Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Latihan Senam Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II

    Get PDF
    Diabetes melitus tipe II adalah  suatu  keadaan  hiperglikemia  yang  disebabkan  gangguan pada resistensi insulin dan sekresi insulin sehingga metabolisme tubuh juga  terganggu, merupakan masalah yang serius dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian yang cukup besar di Indonesia. Salah satu cara diabetes ini adalah dengan  latihan fisik. Latihan fisik yang dianjurkan salah satunya adalah senam aerobik, yang bertujuan  meningkatkan  dan  mempertahankan  kesegaran  tubuh  dan  dilaksanakan  sesuai prinsip F.I.T.T (Frekuensi, Intensitas, Time dan Tipe). Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan dengan latihan senam secara rutin dapat mengontrol dan menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dari jurnal nasional dan internasional yang meneliti tentang pengaruh latihan senam terhadap penderita diabetes mellitus tipe II. Penelusuran jurnal ini menggunakan database Google Scholar, ReasearchGate, Pubmed, ScienceDirect. Hasil penelitian dari jurnal tersebut mununjukan dengan Latihan senam yang bersifat aerobik ditentukan oleh volume, intensitas, frekuensi dan pengulangan dapat mengurangi kadar glukosa darah hingga 30mg/dL, dengan rata-rata penurunan sekitar 2% dan frekuensi olahraga rutin minimal 3 kali seminggu dengan p value = 0,001 dan OR = 4,3 , jenis olahraga aerobik seperti senam dengan p value = 0,002 dan OR = 3,1 , serta durasi olahraga 30 menit per 1 kali olahraga dengan p value 0,087 dan OR = 3,5 berhubungan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga diperlukannya melakukan latihan senam secara teratur untuk menurunkan dan mengkontrol kadar glukosa pada penderita diabetes mellitus tipe

    Karakteristik Komunikator Remaja SMA yang Berhubungan dengan Komunikasi Kesehatan Reproduksi di Kota Palembang

    Get PDF
    Latar Belakang. Usia remaja merupakan usia yang paling rawan mengalami masalah kesehatan reproduksi yang tidak aman dan beresiko seperti aborsi dan infeksi menular seksual. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut yaitu melalui pendekatan peer group yang dikembangkan dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) sebagai jembatan proses komunikasi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik komunikator remaja SMA dengan  komunikasi kesehatan reproduksi di Kota Palembang tahun 2018.Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 112 remaja SMA yang institusi pendidikannya sudah terpapar Program PIK R di Kota Palembang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan cluster random sampling.Hasil. Terdapat 30,4% komunikasi kesehatan reproduksi yang kurang aktif pada remaja SMA di Kota Palembang. Karakteristik komunikator yang memengaruhi komunikasi kesehatan reproduksi pada remaja SMA di Kota Palembang adalah pengetahuan, hubungan pertemanan, keterampilan menyampaikan informasi, dan peran orangtua.Kesimpulan. Perlunya upaya peningkatan kualitas anggota dengan mengadakan pelatihan bagi pendidik sebaya dan konselor sebaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja dalam memberikan KIE mengenai kesehatan reproduksi.  ABSTRACTBackground. Adolescents are the most vulnerable age to experience unsafe and risky reproductive health problems such as abortion and sexually transmitted infections. One of the efforts made by the government to overcome this is through a peer group approach developed in the Youth Information and Counseling Center (PIK R) as a bridge to the communication process. Objective. This study aims to determine the relationship between the characteristics of high school youth communicators with reproductive health communication in Palembang City in 2018.Method. This study used a cross-sectional design. The sample of this study is 112 high school adolescents whose educational institutions had been exposed to the PIK R in Palembang CIty. The sampling of this study used random cluster sampling. Results. There were 30.4% of reproductive health communication less active in high school adolescents in Palembang City. The characteristics of communicators that influenced reproductive health communication in high school adolescents in Palembang City were knowledge, friendship relationships, information conveying skills, and the role of parents.Conclusion: The need for efforts to improve the quality of members by conducting training for peer educators and peer counselors to strengthen adolescents’ knowledge, attitudes, and skills in providing IEC regarding reproductive health.

    Peningkatan Kesadaran dan Pengetahuan tentang ASI Eksklusif pada Remaja dan Ibu dengan Penyuluhan serta Pembentukan Kader Melalui Komunitas “CITALIA”

