prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 26,5%.Situasi hipertensi terus meningkat seiring dengan epidemiologinya yang meluas, yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban global penyakit secara keseluruhan. Salah satu faktor hipertensi ialah obesitas. Studi Framingham menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita mengalami peningkatan tekanan darah dengan peningkatan kelebihan berat badan. Mengetahui hubungan obesitas dengan hipertensi pada lansia. Desain potong lintang digunakan untuk penelitian yang dilaksanakan pada 9 posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II pada bulan Agustus 2017. Populasi penelitian  adalah lansia yang mengunjungi ke sembilan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II berjumlah 112 lansia. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Variabel terikat yaitu kejadian hipertensi pada lansia, variabel bebas utama adalah obesitas dan variabel kovariatnya adalah usia, riwayat hipertensi keluarga, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji kai kuadrat 95%CI dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. 45,5% lansia yang berkunjung ke sembilan posyandu lansia mengalami hipertensi, sedangkan lansia yang obesitas sebanyak 38,4%. Obesitas berhubungan dengan hipertensi  pada lansia  dimana lansia yang obesitas berisiko 6,0 kali mengalami hipertensi dibandingkan dengan lansia yang tidak obesitas setelah dikontrol dengan usia dan riwayat keluarga dengan hipertensi (POR 6,00 (95%CI 2,42-14,83)). Lansia harus mempertahankan berat badan yang ideal agar tidak meningkatkan risiko untuk mengalami hipertens

    Segitiga Kebijakan dan Analisis SWOT Mengenai Implementasi Kebijakan PSBB dalam Penanggulangan COVID-19 di DKI Jakarta

    Get PDF
    Latar Belakang. Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kasus tertinggi COVID-19 di Indonesia. Pada 23 Juni 2020 terdapat 10.123 kasus terkonfirmasi dan merupakan provinsi yang pertama kali menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Tujuan. Mengkaji implementasi kebijakan PSBB untuk merumuskan strategi pelaksanaan kebijakan di masa mendatang.Metode. Implementasi kebijakan PSBB Provinsi DKI Jakarta dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Analisis SWOT merupakan suatu alat perencanaan strategis yang banyak digunakan dalam program pengembangan masyarakat, kesehatan dan pendidikan. Penelitian menggunakan data sekunder berupa kebijakan-kebijakan PSBB yang diperoleh melalui situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berita-berita terkait kebijakan PSBB DKI Jakarta yang dimuat di media cetak maupun elektronik pada rentang waktu antara 25 Februari 2020 sampai dengan 5 Juni 2020.Hasil. Adanya dukungan dari tokoh masyarakat, aplikasi untuk mendukung pekerjaan dan pendidikan jarak jauh, serta adanya dukungan dari pemerintah pusat, TNI dan Polri serta tokoh masyarakat merupakan suatu peluang agar bisa menerapkan kebijakan secara maksimal.Kesimpulan. Kebijakan PSBB sudah diimplementasikan dengan baik karena sudah mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat dan berhasil menekan penyebaran COVID-19 di Ibu Kota. ABSTRACTIntroduction. DKI Jakarta is the province with the highest COVID-19 cases in Indonesia, with 10.123 confirmed cases as of 23th June 2020, and it was the first province to determine the status of Large-Scale Social Restrictions (PSBB).Objective To review the implementation of large scale social restrictions policy to formulate a strategy for implementing future policies Methods. The implementation of the DKI Jakarta PSBB policy was analyzed using a SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) analysis. SWOT analysis is a strategic planning tool that is widely used in community development, health and education programs. The study uses secondary data in the form of PSBB policies obtained through the official website of the DKI Jakarta Provincial Government as well as news related to the DKI Jakarta PSBB policies published in print and electronic media in the period between 25 th February 2020 to 5 th June 2020 Results. The existence of support from community leaders, applications to support work and study from home, as well as support from the Central Government, TNI and Polri as well as community leaders are an opportunity to be able to implement policies optimallyConclusion. The PSBB policy has been well implemented because it has managed all aspects of people’s lives and has succeeded in suppressing the spread of COVID-19 in the capital city

    Pengetahuan, Pendidikan, dan Sikap Ibu terhadap Imunisasi Dasar Lengkap di Kabupaten Bogor

