Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
1218 research outputs found
Sort by
Hubungan Postur Kerja dengan Kejadian Nyeri Leher pada Pembatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta
Nyeri leher merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dikeluhkan masyarakat. Postur kerja tidak ergonomis merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan nyeri leher. Pada pembatik, postur kerja tidak alamiah dilakukan dalam waktu lama beserta gerakan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja terhadap kejadian nyeri leher pada pembatik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Subjek penelitian merupakan 41 pembatik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Postur kerja pembatik diukur dengan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Pengukuran nyeri leher menggunakan kuesioner Neck Disability Index (NDI). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall's tau. Hasil penelitian postur pada pembatik paling banyak berisiko tinggi yaitu pada 25 orang. Untuk nyeri leher yang paling banyak dikeluhkan pembatik berada pada kategori nyeri ringan pada 26 orang. Berdasarkan uji analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall's tau, didapatkan hasil signifikan (p=0,014; r=0,358). Terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi yang lemah antara postur kerja dengan kejadian nyeri leher pada pembatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta
Efektivitas Permainan Roda Putar terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Mengenai COVID-19 di SD Cahaya Pengharapan Abadi Deli Serdang
Latar Belakang. Tahun 2020 dunia mengalami pandemi COVID-19 yang mengharuskan instansi pendidikan yaitu sekolah ditutup, akibatnya terjadi angkat putus sekolah sebanyak 157.166 siswa dan diantaranya 59.443 siswa SD. WHO menyarankan agar sekolah dibuka kembali dengan protokol kesehatan yang ketat tetapi masih banyak siswa SD yang tidak patuh dalam protokol kesehatan. Tujuan. Mengetahui efektivitas permainan roda putar terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai COVID-19 di SD Cahaya Pengharapan Abadi Deli Serdang. Metode. Menggunakan desain penelitian Pre-Experimental Design dengan menggunakan metode One Group Pretest-Postest. Populasi siswa kelas V SD Cahaya Pengharapan Abadi Deli Serdang adalah 42 siswa dengan sampel 15 siswa menggunakan proportional sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Pengumpulan data megngunakan kuesioner. Hasil. Hasil nilai rerata pengetahuan adalah18,87 (p= 0,001) dan sikap adalah 19,27 (p=0,001). Kesimpulan. Permainan roda putar terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SD ABSTRACTBackground. In 2020 the world experienced a COVID-19 pandemic that required educational institutions, namely schools to be closed, as a result of which 157,166 students dropped out, including 59,443 elementary school students. WHO suggested that schools reopen with strict health protocols, but many elementary school students still do not comply with health protocols. Objective. Knowing the effectiveness of the spinning wheel game on students' knowledge and attitudes about COVID-19 at Cahaya Pengharapan Abadi Elementary School, Deli Serdang. Method. Using the Pre-Experimental Design research design with the One Group Pretest-Postest method. The population of students in class V at Cahaya Pengharapan Abadi Elementary School, Deli Serdang, was 42 students. The sample used 15 students using proportional sampling as a technique. The data collection used a questionnaire.Results. The result score average for knowledge was 18.87 (p = 0.001) and attitude 19.27 (p = 0.001). Conclusion. The rotary wheel game proved effective in improving the knowledge and attitude of elementary school students.
