Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Underweight in Child Aged 24-59 Months in North Sumatra: the 2014 Indonesia Family Life Survey Data

    Get PDF
    AbstractUnderweight has the biggest risk against burden of disease. The aim of the study was to determine the factors related with underweight in child aged 24-59 months lived in North Sumatra based on three characteristics caused an underweight; there are child characteristics, maternal characteristics, and parenting characteristics. This study used cross-sectional design and using chi-square statistical analysis. The sample used in this study was 280 child aged 24-59 months living in North Sumatra province, Indonesia. The data was obtained from 2014 Indonesian Family Life Survey collected by RAND Corporation. Prevalence of underweight in child aged 24-59 months lived in North Sumatra was 26% (Girls: 32,6%, Boys: 19,9%). The statistical analyses found that female child (OR 95% CI= 0,514: p=0,02), maternal low body mass index (OR 95% CI = 3,750: p=0,04) and cigarette expenditure (OR 95% CI = 1,800: p=0,040) contribute to underweight child aged 24-59 month in North Sumatra province. Child gender, maternal body mass index, and cigarette expenditure were the significant determinants for underweight in under-five children in North Sumatra. The intervention is necessary to be implemented by all parties to decrease the prevalence of underweight.AbstrakBerat badan kurang (underweight) memberikan risiko terbesar terhadap beban penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada anak usia 24-59 bulan di Provinsi Sumatra Utara berdasarkan dengan tiga karakteristik, yakni karakteristik anak, ibu, dan pola asuh. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan menggunakan analisis chi-square. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 280 anak berusia 24-59 bulan dan berdomisili di Sumatra Utara. Data yang digunakan berasal dari data Indonesia Family Life Survey tahun 2014 yang dikelola oleh RAND Corporation. Prevalensi kejadian underweight pada anak usia 24-59 bulan di Sumatra Utara sebesar 26% (perempuan: 32,6%, laki-laki: 19,9%). Analisis statistik menyatakan bahwa jenis kelamin perempuan (OR 95% CI= 0,514: p=0,02), indeks massa tubuh ibu yang rendah (OR 95% CI = 3,750: p=0,04) dan pengeluaran untuk rokok (OR 95% CI = 1,800: p=0,040) berkontribusi terhadap kejadian underweight pada anak usia 24-59 buan di Sumatra Utara. Jenis kelamin anak, indeks massa tubuh ibu, dan pengeluaran rokok merupakan faktor yang signifikan terhadap kejadian underweight pada anak usia di bawah lima tahun di Provinsi Sumatra Utara. Langkah intervensi diperlukan untuk dapat diimplementasikan oleh seluruh masyarakat untuk dapat menurunkan prevalensi kejadian underweight

    Do bagASI Change the Exclusive Breastfeeding Knowledge and Attitudes?

    Get PDF
    AbstractThe achievement of exclusive breastfeeding (EBF) in the world and in Indonesia is still low. One of the obstacles to EBF is that the mother works. Cooler bag is a familiar media for working mothers to provide breast milk. This research uses modified cooler bags which contain information on how to provide EBF for working mothers, called bagASI. This study aims to determine the effect of bagASI on the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women. The research method is Quasi Experimental with Pre Test - Post Test and the number of respondents is 34 working pregnant women. Respondents were divided into 2 groups, namely the intervention group who received education using bagASI and the control group using leaflets. The Paired Sample T-test showed an effect on the level of knowledge and attitudes (p≤0.05) in both two groups. The Independent Sample T-test found that there was a difference in knowledge (p≤0.05) between the intervention and the control group, while in the attitude there was no difference (p≥0.05). Providing education using bagASI can increase the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women, so bagASI can be utilized as education tool.AbstrakCapaian pemberian ASI Eksklusif di dunia dan di Indonesia masih rendah. Kendala pemberian ASI Eksklusif di antaranya adalah karena ibu bekerja. Salah satu media yang dikenal ibu bekerja untuk memberikan ASI adalah cooler bag. Penelitian ini menggunakan cooler bag yang didesain dengan penambahan informasi cara pemberian ASI Eksklusif bagi ibu bekerja pada bagian luarnya, disebut bagASI. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bagASI terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil yang bekerja. Metode penelitian adalah Quasi Experimental dengan Pre Test-Post Test Control Group Design dan jumlah responden sebanyak 34 orang ibu hamil yang bekerja. Responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi menggunakan media bagASI dan kelompok kontrol menggunakan leaflet. Berdasarkan uji Paired Sample T-test menunjukkan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap (p≤0.05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji Independent Sample T-test didapatkan hasil ada perbedaan pengetahuan (p≤0.05) antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, sedangkan pada sikap tidak terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p≥0.05). Pemberian edukasi menggunakan bagASI dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil sehingga bagASI dapat digunakan sebagai media edukasi