    Get PDF
    Latar Belakang: Menurut World Health Organization (2019), imunisasi atau vaksinasi adalah cara sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi seseorang dari penyakit berbahaya, sebelum bersentuhan dengan agen penyebab penyakit. Selama 10 tahun terakhir, diperkirakan 1 miliar anak telah diimunisasi dan imunisasi telah mencegah 2-3 juta kematian setiap tahunnya.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu di Desa Cipambuan tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap kepada bayi.Metode: Melakukan analisis situasi, prioritas masalah, pengembangan instrumen, dan survei determinan penyebab ibu tidak memberikan imunisasi dasar lengkap. Pelaksanaan intervensi dilakukan kepada ibu di Desa Cipambuan, dengan pemberian screenshot materi imunisasi dan poster melalui WhatsApp kemudian menampilkan video edukasi. Kemudian dilakukan penilaian melalui post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat setelah dilakukan intervensi.Hasil: Ibu yang tidak memberikan imunisasi dasar lengkap disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, tingkat pendidikan dan sikap terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap. Setelah dilakukan kegiatan intervensi, diberikan penilaian melalui post-test untuk mengetahui hasil intervensi.Simpulan: Berdasarkan penilaian melalui post-test kepada 68 responden setelah kegiatan intervensi, diperoleh peningkatan skor pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap

    Determinan Pemilihan Tempat Persalinan pada Ibu di Desa Sumur Batu Kecamatan Babakan Madang

    Get PDF
    Latar belakang: Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor pada tahun 2017 berdasarkan laporan Puskesmas sebesar 112.477 (92,63%).  Akan tetapi jika dilihat persentase Ibu yang melahirkan ditolong oleh dukun/paraji dan tenaga lainnya sebesar 8.759 orang (7,21%). Hasil ini menunjukkan peran dukun bersalin/paraji di masyarakat masih begitu dominan di wilayah Kabupaten Bogor.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, motivasi, dan kerjasama masyarakat khususnya ibu hamil dan keluarga mengenai persiapan persalinan yang aman dengan menggunakan Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin) di RT 12 RW 04 Kampung Selaeurih. Sehingga cakupan masyarakat yang memilih bersalin di fasilitas layanan kesehatan dapat meningkat.Metode: Metodenya yang digunakan adalah analisis situasi dan menentukan prioritas masalah. Kemudian melakukan pengembangan instrumen dengan menggunakan kuesionerdan melakukan survey determinan. Intervensi dilakukan dengan pemberian materi dan sosialisasi kepada masyarakat sasaran tentang program Tambulin.Hasil: Hasil dari kegiatan intervensi adalah peningkatan pengetahuan oleh masyarakat di wilayah Desa Sumur Batu tentang kehamilan dan terciptanya program TinabulinSimpulan: Berdasarkan hasil Pre & Post Test, terdapat peningkatan pengetahuan pada 5 ibu hamil sebagai peserta setelah dilakukan intervensi berupa sosialisasi tentang kehamilan, persalinan, dan nifas serta pembuatan program Tabulin

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Waktu Kembalinya Menstruasi Pertama Pasca Persalinan di Wilayah Rural, Indonesia

    Get PDF
    Durasi kembalinya menstruasi pertama di Indonesia dinilai masih sangat cepat. Hal ini berdampak pada peningkatan kehamilan yang tidak direncanakan dan pendeknya jarak lahir.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu kembalinya menstruasi pertama pasca persalinan di wilayah rural Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan responden sebanyak 1701 ibu berusia 15-49 tahun, yang melahirkan anak terakhir dalam waktu 1 tahun sebelum survei. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dengan analisis survival/ kesintasan, Cox Regression. Dari penelitian ini didapatkan waktu kembali menstruasi pertama pasca persalinan di Indonesia hingga 12 bulan pengamatan dengan median time tiga bulan. Faktor yang berhubungan dengan waktu kembalinya menstruasi pertama pasca persalinan adalah paritas (HR: 0,830; 95% CI 0,732-0,9941) p-value (0,004). Perlu peningkatan konseling mengenai metode amenore laktasi (MAL) pada wanita yang baru pertama kali melahirkan sebagai pencegahan kehamilan dini

    Hubungan Riwayat Komplikasi Saat Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia

