Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    ANALISIS PRODUK LAYANAN RAWAT INAP DI RSUD WANGAYA DENPASAR BERDASARKAN STP DAN 4P (PRODUCT, PRICE, PLACE DAN PROMOTION)

    No full text
    Strategi pemasaran jasa pelayanan akan efektif apabila mampu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menerapkan bauran pemasaran yang terdiri dari 4 P (product, price, place, promotion) dan didukung dengan strategi pemasaran modern STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) sebagai teknik untuk menangkap peluang pasar, sehingga rumah sakit mampu menyajikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan tentang suatu keadaan secara objektif, untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data kunjungan pasien rawat inap, data tingkat hunian ruang rawat inap, dan data kepuasan masyarakat di ruang rawat inap. Strategi pemasaran dengan konsep segmentasi, target dan posisi serta didukung oelh bauran pemasaran yang tepat merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Strategi pemasaran pada Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar sudah cukup baik, hal ini terlihat dari tanggapan pasien rawat inap cukup positif karena telah mendapatkan penjelasan tentang jenis layanan, prosedur layanan dan informasi biaya dari pihak rumah saki

    Evaluasi Pengelolaan Data Dan Informasi Program Vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 19) di Wilayah Lampung Tahun 2021

    Get PDF
    Pengelolaan data dan informasi pada program vaksinasi merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan proses pencatatan dan pelaporan data pada yang dilaksanakan pada program vaksinasi dapat menunjang percepatan vaksinasi di Indonesia karena dapat mengetahui cakupan vaksinasi yang telah terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengelolaan data dan informasi seputar program vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di wilayah Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional pada pelayanan kesehatan sekunder (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung) responden pada penelitian ini adalah kepala seksi surveilans dan imunisasi dinas kesehatan Provinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar operasional yang diputuskan menteri kesehatan republik Indonesia. Kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi di wilayah lampung adalah masih kurangnya sumber daya manusia serta sarana rantai dingin berupa refrigerator. kendala pada proses pencatatan dan pelaporan terdapat pada input data hasil layanan dan pengoperasian aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik) dalam perhitungan logistik vaksinasi, hal ini perlu dilakukan perbaikan agar provinsi lampung dapat mencapai kekebalan imun (herd immunity)

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Open Defecation Free (ODF)

    Get PDF
    AbstrakPada Tahun 2019, di Indonesia ada sebanyak 20,44% rumah tangga yang tidak memiliki jamban dengan akses septic tank untuk pembuangan akhir tinja. Di Kota Depok tepatnya di Kelurahan Tugu, ada sebanyak 387 rumah tangga yang belum mempunyai septic tank.  Oleh karena itu, pentingnya pelaksanaan Open Defecation Free (ODF) guna mencegah terjadinya sanitasi yang buruk dan dampak kesehatan yang ditimbulkan. Kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan ini bertujuan menetapkan prioritas masalah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ODF di tingkat rumah tangga dan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan perilaku ODF. Penetapan prioritas masalah menggunakan Urgency, Seriousness, Growth (USG). Faktor risiko dalam penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Unit analisis penelitian ini adalah rumah tangga di Kelurahan Tugu dengan besar sampel 37 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dan korelasi. Intervensi dilakukan melalui pemicuan dan advokasi. Berdasarkan penetapan prioritas masalah yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk membangun septic tank. Hasil analisis faktor risiko dengan kejadian buang air besar sembarangan berdasarkan 6 faktor yang diteliti hanya 2 faktor terkait yakni pengetahuan dan peran tokoh masyarakat. Dari intervensi yang dilakukan, terdapat perubahan pengetahuan dan telah dilakukan sosialisasi dan berhasil meningkatkan perubahan pengetahuan pada rumah tangga. Terdapat 2 faktor yang sangat mempengaruhi penerapan ODF di Kelurahan Tugu yaitu pengetahuan dan peran tokoh masyarakat. Faktor tersebut diperkirakan dapat memicu perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat RW 1 Kelurahan Tugu. Kata Kunci : Faktor risiko buang air besar sembarangan; Kelurahan Tugu; Open Defecation Fre

    Sosialisasi Pentingnya Pengisian Berkas Rekam Medis dalam Menghindari Terjadinya Ketidaklengkapan Berkas Rekam Medis di Klinik Pratama Kelamir Medan

