Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Estimasi Biaya dan Evaluasi Program Intervensi Pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) untuk Perbaikan Status Gizi di Banyumas, Jawa Tengah
Pemerintah Banyumas telah melaksanakan suatu intervensi Pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan suplementasi nutrisi 1.5 kcal/mL pada tahun 2019. Namun, belum pernah dilakukan evaluasi baik dari segi luaran maupun biaya intervensi. Sehingga, penelitian ini diperlukan guna memberikan gambaran awal mengenai sumber daya yang dibutuhkan untuk perumusan perencanaan intervensi pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biaya yang dibutuhkan untuk intervensi PKMK dan mengetahui luaran dari intervensi. Evaluasi ekonomi dilakukan secara parsial dengan menghitung biaya dari perspektif institusi pelaksana program dan hasil luaran dari intervensi berupa peningkatan BB dan TB. Sampel penelitian sebanyak 40 balita yang telah dipilih berdasarkan skrining gizi balita yang tidak mampu mengkonsumsi makanan yang ada dan memiliki asupan nutrisi yang inadekuat. Hasil studi menunjukkan total biaya intervensi sebesar Rp.219.817.000 untuk 40 anak (Rp.5.495.438 per anak) di mana untuk suplementasi nutrisi 1.5 kcal/mL per anak sebesar Rp.1.395.850. Terjadi peningkatan rata-rata berat dan tinggi anak sebesar 0.64-kilogram dan 0.47-centimeter dalam 28 hari setelah program selesai. Estimasi biaya dari hasil studi ini dapat lebih rendah pada intervensi selanjutnya apabila peralatan yang ada digunakan kembali. Studi ini dapat dijadikan referensi untuk pelaksanaan intervensi PKMK dengan lingkup cakupan / kriteria subjek yang sama atau dalam skala yang lebih luas
STUDI DESKRIPTIF ANALISA PROMOSI LAYANAN RUMAH SAKIT
Layanan kesehatan telah memasuki era persaingan yang mengharuskan rumah sakit untuk dapat menyediakan layanan unggulan guna menarik konsumen (pasien). Rumah sakit perlu menerapkan sistem pemasaran yang efektif sehingga target penjangkauan dan pada akhirnya utilisasi pelayanan dapat tercapai dengan mengan menggunakan teknik komunikasi pemasaran terintegrasi untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan berbagai elemen bauran promosi. Dalam manuskrip ini peneliti melakukan analisa promosi layanan rumah sakit dengan menggunakan metode studi deskriptif
LITERATURE REVIEW: HOW TO MAINTENANCE VIPs
Background: In Marketing analysis, patient is a important stalkeholer of hospital. And VIP patient can be valuable to increased demand. Caring for very important persons (VIPs), including celebrities and royalty, presents medical, organizational, and administrative challenges, often referred to collectively as the “VIP syndrome. The situation often pressures the health care team to bend the rules by which they usually practice medicine. Caring for VIP patients requires innovative solutions so that their VIP status does not adversely affect the care they receive.Objective: Caring for very important persons (VIPs), including celebrities and royalty, presents medical, organizational, and administrative challenges, often referred to collectively as the “VIP syndrome”.Methods: Literature Review method from relevant database such as Google Scholar search engine until 2018. Total document selected by full text is 6 articles as literature review and total 12 article as references. Result: Nine guiding principles in caring VIP patients is Don’t bend the rules, work as a team, communicate, Carefully manage communication with media, resist chairpersons syndrome, care should occur where it is most appropriate, protect the patients security, be carefull about accepting or declining gifts and working with the patients personal physicians. Particularly when dealing with a VIP, the hospital’s communications or public relations (PR) officer becomes an integral member of the rehabilitation team. Although staff members will always be tempted to treat VIPs in special ways, the temptation should be avoided. The needs and problems of our patients, not their status or influence, should drive our response to them in the ED.Conclusion: VIP patient need treat more respectfully, see them more quickly, and pay more attention to them.Keywords: Very Important Person (VIP), Patient, Healthcare, VIP syndrom
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN LAYANAN BABY CARE DI RSU BHAKTI RAHAYU DENPASAR TAHUN 2020
Pijat bayi sejak lama telah diketahui bermanfaat dalam membantu tumbuh kembang bayi dan merupakan tradisi turun temurun. Manfaat pijat bayi telah ditunjukkan dalam berbagai penelitian, namun kurangnya pengetahuan ibu tentang cara memijat bayi yang benar turut mendorong para ibu mencari layanan pijat bayi baik ke dukun maupun baby spa. Faktor – faktor tersebut memungkinkan RSU Bhakti Rahayu untuk mengembangkan layanan Baby Care pada tahun 2020 sebagai wujud kontinuitas layanan yang diberikan kepada ibu pasca bersalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran layanan Baby Care RSU Bhakti Rahayu Denpasar tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Analisis dilakukan dengan melakukan segmentation, targeting, dan positioning dari layanan Baby Care, dilanjutkan menentukan bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, dan Promotion). Layanan Baby Care memiliki delapan produk dengan harga yang terjangkau dan kompetitif, serta kegiatan yang dilakukan di rumah akan mempermudah ibu dalam mendapatkan layanan. Promosi layanan Baby Care perlu diperluas dan evaluasi lebih lanjut perlu dilakukan sehingga dapat diketahui mengenai pemanfaatan layanan Baby Care di RSU Bhakti Rahayu Denpasar
