Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Studi Pendahuluan Faktor Risiko Sindrom Down (Studi Kasus Kota dan Kabupaten Tangerang) Tahun 2019
Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu faktor risiko penyebab sindrom Down yang ada pada orang tua di sekitar Kawasan Industri Kota dan Kabupaten Tangerang pada tahun 2019. Faktor risiko yang diteliti pada penelitian ini mencakup karakteristik intrinsik dan ektrinsik. Metode. Penelitian ini menggunakan studi kasus-kontrol dengan data retrospektif. Subjek kasus dan kontrol didapatkan pada Sekolah Kebutuhan Khusus yang ada di Kota dan Kabupaten Tangerang. Subjek kasus merupakan murid yang dikategorikan sindrom Down, sedangkan subjek kontrol merupakan murid tuna grahita non sindrom Down. Hasil. Berdasarkan uji bivariat, karakteristik yang berpengaruh terhadap kejadian sindrom Down adalah usia ibu, usia ayah, dan urutan kelahiran. Karakteristik ektrinsik yang berpengaruh adalah lama tinggal ayah, lama kerja ibu dan ayah, dan sumber air minum. Berdasarkan uji multivariat, faktor risiko yang berpengaruh adalah urutan lahir dan sumber air minum. Secara analisis spasial lokasi tempat tinggal responden mengumpul di sekitar kawasan industri. Simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor risiko sindrom Down sangat beragam sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar di sekitar kawasan industri. Kata Kunci:Sindrom Down, Kawasan Industri, Faktor Risik
Estimasi Risiko Kesehatan Pajanan Besi dan Mangan pada Air Tanah sebagai Air Minum Masyarakat di Kota Depok, Jawa Barat (Hasil Survei Kualitas Air BPP PDAM Tirta Asasta Kota Depok 2018)
Latar Belakang. Air tanah berperan penting sebagai sumber pemenuhan air bersih dan air minum sehari-hari di Kota Depok. Air tanah dianggap memiliki kualitas alami yang baik, namun tidak berarti semua air tanah berkualitas baik. Besi dan mangan merupakan logam esensial dan juga toksik yang sering ditemukan pada air tanah. Metode. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko pajanan besi dan mangan pada air tanah sebagai air minum. Pengumpulan data konsentrasi besi dan mangan didapatkan dari data hasil survei kualitas air tanah oleh BPP PDAM Tirta Asasta Kota Depok tahun 2018 sebanyak 63 sampel. Data lainnya, antropometri, laju aktivitas, dan pola konsumsi air minum didapatkan dari wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran berat badan secara langsung di rumah 63 responden. Hasil. Hasil analisis konsentrasi besi dan mangan menunjukkan hanya terdapat 18 sampel yang melebihi baku mutu konsentrasi mangan menurut Permenkes 492/2010. Jumlah estimasi asupan besi dan mangan masing-masing 5,02059 x 10-4 mg/kg/hari dan 5,52265 x 10-3 mg/kg/hari. Sedangkan RQ non karsinogenik besi dan mangan masing-masing 0,00072 dan 0,03945 yang menunjukkan bahwa tidak berisiko atau aman. Simpulan. Hasil analisa lebih lanjut menemukan bahwa asupan harian besi dan mangan menurut umur dan jenis kelamin dikategorikan defisiensi (Asupan besi dan mangan<AKG dan <DRI).Kata Kunci:Air Minum; Air Tanah; Risiko Kesehatan; Pajanan Besi; Manga
Pelaksanaan Tracing COVID-19
Pandemi COVID-19 menimbulkan permasalahan baru di Indonesia yang berdampak pula pada wilayah Kelurahan Depok Jaya. Permasalahan yang paling dominan yaitu jumlah kontak erat yang hanya 437 dari yang seharusnya 16.425 orang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dari permasalahan contact tracing COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan mixed method yaitu penyebaran kuesioner serta wawancara mendalam. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Depok Jaya, Kota Depok pada bulan Juli-September 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kelurahan Depok Jaya dengan kriteria berusia 12-65 tahun dan mempunyai minimal salah satu anggota keluarga serumah yang pernah terkonfirmasi positif COVID-19. Hasil dari penelitian ini yaitu paparan informasi berhubungan dengan pelaksanaan tracing COVID-19 dengan p-value 0,003. Oleh karena itu, perlu adanya intervensi dan penyebaran yang lebih masif di Kelurahan Depok Jaya. Kata kunci: COVID-19; Tracing; Paparan Informasi; Kota Depo
Upaya Penggantian Sampah Plastik dalam Pengemasan Komoditi Online Shop oleh Pelaku UMKM
