Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Hubungan Beban Kerja Tenaga Kesehatan dengan Kelelahan Kerja di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Selama Pandemi

    Get PDF
    Beban kerja merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kelelahan. Situasi pandemi saat ini memberikan dampak nyata khususnya pada sektor kesehatan. WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada tahun 2020. Dampak pandemi COVID-19 menyebabkan tenaga kesehatan sebagai sumberdaya penyedia layanan kesehatan dihadapkan pada situasi berbeda, salah satunya terjadi peningkatan pada tuntutan pekerjaan. Tingginya tuntutan pekerjaan yang diterima tenaga kesehatan akan menjadi penyebab beban kerja menjadi tinggi sehingga lebih berisiko mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya selama masa pandemi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel jenuh dengan keseluruhan responden merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Sukmajaya. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja.  Tenaga kesehatan dengan beban kerja tinggi memiliki kecenderungan sebanyak 9,9 kali mengalami kelelahan kerja tinggi. Setiap pekerjaan memiliki tuntutan yang mengharuskan pekerjanya menyelesaikan tuntutan tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Namun adanya tuntutan pekerjaan yang berlebihan dan terus menerus mempengaruhi kelelahan kerja, dampak negatif yang akan timbul saat pekerja mengalami kelelahan kerja adalah tidak tercapainya suatu standar atau target yang telah ditetapka

    Perilaku Pencarian Bantuan Oleh Perempuan Disabilitas Penyintas Kekerasan Seksual (Studi Kasus di Lembaga X Yogyakarta)

    Get PDF
    Latar Belakang. Perempuan disabilitas menjadi kelompok rentan yang dapat mengalami kekerasan seksual akibat kondisi disabilitas dan ketidaksetaraan gender yang saling beririsan.Tujuan. Mengetahui perilaku pencarian bantuan oleh perempuan disabilitas penyintas kekerasan seksual dengan menggunakan model perilaku pencarian bantuan dari Liang tahun 2005, meliputi faktor individu, faktor interpersonal, faktor sosial budaya, pengenalan masalah, pengambilan keputusan untuk mencari bantuan, dan pemilihan sumber dukungan.Metode. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Lembaga X Yogyakarta dengan total 7 informan.Hasil. Penyintas memiliki persepsi keliru bahwa kekerasan seksual adalah tindakan disertai pemukulan dan bukan pemaksaan. Semua penyintas awalnya diam karena budaya yang menganggap disabilitas adalah orang yang tidak pantas memperoleh bantuan. Sumber bantuan informal lebih dipilih oleh penyintas untuk menyelesaikan masalah dan hanya sebagian penyintas yang lanjut ke lembaga formal.Kesimpulan. Penyintas dengan pengetahuan baik mengenai kekerasan seksual, memperoleh dukungan keluarga, dan memiliki sedikit hambatan sosial budaya akan mendorong penyintas untuk mencari bantuan sampai ke lembaga formal.     ABSTRACT      Background. Women with disabilities are a vulnerable group who can experience sexual violence due to conditions of disability and intersecting gender inequality.Aim. Knowing the behavior of seeking help by women with disabilities who are survivors of sexual violence by using the help seeking behavior model from Liang year 2005 includes individual factors, interpersonal factors, socio-cultural factors, problem recognition, decision making to seek help, and selection of sources of support.Method. Qualitative research with a case study approach at Institution X Yogyakarta with a total of 7 informants.Result. Survivors have a false perception that sexual violence is an act of beating and not coercion. All the survivors were initially silent because of the culture that considers people with disabilities to be people who do not deserve help. Informal sources of assistance are preferred by survivors to solve problems and only some survivors continue to formal institutions.Conclusion. Survivors with good knowledge about sexual violence, have family support, and have few socio-cultural barriers will encourage survivors to seek help to formal institution

    Infarct Diameter for Predicting Cognitive Dysfunction in Ischemic Stroke Survivors in West Nusa Tenggara, Indonesia

