Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Patterns and Determinants of Open Defecation among Urban People

    Get PDF
    At the present time, an estimated of 673 million people defecate in the open space, not in private. Indonesia is a densely populated country with a lot of open defecation (OD) both in urban (37%) and rural areas (43%). Tanjung Karang Pusat Subdistrict is an area in Bandar Lampung City with the highest percentage of OD practice (45%). This study aimed to explore and explain the patterns and determinants of OD among urban people in the Tanjung Karang Pusat Subdistrict in- volving 377 respondents for quantitative analysis. Quantitative data were analyzed using the chi square and regression analysis. After controlling the economic status and education level variables, the data revealed that urban communities were still practicing OD (23.3%) with land ownership, latrine ownership, conative attitude, and occupation as influential factors. Statistical test results showed that the most influential factor in the behavior of OD in the community was latrine ownership (p-value <0.001, OR adj = 58.2). These findings suggested that stakeholders must take action on landowners who do not allow sanitation facilities to be built on their land

    The Essence of Telemedicine for Bridging the Gap in Health Services

    Get PDF
    This study aimed to review the essence of telemedicine in this modern era of technology and innovation, especially in developing countries. It also investigated the regulation aspect as the main component for healthcare services. There were five main categories of telemedicine: revenue stream and technology literacy, health facilities, human resources, data authorization and security, and health protocol. Furthermore, when combined with wearable devices, it enhanced healthcare delivery opportunities. There were two major components of global electronic health, namely telehealth and health informatics, based one-commerce and e-learning systems. The World Health Organization (WHO) has been able to describe the roles of telehealth services in developing countries.However, some related issues were needed to be well managed, such as the patient data security. It was found that the regular training and evaluation of people with poor educational background, low income, and stress were the main reasons most communities attend healthcare services despite mild sickness.Therefore, those need to be enlightened on the roles and importance of telehealth services

    The Effect of Smoking on Carbon Monoxide Respiration among Active Smokers in Palembang City, Indonesia

    Get PDF
    Smoking leads to disease and disability as well as harm nearly every organ of the body. Furthermore, smoking of tobacco is known to cause pulmonary dysfunction and lead to complications, pain, or even death. This study aimed to measure the risk factors for the respiration of carbon monoxide among smokers. A cross-sectional design was implemented by involving 156 smokers in Karyajaya Subdistrict, Palembang City. The dependent variable was carbon monoxide levels (ppm), while the independent variables were smoking frequency, duration, and the last period of smoking. The carbon monoxide levels (ppm) measured with a PiCO + Smokerlyzer® device from Bedfont Scientific Limited were the research tool and the independent variables of the questionnaire. The Pearson Correlation and multiple linear regression were used for the analysis. The results of the multiple linear regression analysis revealed that smoking duration assessment is related to carbon monoxide respiration after controlling smoking frequency, the last period of smoking, and the distance of residence to sources of exposure. The smoker's respiration of carbon monoxide level was 72.5% influenced by the duration, frequency, last period of smoking, and distance of residence to sources of exposure. Reducing the frequency of smoking and stopping may prevent and control carbon monoxide respiration

    Factors Associated with Underweight among Two Years Old Children in DKI Jakarta Province (Indonesian Family Life Survey 2014)

