Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    Hubungan Karakteristik Sosial Demografi dan Literasi Kesehatan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis di Kota Kupang

    Get PDF
    Latar Belakang. Angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis di Kota Kupang dilaporkan dalam empat tahun terakhir berada pada rata-rata 82,1% belum mencapai target nasional yaitu 90%. Salah satu faktor ketidakberhasilannya karena jangka waktu minum obat yang lama yang memungkinkan untuk terjadi ketidakpatuhan dalam minum obat. Ketidakpatuhan dalam minum obat dapat menyebabkan kegagalan dalam pengobatan, pengobatan ulang maupun resisten terhadap obat.Tujuan. untuk mengetahui hubungan variabel karakteristik sosial demografi dan literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis di Kota Kupang.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner secara online (self-administered survey) pada 126 penderita tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan di 11 puskesmas di Kota Kupang. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik sederhana dan regresi logistik ganda.Hasil. Hasil penelitian menemukan 23,8 % penderita tuberkulosis tidak patuh dalam minum obat tuberkulosis. Variabel literasi kesehatan (p=0,008, OR=10,4, CI: 1,847-59,17) dan umur responden (p=0,029, OR=0,2, CI: 0,070-0,863) dengan p-value <0,05 dinyatakan berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis.Keseimpulan. Literasi kesehatan menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepatuhan minum obat penderita tuberkulosis setelah dikontrol oleh variabel umur, pendidikan dan pendapatan.       ABSTRACT      Bakground. Success rate for tuberculosis treatment in Kupang City was reported in the last four years to be at an average of 82.1%, which has not reached the national target of 90%. One of the reasons for the failure was due to the long period of taking the medication which made it possible for non-adherence to take the medication. Noncompliance with medication might result in treatment failure, re-treatment, or drug resistance.Aim. to determine the relationship between social demographic characteristics and health literacy and tuberculosis medication adherence in Kupang City. Method.  This study employed quantitative study with cross-sectional design. Data was obtained by filling out online questionnaires (self-administered surveys) on 126 tuberculosis patients receiving treatment at 11 health centers in Kupang City. The data was examined using simple logistic regression and multiple logistic regression.Result. Results showed that 23.8 percent of tuberculosis patients were disobedient in taking tuberculosis medications. Health literacy characteristics (p=0,008, OR=10,4, CI: 1,847-59,17) and respondent age (p=0,029, OR=0,2, CI: 0,070-0,863) with p-values 0.05 were found to be substantially related to tuberculosis patients' medication adherence.Conclusion. Health literacy is the most dominant variable in influencing medication adherence for tuberculosis patients after being controlled by age, education, and income

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Ventilator Associate Pneumonia di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang

    Get PDF
    Ventilator Associate Pneumonia yang sering disingkat VAP adalah terjadinya pneumonia pada pasien yang telah terpasang ventilasi mekanik dengan menggunakan endotrakhea tube (ETT) dengan durasi penggunaan minimal 48 jam. Pneumonia terjadi karena infeksi nosocomial yang umumnya didapatkan dari penggunaan ventilator di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian VAP pada pasien yang dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan menganalisis data skunder yaitu telaah rekam medis pasien sebanyak 120 responden. Chi square dan regresi logistik ganda digunakan sebagai uji statistik pada penelitian ini. Hasil penelitian menyatakan prevalensi responden yang mengalami VAP diruang ICU RSU Kabupaten Tangerang sebesar 6,7%. Faktor yang memiliki hubungan statistik signifikan dengan kejadian VAP antara lain usia (POR=5,28; 95% CI=1,10- 25,2) dan lama penggunaan ventilator (POR=12,2; 95% CI=1,41-105). Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara usia dan kejadian VAP pada pasien yang dirawat diruang ICU Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangeran

    Factors Associated with Depression among Type 2 Diabetes Mellitus Patients at a Tertiary Hospital during the COVID-19 Pandemic