    Get PDF
    Cognitive dysfunction is an important consequence of ischemic stroke, which can progress in the first few years and is primarily determined by clinical factors. This study aimed to investigate the clinical determinants of cognitive dysfunction in stroke survivors in West Nusa Tenggara Province, Indonesia. This cross-sectional study assessed 255 ischemic stroke survivors with a mean age of 57.1±9.3 years old and 29–79 years old, recruited consecutively in three main hospitals in West Nusa Tenggara Province between March 2019 and October 2021. Categorical data collected included age, sex, education level, clinical determinants of ischemic stroke, and cognitive status of the patients. The association between the clinical determinants of ischemic stroke and the risk of cognitive dysfunction in patients was analyzed using logistic regression after adjusting for age, sex, and level of education. The final multiple logistic regression analysis models revealed infarct diameter as the only clinical determinant significantly associated with an increased risk of cognitive dysfunction (OR = 3.14;95% CI = 1.20–8.23). Thus, a larger infarct diameter is the only clinical determinant of cognitive dysfunction in ischemic stroke survivors in West Nusa Tenggara Province, Indonesia

    Frekuensi dan Mortalitas Pasien Sepsis dan Syok Septik di ICU Rumah Sakit Swasta Tipe B, di Tangerang Selatan

    Get PDF
    Syok septik, yang didefinisikan sebagai sepsis dengan abnormalitas pada system sirkulasi and selular atau metabolic, masih merupakan salah satu penyebab kematian di Intensive Care Unit (ICU) secara global (20%). Studi kros-seksional ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi, faktor risiko syok septik dan mortalitas pada pasien sepsis yang dirawat di ICU di Indonesia. Sampel dikumpulkan dari RS tipe B di Tangerang Selatan, Banten tahun 2020. Data yang dikumpulkan terdiri dari tempat infeksi, komorbiditas: Diabetes Melitus (DM) II, hipertensi, penyakit paru obstruksi kronis dan penyakit ginjal Kronis, asal unit sebelum masuk ICU, Glasgow Coma Score (GCS), acute respiratory distress syndrome (ARDS), lama rawat di ICU, syok septik dan mortalitas. Prevalens, frekuensi faktor risiko untuk syok septik dan kematian secara umum diantara pasien sepsis di ICU diukur dengan persentase, dan untuk perbedaan karakteristik diukur menggunakan chi-square untuk kemaknaannya. Terdapat 110 pasien di ICU dengan diagnosis sepsis di tahun 2020. Sumber infeksi tertinggi adalah pulmoner (39,1%) dan intra-abdominal (31,8%). Komorbiditas tersering pada pasien sepsis adalah hipertensi (53.6%), diikuti oleh DM (44.5%). Mayoritas lama rawat di ICU adalah melebihi 7 hari (67.3%). Risiko terjadinya syok sepsis tertinggi didapatkan pada para pengguna BPJS1.53 (95%CI, 0.83-2.82), pasien dengan gizi lebih: 1.59 (95%CI, 0.63-4.03), pasien alih rawat dari ruang rawat non-intensif: 2.28 (95%CI, 1.19-4.35), penyakit paru  obstruksi kronis: 1.95 (95%CI, 0.55-6.90), dan penyakit urogenital kronis.: 1.93 (95%CI, 0.78-4.78) dibandingkan dengan referensnya masing-masing. Penelitian serupa di negara LMIC diperlukan untuk mendapatkan informasi mengenai beban riel karena sepsis dan syok septik secara regional

    Hubungan Kekeliruan Informasi Tentang Coronavirus Diseases 2019 terhadap Perilaku Penduduk di Kelurahan Titi Kuning