    Hubungan Realisasi Alokasi Dana Kesehatan dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Ibu di Indonesia

    Get PDF
    AbstrakPeningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu merupakan sasaran penting bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pencapaian target SDGs. Dana yang dianggarkan untuk bidang kesehatan paling sedikit 5% dari APBN dan 10% dari APBD tidak termasuk gaji. Besaran Ini lebih kecil dibandingkan negara-negara dalam kategori berpenghasilan rendah, sedangkan WHO menunjukkan bahwa peningkatan alokasi dana kesehatan memiliki hubungan positif dengan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara realisasi alokasi dana kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu di Indonesia. Sumber data dari SDKI 2017 dan statistik keuangan pemerintah provinsi. Variabel terikat yang digunakan adalah kunjungan ANC, persalinan di sektor publik, dan PNC dalam waktu dua bulan setelah persalinan. Variabel bebas utama adalah realisasi alokasi dana kesehatan dan karakteristik sosial ekonomi sebagai variabel kontrol. Dengan analisis regresi logistik biner, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi realisasi alokasi dana kesehatan, semakin besar kecenderungan ibu menggunakan layanan kesehatan pada tahap antenatal care dan postnatal care, namun mengurangi kecenderungan ibu untuk memanfaatkan persalinan di sektor publik.AbstractIncreasing the utilization of maternal health services is an important target for the Indonesian government to increase the achievement of the SDGs targets. Funds budgeted for the health sector are at least 5% of the APBN and 10% of APBD excluding salaries. This is smaller than countries in the low-income category, while WHO shows that an increase in the allocation of health funds has a positive relationship with the degree of public health. Therefore, this study aims to determine whether there is a relationship between the realization of health fund allocation and the utilization of maternal health services in Indonesia. Data source from the 2017 IDHS and provincial government financial statistics. The dependent variables used were the ANC visits, delivery in the public sector, and PNC within two months after delivery. The main independent variable is the realization of health funds and socio-economic characteristics as control variables. With binary logistic regression analysis, the results of this study indicate that the higher the realization of health funds allocation, the more likely the mother is to use maternal health services at the antenatal care and postnatal care stages but reduces the possibility of utilizing childbirth in the public sector

    Evaluasi Implementasi Jaminan Persalinan (Jampersal) di Indonesia

    Get PDF
    AbstrakJampersal merupakan salah satu bentuk dana transfer dari pusat ke daerah untuk membantu pelayanan kesehatan ibu dan anak.  Jampersal bertujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta bayi baru lahir ke fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten. Tujuan studi untuk mengevaluasi pemanfaatan dana Jampersal dalam meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan.  Sumber data berasal dari Riskesdas 2018 dan data rutin dari Kementerian Kesehatan RI.  Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif.  Data kuantitatif dianalisis melalui metode analisis penerima manfaat dan regresi linier, sedangkan data kualitatif menggunakan analisis isi.  Pendekatan kuantitatif dilakukan pada dua level, yaitu level individu (80.459 ibu hamil) dan kabupaten/kota (407 kabupaten/kota). Pendekatan kualitatif mengumpulkan informasi untuk memperkaya hasil kuantitatif.  Informan berasal dari delapan kabupaten/kota yang dipilih secara selektif, yaitu delapan kabupaten/kota di Indonesia.  Hasil analisis ini menunjukan bahwa Jampersal mengambil porsi sekitar 3,75% sebagai sumber pembiayaan persalinan.  Realisasi anggaran Jampersal mengalami peningkatan walaupun selalu kurang dari 80%, dan Jampersal banyak dimanfaatkan untuk belanja jasa.  Analisis penerima manfaat menunjukkan bahwa Jampersal banyak dimanfaatkan oleh ibu dengan kepala keluarga berpendidikan SD/MI. Analisis regresi menunjukkan bahwa setiap pertambahan rupiah realisasi Jampersal meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan, walaupun tidak signifikan secara statistik (coefficient 0,000726; robust SE 0,00370; p-value>0,1). AbstractJampersal as a transfer fund from central to district government is provided to support maternal and child health services aiming to increase access to health services for pregnant women, childbirth and postpartum mothers, also newborns to competent health facilities. This analysis aimed to evaluate the use of Jampersal in increasing institutional delivery using quantitative and qualitative approaches.  For the quantitative approach, this analysis used Riskesdas 2018 and routine data from the Ministry of Health.  The data was analyzed using benefit incidence analysis (BIA) and linear regression.  The quantitative approach was conducted at two levels, the individual level (80,459 pregnant women) and the district level (407 districts), whereas the qualitative approach was conducted in eight districts to enrich quantitative results.  Information was managed using content analysis.  Results indicated that Jampersal held 3.75% of the total funding of child delivery.  Jampersal spending tends to increase every year and is utilized mostly for services.  BIA showed that Jampersal is widely used by mothers whose heads of households are at the primary education level. Regression analysis showed that every rupiah spent in Jampersal increases institutional delivery, although it is not statistically significant (coefficient 0.000726; robust SE 0.00370; p-value> 0.1)