    Get PDF
    Abstract A good health status, cognitive development, and productivity cannot be achieved without good nutrition. Nutritional status and its fulfilment of two years old children will be shaping the health status in the next age period. Unfortunately, nutritional problems like underweight is still a significant health problem in Indonesia, especially Special Capital Region of Jakarta. This study used secondary data achieved from Indonesian Family Life Survey 5 data in 2014. This study used a cross-sectional study design with a total of 135 samples of two years old children using a total sampling. Accordingly, the chi square test was used to find factors associated with underweight among two years old children. The result showed that the prevalence of underweight among under two years old children in DKI Jakarta Province was 30,4%. This result showed that child characteristics such as gestational age (OR= 5,813; CI= 1,291 - 26,178), low birth weight (OR= 5,060; CI= 1,136 - 22,533), and frequency of eating sweets (OR= 3,5; CI= 1,118 – 10,962) were associated with underweight (p-value < 0,05). The result of the study suggests that government should involve more in order to increase the role of community such as health center staff and cadres on preventing, detecting, and handling underweight cases by providing education and solutions to this phenomenon. AbstrakStatus kesehatan yang baik, perkembangan kognitif, dan produktivitas tidak dapat dicapai tanpa gizi yang baik. Status gizi dan pemenuhannya terhadap anak usia dua tahun akan mempengaruhi derajat kesehatan pada periode usia berikutnya. Sayangnya masalah gizi seperti kekurangan berat badan masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, khususnya di ibu kota negara, DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari data Indonesia Family Life Survey 5 tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 135 bayi dua tahun menggunakan total sampling. Uji chi square digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan berat badan rendah pada anak usia dua tahun. Hasil penelitian menyatakan bahwa prevalensi anak dengan berat badan rendah pada balita di Provinsi DKI Jakarta sebesar 30,4%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik anak seperti usia kehamilan (OR= 5,813; CI= 1,291 - 26,178), BBLR (OR= 5,060; CI= 1,136 - 22,533), dan frekuensi makan yang manis berhubungan dengan berat badan kurang pada balita (OR= 3,5; CI= 1,118 – 10,962) (p-value <0,05). Hasil penelitian menyarankan pemerintah untuk lebih banyak terlibat untuk meningkatkan peran masyarakat seperti petugas puskesmas dan kader dalam pencegahan, pendeteksian, dan penanganan kasus anak dengan berat badan rendah dengan memberikan edukasi dan solusi pencegahannya

    Analisis Spasial Gizi Kurang Balita di Kota Tangerang Tahun 2019

    Get PDF
    Kekurangan gizi pada balita dapat menyebabkan kematian hal ini dikarenakan balita lebih rentan terinfeksi penyakit. Adapun penyebab tidak langsung gizi kurang yaitu ketahanan pangan di keluarga, pola pengasuhan anak, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Pada tahun 2018 prevalensi gizi kurang balita di Provinsi Banten sebesar 12,6%. Di kota tangerang sendiri terdapat 5.555 kasus atau 5,99% kejadian kasus gizi kurang pada balita pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita di Kota Tangerang tahun 2019 dengan menggunakan analisis spasial. Penelitian ini merupakan rancangan deskriptif kuantitatif dan desain studi ekologi menggunakan data sekunder dari Profil Kesehatan Daerah Kota Tangerang Tahun 2019. Data yang diambil meliputi jumlah kasus gizi kurang pada balita, jumlah posyandu, kasus BBLR, jumlah Inisiasi Menyusui Dini (IMD), jumlah pemberian ASI eksklusif, kasus diare balita, dan kasus pneumonia balita. Proses analisis data terdiri dari analisis data univariat dan analisis spasial. Analisis univariat bertujuan menggambarkan distribusi kasus gizi kurang pada balita di Kota Tangerang pada tahun 2019. Analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak SIG yaitu ArcGIS Desktop 10.4.1 dengan metode natural breaks yang membagi menjadi tiga risiko wilayah. Wilayah yang paling berisiko terhadap kejadian gizi kurang pada balita dengan semua faktor adalah Kecamatan Batuceper, Jatiuwung, Karawaci, Larangan, Neglasari dan Periuk. Namun setiap wilayah kecamatan memilik faktor dominan yang berbeda-beda pada kasus gizi kurang balita. Intervensi dan kebijakan perlu dibuat berdasar faktor yang berpengaruh di setiap wilayah

    Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap Upaya 3T

    Get PDF
    COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan masih menjadi pandemi di Indonesia. Salah satu upaya untuk menekan penularan virus COVID-19 melalui peraturan pemerintah, yaitu membentuk Kampung Siaga Tangguh Jaya COVID-19 (KSTJ) dimana didalamnya terdapat program 3T (Tracing, Testing, Treatment). Namun, realita yang terjadi KSTJ di Kecamatan Limo, Kota Depok masih belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  dan hubungan perilaku masyarakat terhadap upaya 3T (Tracing, Testing, Treatment) pada warga Kecamatan Limo tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk deskriptif analitik, dengan studi korelasi dan desain studi cross-sectional. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu responden sebanyak 30 orang yang merupakan warga RW 11 Kel. Grogol dan RW 12 Kel. Meruyung, Kecamatan Limo. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berbasis online. Variabel pada penelitian ini yaitu faktor kepercayaan berupa kerentanan, keparahan, isyarat bertindak, manfaat, dan hambatan yang dirasa sebagai variabel independen, dan perilaku 3T sebagai variabel dependen. Hasil penelitian diperoleh hubungan perilaku 3T dengan faktor kerentanan r=0.48, faktor keparahan r=0.265, faktor persepsi manfaat r 0.116, faktor persepsi hambatan r=0.328, dan faktor isyarat bertindak r=-0.124. Sedangkan di antara variabel independen, hanya faktor kerentanan yang memiliki p-value yang signifikan. Kesimpulan pada penelitian ini, bahwa adanya hubungan yang berbanding lurus pada persepsi keparahan terhadap perilaku 3T, dapat diartikan apabila responden semakin menganggap rentan COVID-19 maka perilaku 3T juga semakin baik. Kata Kunci: Perilaku pencegahan; 3T (Tracing, Testing, Treatment); COVID-1

    Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Germas di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan upaya untuk mengatasi masalah kesehatan yang terjadi saat ini dengan memasyarakatkan budaya hidup bersih dan sehat. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pengalaman utuh bagi mahasiswa mengenai masalah-masalah kesehatan masyarakat dan melakukan upaya pemecahan masalah sesuai dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, serta meningkatkan pengetahuan kepada warga Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Beji Kota Depok terkait upaya pencegahan COVID-19 dengan GERMAS. Pendekatan teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori PRECEDE (predisposing, reinforcing, enabling constructs in educational diagnosis and evaluation). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat RW 12 Kelurahan Tanah Baru dengan total populasi diketahui sejumlah 6.648 orang. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata skor pretest adalah sebesar 7 dan rata-rata skor posttest naik menjadi 7,73. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan kepada RW 12 telah sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Tanah Baru mengenai GERMAS.Kata kunci: GERMAS; COVID-19; Tanah Bar

    Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Infeksi Serta Penanganan Sampah Medis Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Latar Belakang: Tingginya kasus COVID-19 akibat pandemi menimbulkan lonjakan sampah medis di tingkat rumah tangga.  Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan terhadap perilaku Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) COVID-19 di tingkat rumah tangga. Desain: Studi cross-sectional. Metode: Pada studi ini, responden (N=97) mengisi kuesioner PPI. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik. Hasil: Sebanyak rumah tangga yang menerapkan perilaku PPI (34%), pengetahuan PPI (7,2%), serta sikap terhadap PPI (44,3%) yang baik. Faktor sikap rumah tangga dan peran pemerintah berhubungan secara signifikan terhadap perilaku PPI COVID-19.  Kesimpulan: Responden dengan sikap yang positif cenderung mengembangkan perilaku PPI COVID-19 yang baik. Pentingnya peran pemerintah dalam mensosialisasikan PPI COVID-19 serta penyediaan fasilitas wadah/tong sampah medis.Kata Kunci : PPI; COVID-19; Sampah Medis Rumah Tangg

    Evaluating the COVID-19 Pandemic Responses

    Get PDF
    Not available

    Characteristics of Cognitive Status in Sub-Population of Sub-Acute Stage of Ischemic Stroke Patients in West Nusa Tenggara, Indonesia

    Get PDF
    Cognitive decline is a significant complication that affects most stroke survivors. Early detection of cognitive decline in ischemic stroke patients and identification of risk factors improves their clinical outcomes. This study aimed to determine the characteristics of cognitive status in the sub-acute phase of ischemic stroke. A cross-sectional study was conducted on 89 sub-acute ischemic stroke patients in three hospitals in West Nusa Tenggara recruited consecutively from August 2019 to April 2020. The data collected were demographic and clinical characteristics, cognitive status, and functional outcome. The association between clinical and demographic characteristics and cognitive decline was analyzed using logistic regression. In addition, the relationship between cognitive status and functional outcomes of these patients was examined using the chi-square test. This study revealed that the prevalence of cognitive decline in these subjects was 71.9%. Multiple logistic regression showed that age was the only characteristic associated with cognitive decline in the subjects (OR = 5.12,95% CI = 1.08-24.28). Furthermore, the frequency of cognitive decline in these subjects was significantly associated with functional outcomes (p-value =0.014). Thus, there was a high prevalence of cognitive decline in sub-acute ischemic stroke patients associated with increasing age and poor functional outcomes

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