SUPERVISION OF TRADITIONAL MEDICINES CONTAINING UNDECLARED SUBSTANCE: ANALYSIS OF INDONESIAN FDA MONITORING DATA FOR 2012 - 2021
Background: At a time when people believe in the efficacy and minimal risk of traditional medicines, government agencies that oversee traditional medicines often find chemicals that are intentionally added to traditional medicines. The purpose of this study is to present the findings of Undeclared Substance that have been added to traditional medicines for ten years, to analyze their relevance to the real situation related to diseases or health problems in Indonesia, and to examine the violations of related policies. Methods: This study used an observational design based on quantitative and qualitative data and analyzed descriptively. Quantitative data based on Traditional Medicines Monitoring data are published through the website (www.pom.go.id) in the category of public warning OT-BKO in 2012-2021. Further analysis, conducted in-depth interviews to explore the root cause of the problem at the level of policy makers. Documents and literature review were conducted to analyze the findings. Interviews with policy makers were also conducted to confirm findings and explore problems that were not obtained from documents and literature. Results: For ten years, Paracetamol was the most common type of Undeclared Substance found every year in traditional medicines. This is relevant to the high number of complaints related to indications for the use of Paracetamol, both from reports from health facilities and results from household surveys. Meanwhile, the findings of the Ephedrine Undeclared Substance - with indications for reducing respiratory disorders - only appeared in 2021. These findings are not only relevant to the COVID-19 pandemic and the entry of traditional medicines from foreign aid, which also contain Ephedra sinica. The Undeclared Substance' findings are inconsistent with the objectives of a number of regulations ranging from those related to traditional medicine to consumer protection. Conclusion: The findings of Undeclared Substance on traditional medicine were relevant to public health problems at that time. The emergence of traditional medicines with Ephedra shows that domestic producers do not understand the safety of traditional medicines. In addition, the existing policies and violations of these policies have not been understood by traditional medicine manufacturers
MARKETING MIX VS LOYALITAS PASIEN: LITERATURE REVIEW
Marketing adalah seluruh kegiatan dan proses membuat, mengkomunikasikan, mengantarkan, menawarkan sesuatu yang bernilai kepada pelanggan, klien, rekan kerja dan masyarakat pada umumnya. Kaitannya dengan rumah sakit, karena rumah sakit tergolong organisasi semi bisnis. RS harus menggunakan pemasaran dalam menghadapi semua permasalahan yang ada dan mengambil semua peluang agar dapat bertahan hidup, salah satunya adalah marketing mix. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literature review dengan menggunakan PRISMA. Sehingga diperoleh 13 jurnal, baik dalam dan luar negeri. Marketing mix sangat dibutuhkan sebagai salah satu cara pemasaran RS. Dari hasil penelusuran, didapatkan bahwa komponen marketing mix, terdiri dari: product (produk), place (lokasi), price (harga), promotion (promosi), people (orang yang terkait dengan pelayanan), process (proses jasa), dan physical evidence (bukti fisik) berpengaruh terhadap loyalitas pasien terhadap RS. Walaupun satu-satuan komponen tidak berpengaruh terhadap loyalitas pasien, akan tetapi dari seluruh jurnal yang direview disini, secara serempak semua komponen marketing mix berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pasien setelah dilakukan uji Annova (F)
STRATEGI PEMASARAN MODALITAS RADIOLOGI MRI DENGAN METODE ANALISIS SEGMENTASI,TARGET,DAN POSISI DI RS HARAPAN KELUARGA MATARAM
