Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    POLICY ON THE USE OF SOCIAL MEDIA IN HOSPITALS IN BUILDING COMMUNICATION DURING THE COVID-19 PANDEMIC: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Social media is necessary for almost everyone, including in health services. During the COVID-19 pandemic, social media was widely used to build hospital communications. However, the benefits come with risks, as communication spreads so quickly. A proper policy is needed. This study aims to determine the benefits of social media in building communication in hospitals and the policies that govern it. The method used is a literature study. A literature search, through Science Direct, ProQuest, Google Scholar, and other databases (Google scholar, NIH/NLM, JMIH), with the keywords "social media" AND "communication" AND “policy” AND "hospital" AND "COVID-19 Pandemic", obtained 520 articles completely. According to the inclusion, exclusion, and duplication selection criteria, there were twelve included articles. The results prove that social media plays a role in hospital internal and external communication. The use of social media, in addition to improving hospital communication with all employees, also plays a role in improving communication between hospitals and patients, especially in providing information, telemedicine, helping health promotion to change behavior, influencing patient visits, overcoming limited facilities and access and as a new method that efficient way to reach bigger people during the COVID-19 pandemic. However, a policy that regulates the use of social media is needed. Guidelines based on the principles of maintaining patient privacy and confidentiality, providing correct information, conveying the source of contact information in every information submitted, using clear language, and verifying data

    ANALYSIS OF FACTORS RELATED TO INTENTION-TO-USE TELEMEDICINE SERVICES (TELECONSULTATION) IN JABODETABEK RESIDENTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN 2021

    Get PDF
    The emergence of COVID-19 pandemic has made it difficult for people to access health services. According to JKN statistics, FKTP visits was decreased from 337.69 million (2019) to 193.03 (2021). Teleconsultation, a type of telemedicine, could be the right solution so that people can still access the health services they need and protect themselves from the spread of COVID-19. There was an increase in the use of several teleconsultation applications in Indonesia during pandemic, from 4 million to more than 15 million people. However, this rate is only 7.63% of the internet users and 5.6% of the total population of Indonesia, so increasing access to health services through telemedicine is still challenging to achieve. Therefore, this study aims to determine the description and factors related to the intention to use health teleconsultation services during COVID-19 pandemic among Jabodetabek residents aged 19-49. This quantitative study used a cross-sectional design and PLS-SEM data analysis method. The results showed a significant relationship between social influence, perceived usefulness, trust in providers, and trust in the internet on the intention to use teleconsultation services. Intention-to-use was also significantly related to the use of teleconsultation services. In addition, a significant relationship was found between perceived need with trust in the provider, and perceived health risk and perceived ease of use with perceived usefulness

    Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Sekolah dalam Mewujudkan Generasi Berencana di Daerah Tinggi Perkawinan Anak