    No full text
    Dalam rekam medis yang lengkap dan benar dapat diperoleh informasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tersebut antara lain untuk bahan bukti untuk di pengadilan, pendidikan dan pelatihan, serta dapat digunakan untuk bahan analisis dan evaluasi mutu pelayanan rumah sakit. Mengingat kegunaan rekam medis yang banyak maka diperlukan pengendalian terhadap pengisian formulir rekam medis.Rekam medis wajib dibuat oleh setiap sarana pelayanan kesehatan. Dengan demikian rekam medis besar pengaruhnya terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh pasien, juga menyumbangkan hal yang penting digunakan di hukum kesehatan. Rekam medis dipergunakan sebagai bahan pendidikan, penelitian dan akreditasiKetidaklengkapan dan ketidaktepatan waktu memberikan dampak yang tidak bagi proses pelayanan kepada pasien, karena waktu untuk proses pendaftaran sampai dilakukannya tindakan medik menjadi lama. Selain itu analisa terhadap riwayat penyakit terdahulu serta tindakan medis yang telah dilakukan secara baik akibat tidak lengkapnya data pada rekam medis pasie. Pengisian rekam medis secara lengkap selain menghindari terjadinya ketidaklengkapan berkas rekam medis namun bertujuan untuk membantu terwujudnya Kegunaan rekam medis sering disebut dengan CIALFRED

    Sosialisasi Sistem Penyimpanan Berkas Rekam Medis di Klinik Pratama Kelambir Medan

    No full text
    Secara umum rekam medis mempunyai kegunaan yang sangat luas, tidak hanya menyangkut antara pasien dengan pemberi pelayanan saja, tetapi sebagai media komunikasi antara dokter dan tenaga ahli lainnya yang ikut ambil bagian di dalam memberikan pelayanan, pengobatan, perawatan kepada pasien. Data rekam medis juga berguna   bagi keperluan penelitian dan pendidikan, sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan atau perawatan  yang harus diberikan  kepada pasien. Bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien di rumah sakit.Secara garis besar terdapat 2 cara penyimpanan berkas rekam medis, yaitu sentralisasi  dan  desentralisasi.  Sentralisasi  yaitu  suatu  sistem  penyimpanan dengan cara menyatukan berkas rekam medis rawat jalan, rawat darurat dan rawat inap kedalam  satu tempat penyimpanan,  sehingga penyimpanan  berkas  rekam medis tidak terpisah antara dokumen berkas rekam medis rawat inap, rawat jalan maupun rawat inap. Sistem ini banyak memiliki kelebihan serta ada juga kekuranganya. Desentralisasi terjadi pemisahan antara rekam medis poliklinik dengan rekam medis penderita dirawat. Rekam medis poliklinik disimpan di satu tempat  penyimpanan,  sedangkan  rekam  medis  penderita  dirawat  disimpan  di bagian pencatatan medis. Secara teori, sistem sentralisasi lebih baik, namun pada pelaksanaannya sangat tergantung pada situasi dan kondisi masing-masing rumah sakit. Hal-hal yang memengaruhi yang berkaitan dengan situasi dan kondisi tersebut antara lain  karena terbatasnya tenaga yang terampil, khususnya  yang menangani pengelolaan rekam medis.Penyimpanan berkas rekam medis yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan atau kebaikan manajemen rekam medis dari suatu pelayanan kesehatan, tentunya jika didukung dengan sistem yang baik. Sumber daya manusia yang bermutu dan prosedur atau tata kerja yang baik serta sarana atau fasilitas penyimpanan yang memadai. Kegiatan menyimpan rekam medismerupakan usaha melindungi rekam medis dari kerusakan fisik dan isi dari  rekam medis itu sendiri. Rekam medis harus disimpan dan dirawat dengan baik karena rekam medis merupakan harta benda rumah sakit yang sangat berharg

    Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Pemanfaatan Buku KIA

    Get PDF
    Proporsi kepemilikan Buku KIA di Indonesia dalam Riskesdas (2018) masih rendah (65,9%). Belum diketahui kepemilikan buku KIA, pengetahuan, sikap, dan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil di kelurahan Jatijajar Kota Depok. Tujuan penulisan ini adalah diketahui pengetahuan, sikap, dan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil selama pandemi COVID 19 di wilayah Puskesmas Jatijajar Depok Tahun 2022 dan peningkatan pengetahuan dan sikap setelah intervensi. Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data primer. Sampel dari penelitian ini adalah 30 ibu yang melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) dan Post Natal Care (PNC) di Puskesmas Jatijajar, Depok. Pengetahuan ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun di wilayah Puskesmas Jatijajar sudah baik. didapatkan nilai P = 1 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu mengenai buku KIA. Perilaku ibu hamil, ibu nifas dan ibu dengan bayi <1 tahun dalam pemanfaatan buku KIA masih kurang dengan jumlah 21 ibu dari 20 ibu (70%). Pengetahuan Ibu mengenai buku KIA termasuk kategori baik dengan jumlah 28 ibu dari 30 Ibu (93,3%). Pemanfaatan Buku KIA di Puskesmas Jatijajar dinilai baik dengan persentase 90,9%. Kata Kunci: AKI; AKB; Buku KI