Semakin banyaknya rumah sakit di Indonesia, serta semakin tingginya tuntutan masyarakat akan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, membuat persaingan industri layanan jasa rumah sakit menjadi sedemikian ketat. Agar dapat bersaing secara lebih efektif, rumah sakit perlu menerapkan strategi pemasaran. Penelitian ini merupakan suatu penelitian di bidang manajemen pemasaran rumah sakit, khususnya mengenai analisis segmen, target, posisi pasar dan diferensiasi produk layanan pada unit rawat inap umum RSHK Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bukti empiris tentang pengaruh Strategi Segmentasi, Penargetan, dan Positioning Terhadap strategi pemasaran modalitas radiologi mri. RSHK merupakan rumah sakit memiliki teknologi radiologi paling lengkap di Lombok dan yang diunggulkan salah satunya MRI. namun dari sistem serta kegiatan investasi yang dilakukan belum berjalan secara maksimal di RSHK. Penelitian ini didasarkan pada kondisi dimana setiap pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang MRI pada indikasi tertentu untuk menegakan diagnosa
KESIAPAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PENYAKIT PASCA BANJIR DI DUSUN LOHGAWE DESA GAWEREJO KECAMATAN KARANGBINANGUN KABUPATEN LAMONGAN
Background: Banjir mengakibatkan timbulnya penyakit pasca banjir diantaranya diare, demam berdarah Leptospirosis, ISPA, cacingan, penyakit kulit dan berbagai penyakit penyerta lain. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapan masyarakat menghadapi penyakit pasca banjir di Dusun Lohgawe Desa Gawerejo Kecamatan Karangbinangun Lamongan. Design: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan populasi 70 Kepala Masyarakat dan sampel sebanyak 59 Kepala Masyarakat. Sampling yang digunakan yaitu simpel random sampling. Pengumpulan data dengan lembar kuesioner, skoring, koding, tabulating dan penarikan kesimpulan dengan prosentasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Sebagian kesiapan dana masyarakat dalam mengahadapi penyakit pasca banjir adalah sedang yaitu 30 responden atau 50,85 %, sebagian besar kesiapan alat transportasi masyarakat dalam mengahadapi penyakit pasca banjir adalah kurang yaitu 34 responden atau 57,63 %, sebagian besar kesiapan lingkungan masyarakat dalam mengahadapi penyakit pasca banjir adalah sedang yaitu 36 responden atau 61,01 %, sebagian kesiapan alat komunikasi masyarakat dalam mengahadapi penyakit pasca banjir adalah sedang yaitu 26 responden atau 44,06 %, dan sebagian kesiapan tenaga kesehatan dalam mengahadapi penyakit pasca banjir adalah sedang yaitu 24 responden atau 40,68 %. Upaya untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi penyakit pasca banjir maka peran tenaga kesehatan diharapkan dapat membantu memberikan informasi tentang masalah penyakit pasca banjir, cara mencegahnya dan bagaimana penanganannya, agar masyarakat dapat siapsiaga dalam menghadapi penyakit pasca banjir.Kata Kunci: Kesiapan Masyarakat, Penyakit, Pasca banji
Penggabungan Aplikasi Telemedicine TB Sebagai Optimalisasi Pelayanan TB Selama Masa Pandemi COVID-19
Selama masa pandemi COVID-19, upaya penanganan TB menjadi terhambat. Upaya penanganan TB saat masa pandemi dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital. Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Kemenkes RI mengembangkan aplikasi dalam mendukung program TB yaitu SOBAT TB dan EMPATI Client. Kedua aplikasi tersebut memiliki fungsi yang sama yaitu untuk upaya eliminasi TB namun aplikasi tersebut tidak disatukan sehingga pelayanan tidak terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan adanya penggabungan antara aplikasi SOBAT TB dan EMPATI Client. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur (Literature review) dari berbagai sumber. Diperlukan adanya penggabungan aplikasi SOBAT TB dan Empati Client serta pembaharuan aplikasi. Pembaruan pada aplikasi SOBAT TB dengan menambahkan berbagai fitur (pasien dapat mengunduh catatan perawatannya dan laporan analitik dari perawat, kemudian dapat membuat jadwal minum obat dengan dosis harian atau dengan dosis intermittent, fitur penghantaran obat dan penghantaran spesimen dahak) serta melakukan pengembangan di IOS & Website. Kemudian melakukan kerjasama dengan jasa ojek online untuk dapat mendukung fitur penghantaran obat dan mengantarkan spesimen dahak. Diperlukan adanya optimalisasi dengan menggabungkan kedua aplikasi tersebut dan memperbaharui dan mengembakan fitur seperti dapat mengunduh catatan perawatannya dan laporan analitik dari perawat, dapat membuat jadwal minum obat dengan dosis harian atau dengan dosis intermittent, dan fitur penghantaran obat dan penghantaran spesimen dahak
Peningkatan Kapasitas Penggunaan Epicollect dalam Pelaksanaan Surveilans Perilaku Merokok Masyarakat Kabupaten Klungkung