    Get PDF
    Latar Belakang. Seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19, penyebaran informasi yang keliru (infodemik) di tengah masyarakat juga ikut meningkat. Usaha penanganan COVID-19 akan semakin sulit untuk dilakukan dengan adanya infodemik tersebut.Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekeliruan informasi tentang COVID-19 yang beredar terhadap perilaku penduduk Kelurahan Titi Kuning dalam menghadapinya. Metode. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini berasal dari penduduk Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling sebanyak 100 sampel. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengumpulkan penduduk di satu tempat kemudian membagikan kuesioner langsung dan meminta subjek penelitian untuk mengisinya. Hasil. Sumber informasi COVID-19 bagi responden yang terbanyak berasal dari sosial media (26,5%) dan internet (25,8%). Jumlah kekeliruan informasi COVID-19 tergolong sedang (59%). Perilaku penduduk di Kelurahan Titi Kuning terkait COVID-19 tergolong baik (72%).Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kekeliruan informasi (infodemik) tentang COVID-19 terhadap perilaku terkait COVID-19 pada penduduk di Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.ABSTRACTBackground: Along with the increasing cases of COVID-19, the spread of misinformation (infodemic) in the community has also increased. With this infodemic, efforts to deal with COVID-19 will be increasingly difficult.Objective: This study aimed to determine the relationship between misinformation about COVID-19 circulating and the behavior of the residents of Titi Kuning Village in dealing with it.Method: The method used in this study is an analytical study with a cross-sectional design. The population and sample of this study came from residents of Titi Kuning Village, Medan Johor District, Medan City, North Sumatra Province. Sampling collection used a consecutive sampling method with 100 samples. This study used primary data by collecting residents in one place, distributing direct questionnaires, and asking research subjects to fill them out.Results: The most sources of information on COVID-19 for respondents came from social media (26.5%) and the internet (25.8%). The number of misinformation on COVID-19 is moderate (59%). The behavior of residents in Titi Kuning Village regarding COVID-19 was classified as decent (72%).Conclusion: There is no significant relationship between misinformation (infodemic) about COVID-19 and behavior related to COVID-19 among residents in Titi Kuning Village, Medan Johor District, Medan City

    Pengaruh Promosi Kesehatan dengan Media Video dan Booklet terhadap Pengetahuan Siswa mengenai Perilaku Sedentari di MAN 1 Medan

    Get PDF
    Latar Belakang. Perilaku sedentari merupakan masalah yang serius dalam kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan semua penyebab kematian dan risiko penyakit tidak menular. Populasi dengan tingkat perilaku sedentari paling tinggi adalah remaja khususnya siswa SMA. Dalam rangka mencegah perilaku sedentari, maka dibutuhkan pemberian promosi kesehatan melalui media pembelajaran seperti media video dan booklet. Tujuan. Menganalisis pengaruh promosi kesehatan dengan media video dan booklet terhadap pengetahuan siswa mengenai perilaku sedentari di MAN 1 Medan. Metode. Penelitian quasi-experiment menggunakan rancangan non-equivalent control group dengan jumlah sampel 30 siswa yang dibagi menjadi 15 siswa pada masing-masing kelompok intervensi dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil. Siswa mempunyai rata-rata pengetahuan sebelum (13,20) dan setelah (17,33) diberikan intervensi media video dengan nilai p=0,001. Sementara, rata-rata pengetahuan siswa sebelum (12,93) dan setelah (15,33) diberikan intervensi media booklet dengan nilai  p=0,002. Kesimpulan. Terdapat perbedaan pengetahuan siswa mengenai perilaku sedentari setelah diberikan promosi kesehatan dengan media video dan media booklet. Sebagai bagian dari media promosi kesehatan, baik media video dan media booklet keduanya berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perilaku sedentari. Akan tetapi, setelah diberikan intervensi dengan media video, siswa memiliki nilai rerata pengetahuan lebih tinggi dibandingkan media booklet.ABSTRACTBackground. Sedentary behavior is a severe problem in public health since it can increase all causes of death and the risk of non-communicable diseases. Adolescents are the highest population with sedentary behavior, exceptionally high school students. To prevent sedentary behaviour, learning through media such as videos and booklets is necessary to promote health.  Objective. The objective is to analyze the influence of health promotion with video and booklet media on students’ knowledge regarding sedentary behavior at MAN 1 Medan.  Method. Quasi-experiment that used a non-equivalent control group design. The number of samples consisted of 30 students divided into 15 students in each intervention group. Analysis used Wilcoxon Signed Rank Test. Results. The students’ average knowledge before (13.20) and after (17.33) with p=0.001 were given an intervention by video. Meanwhile, the students’ average knowledge before (12.93) and after (15.33) with p=0.002 were given an intervention by booklet. Conclusion. There is a difference in students’ knowledge regarding sedentary behavior after being given health promotion with video and booklet. Both video and booklet as a health promotion media affected increased students’ knowledge about sedentary behavior. However, after being given intervention with video, students had a higher knowledge average than booklet.