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI RS: A SYSTEMATIC REVIEW
Berkembangnya akses internet mengubah pola interaksi konsumen yang dahulu bersifat pasif menjadi aktif untuk mencari informasi kesehatan. Fungsi media social tidak hanya ebagai alat rekreasi tetapi juga penting dari segi bisnis dan organisasi. Pada awalnya, konsumen memperoleh informasi kesehatan dari website yang sifatnya satu arah (menerima informasi) tetapi saat ini banyak bermunculan media sosial yang bersifat dua arah (menerima dan menyebarkan informasi). Studi eligibilitas untuk systematic review ini merupakan hasil yang merangkum penggunaan media sosial di rumah sakit. Systematic review mengacu pada Preferred Reposting Items for Systematic review and Meta-Analysis Protocols (PRISMA) 2015 dan dilakukan pencarian secara sistematis dalam satu database literatur ilmiah yaitu Science Direct yang memenuhi syarat dengan batasan diterbitkan dalam bentuk full-text dalam peer-reviewed pada 5 tahun terakhir, menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dan sumber data merupakan jurnal ilmiah.. Dengan mengacu pada PRISMA dan pencarian literatur dengan batasan tersebut, semula ditemukan 700 artikel teks lengkap (n=700) menjadi 5 artikel teks lengkap (n=5) yang ada kaitannya dengan penggunaan media sosial di rumah sakit. Kata kunci yang dipakai adalah social media, hospital, marketing. Dalam sepuluh tahun terakhir, social media berkembang sangat pesat. Tingginya anstusiasme masyarakat tehadap kemauan untuk menerima informasi medis dari sumber resmi terpercaya, harus diimbangi dengan adanya petugas kesehatan di rumah sakit yang secara teratur mengakaji dan mengelola informasi kesehatan yang ada di media sosial milik rumah sakit. Media sosial memiliki dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, kepuasan pasien, publikasi serta pengembangan dan pemasaran rumah saki
Evaluasi Sistem Surveilans Tuberkulosis di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Berdasarkan Pendekatan Sistem
Kabupaten Banyumas sebagai wilayah dengan jumlah kasus TB tertinggi di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan angka pelaporan kasus TB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dan kesesuaian pelaksanaan surveilans TB dari segi input, proses, dan output di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas berdasarkan pedoman yang ada. Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jumlah informan sebanyak 2 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Beberapa komponen surveilans yang belum memenuhi standar yaitu jumlah petugas (Man), pelatihan bagi petugas (Man), pendanaan (Money), sarana transportasi (Material), alat TCM (Material), sarana kepustakaan (Material), aplikasi SITB (Material), capaian indikator kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan oleh unit pelapor (Pengumpulan Data), pelaksanaan analisis analitik (Analisis Data), dan penerbitan Profil Surveilans Epidemiologi Kabupaten/Kota sebanyak 1 kali setahun (Informasi). Perlunya mengatasi masalah utama terlebih dahulu, yaitu masalah terkait pendanaan dan SDM dengan pengadaan tenaga kerja dilanjutkan dengan pengorganisasian tugas, dan advokasi pendanaan kepada pihak terkait agar pelaksanaan surveilans TB optimal
Pemberian Kue Bangkit Fortifikasi Ikan kepada Ibu
Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, pengetahuan gizi ibu, gizi ibu selama hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal (Pusdatin, 2018). Kabupaten Pelalawan memiliki angka stunted sebesar 21.2 persen di tahun 2021. (SSGI, 2021). Tentu, prevalensi stunting di Provinsi Riau masih jauh dari target presiden republic Indonesia, yaitu prevalensi stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.Kue bangkit merupakan makanan khas Kabupaten Pelalawan. Makanan khas yang satu ini mempunyai cita rasa yang gurih dan lembut dengan warna kecoklatan. Kue ini terbuat dari bahan dasar tepung tapioka dan di panggang menggunakan kayu bakar. Kue ini menjadi kesukaan masyarakat selain karena rasanya, juga karena proses pengolahannya yang mudah. Kabupaten Pelalawan berada di daerah pesisir, sehingga kabupaten ini menjadi penghasil ikan. Ikan yang banyak ditemukan dan harganya terjangkau adalah Ikan lomek yang memiliki harga sekitar Rp. 40.000,- per kg. Dalam pengabdian masyarakat ini, penulis hendak menyajikan kue bangkit fortifikasi dengan ikan lomek sebagai makanan tambahan untuk balita stunting. Lokasi pengabdian masyarakat ini berada di Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Kuala kampar berada di penghujung dari sungai kampar dan berbatasan langsung dengan tanjung batu kundur provinsi Kepulauan Riau
