Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Does It Still Show a Deficit? Arguing Post-COVID-19 Health Financing System in Bogor, Indonesia
Before the COVID-19 pandemic, the Bogor City Government regulated to cover the health financing claim during the Indonesian National Health Insurance (NHI) integration period due to the lower amount of health care claim per episode in regional hospitals compared to ones that NHI paid. This study aimed to address post-COVID-19 health financing at two hospitals in Bogor City, West Java Province, Indonesia. Descriptive analysis using the aggregate statistical summaries was taken to explore the medical care episodes of the data series at two hospitals for the last two years. Of the 890 checked medical records data, the deficit occurred in 197 (22.1%) medical care episodes, while five (0.6%) exceeded the hospitals' tariffs. The remaining 688 (77.3%) medical care episodes had suits with the Indonesian Case Based Groups. Almost a quarter of medical care episodes in aggregate experienced a deficit in the two years before the pandemic. This study is the first to provide new insight into the discussion on medical care financing in a developing country's post-pandemic era in a newly-implemented NHI system
Evaluasi Capaian Peta Jalan JKN di Provinsi Bengkulu Studi Kasus Sectio Caesarea Tahun 2014 Sampai 2019
Bengkulu adalah salah satu provinsi di Indonesia yang dalam 5 tahun terakhir sejak implementasi JKN tercatat mengalami peningkatan proporsi persalinan lewat operasi Caesar. Sementara, BPJS Kesehatan melaksanakan fungsi pembiayaan dalam pelayanan kesehatan JKN. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi capaian sasaran equity kasus SC di Provinsi Bengkulu berdasarkan peta jalan JKN 2014-2019. Metode yang digunakan adalah mix method yakni kuantitatif dan kualitatif dengan cara analisis data JKN dan SUSENAS serta wawancara pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola program JKN di Provinsi Bengkulu sudah cukup baik dalam aspek capaian kepesertaan. Namun, pada pemerataan pelayanan dibutuhkan keterbukaan dan sinergitas program dan kebijakan antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan. Layanan SC di Provinsi Bengkulu belum merata dan berkeadilan. Utilisasi layanan operasi caesar lebih banyak dinikmati oleh peserta JKN yang tinggal di Kota Bengkulu dan didominasi segmen kepesertaan mampu yakni PPU (39%) dan PBPU (45%). Pengawasan layanan SC perlu dilakukan secara cermat. Selain itu, pemenuhan kebijakan kompensasi pelayanan SC perlu diupayakan bagi wilayah faskes tidak memadai oleh BPJS Kesehatan maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kajian Sistematis: Perkembangan Sistem Pembayaran Kapitasi Berbasis Penyesuaian Risiko di Berbagai Negara
Kapitasi merupakan salah satu metode pembayaran yang dilakukan kepada penyedia layanan kesehatan primer. Penerapan kapitasi yang tidak berdasarkan penyesuaian risiko dapat menimbulkan dampak negatif. Terdapat beberapa bentuk penyesuaian risiko terhadap pembayaran kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sistem pembayaran kapitasi dengan penyesuaian risiko pada pelayanan primer yang digunakan di beberapa negara. Penyusunan kajian sistematis ini menggunakan metode PRISMA. Kajian sistematis dilakukan dengan mengambil artikel dari tiga online database yaitu Pubmed, EBSCOhost Medline, dan Scopus. Dari 212 artikel yang diperoleh, terdapat 7 artikel yang memenuhi kriteria untuk dikaji lebih lanjut. Kajian sistematis difokuskan pada model sistem pembayaran kapitasi berbasis penyesuaian risiko. Didapatkan model sistem pembayaran kapitasi berbasis penyesuaian risiko dari yang sederhana hingga yang kompleks. Kesimpulan dari kajian sistematis ini yaitu faktor risiko yang paling sering dipakai adalah usia dan jenis kelamin. Model sistem pembayaran kapitasi berbasis penyesuaian risiko terus mengalami perkembangan sehingga penting untuk melakukan pembaharuan dan penyesuaian secara berkala. Dengan melihat berbagai kelebihan yang ada dalam penerapan model sistem pembayaran kapitasi berbasis penyesuaian risiko tersebut, dapat menjadi acuan bagi negara yang ingin mendapatkan formulasi kebijakan kapitasi dengan penyesuaian risiko yang paling tepat untuk diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing negara
STRATEGI PEMASARAN DALAM PENGEMBANGAN PELAYANAN KLINIK ESTETIKA