Latar Belakang: Meningkatnya sampah plastik dari jasa pengantaran paket selama pandemi sebanyak 62% dapat mengancam kesehatan lingkungan. Selain jasa pengantaran paket, penjual online juga berperan penting dalam menyumbang sampah plastik di masa pandemi. Kesadaran penjual online akan bahaya plastik dapat mengurangi jumlah sampah plastik di masa pandemi.Tujuan:Tujuan dari kegiatan intervensi yang dilakukan adalah untuk mengurangi penggunaan plastik pada pelaku UMKM yang memiliki usaha online shop.Metode: Dalam intervensi digunakan metode analisis situasi, identifikasi masalah, dan penentuan prioritas masalah. Kegiatannya berupa rangkaian tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, intervensi, dan laporan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan pemnyebakan kuesioner. Selanjutnya dilakukan evaluasi untuk menentukan rencana intervensi. Sedangkan intervensi sendiri dilakukan dengan pelatihan pada sasaran, yakni para pelaku UMKM di Kota Depok.Hasil: Hasil dari intervensi ditemukan adanya 39 peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta pelatihan setelah mengikuti kegiatan intervensi PEKA.Simpulan: Dengan adanya intervensi didapatkan perubahan dan peningkatan pengetahuan pada responden. Hal ini diharapkan dapat mengubah perilaku responden untuk dapat berperilaku lebih baik kaitannya dengan penggunaan dan pengelolaan plastic sebagai kemasan produk
Edukasi Pencegahan COVID-19 pada Ibu Hamil dan Keluarga Ibu Hamil
Virus COVID-19 dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali ibu hamil. POGI mencatat terdapat 536 ibu hamil terkonfirmasi COVID-19 dalam kurun waktu satu tahun terakhir dan 3% diantaranya meninggal dunia. Risiko keparahan jika ibu hamil terinfeksi COVID-19 lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil dan tingginya penyebaran COVID-19 melalui klaster keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku Ibu Hamil di wilayah kerja puskesmas Pancoran Mas Kota Depok terkait pencegahan COVID-19 pada Ibu Hamil. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif potong lintang (cross sectional). Sampel pada penelitian ini berjumlah 38 responden dan alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan ibu terhadap pencegahan COVID-19 dalam kategori baik sebanyak 89,4% (34 ibu hamil). Faktor yang diteliti adalah usia ibu hamil, usia kehamilan, pendidikan terakhir ibu hamil, status pekerjaan ibu hamil, status tempat tinggal, pendidikan terakhir suami, status pekerjaan suami, dan sumber informasi. Namun pada penelitian ini, tidak ada faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil terkait pencegahan COVID-19. Adapun intervensi yang dilakukan adalah penyuluhan kepada para ibu secara daring menggunakan Whatsapp Group. Berdasarkan hasil intervensi, ditemukan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil hasil pre-test (mean: 79,43) ke post-test (mean: 90,36) dan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi (p-value 0.00). Saran dari peneliti adalah Puskesmas Pancoran Mas tetap melanjutkan kegiatan sosialisasi upaya pencegahan Covid-19 pada ibu hamil dan pemanfaatan buku saku menjadi salah satu pedoman ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan Covid-19 pada ibu hamil.Kata Kunci : Edukasi; Pengetahuan; Pencegahan; Ibu Hamil; COVID-1
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat/Cara KB dengan Pemakaian Kontrasepsi Modern pada Wanita Kawin Usia Remaja di Pulau Jawa, Indonesia (Analisis Data SDKI 2017)
Prevalensi pemakaian metode KB modern pada wanita kawin usia remaja di Pulau Jawa tahun 2017 tergolong masih rendah, yakni 27,8%. Terbatasnya tingkat pengetahuan remaja mengenai pilihan kontrasepsi adalah salah satu hambatan pemakaian kontrasepsi pada remaja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang alat/cara KB dengan pemakaian kontrasepsi modern pada wanita kawin usia remaja di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menganalisis hasil dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017. Sampel adalah 309 orang wanita berusia 15-19 tahun yang berdomisili di Pulau Jawa dengan status kawin. Pada hasil ditemukan sebanyak 62,4% responden memakai alat kontrasepsi modern. Berdasarkan Renstra BKKBN 2020-2024 angka ini masih dibawah target capaian modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) yakni 63,41%. Selain itu diketahui hanya 56,4% wanita kawin usia remaja yang memiliki tingkat pengetahuan alat/cara KB yang baik (mengetahui setidaknya 7 alat/cara KB). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang alat/cara KB tidak mempengaruhi pemakaian kontrasepsi pada wanita kawin usia remaja di Pulau Jawa setelah dikontrol variabel paritas, pendidikan suami, pengambil keputusan KB, dan kepemilikan jaminan kesehatan. (PR = 0,75; CI 95% 0,42-1,36). Kuesioner SDKI kurang dapat menggambarkan tingkat pengetahuan mengenai alat/cara KB karena kurang tereskplorenya pertanyaan yang digunakan sehingga hasil ini kemungkinan masih dipengaruhi adanya bias informasi. Studi ini merekomendasikan untuk dilakukan perbaikan pada pengukuran variabel pengetahuan pada survei selanjutnya dengan menggunakan definisi yang lebih spesifik sehingga dapat menggambarkan tingkat pendidikan responden dengan lebih akurat