Background: Empowerment related to the role of cadres of the Gerakan Bersama Remaja Anti Rokok (GEBRAK) has not been optimal in efforts to record health data, especially for surveillance of smoking behavior in the Klungkung Regency. On the other hand, the surveilans is very important to do to formulate strategies and policies related to efforts to prevent, control and overcome health problems related to the dangers of smoking.Objective: The Capacity Building activity was carried out to increase the capacity of cadres in using a digital-based surveillance system when recording using the Epicollect application.Methods: Preparation of instruments in digital applications, preparation of application usage modules and implementation of Capacity Building carried out in the form of training for cadres.Results: The average knowledge score of participants before participating in Capacity Building was 4.78 and increased after participating in Capacity Building to 8.40. It was found that there was a significant difference in the average knowledge score (mean difference = 3.62; p = 0.0001). In addition, 97% of the data that enters the server is in accordance with the provisions discussed in the training provided.Conclusion: Increased knowledge and success in recording data sent to the server is an indication that Capacity Building is related to the use of Epicollect in GEBRAK cadres to assist the Klungkung District Health Office in building an integrated online recording system. Keywords: Capacity Building, Epicollect, Surveillance, Smoking Behavio
Kualitas Hidup pada Pasien Lanjut Usia dan Kanker selama Pandemi COVID-19
Latar Belakang: Kualitas hidup dapat memengaruhi gejala, perawatan, dan rehabilitasi pasien. Kebutuhan pasien untuk memperoleh kualitas hidup yang baik dapat dicapai melalui unit perawatan paliatif, seperti rumah perawatan lansia dan rumah singgah yang membantu dan mendampingi pasien dalam melakukan pengobatan.Tujuan: Artikel ini akan membahas kualitas hidup pada pasien lanjut usia dan kanker selama pandemi COVID-19 di rumah perawatan lansia “247 Wulan Health & Care”, Bekasi dan rumah singgah “Rumah Bernaung Sehati”, Jakarta Barat dan meningkatkan pengetahuan kesehatan di masa Pandemi.Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi, memberi materi kesehatan dengan cara penyuluhan dan melakukan pemeriksaan kualitas hidup. Data kegiatan didapatkan dengan menggunakan kuesioner SF-36 (36-Items Short Form Survey).Hasil: Fungsi keterbatasan mental mendapatkan nilai tertinggi dari seluruh skala pengukuran. Rumah perawatan dan rumah singgah dapat meningkatkan fungsi keterbatasan mental melalui dukungan sosial dalam kelompok. Fungsi fisik dan keterbatasan fisik memiliki nilai terendah karena penurunan tingkat kesehatan pada pasien lanjut usia dan kanker.Simpulan: Berdasarkan pemeriksaan dengan kuesioner SF-36 terhadap 14 pasien, fungsi keterbatasan mental terdapat dalam kategori baik, sementara fungsi fisik dan keterbatasan fisik dalam kategori kurang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat meningkatkan kesehatan bagi komunitas pasien lanjut usia dan kanker
Knowledge, Attitudes, and Behaviors of Students at Islamic Boarding School X toward COVID-19 Incidence in 2022
The spread of COVID-19 can occur in various settings but most notably in gathering places. Health protocols to avoid the spread of COVID-19 may be influenced by the knowledge and attitude of individuals. This study examined the relationship between knowledge, attitudes, and behaviors of students at the Islamic Boarding School X in Serang City, Banten Province, Indonesia, with the COVID-19 incidence. A quantitative approach with a cross-sectional study design was used. The study population consisted of 994 students, from which (via the Slovin’s formula) a minimum sample size of 285 students was obtained. Data collection was carried out using an online validated questionnaire. The data collected related to age, sex, education level, knowledge level, attitude, behavior, and the COVID-19 incidence as experienced by the respondents. The results showed that most students had low-level knowledge (71.9%), negative attitudes (51.3%), and poor behaviors (53.2%) regarding the COVID-19. Most of the students were infected by the COVID-19 (88%). Statistically, knowledge, attitude, and behavior had no significant relationship with the COVID-19 incidence (p-value>0.05). This study concludes that knowledge, attitude, and behavior are not related to the COVID-19 incidence