Latar Belakang: Pelayanan Estetika semakin bertumbuh di banyak kota besar dan kota berkembang di Indonesia. Hal ini di sebabkan kecenderungan masyarakat yang ingin memperbaiki penampilan secara fisik. Dalam era jaminan kesehatan nasional rumah sakit swasta juga harus meningkatkan dan menambah layanan kepada klien dengan tetap mempertahankan pelayanan yang sudah baik sebelumnya serta menambah layanan baru dimana dapat menjadi sumber pendapatan lain buat rumah sakit. Pelayanan yang diberikan dengan mottto dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu Denpasar “kami peduli dan kami melayani” Rumah Sakit Bhakti Rahayu Denpasar ingin dapat memberikan pelayanan kecantikan dan perawatan kulit kepada masyarakat pada umumnya dengan harga murah dan tetap kompetitif sehingga pemasaran menjadi hal yang penting agar dapat berkembang dan terus bertumbuh. Penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi pemasaran dalam pertumbuhan pelayanan estetika. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada stakeholder terkait dengan pengembangan pelayanan estetika di RSU Bhakti Rahayu Denpasar
STRATEGI PEMASARAN PROGRAM IN VITRO FERTILIZATION (IVF) DENGAN METODE SEGMENTING, TARGETING, AND POSITIONING DAN 4 P DI DENPASAR, BALI
Layanan medis terkait infertilitas, in vitro fertilisation (IVF), atau sering disebut bayi tabung, rupanya makin diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal itu ditunjukkan dari terus bertumbuhnya pasien di Tanah Air yang menggunakan layanan medis terkait bayi tabung. Dalam setahun, pertumbuhannya mencapai 25%. Bahkan, potensial marketnya diprediksi mencapai 200 ribu pasien. Rumah Sakit Bali Royal merupakan salah satu Rumah Sakit swasta yang berada di Kota Denpasar, dimana salah satu pelayanan unggulan yang dimiliki oleh Rumah Sakit adalah Bayi tabung atau IVF. Dimana program IVF ini juga telah hadir di beberapa rumah sakit di Bali. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi marketing yang sesuai agar bisa mencapai target kunjungan yang diinginka
Evaluasi Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL) di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Malang
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang memiliki potensi tinggi dalam penyebarluasan penyakit. Berdasarkan dari Badan Pusat Statistik, Jawa Timur memiliki 7.256 kasus malaria suspek dan di kota Malang memiliki 11 kasus suspek pada tahun 2020 dan mayoritas berasal dari kasus impor dimana pasien berasal atau pernah melakukan perjalanan di luar wilayah Kota Malang yang kemudian merasakan gejala dan melakukan pemeriksaan di Kota Malang. Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL) adalah instrumen guna melakukan kegiatan pencatatan, pelaporan dan untuk meningkatkan validitas dan kelengkapan dalam pelaporan data malaria yang merupakan salah satu hal penting untuk mendukung terselenggaranya sistem Surveilans yang baik. Sistem Informasi ini digunakan oleh semua pemangku kepentingan, terutama Dinas Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah SISMAL serta penerimaan pengguna di Dinas Kesehatan Kota Malang dan Puskesmas Pandanwangi, Puskesmas Gribig dan Puskesmas Cisadea. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus serta metode Hot-Fit dengan pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan SISMAL dapat menurunkan kesalahan dalam pelaporan dan pencatatan menjadi lebih baik sehingga meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pekerjaan, meskipun terdapat pengguna yang merasa bahwa penggunaan SISMAL di Puskesmas masih belum merasa terampil dalam menggunakan SISMAL karena jarang digunakan dan belum mendapat pelatihan secara khusus
Kepatuhan Terhadap KTR Pada Sopir Angkutan Kota
KTR) yang terdiri dari 8 kawasan. Berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan Depok 2018 terhadap KTR di Kota Depok, angkutan umum merupakan daerah yang paling banyak melanggar KTR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan KTR, dan melakukan upaya penyelesaian permasalahan di Terminal Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods research design dengan jenis desain The Explanatory Sequential Design. Berdasarkan analisis statistik dengan uji chi square, tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan variabel terikat. Berdasarkan analisis univariat, variabel yang masih bermasalah adalah keberadaan stiker, sarana dan prasarana, serta dukungan dari pengelola terminal dan pemilik angkot yang kemudian dianalisis lebih lanjut dalam penelitian kualitatif dengan metode Focus Group Discussion (FGD). Intervensi yang dilakukan berupa pembuatan video tentang KTR yang kemudian disosialisasikan kepada pengemudi angkot, pemasangan stiker di angkot, dan pemasangan spanduk di kawasan Terminal Depok. Kata kunci: Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Terminal, Angkutan Umu