    Get PDF
    Latar belakang: Cakupan ASI eksklusif di Desa Citaringgul  masih belum mencapai target. Berdasarkan  analisis  situasi  dari  laporan  Puskesmas  Babakan  Madang, didapatkan  bahwa  cakupan  ASI  Eksklusif  Desa  Citaringgul  hanya  45%.  Sedangkan cakupan ASI Eksklusif dari RW 01 hanya 40%.Tujuan: Meningkatkan cakupan ASI eksklusif di RW 01 Desa CitaringgulMetode: Metode yang digunakan dimulai dari analisis situasi, dilanjutkan identifikasi masalah, dan menentukan prioritas masalah. Kemudian mengembangkan instrument penelitian, survey/penelitian determinan masalah dan pengumpulan database kesehatan.Hasil: Hasil dari pengabdian yang dilakukan adalah adanya peningkatan pengetahuan responden. Serta terciptanya komitmen  antara  PMR  SMK  PGRI  Babakan  Madang  dengan Mahasiswa PBL 1&2 bahwa PMR akan melanjutkan program penyuluhan ASI Eksklusif dan Gizi Remaja kepada siswa kelas XII minimal setahun sekali. Yang terakhir adalah dibentuknya komunitas  CITALIA  (Citaringgul  Peduli  ASI)  dalam  bentuk platform Social Media Instagram dengan akun @kita_citalia.Simpulan: Terdapat peningkatan nilai pada pre-test dan post-test yang mengambarkan peningkatan pengetahuan

    Pengetahuan Ibu Hamil dan Perilaku Pencegahan Covid-19

    Get PDF
    Virus COVID-19 menjadi fenomena dahsyat di seluruh dunia. Saat ini, COVID-19 telah menyerang semua kalangan, termasuk ibu hamil. COVID-19 memiliki resiko buruk yang tinggi  untuk ibu hamil dan janin karena memiliki salah satu gejala seperti pneumonia yang bersifat lebih mematikan bagi ibu hamil dan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan atau kelahiran yang prematur serta transmisi virus kepada bayi. Selain itu, COVID-19 juga berdampak pada pelayanan Antenatal Care untuk ibu hamil sehingga menghambat ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan untuk keselamatan dan kesehatan ibu hamil dan janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada ibu hamil di Desa Citaringgul Kecamatan Babakan Madang tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dengan data primer. Sampel berjumlah 9 responden, alat pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan Univariat dan Bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai perilaku pencegahan COVID-19 responden sebanyak 10,2 dari rata-rata hasil dengan value = 0,62. Disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai salah satu sumber informasi sebagai pembelajaran sehingga dapat menjalankan program yang lebih baik dan berkembang. Kata Kunci: Pengetahuan; Perilaku pencegahan; Ibu hamil; COVID-1

    Attitudes Concerning Sexual Behavior towards Risky Sexual Behavior of Sexual Transmitted Infections among Male Adolescents in Indonesia

    Get PDF
    There has been an increase of sexually transmitted infections (STIs) such as HIV/AIDS worldwide, especially in Indonesia. Several studies on adolescent behavior, especially the male as the main predictor, reported increased in STIs’ cases due to risky sexual behavior. This study aimed to show the relationship between attitudes, sexual behavior, and the risks of STIs among male adolescents in Indonesia based on the Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) data in 2017. This cross-sectional study involved 10,547 male adolescents using the total sampling method according to the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using a complex sample logistic regression test. This study was found that the proportion of risky sexual behavior of STIs was10% of which 29.8% agreeable attitude male adolescents. Agreeable attitude male adolescents were found able to improve the risk of engaging in risky sexual behaviors of STIs (p-value = 0.018; prevalence odd ratio (POR) = 1.135). The male adolescents who had an agreeable attitude towards sexual behavior could improve the risk of having risky sexual behavior of STIs 1,135 times; however, the attitude variable was not necessarily a major risk factor for the risky sexual behavior of STIs. Knowledge and education were not related to the risky sexual behavior of STIs

    Geographic Accessibility towards Primary Health Care in Karawang District

    Get PDF
    Health accessibility refers to the availability of health care services accessible to the community as required. However, the convenience of accessing such services vary throughout regions due to geography. Hence differences in geographic accessibility can be an obstacle to accessing health care. This study characterized the influence of geographic accessibility on primary health care (PHC) in Karawang District. A cross-sectional study was conducted in November 2019 in five sub-districts of Karawang District. Respondents were interviewed using questionnaires to collect geographic (mileage and travel time from respondents’ house to nearest PHC) and transportation (mode of transportation and transportation cost) data. In total, the study involved 513 randomly selected households, of which 11% had far to travel to the PHC, 22% had a long traveling time, and 23% had expensive transportation costs, with motorcycles being the most common means of transport. Therefore, PHCs in several sub-districts in Karawang District are less accessible due to geographic barriers

    Reasons for Unwanted Pregnancy among Women of Childbearing Age (15-19 Years) in Jambi Province

    Get PDF
    The occurrence of unwanted pregnancy (UP) among women of childbearing age (WCA) has been reported to be increasing in various regions, however, this incidence has not been assessed among the adolescents of 15-19 years age group, in Jambi City. The factors influencing this occurrence includes individual, family, and environmental determinants. This study aimed to determine the prevalence of UP among WCA (15-19 years) in Jambi Province. A cross-sectional design was used, while the participants (307 women aged 15-19 years) were selected in Jambi City and West Tanjung Jabung District, using the Multistage Random Sampling. The analytical method used was the Multiple Logistic Regression of alpha 5%. The results showed that the prevalence of UP among WCA (age 15-19 years) was 1.6%, compared to 50% of those that were married. The dominant factor of UP includes the use of contraceptives with an adjusted-odds ratio of 74.5 (95% CI = 3.58-1,549.02), while the control used were the job of WCA, knowledge, dating behaviour, accesses to information media and health facilities, as well as family education. Therefore, it is suggested that creative, innovative, informative promotions, and education were needed via the social media. Besides, the optimization and strengthening of the Gen-Re go to school program should be carried out, as well as synergizing the cross-sectoral activities, government, private sector, and the community (especially parents)