    Get PDF
    Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami banyak masalah kesehatan seperti jatuh sakit dalam enam hari pertama kehidupannya atau mengalami infeksi, serta dapat juga menderita masalah jangka panjang seperti perkembangan motorik dan sosial yang tertunda atau ketidakmampuan belajar. WHO memperkirakan BBLR sekitar 15% hingga 20% dari jumlah yang lahir, mewakili tiap tahunnya ada sekitar 20 juta kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian BBLR. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu study cross sectional dengan menganalisis data IFLS tahun 2014. Sebanyak 372 responden diikutkan dalam studi ini. Analisis chi square test untuk mengetahui hubungan antara exsposure (riwayat komplikasi saat hamil) dan outcome (BBLR) serta variabel lain yang diikutkan dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin, urutan kelahiran dan konsumsi tablet Fe saat hamil sedangkan untuk analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Ada hubungan antara riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai asosiasi PR  2,123 (95% CI 0,999-4,529), artinya ibu yang memiliki riwayat komplikasi saat hamil lebih beresiko 2,123 kali dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki riwayat komplikasi saat hamil untuk melahirkan anak BBLR. Riwayat komplikasi saat hamil berhubungan dengan terjadinya BBLR. Ibu hamil diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dengan selalu memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan untuk dapat mendeteksi dini adanya komplikasi serta menanganinya agar tidak berdampak pada janin, dan ibu hamil juga sebaiknya patuh minum tablet Fe sesuai anjuran agar dapat mencegah terjadinya komplikasi anemia

    Inter-related Factors Influencing Sexual Quality of Life among Women Living with HIV in Banten Province, Indonesia: A Mixed Methods Study

    Get PDF
    Socio-cultural concerns often restrict women's sexual rights and well-being living with HIV (WLHIV) in developing countries. These convergent parallel mixed methods study combined quantitative and qualitative approaches to explore factors influencing WLHIV sexual quality of life in Banten Province, Indonesia. A 2017 cross-sectional survey of 207 reproductive-aged WLHIV was analyzed using univariate and multivariate logistic regression statistics. Furthermore, in-depth interviews with a sub-sample of survey participants (n = 30) were thematically analyzed. Most of the women (60%) involved reported loss of sexual pleasure and depressed sexual life. Meanwhile, 48% affirmed low sexual quality of life which was associated with unemployment (aOR = 2.90, and 95%CI =1.51–5.58), limited sexual activities (aOR = 2.89, and 95%CI = 1.20–6.93), living with extended family (aOR = 2.68, and 95%CI = 1.27–5.65), and experiencing intimate partner violence (aOR = 2.28, and 95%CI = 1.03–5.03). The respondents described unsatisfactory sexual life in a belief that having sex is a wife's duty and choosing not to talk about sexual issues or refuse sexual invitation in fear of triggering intimate partner violence. Inter-related personal, social, cultural, and religious factors affected the sufferers’ sexual life

    Sistem Pembayaran Mixed Method INA-CBGs dan Global Budget di Rumah Sakit: Tahap 1 Uji Coba Mixed Method INA-CBGs-Global Budget di Indonesia

    Get PDF
    AbstrakTidak ada sistem pembayaran pelayanan kesehatan yang sempurna dalam penerapannya termasuk sistem pembayaran DRG (Diagnosis-Related Groups) yang lebih dikenal dengan nama INA-CBGs (Indonesia Case-Based Groups) di Indonesia. Beberapa negara yang mengadopsi DRG telah menerapkan kebijakan pembayaran mixed method DRG-Global Budget dengan variasi implementasinya demi menjaga kesinambungan sistem jaminan kesehatan nasional di negaranya. BPJS Kesehatan menginisiasi studi operasional penerapan sistem pembayaran rumah sakit mixed-method INA-CBGs dan Global Budget mulai tahun 2018. Terdapat tiga tahapan dalam uji coba sistem pembayaran rumah sakit mixed-method INA-CBGs dan Global Budget ini. Tahap pertama adalah Global Budget Tanpa Resiko yang bertujuan untuk menguji metode penghitungan global budget dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi bila kebijakan mixed method INA-CBGs dan Global Budget ini diberlakukan. Studi dilakukan di 5 (lima) kabupaten/kota di 30 rumah sakit (RS). Hasil studi menunjukkan bahwa metodologi penghitungan global budget yang diterapkan cukup akurat untuk memprediksi realisasi klaim di RS. Penghitungan global budget di tingkat kabupaten/kota lebih akurat hasilnya dibandingkan dengan menghitung global budget di tingkat RS karena mengakomodir shifting pasien dari RS yang satu ke RS yang lainnya akibat perubahan kapasitas RS. Perubahan kapasitas RS di tahun berjalan dan adanya pandemi COVID-19 menyebabkan adanya selisih antara penghitungan global budget dan realisasi klaim.AbstractWhen it comes to provider payment system, no one shoe fits all including DRG payment system which in Indonesia are known as INA-CBGs. In some countries that used DRG have mixed it with Global Budget in various mechanisms to maintain the sustainability of the national health insurance system in their countries. BPJS Kesehatan initiated a three-stage pilot study on the implementation of the mixed-method hospital payment system INA-CBGs and Global Budget starting in 2018. The first stage is the Non-Risk stage which aims to test the accuracy of the global budget calculation and prediction and to identify the challenges faced when the mixed-method payment is implemented. The pilot was conducted in 5 districts in 30 hospitals. Initial results show that the calculation and prediction method is accurate to predict the actual hospital claims in the following year. The calculation of the global budget at the district level is more accurate than the hospital level because it accommodates patient transfer from one hospital to another due to changes in hospital capacity. Changes in hospital capacity in the current year and the COVID-19 pandemic requires some adjustments to the budget calculation