    FAKTOR HARGA DALAM STRATEGI PEMASARAN RUMAH SAKIT

    Get PDF
    Salah satu unsur dari strategi pemasaran adalah marketing mix. Marketing mix semakin berkembang terutama dalam bidang jasa, tidak hanya meliputi 4P, namun mencakup 7P. Konsep 7P terdiri dari (product, price, place, promotion, people, process, dan physical environment) yang digunakan untuk mengambil keputusan dalam pembuatan strategi komunikasi pemasaran. Dalam studi literatur ini, khususnya akan dibahas terkait faktor harga dalam strategi pemasaran rumah sakit. Studi literatur ini menggunakan metode analisis dari berbagai sumber seperti buku teks, artikel jurnal dan e-book terkait faktor harga dalam strategi pemasaran rumah sakit. Penetapan harga diklasifikasikan berdasarkan tiga pendekatan antara lain cost oriented pricing, demand oriented pricing, dan competition oriented pricing. Terdapat empat strategi harga dalam pemasaran yaitu premium strategy, over charging strategy, good value strategy, dan economic strategy. Keputusan penetapan harga perusahaan dapat didasarkan pada tujuan pemasaran, strategi bauran pemasaran, dan biaya

    Hubungan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Pada Wanita Usia 20-25 di DKI Jakarta (Analisis Data Posbindu PTM 2019)

    Get PDF
    Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus masih menjadi masalah di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan aktivitas fisik dengan diabetes melitus pada wanita usia 20-25 tahun. Penelitian ini menggunakan data Posbindu DKI Jakarta tahun 2019 dengan desain potong lintang yang melibatkan 1479 subjek wanita usia 20-25 tahun yang berkunjung ke Posbindu. Dilakukan analisis statistik univariat, bivariat chi square (CI: 95%) untuk melihat hubungan aktivitas fisik dan diabetes melitus, serta analisis multivariat regresi logistik untuk melihat hubungan aktivitas fisik dan diabetes melitus setelah di adjust dengan variabel perancu. Dari 1479 wanita usia 20-25 tahun yang berkunjung ke Posbindu, 351 subjek (23,73%) mengidap diabetes melitus dan 310 subjek (21,17%) memiliki kategori aktivitas fisik yang kurang. Pada analisis multivariat, ditemukan hubungan antara aktivitas fisik dengan diabetes melitus setelah dikontrol dengan variabel perancu, yaitu obesitas, dan kurang konsumsi buah sayur (AOR 2,7 95% CI: 1,97-3,72). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan penyakit diabetes melitus. Maka diperlukan kecukupan aktivitas fisik untuk mencegah diabetes melitus. Selain itu, variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan diabetes melitus adalah kurangnya konsumsi buah sayur dan obesitas. Sehingga diperlukan usaha gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya diabetes melitus

    COVID-19 in Indonesia: Is There a Shift from Pandemic to Endemic?

    Get PDF
    The world is still facing the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic, and the current challenge is the epidemic, which was thought to have become endemic, but it seems far from that. This article describe the recent progress of the COVID-19 globally, including in Indonesia, and what should be done towards building community health resilience. Each day, more than 500,000 new cases are being detected worldwide. This condition shows that the present pandemic is not over and still requires global vigilance. The challenge faced by the world, and Indonesia, is to develop resilient communities as a prerequisite to controlling any future epidemic. This can be achieved by adopting five strategies: strengthen and promote access to public health and social services, promote health and wellness and disaster preparedness, expand communication and collaboration, engage at-risk individuals and activate programs to protect their health, and build social connectedness

    SO2 Concentration and the Occurrence of Acute Respiratory Infection in Children Under Five

    Get PDF
    Jakarta is the capital city of Indonesia, with 10.7 million inhabitants with poor air quality as of 2020. Higher levels of pollution often come with an increase in the number of health risks and pneumonia cases. This study aimed to determine the association between SO2 concentration and the occurrence of acute respiratory infection (ARI) in children under five. An ecological time series design was implemented during the study by utilizing secondary data of SO2 concentrations and ARI from the Indonesian Agency for Meteorological, Climatological, and Geophysics, the Special Capital Region of Jakarta Environmental, and Health Office. Statistical correlation tests were performed to analyze the association between SO2 concentration and ARI prevalence in five municipalities cities in Jakarta from 2018-2021 based on the rainy and dry seasons. The average concentration of SO2 was 18.06–20.89 μg/m3. The SO2 concentration and the occurrence of ARI in children under five in Jakarta from 2018 to 2021 showed a weak relationship (r = 0.24). It seems that children under five in Jakarta spent their time indoors rather than outdoors; therefore, they were exposed to fewer transportation emissions

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