    Get PDF
    Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia that can cause various complications, economic burdens, and psychosocial issues that eventually lead to depression. This study aimed to describe the prevalence of depression among type 2 diabetes mellitus patients in the Internal Medicine Outpatient Clinic of a South Jakarta tertiary hospital during the COVID-19 pandemic. This cross-sectional study was conducted from May to July 2021. The data were collected consecutively from 100 patients aged 18 years or older who came for regular consultation. The instrument used for determining depression is Beck Depression Inventory-II. The prevalence of depression, a correlation between depression and participants' characteristics, and multivariate analysis for risk factors were determined. The results showed that the prevalence of mild to severe depression based on the BDI-II classification was 17%. Screening showed mild to severe depression predominantly in females above 60 years old, with higher levels of education, obesity grade I, individuals with one or more comorbidities, and those who had diabetes for more than ten years. In this study, having one or more comorbidities was associated with an increased risk of depression in people with diabetes

    Hubungan Aktivitas Fisik, Konsumsi Buah dan Sayur, serta Cek Kesehatan Rutin Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Siswa/I SMA Sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan, Kota Depok

    Get PDF
    Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular tanpa gejala dengan kematian tertinggi yang mulai berkembang pada remaja. Studi CDC menunjukkan 1 dari 25 remaja usia 12 hingga 19 tahun menderita Hipertensi. Sementara di Indonesia, terdapat 34,11% dengan usia di atas 18 tahun terdiagnosis hipertensi oleh dokter. Pada tingkat lebih kecil, dalam penelitian di kota Depok ditemukan 57,1% kasus hipertensi pada remaja di usia 12-25 tahun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan. Metode penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian adalah hasil randomisasi pada populasi seluruh siswa/i SMA yaitu SMK dan SMA Yapan dengan jumlah 96 responden. Penelitian ini dilakukan analisis univariat dan bivariat. Dari 96 responden sebanyak 38,54% ditemukan kasus hipertensi dengan rentang usia 14-18 tahun. Hasil analisis faktor perilaku yang mempengaruhi kejadian hipertensi diperoleh nilai P-value>0,05 untuk variabel aktivitas fisik (P-value 0,887 dan 0,754), konsumsi buah dan sayur (P-value=0,096), dan cek kesehatan rutin (P-value=0,536). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah, dan cek kesehatan rutin terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan

    Determinants of the Coexistence Dual Form of Malnutrition in Pairs of Mother and Child Aged 6 – 59 Months in Bogor District 2019

    Get PDF
    The dual form of malnutrition (DFM) is defined as multiple nutritional problems in the same household and time. This study aimed to determine the related factor to DFM incidence in pairs of mothers and children aged 6–59 months in Bogor District in 2019. This cross-sectional study used secondary data on the Nutrition and Health of Babakan Madang Subdistrict Toddlers in 2019 and Nutrition Intake and Stunting of Children Under-Five in Bogor District, West Java Province, involving a total sample of 274 households. The dependent variable in this study was DFM, while the independent variables were maternal age during pregnancy, maternal height, maternal breastfeeding history, parity, family income, mother's and father's education level. Bivariate analysis involving the Chi-square test and multivariate analysis with multiple logistic regression tests was used in this study. The results revealed that DFM incidence in the Babakan Madang Subdistrict in 2019 was 42%. The determinants of DFM that were significantly related were maternal height (p-value = 0.000), maternal breastfeeding history (p-value = 0.027), and parity (p-value = 0.049). The analysis results showed that the dominant factor in the prevalence of DFM was the maternal height (OR = 2.704; 95% CI = 1.615-4.528). It is recommended to improving nutrition in adolescence, especially in the case of girls in their role as future mothers

    Body Image, Quality of Life, and Their Predicting Factors in Pregnant Women: A Cross-Sectional Study