Bagaimana Media Memberitakan Pandemi: Analisis Isi Berita Mengenai COVID-19 di detik.com dan kompas.com
Latar Belakang. Dalam situasi pandemi COVID-19, komunikasi risiko terkait pencegahan dan penanganan merupakan hal yang penting disampaikan secara berkesinambungan melalui media massa yang mudah diakses oleh publikTujuan. mendapatkan gambaran komunikasi risiko dalam berita tentang COVID-19 yang dipublikasi oleh detik.com dan kompas.com.Metode. menggunakan metode analisis isi artikel berita dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Artikel berita yang menjadi data untuk penelitian ini diambil pada Maret-April 2020 dengan metode pengambilan sampel secara acak stratifikasi proporsional. Hasil. Hanya sebagian kecil berita yang memuat informasi mengenai ukuran epidemiologi, sifat penyakit, cara penanganan, dampak non-kesehatan, dan kritik terhadap kebijakan pemerintah tentang COVID-19. Hampir sebagian berita memuat informasi mengenai kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, serta sebagian besar berita pada kedua media daring tersebut memuat informasi mengenai cara pencegahan. Adapun sumber informasi sebagian besar berasal dari institusi. Jenis pesan yang paling banyak adalah pesan yang mengandung ancaman. Kedua media berbeda dalam penggunaan deskripsi bukti, dimana detik.com lebih sering menggunakan bentuk naratif, sedangkan kompas.com lebih sering menggunakan bentuk kombinasi antara angka, data statistik dan naratif.Kesimpulan. Pemberitaan di detik.com dan kompas.com belum sepenuhnya selaras dengan kaidah dalam komunikasi risiko. Media daring sebaiknya lebih banyak memuat pesan efikasi yang dapat membantu publik melewati situasi pandemi. ABSTRACTIntroduction. During the pandemic COVID-19, online news is one of the most accessible channels to disseminate information about the current situation and prevent and mitigate the disease.Objective to get the portrayals of risk communication in news articles about the COVID-19 pandemicMethods. Used content analysis method with descriptive quantitative approach. Data came from selecting news articles published by detik.com and kompas.com in March and April 2020 using a stratified proportional random sampling technique. Results. There were limited news articles that provide epidemiology information, disease characteristics, how to mitigate the disease, the non-health effects of COVID-19, and criticism of the government’s policy. Almost half of the articles from both media shared information about prevention. In terms of message type, most of the articles used threat messages. Both media also mostly cited institutions as the source of information. Both media differ in depicting the evidence, whereas detik.com mostly used narrative forms, while kompas.com more frequently used the combination of numbers, statistical data, and narrative structures.Conclusion. News on detik.com and kompas.com is not entirely in line with the rules in risk communication. Online news media should incorporate efficacy messages into their news articles during this pandemic situation
Partisipasi Ibu Balita Ke Posyandu Melati di Desa Sungai Bertam, Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2020
Latar Belakang. Pelayanan kesehatan bulanan balita di Posyandu diantaranya adalah pelaksanaan pemeriksaan kesehatan balita, penimbangan berat badan, pemantauan gizi, pemberian vitamin A, dan konsultasi kesehatan serta imunisasi. Di Puskesmas PIR II Bajubang wilayah Desa Sungai Bertam, terdapat Posyandu Melati dengan cakupan kunjungan balitanya yang sangat rendah. Setiap bulan hanya 50% dari jumlah sasaran 70 balita (D/S) yang datang berkunjungan.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi Ibu balita ke Posyandu Melati di Desa Sungai Bertam.Metode. Jenis penelitian menggunakan deskriptif analitik, populasi pada penelitian ini adalah seluruh Ibu balita yang ada di Posyandu Melati Desa Sungai Bertam berjumlah 70 orang, dengan teknik menggunakan teknik total sampling.Hasil. 