    Hubungan Tingkat Kebisingan di Lingkungan Kerja dengan Tekanan Darah Pada Pekerja di Unit Utilities dan Oil Movement PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan, Jawa Barat Tahun 2020

    No full text
    Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kebisingan di lingkungan kerja, faktor karakteristik pekerja (umur, masa kerja, durasi kerja, riwayat keturunan, dan IMT), serta perilaku pekerja (pemakaian APT, perilaku merokok, dan aktivitas fisik) dengan tekanan darah pada pekerja di Unit Utilities dan Oil Movement PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan tahun 2020. Metode. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectioal. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 72 pekerja pada unit Utilities dan Oil Movement. Data kebisingan didapatkan dari pengukuran langsung menggunakan sound level meter. Data tekanan darah pekerja didapatkan melalui pengukuran langsung menggunakan sphymomanometer digital. Hasil. Berdasarkan uji chi-square, terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan > 85 dBA dengan tekanan darah tinggi pada pekerja (p-value=0,011, OR=4,474). Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel umur (p-value=0,001, OR=7,048), masa kerja (p-value=0,019, OR=6,650), durasi kerja (p-value=0,012, OR=4,250), riwayat keturunan (p-value=0,021, OR=4,607), indeks masa tubuh (p-value=0,002, OR=5,714), penggunaan APT (p-value=0,011, OR=0,208) dan aktivitas fisik (p-value=0,004, OR=6.333). Sedangkan variabel merokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah pekerja (p-value=0,660, OR=1,477).Kata Kunci: Hipertesi, Industri, Kebisingan, Tekanan Darah Tingg

    Peningkatan Pengetahuan Tentang JKN dengan Sosialisasi dan Pembentukan Kader JKN Kota Bogor

    Get PDF
    Latar belakang: Keikutsertaan masyarakat dalam program JKN masih kurang. Terlihat pada masyarakat di Kecamatan Babagan Madang, pencapaian kepesertaan JKN di Kecamatan tersebut hanya mencapai 41,7% dari target yang ditentukan oleh nasional. Perlu adanya intervensi untuk memberikan pengetahuan dan kesdaran masyarakat guna meningkatkan cakupan keikutsertaan program JKN.Tujuan: untuk meingkatkan pengetahuan para kader dan sekaligus menggalang komuitmen kader untuk kembali mengedukasi masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan akan pentingnya keikutsertaan dalam program JKN.Metode: Metode dalam pengabdian diawali dengan analisi situasi, identifikasi masalah, dan penentuan prioritas masalah. Rancangan kegiatan intervensi berupa penyuluhan tentang Edukasi Program JKN bagi Kader Desa Citaringgul yang dilaksanakan secara offline. Kegiatan intervensi ditujukan kepada masyarakat Kecamatan Babagan Madang yang diwakilkan oleh kader dari lima RW di wilayah Desa Citaringgul.Hasil: Hasil dari pengabdian yang dilakukan adalah adanya peningkatan pengetahuan pada kader dan terciptanya komitmen kader untuk meyebarkan informasi tetang JKN kepada masyarakat lainnya.Simpulan: Terdapat peningkatan nilai pada pre-test dan post-test serta peningkatan pengetahuan pada 13 Kade

    Determinants of Exclusive Breastfeeding Practices of Female Healthcare Workers in Jakarta, Indonesia

    Get PDF
    The World Health Organization (WHO) recommended that mothers worldwide exclusively breastfeed their infants for the child's first six months to achieve optimal growth, development, and health. Indonesia had not fulfilled the global standard of breastfeeding rate so that there was low coverage of exclusive breastfeeding in East Jakarta, especially for female healthcare workers. This study aimed to determine the factors associated with exclusive breastfeeding practices of healthcare workers. This was a quantitative study using a cross-sectional design. The recruited sample consisted of 85 female public health center workers with infants aged 6-24 months. Data were collected using self-administered questionnaires. Logistic regression analysis was applied to identify factors associated with exclusive breastfeeding. The results showed that the proportion of exclusive breastfeeding was 54.1%. Variables associated with exclusive breastfeeding were knowledge, attitude, family support, co-worker support, and healthcare worker support. Multivariate analysis showed that knowledge and age were the dominant factors of exclusive breastfeeding practices with an odds ratio (OR) adjusted OR of 14 and 5, re¬spectively. Knowledge was an influential factor in the success of exclusive breastfeeding. Therefore, creating a training program related to breastfeeding would be expected to improve knowledge. Besides, a supportive policy such as providing breastfeeding facilities was needed

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