    Get PDF
    Prevalensi perkawinan dan kehamilan perempuan usia dini di kabupaten Grobogan dalam 3 tahun terakhir juga selalu lebih tinggi dari prevalensi nasional maupun provinsi. Kecamatan Grobogan adalah wilayah yang memiliki kasus perkawinan usia dini (kurang dari 19 tahun) terbanyak dalam 2 tahun terakhir ini. Banyaknya kasus perkawinan usia dini ini, juga berdampak pada terjadinya kasus bayi BBLR dan kasus stunting pada anak usia di bawah 2 tahun (baduta) sebagai dampaknya. Selama tahun 2020 telah terjadi 69 kasus bayi BBLR, dan pada bulan Januari sampai Juli 2021 (7 bulan), telah tercatat 45 kasus bayi BBLR. Demikian juga dengan kasus stunting, tahun 2020 terdapat 8 kasus, sedangkan bulan Januari sampai Juli 2021 (7 bulan) telah terjadi 7 kasus baduta stunting. Jumlah kasus ini lebih banyak jika dibandingkan dengan wilayah lain di kabupaten Grobogan. Optimalisasi peran pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) di sekolah untuk mewujudkan generasi berencana di daerah tinggi perkawinan anak adalah salah satu bentuk intervensi untuk pencegahan perkawinan anak dengan subjek kegiatan adalah siswa sebagai aktor utama serta melibatkan institusi pendidikan sebagai institusi potensial dalam perubahan perilaku dan kesadaran siswa dan remaja. Pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 2 Grobogan dengan bentuk kegiatan adalah: 1) Advokasi pengembangan PIK-R, 2) Sosialisasi program kepada Guru dan Siswa, 3) Rekruitmen siswa sebagai pendidik dan konselor sebaya, 4) Pelatihan siswa menjadi pendidik sebaya, konselor sebaya dan pengelola PIK-R di sekolah, dan 5) Konsolidasi guru sebagai mentor PIK-R di sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan tim pengabdi bersama-sama dengan mitra diketahui bahwa PIK-R yang dikembangkan di sekolah dapat menjadi model intervensi untuk meningkatkan strategi pemasaran sosial pencegahan perkawinan anak berbasis komunitas. Kegiatan yang dilaksanakan PIK-R di sekolah telah mampu meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi remaja, gender dan seksualitas, kehamilan berisiko, BBLR dan stunting. Kegiatan PIK-R juga telah mampu mengubah atau meningkatkan sikap siswa terhadap pencegahan perkawinan anak dan pendewasaan usia perkawinan (generasi berencana).kata kunci: perkawinan anak, PIK-R, generasi berencan

    Implementation of Booster Vaccinations at the Vaccine Center of Universitas Budi Luhur

    No full text
    The spread of the Covid-19 virus with new variants is a worldwide concern. Some countries are doing boosters to protect against the upcoming wave of infections. The spread of the new variant of the Covid-19 virus requires efforts to break the chain of spread, for that the Indonesian government has instructed the implementation of booster vaccinations for the Indonesian people through a collaborative socio-cultural approach. The benefits of the Covid-19 booster vaccination can increase the body's immunity, extend the period of protection against the virus and help reduce the spread of the Covid-19 virus. Universitas Budi Luhur has once again become one of the Covid-19 booster vaccination centers in collaboration with the Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan under the auspices of the Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta for the implementation of the Covid-19 booster vaccination.The implementation has been carried out is the online registration stage, the implementation stage at table-0 is pre-registration and verification of vaccine participants. Table 1: Measurement of body temperature and measurement of blood pressure, written on the control card of the Covid-19 vaccination service by health workers (midwives/nurses). Table 2: Screening (severe allergies, allergies after vaccination, pregnancy checks, autoimmune, blood clotting, immunosuppressant medication, heart disease) and special questions for the elderly by doctors. The type of booster vaccine provided by the Puskesmas in this activity is half dose of Pfizer (0.15 ml). The Covid-19 vaccine dose 3 (booster) was carried out in an orderly and successful manner with the number of participants who had booster vaccinations amounting to 98.7% of the total registered participants

    Impact of Instrumental Support from Family on Medication Adherence among Tuberculosis Patients

    Get PDF
    Instrumental support is concrete and tangible, for instance, helping to provide food or accompanying patients to health care facilities. However, its impact on medication adherence among tuberculosis patients in Indonesia needs to be explored. This study aimed to examine the impact of instrumental support from family on tuberculosis patients’ adherence to medication in Bogor City, West Java Province, Indonesia. A cross-sectional study involving 106 participants with an age average of 39.7 (SD = 14.9) was conducted in 12 primary health care (PHC). The independent variables (age, sex, education, employment status, wealth index, and the distance between home and PHC) of instrumental support from family was assessed using MMAS-8. In contrast, the dependent variable of medication adherence was assessed using a self-reported instrument. Multivariate binary logistic regression was used in the analysis and indicated that participants receiving family support were more likely to adhere to medication protocol (95% CI = 1.1–6.3; p-value = 0.029). Instrumental support from family was associated with medication adherence among tuberculosis patients in Bogor City, West Java Province, Indonesia. It is necessary to design further comprehensive interventions in the community setting to encourage the family to support tuberculosis patients following medication protocol