68,6% responden berpartisipasi baik ke Posyandu, 75,7% responden memiliki pengetahuan yang baik, 57,1% responden mempunyai sikap yang baik dan 51,4% mempunyai motivasi yang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara partisipasi Ibu balita dalam penimbangan ke Posyandu terhadap pengetahuan (p-value 0,004), sikap (p-value 0,000) dan motivasi (p-value 0,000). Sedangkan untuk peran Kader tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap partisipasi Ibu balita ke Posyandu karena mempunyai p-value 0,843.Kesimpulan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan motivasi dengan partisipasi Ibu dalam melakukan penimbangan di Posyandu Melati Desa Sungai Bertam Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2020. ABSTRACTIntroduction. Monthly health services for children under five years at Posyandu include implementing health checks, weighing, monitoring nutrition, giving vitamin A, health consultations and immunizations. At the PIR II Bajubang Puskesmas in the Sungai Bertam Village area, there is a Melati Posyandu with a very low coverage of toddler visits. Every month only 50% of the target number of 70 toddlers (D/S) come to visit.Objective. This study aimed to determine the participation of mothers with children under five years in the Posyandu Melati in Sungai Bertam Village. Methods. This research used a descriptive analytic, the population in this study were all mothers with children under five years at the Posyandu Melati, amounting to 70 people, with a technique using the total sampling Results. 68.6% of respondents participated well in Posyandu, 75.7% of respondents had good knowledge, 57.1% had good attitudes and 51.4% had good motivation. There is a significant relationship between the participation of mothers with children under five in weighing to Posyandu on knowledge (p-value 0.004), attitude (p-value 0.000) and motivation (p-value 0.000). Meanwhile, the role of Cadre does not show a significant relationship to the participation of mothers under five to the Posyandu because it has a p-value of 0.843Conclusion. There is a significant relationship between knowledge, attitude and motivation with mother's participation in weighing at the Melati Posyandu Sungai Bertam Village, Muaro Jambi Regency in 2020
Policy Implementation Performance Related to the Procurement of PRB Drugs in the Subdistrict Primary Healthcare Center Pharmacy and PRB Pharmacy in Central Jakarta Quarter I, II, and III of 2019
Back-Referral Program (PRB) is one way to improve the quality of the health services for BPJS participants in conducting quality control and cost control. The unavailability of pharmacies and drugs for PRB causes the PRB program not to run optimally, thus increasing the catastrophic disease sufferers and absorbing big claims in JKN. This study is qualitative research with a descriptive approach using the method of in-depth interviews and document review. The research informants' criteria were: the elements of the leadership and policy management officers in the DKI Jakarta Provincial Health Office, Central Jakarta Health Office, Central Jakarta BPJS Health Center, Central Jakarta District Health Center, and Central Jakarta PRB Pharmacy. The results showed that the implementation performance was not optimal, which was influenced by policy standards and objectives, resources, communication between organizations, the implementers' attitude, the implementing organization's characteristics, and the economic, social, and politics. Coordination, commitment, and evaluation of activities from the Ministry of Health, BPJS Health, Government Service Goods Procurement Policy Institute, and DKI Jakarta Provincial Health Office are needed in terms of the availability of this PRB drug
Relationship of Age, Gender, and History of Comorbid Diseases in TB Patients toward Self-Stigma TB in Surakarta
Tuberculosis (TB) infection in Indonesia has not been completely eradicated. It is challenging for those who suffer from TB to be away from self-stigma. This study aimed to determine the relationship between age factors, gender, and a history of comorbid diseases related to self-stigma. This was a cross sectional study using a Tuberculosis Stigma Assessment questionnaire. Total 50 respondents were obtained by purposive sampling technique. Inclusion criteria are TB patients or former patients aged 18 years to the elderly, male and female, without or having a history of comorbidities (HIV & DM). Quantitative-qualitative analysis, univariate and bivariate tests using Pearson Correlation and Chi Square were employed. Based on the Pearson correlation test there were no relationships between age and stigma, adolescent (p = 0.506), adult (p = 0.732), and elderly (p = 0.539),. Through Chi Square test, there was no relationship between the gender and stigma (p=0.520) . Likewise, a history of comorbid disease with TB stigma which p-value 0.537 did not show any relationship. Quantitatively, 78% of respondents were stigmatized, where respondents tend to be shy and not open about their TB status. There were 78% of respondents were stigmatized but no significant relationships between age, gender, and history of comorbid diseases on TB self-stigm