    Manfaat Penggunaan Mobile Health (m-Health) Dalam Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan Ibu

    Get PDF
    Kesehatan ibu masih menjadi masalah kesehatan prioritas. Salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah adalah melakukan pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu menggunakan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA). Namun ternyata ditemukan banyak permasalahan dalam pelaksanaannya, salah satunya karena PWS KIA masih menggunakan paper-based. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan mHealth dalam pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu. Metode yang digunakan adalah scoping review dari literatur yang diterbitkan lima tahun terakhir di pubmed dan google scholar yang membahas mengenai mHealth dalam pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima literatur yang terpilih, empat literatur menyebutkan manfaat mHealth pada data yang dihasilkan dan kualitas pelayanan, sedangkan satu literatur lainnya lebih berfokus pada manfaat mHealth pada kualitas pelayanan saja. Kesimpulannya adalah mHealth memiliki berbagai manfaat dalam pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu. Oleh karena itu, diharapkan pengelola program kesehatan ibu dapat segera merancang dan menerapkan mHealth sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu supaya dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada saat ini

    Studi Endemisitas dan Epidemiologi Deskriptif Malaria di Kabupaten Purbalingga Tahun 2010-2019

    Get PDF
    Salah satu permasalahan kesehatan di Jawa Tengah adalah kejadian malaria. Kondisi lingkungan dan perilaku mempunyai peran dalam penyebaran malaria.  Gambaran endemisitas dan upaya pengendalian yang diperlukan sebagai dasar perencanaan tindakan pengendalian malaria. Belum ada data yang menyajikan endemisitas malaria dari tahun 2010-2019 di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan endemisitas dan menggambarkan kejadian malaria berdasarkan variabel orang, tempat dan waktu dan upaya pengendalian yang sudah dilakukan periode tahun 2010-2019 di Kabupaten Purbalingga. Jenis penelitian yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi yaitu seluruh kasus malaria yang tercatat di dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga periode Januari 2010 sampai Desember 2019. Sampel merupakan total populasi. Variabel yang dikumpulkan meliputi API tahunan per kecamatan, jenis kelamin, umur, jenis plasmodium, jenis kasus, wanita hamil, jenis obat, waktu kejadian malaria, tempat dan upaya pengendalian malaria. Sumber data sekunder diperoleh dari laporan bulanan malaria di Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dan data primer hasil wawancara dengan staf malaria di Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Analisis data secara deskriptif dan spasial untuk menggambarkan endemisitas malaria. Hasil penelitian menunjukan jumlah kasus malaria selama periode 2010-2019 di Kabupaten Purbalingga berjumlah 2.023 kasus. Trend endemisitas API dari dari tahun 2010 sampai 2019 semakin baik, dengan jumlah kecamatan kategori LCI semakin sedikit dan semakin banyak kecamatan dalam kategori bebas malaria. Penyebaran terbanyak di Kecamatan Rembang, Pengadegan, Kaligondang dan Karangmoncol. Karakteristik penderita malaria sebagian besar berusia 15-54 tahun, berjenis kelamin laki-laki, jenis infeksi terbanyak  plasmodium falciparum dan  sebagian besar merupakan kasus indigenous.  Upaya pencegahan dan penanggulangan malaria di Kabupaten Purbalingga dilakukan secara terus menerus, dengan berbagai jenis upaya program pengendalian

    Analysis of Implementation Standards of Sharia Minimum Services in the Hospital: Case Study at Sari Asih Sangiang Hospital 2018

    Get PDF
    The development of sharia-based hospitals in Indonesia began with the Indonesian Islamic Health Effort Assembly (MUKISI) in collaboration with the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) with the issuance of fatwa No. 107 / DSN-MUI / X / 2016 concerning Guidelines for Implementing Hospitals Based on Sharia Principles. One of them is Sari Asih Sangiang Hospital (RSSA) in the city of Tangerang, which has received sharia certification since 2018. Sharia hospitals guideline regulates Sharia Minimal Service Standards (SPM). The SPM contains regulations of reciting basmalah before procedures, hijab for patients and breastfeeding mother, mandatory training for patient's fiqh, Islamic education, gender-based ECG usage, using of hijab in the operating room, and scheduling elective surgery which not constrained by prayer times. This study uses a qualitative approach through report document review on the implementation of sharia quality indicators. The indicator format is determined by checklist, survey, medical record document; daily, monthly, and annual census recapitulation; secondary data from previous research, related literature, and in-depth interviews with correspondent criteria who responsible for implementing Sharia Quality at Sari Asih Sangiang Hospital. The results show that Sari Asih Sangiang Hospital has implemented Sharia SPM optimally, whose implementation refers to the standards and guidelines for the implementation of sharia hospitals issued by the DSN-MUI but is still constrained with the data recording problem. We suggest to put forward the need for coaching and training in Human Resources, and data recording should be done more regularly in order to maximize achievement targets