    Get PDF
    Pregnancy can influence women’s psychological health, including body image and quality of life. This study aimed to examine the relationship between body image and quality of life and their predicting factors in pregnant women. This cross-sectional study was conducted on 250 pregnant women referred to health centers in Ilam City, Iran. Participants were selected using a random sampling method. Data collection tools comprised a sociodemographic questionnaire, Body Image Concern Inventory (BICI), and quality of life questionnaire (Short Form-12). Data were analyzed using statistical software. The mean ± SD of body image concern and quality of life was estimated at 31.77 ± 9.86 and 54.62 ± 15.71, respectively. There was a significant and negative correlation between body image and quality of life (p-value = 0.001, r = -0.313). Also, the most important predictors of body image were vitality, body mass index (BMI), general health, and unintended pregnancy, respectively, and body dissatisfaction was the most significant predictor of quality of life. This study revealed some variables affecting pregnant women’s body image and quality of life. Further studies are required to consider other factors influencing body image and quality of life among pregnant women

    Hubungan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas 1-3 Sekolah Dasar

    Get PDF
    Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi anak yang diukur berdasarkan berat badan dan tinggi badan anak. Data status gizi pada anak usia umur 5-12 tahun di DKI Jakarta menunjukkan underweight 14,0%, stunting 22,7%, wasting 9,9%, dan overweight 6,8%. Data secara spesifik untuk wilayah Jakarta Selatan adalah underweight 7,4%, stunting 17,8%, wasting 6,3%, dan overweight 7,3%. Dari data tersebut didapatkan gambaran mengenai permasalahan gizi yang terjadi di DKI Jakarta. Permasalahan gizi memiliki dampak pada tumbuh kembang anak. Gizi merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui   hubungan status gizi terhadap prestasi akademik siswa kelas 1-3 sekolah dasar. Desain yang digunakan adalah cohort restrospective dengan melihat hubungan antara hasil School Wide Assessment (SWA) dengan status gizi anak pada sembilan bulan sebelumnya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1-3 sekolah dasar di Sekolah HighScope Indonesia dengan dilakukan total sampling yaitu mengambil seluruh siswa kelas 1-3 yang berjumlah 480 anak. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara variabel status gizi lebih pada prestasi akademik kumulatif yaitu RR 6,29 (CI 95% 3,82-10,35). Oleh karenanya masyarakat khsususnya orang tua perlu menyadari adanya pengaruh status gizi terhadap prestasi akademik sehingga akan lebih bijak dalam memilih asupan makanan dan jenis sekolah atau pendidikan yang tepat sesuai dengan usia anak

    Hubungan Faktor Pejamu dan Lingkungan dengan Pneumonia Balita di 5 Provinsi di Pulau Sulawesi

    Get PDF
    Pneumonia merupakan penyakit menular yang menginfeksi paru-paru. Period prevalence pneumonia balita di 5 provinsi di Sulawesi lebih tinggi dibanding angka nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pneumonia balita di 5 Provinsi di Pulau Sulawesi. Data penelitian ini bersumber dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Desain dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan uji chi-square dan hasil ukur prevalence ratio (PR). Variabel pada penelitian ini adalah faktor pejamu (umur balita, jenis kelamin, berat badan lahir, pemberian vitamin A, status imunisasi campak dan DPT) dan faktor lingkungan (pendidikan ibu, tempat tinggal, bahan bakar memasak, keberadaan perokok yang merokok dalam rumah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pneumonia balita (12-59 bulan) adalah 9,3%. Balita umur 12-23 bulan (PR 1,70; 95%CI 1,06-2,74; p-value 0,03), tidak mendapatkan imunisasi DPT lengkap (PR 1,48; 95%CI 1,06-2,08; p-value 0,03), ibu tidak sekolah (PR 6,45; 95%CI 2,95-14,08, p-value 0,001), ibu pendidikan dasar (PR 1,77; 95%CI 1,05-2,97; p-value 0,04), tinggal di rumah dengan bahan bakar memasak yang tidak memenuhi syarat (PR 1,76; 95%CI 1,20-2,58; p-value 0,004), tinggal dengan perokok (PR 1,76; 95%CI 1,04-2,96; p-value 0,038) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik.  Sehingga, perlu ada peningkatan pendidikan ibu dan edukasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pneumonia balita