Knowledge, Attitudes, and COVID-19 Prevention Practices of Healthcare Workers in Indonesia: A Mobile-based Cross-sectional Survey
Knowledge of disease can affect attitudes and prevention practices, and wrong attitudes and practices can directly increase the risk of disease infection. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and COVID-19 prevention practice of healthcare workers in Indonesia and factors associated with prevention practices. A mobile-based cross-sectional survey was conducted in August 2020 with 254 healthcare workers in Indonesia. The self-administered questionnaire consisted of four parts: 1) sociodemographic information, 2) knowledge of COVID-19, 3) attitudes and anxiety toward COVID-19, and 4) COVID-19 prevention practices. The results indicated that healthcare workers in Indonesia had excellent knowledge and positive attitudes about COVID-19, but their preventionpractices were lacking. The multiple logistic regression analysis results revealed that the factors associated with the COVID-19 prevention practices of healthcare workers in Indonesia were knowledge, attitudes, anxiety, domicile island, age, income, and education. Healthcare workers who had excellent knowledge, positive attitudes, and high anxiety exhibited better COVID-19 prevention practices than others. Healthcare workers in Sumatra Island, aged 41–50 years, and an undergraduate education showed better COVID-19 prevention practices than others
Review of Different Methods of Abnormal Mass Detection in Digital Mammograms
Various images from massive image databases extract inherent, implanted information or different examples explicitly found in the images. These images may help the community in initial self-screening breast cancer, and primary health care can introduce this method to the community. This study aimed to review the different methods of abnormal mass detection in digital mammograms. One of best methods for the detection of breast malignancy and discovery at a nascent stage is digital mammography. Some of the mammograms with excellent images have a high intensity of resolution that enables preparing images with high computations. The fact that medical images are so common on computers is one of the main things that helps radiologists make diagnoses. Image preprocessing highlights the portion after extraction and arrangement in computerized mammograms. Moreover, the future scope of examination for paving could be the way for a top invention in computer-aided diagnosis (CAD) for mammograms in the coming years. This also distinguished CAD that helped identify strategies for mass widely covered in the study work. However, the identification methods for structural deviation in mammograms are complicated in real-life scenarios. These methods will benefit the public health program if they can be introduced to primary health care's public health screening system. The decision should be made as to which type of technology fits the level of the primary health care system
IMPLEMENTATION OF THE COVID-19 RISK COMMUNICATION POLICY IN PANDEGLANG 2022
Currently, the world is experiencing a non-natural disaster, the COVID-19 pandemic. The Indonesian Government issued instructions for handling and controlling COVID-19 by implementing health protocols and vaccinations to reduce the rate of COVID-19 cases. The handling and control of COVID-19 are delivered by increasing public knowledge about COVID-19 through a risk communication approach. Pandeglang area, Banten, had the lowest dose one and two vaccination coverage rates in Banten Province in 2021. Implementing the risk communication policy needs to be considered in successfully handling and controlling COVID-19. This research is qualitative with case study type research. The method of collecting data is using in-depth interviews. In-depth interviews were conducted with four informants. The informants came from Pusdalops – PB BPBD Pandeglang Region, Health Promotion Division and Disease Prevention and Control Division, Pandeglang District Health Office. This study aims to analyze the implementation of risk communication policies carried out by BPBD and the Health Office in handling and controlling COVID-19 in the Pandeglang Region. The analysis results show that the risk communication policies' standards and targets are divided into clear communication action plans between BPBD and the Health Office. However, there was an obstacle in the availability of the program's budget. The budget was diverted for handling and controlling COVID-19 situations. In addition, the working period of the head of the organization is felt to be a barrier to inter-organizational relations because it takes time to adapt to re-coordinate with the new leader