    Spatial Analysis for Enhancing the Use of Health Data Availability from Different Sources to Help the Decision-Making Process

    Get PDF
    Spatial analysis in public health has become a common method used by researchers to understand the distribution of public health aspects related to the surrounding environment. It can also be used to analyze individual information in the form of a dot and the location or line of aggregated information in a specific area of study. Another benefit is the possibility of using different data sources to be analyzed in one statistical model analysis, as long as the identification area is sufficiently clear as a key variable. Spatial analysis can show an object's distribution on a locational map and explain the distribution type, whether random, cluster, or uniform. The statistical analysis model can also develop different risk factors for each region of the research area. A specific model sometimes explains how to treat health issues differently in a specific location and can be used as an alternative approach to dealing with an intervention plan for public health issues based on specific local phenomena

    A Stunting Prevention Risk Factors Pathway Model for Indonesian Districts/Cities with a Stunting Prevalence of ≥30%

    Get PDF
    The prevalence of stunting in Indonesian children aged 0-23 months is a public health problem caused by direct and indirect factors. This study aimed to discover the path of the relationship between various risk factors and the stunting prevalence of ≥30% in 165 districts/cities in Indonesia. Data were obtained from the 2018 National Basic Health Research, National Socioeconomic Survey, and the Statistics Indonesia with a cross-sectional approach. The secondary data on stunting and risk factors were aggregated at the district/city level from individual data; children aged 0-23 months. The path analysis used to determine a stunting prevention model showed that antenatal care at the district/city level decreased stunting rates by at least 2.56% (b = -0.16; p-value = 0.04). A contraceptive user at the district/city level decreased stunting rates by 2.25% (b = -0.15; p-value = 0.05), and handwashing with soap at the district/city level by5.76%, (b = -0.24; p-value = 0.003). Antenatal care, contraceptive use, and handwashing with soap contributed to the reduction of stunting prevalence by18.18%. The study results suggested that districts/cities can play an important role in reducing stunting

    SOCIOECONOMIC FACTORS AND SMOKING HABITS IN INDONESIA: ANALYSIS OF INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY (IFLS) 2014/2015

    Get PDF
    This study aims to find out what effects affect individuals to become smokers. So that the influence of socio-economic conditions and smoking habits in Indonesia can be helpful to literacy for policymakers. This study uses secondary data from the Indonesia Family Life Survey 2014/2015 (IFLS-5). The main variables in this study were smoking habits, while socio-economic conditions, social demographics and health conditions as control variables to see other factors that influence smoking habits. Using a logistic regression model, the results of this study indicate that several variables that represent socioeconomic conditions have a positive relationship and several other variables have a negative relationship to smoking habits in Indonesia and some show significant results. In the control variable, all demographic factors have a negative and significant effect on smoking habits. People with heart disease have a negative and significant effect, while people with symptoms of depression and physical activity have a positive and significant effect if health conditions are the control variables. With the results of the analysis above, it ends in a discussion of the Human Development Index (HDI) which can be a solution to the problems caused by cigarette consumption in Indonesia

    SLEEP QUALITY AND AFFECTING FACTORS AMONG ELDERLY LIVING IN A NURSING HOME AT EAST NUSA TENGGARA INDONESIA

    Get PDF
    Sleep is one of the processes that greatly affects aging, It essential for mental, physical, and maintenance of physical health. Kupang East Nusa Tenggara, Indonesia, a research study in a nursing home of the elderly experience have a bad quality of sleep. This study aimed to analyze the sleep quality and the factors affecting, among old age living in a nursing home at East Nusa Tenggara Indonesia. The research design was cross-sectional with primary data on 103 elderly living in nursing homes. There was a relationship between age, gender, marital status, spouse, education background, have a chronic diseases, living arrangement, anxiety, and depression with sleep quality (p<0.05). The correlation showed that there was a strong and positive patterned relationship (<0.05) between the total anxiety score and the total sleep quality score (r=0.608) and the total depression score with the total sleep quality score (r=0.561) meaning that the higher of the elderly felt anxiety and depression worsened for the quality of sleep. Old age who lives alone are more susceptible to stress or depression resulting from unconvenient environment where they live. High levels of anxiety and depression in the elderly are associated with poorer sleep quality

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