    Aplikasi Health Belief Model Terhadap Perilaku Preventif COVID-19 pada Kelompok Lansia

    Get PDF
    Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara terjangkit pandemi COVID-19. Lansia merupakan kelompok yang paling beresiko mengalami keparahan/morbiditas dan mortalitas akibat penyakit COVID-19. Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu daerah zona merah terkonfirmasi kasus COVID-19.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pencegahan COVID-19 pada kelompok lansia.Metode. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif analitik, dengan pendekatan secara kuantitatif. Teknik penarikan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga analisis yaitu univariat, bivariat, multivariat.Hasil. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 69,8% lansia dengan Perceived Susceptibility kurang namun memiliki preventif COVID-19 baik. 64,7% lansia dengan Perceived Severity baik namun memiliki preventif kurang. 63,6% responden memiliki Perceived Benefits sekaligus preventif COVID-19 baik. 69,1% responden yang Perceived Barriers kurang namun memiliki preventif COVID-19 baik dan 69,1% memiliki Cues to action baik ditambah Preventif COVID-19 baik. Faktor yang paling dominan untuk dapat digunakan dalam preventif COVID-19 adalah Perceived Severity dengan nilai OR: 2,77 dan Perceived Barriers dengan nilai OR: 2,76.Kesimpulan. Health Belief Model dapat menyebabkan perubahan perilaku dalam mencegah potensi COVID-19 di kalangan lansia. ABSTRACTBackground. Indonesia is one of the countries affected by the COVID-19 pandemic. The elderly are the most severely affected group due to the severity/morbidity and mortality of COVID-19 disease. West Aceh Regency is one of the red zone areas with confirmed cases of COVID-19.Aim. This study aims to analyze the COVID-19 prevention behavior in the elderly group.Method. This type of research was descriptive-analytic with a quantitative approach. The sampling technique used total sampling. The data collection used a questionnaire instrument. This study's data analysis used three univariate, bivariate, and multivariate analyses.Results. The results showed that 69.8% of the elderly had less Perceived Susceptibility but had good COVID-19 prevention. 64.7% of the elderly with good Perceived Severity but have less prevention. 63.6% of respondents have good Perceived Benefits and good COVID-19 prevention. 69.1% of respondents have fewer Perceived Barriers but have good COVID-19 prevention and 69.1% have good Cues to action plus good COVID-19 prevention. The dominant factors are Perceived Severity (OR value 2.77) and Perceived Barriers (OR value of 2.76).Conclusion. Health Belief Model could lead to behavioral change to prevent the potential for COVID-19 among the elderly

    A Study on Legal Policy of Pharmacy Education and Pharmacy Workers Related to the Urgency of Establishing Pharmacy Law

    Get PDF
    According to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, health is one of the basic human rights. One of the aspects that support health is the aspect of pharmacy. Pharmacy workers consist of Pharmacists and Pharmacy Technical Workers according to Law No. 36/2014 regarding Health Workers. In practice, pharmacy education in Indonesia is considered not sufficient to prepare the pharmacy workforce. There are currently contradictions in the applied pharmaceutical policy, where the number of pharmacy undergraduate programs is 279, while the number of pharmacist study programs is only 45. This results in an imbalance of graduates. There is a tendency that most pharmaceutical graduates will continue their professional education to become a pharmacist so that he can have full authority and is responsible for pharmaceutical work. Differences in curriculum background and type of education will lead to confusion regarding competency assessment. At the Pharmacist education level, there is no nationally applicable curriculum until this date. The difference in curriculum causes variations in the knowledge and abilities of graduates. The method used in this study is a review of articles from various legal rules related to pharmaceutical education in Indonesia. The results of this study indicate a need for synchronization of the pharmaceutical policy into one legal aspect so that there is no disharmony among the applied legal regulations. Eventually synergistic legal regulations will emerge, from education to legal certainty for Pharmacist as health professionals

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