    Current Community-based Mental Health Promotion Strategies Among children and Adolescents: A Literature Review of Evidence and Feasibility in Indonesia

    Get PDF
    Mental disorders impact people's quality of life globally. A quarter of the world's population consists of children and adolescents who are significantly experiencing mental disorders since the age of 14. Community-based mental health strategies are aimed to overcome the challenges of mental health. The purpose of this review was to explore the evidence of children and adolescents' mental health promotion strategies to be potentially implemented in Indonesia. A literature review design was utilized using PRISMA on 20 journals through Science Direct, Proquest, SAGE, Scopus, EBSCO, and Taylor and Francis, in the last five years, within keywords of community-based, children and adolescents, mental health promotion, strategy. Data were analyzed in a table containing the title, author, year, methodology, results, and recommendations. Several strategies can be implemented to improve mental health in children and adolescents, such as peer group approaches, parental support, and religious education. Community-based mental health promotion strategies can optimize the effective implementation. Rigorous studies on policy evaluation, readiness, pilot studies on the implementation, and other approaches are needed for the more technical implementation of community-based mental health promotion strategies

    Pengaruh Tekanan Panas Terhadap Tekanan Darah Tinggi Pada Pekerja Bagian Casting dan Pressing Di PT X Tahun 2019

    No full text
    Latar Belakang. Tekanan panas merupakan gabungan dari beberapa faktor seperti, suhu udara, kelembapan udara, kecepatan udara yang merupakan pembentuk tekanan panas. Pajanan dari tekanan panas yang tinggi dapat menyebabakan peningkatan detak jantung dan tekanan darah atau dikenal dengan hipertensi. Menurut WHO, hipertensi menyebabkan kematian sebanyak 8 juta kematian pertahun diseluruh dunia. Menurutu Riskesdas (2018) di Indonesia hipertensi memiliki prevalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8% pada tahun 2013 kemudian menjadi 34,1% pada tahun 2018. Metode. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tekanan panas dengan tekanan darah tinggi pada pekerje di unit casting dan pressing PT X Penelitian ini melibatakan 60 responden yang diambil menggunakan accidentaly sampling. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan pekerja yang terkena tekanan darah tinggi pada unit casting dan pressing PT X sebesar 33 (55%) orang. Simpulan. Berdasarkan analisis multivariat dapat diketahui faktor yang berhubungan signifikan dengan tekanan darah tinggi adalah tekanan panas (P value=0,000; OR=19,640; 95% CI= 7,714-81,832) dan riwayat keturunan (P value=0,011; OR=11,802; 95% CI= 1,760-79,112) dimana faktor yang paling berpengaruh adalah tekanan panas. Pekerja yang terpapar tekanan panas berisiko untuk mengalami tekanan darah tinggi. Risiko tersebut menjadi lebih besar jika memiliki riwayat keturunan.Kata Kunci: Riwayat Keturunan, Tekanan Panas, Tekanan Darah Tinggi

    Analisis Penerimaan Sistem Informasi Pencatatan dan Pelaporan Kasus COVID-19 (Aplikasi Silacak Versi 1.2.5) Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) di UPT Puskesmas Cipadung Kota Bandung

    Get PDF
    Salah satu upaya untuk mengendalikan laju COVID-19 ialah dengan memperkuat sistem surveilans di fasilitas kesehatan tingkat dasar. Salah satu poin yang menjadi peran kunci dalam pemutusan rantai penularan COVID-19 adalah kegiatan pelacakan kontak. Kegiatan ini mengharuskan pelacak kontak untuk terus mencatat dan melaporkan kasus. Untuk itu, penggunaan sistem pencatatan dan pelaporan pelacakan kontak (Silacak) menjadi penting dalam menentukan kebijakan yang akan dibuat. Tujuan penelitian ini adalah menelaah penggunaan sistem pencatatan dan pelaporan COVID-19 dengan aplikasi Silacak serta penerimaan pengguna terhadap sistem informasi Silacak di UPT Puskesmas Cipadung Kota Bandung. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus. Aplikasi Silacak cukup bermanfaat bagi proses pencatatan dan pelaporan COVID-19. Aplikasi ini mudah untuk dipelajari, namun masih perlu dilakukan perbaikan dan pengembangan di beberapa sisi

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