Pencegahan Dan Pengendalian Tuberkulosis Paru
Terjadi peningkatan jumlah kasus tuberkulosis di Kecamatan Sawangan dari tahun 2017-2019, serta terdapat satu kasus TB-RO hanya di daerah RW 3 Kelurahan Sawangan Lama pada tahun 2021 setelah 5 tahun terakhir. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis paru (TB paru) di RW 3 Kelurahan Sawangan Lama Kota Depok. Desain potong lintang dengan jumlah sampel 34 responden melalui teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Ketersediaan informasi mengenai TB paru memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan dan pengendalian penyakit TB paru dengan p-value 0,001 dan OR=23. Intervensi yang dilakukan adalah penyuluhan TB paru bagi kader serta anggota karang taruna dan pelatihan Pengawas Menelan Obat (PMO) kepada kader dan tokoh masyarakat. Pada intervensi ditemukan adanya peningkatan pengetahuan kader, anggota karang taruna dan tokoh masyarakat mengenai TB paru dan PMO sebelum dan setelah intervensi (p-value 0,002). Peningkatan ketersediaan informasi melalui penyuluhan, pelatihan dan pemanfaatan media promosi kesehatan dapat meningkatkan perilaku pencegahan dan pengendalian penyakit TB Paru. Kata kunci: pencegahan; pengendalian; tuberkulosis paru; penyuluhan; pelatihan PM
Dampak Pandemi Covid-19 pada Kualitas Pelayanan Antenatal di Puskesmas Pancoran Mas Depok
Latar belakang: Dalam situasi pandemi COVID-19, hampir semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir dibatasi. Banyak ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kehamilan ke puskesmas maupun fasiltas pelayanan kesehatan lainnya sehingga pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir menjadi salah satu layanan yang terkena dampak, baik secara akses maupun kualitas. Tujuan: untuk mengamati dampak perubahan pelayanan di pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) sebelum dan sesudah masa pandemi. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus mengenai kualitas pelayanan ANC sebelum dan sesudah pandemi menggunakan analisa deskriptif hasil pengamatan pada pelayanan yang diberikan selama periode waktu tertentu serta analisa fishbone yang dilakukan untuk menganalisis penyebab masalah yang ditemukan. Hasil: terjadi penurunan kunjungan sekitar 6,44% dari 2795 kunjungan menjadi 2626 kunjungan selama periode penelitian. Pelayanan 10 T yang diberikan petugas masih belum mencapai 100% baik sebelum maupun saat pandemi. Sementara komplikasi kehamilan masih ditemukan saat pandemi, meskipun menurun 6,2% dari 27.8% sebelum pandemi. Kesimpulan: Poli KIA Puskesmas Pancoran Mas Depok mengalami penurunan pengunjung selama pandemi Covid-19, namun tetap dapat mempertahankan kualitas pelayanan antenatal meskipun banyak perubahan regulasi selama pandemi
Implementasi Posbindu PTM untuk Mendukung UNNES Menjadi Kampus Sehat
Latar belakang: Salah satu masalah kesehatan di Kota Semarang terkhusus di wilayah Kecamatan Sekaran dan wilayah kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) adalah tingginya risiko peningkatan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal ini didorong dengan kurangnya kunjungan masyarakat dalam program posbindu dan banyaknya populasi beresiko mulai dari kelompok usia remaja hingga dewasa muda. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan implementasi program kesehatan, dalam hal ini program yang dimaksud adalah Posbindu PTM di kampus. Berkolaborasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang dan Puskesmas Sekaran, UNNES menciptakan Posbindu PTM untuk menekan tingginya prevalensi PTM.Metode: Pelaksanaan Posbindu PTM di Kampus UNNES akan dilaksanakan selama 8 bulan. Pelaksanaanya mulai dari perencanaan program, pembentukan dan pelatihan tim, implementasi program, dan monitoring serta evaluasi.Hasil: Penyelenggaran Posbindu PTM bertujuan agar faktor risiko PTM civitas akademika UNNES dapat dicegah dan dikendalikan lebih dini. Faktor risiko PTM yang telah terpantau secara rutin dapat selalu terjaga pada kondisi normal, Apabila factor resiko PTMberada dalam kondisi buruk, faktor risiko tersebut harus dikembalikan pada kondisi normal. Pada tahap dini, kondisi faktor risiko PTM dapat dicegah dan dikendalikan melalui diet yang sehat, aktifitas fisik yang cukup dan gaya hidup yang sehat seperti berhenti merokok, pengelolaan stres dan lain-lain.Simpulan: Kedepannya pengabdi berharap dapat melakukan konseling kepada civitas akademika UNNES untuk mencegah dan mengendalikan faktor risiko PTM