    Evaluation of the Implementation of the Performance-Based Capitation Policy (KBK) at the Merial Health Clinic of DKI Jakarta City in 2020

    Get PDF
    To improve the quality of health services at Primary Health Care (FKTP) in implementing the National Health Insurance Program in Indonesia, the government has issued a performance-based capitation payment (KBK) policy at the FKTP. This study aims to evaluate the performance-based capitation payment policy in Merial Health clinic from the aspects of effectiveness, efficiency, facilities and infrastructure, availability of human resources, adequacy, and legal compliance. This study performed in-depth interviews and document reviews. The results showed that the effectiveness of the policy has been optimal but is still constrained by the socialization of the KBK policy and visits to health numbers for BPJS Health participants. The efficiency of the KBK policy has been running optimally in increasing the capitation income of the Merial Health clinic. The adequacy of the policy is as expected because it improves the quality of health services. The availability of human resources is in accordance with the BPJS Health provider standards. Facilities and infrastructure are in accordance with cooperation rules as a BPJS Health provider. Legal compliance has been running optimally because it has met the applicable requirements. The study concludes that the implementation of the performance-based capitation policy at the Merial Health clinic has been running optimally

    Pengetahuan, Sikap, dan Praktik tentang Contact Tracing Covid-19

    Get PDF
    Pendahuluan: Berdasarkan identifikasi dan analisis masalah, peneliti menemukan kurang maksimalnya pelaksanaan tracing COVID-19 sebagai prioritas masalah. Per bulan Juli 2021, dari 416 kasus aktif di Kec. Bogor Selatan, hanya terdapat 13 kontak erat saja yang tercatat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik terkait pelaksanaan tracing COVID-19 pada Masyarakat Kelurahan Muarasari serta melakukan upaya intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan dianalisis secara univariat dan bivariat pada Juli-Oktober 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat Muarasari sedangkan sampel penelitian ini merupakan masyarakat berusia lebih dari 20 tahun selain nakes. Penyelenggaraan intervensi dilakukan melalui zoom meeting dan whatsapp grup bertema “Jadilah PAHLAWAN : Bantu putus rantai penularan Covid-19”. Hasil dan Pembahasan: Hasil diperoleh dari 31 orang responden kuesioner sebelum intervensi menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik sebesar 83.9%, sikap positif 90.3%, dan perilaku cukup 77.4%. Uji bivariat hanya menghasilkan pendapatan pribadi yang memiliki hubungan bermakna dengan pengetahuan terkait tracing COVID-19. Terjadi peningkatan proporsi responden berpengetahuan cukup 6% dan sikap positif 10% (p<0.05). Kesimpulan dan Saran: Tingkat pengetahuan, sikap, perilaku masyarakat sudah cukup baik.  Intervensi telah mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat. Permasalahan tracing yang rendah kemungkinan tidak hanya bersumber dari kurangnya partisipasi masyarakat, SDM yang kurang juga berpotensi menghambat pelaksanaan pelacakan kontak sehingga diperlukan tenaga tracer yang memadai.Kata Kunci: Pengetahuan; Sikap; Praktik; Pelacakan Kontak; COVID-1

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