    PENUNDAAN PEMBAYARAN KLAIM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL OLEH BPJS KESEHATAN DI INDONESIA: SEBUAH SCOPING REVIEW

    Get PDF
    Sejak pertama kali diimplementasikan, pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin meningkat setiap tahun. Saat ini hampir semua rumah sakit melayani pasien JKN. Namun demikian, proses pembayaran klaim JKN tidak berjalan dengan mulus serta sering terjadi penundaan pembayaran. Hal ini menyebabkan hambatan di rumah sakit, terutama rumah sakit pemerintah yang mayoritas pasiennya adalah pasien JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penundaan pembayaran klaim serta faktor-faktor apa yang terlibat dalam penundaan pembayaran klaim JKN oleh BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) di rumah sakit pemerintah. Studi ini dilakukan dengan metode scoping review dengan pedoman Arksey dan O’Malley. Studi dilakukan dengan mengikutsertakan publikasi dari tahun 2014 hingga 2022. Pencarian literatur dilakukan pada 3 database elektronik dan pencarian tambahan, menemukan sebanyak 530 studi. Sebanyak 35 studi dianalisis dalam penelitian ini, terdiri atas rumah sakit tipe A hingga D, milik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Studi menemukan bahwa besar penundaan pembayaran klaim pasien JKN sekitar 2,5-47,7% per bulannya. Adapun beberapa faktor yang ditemukan erat hubungannya penundaan pembayaran klaim ini adalah kelengkapan administrasi, jumlah tenaga, kemampuan dan ketelitian koder, kelengkapan penulisan resume medis oleh dokter penanggung jawab pasien, komunikasi yang baik antara dokter penanggung jawab pasien dan koder, pemanfaatan verifikator internal, dukungan sarana dan prasarana serta adanya standar prosedur operasional

    STRATEGI STP DAN 4P PADA MARKETING PRODUK LAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN DI ERA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 berdampak luas pada pemasaran produk maupun jasa rumah sakit. Tujuan penelitian ini  untuk menganalisis sejauh mana produk layanan rawat jalan di Rumah Sakit Sultan Imanuddin dapat memenuhi kebutuhan pengguna layanan dan menentukan strategi pemasaran apa yang cocok dalam memasarkan produk layanan rumah sakit di masa pandemi COVID-19. Metode: Studi ini merupakan mixed method, penelitian deskriptif  dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif. Hasil: Berdasarkan strategi STP, RSUD Sultan Imanuddin  menggunakan segmentasi demografi,geografi, prikografi dan perilaku. Targeting dilakukan berdasarkan wilayah dan kepesertaan asuransi. Dari segi posisioning, meskipun RSUD sultan Imanuddin memposisikan diri sebagai Rumah Sakit Umum. Walaupun menangani pasien Covid, namun pelayanan non covid masih tetap dipertahankan. Berdasarkan konsep 4P (Produk, Price, Place dan Promotion) yang dilakukan sudah cukup baik, namun perlu ditambah spesifikasi jenis layanan lain sesuai kebutuhan  masyarakat. Kesimpulan: Strategi STP dan 4P di RSUD Sultan Imanuddin sudah cukup baik. Namun perlu sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait pemisahan lokasi layanan covid dan non covid, serta pelaksanaan protokol kesehatan yang telah dilakukan dengan baik, dengan harapan dapat mengurangi ketakutan masyarakat untuk datang beroba

    PKM Pemberdayaan Orang Tua dan Guru dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Anak di TK Pembina ABA 54 Semarang

    Get PDF
    Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan yang terjadi secara konsepsi dan terus berlangsung hingga dewasa.  Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun. Berbagai macam stimulasi seperti stimulasi visual (penglihatan), verbal (bicara), auditif (pendengaran), taktil (sentuhan), propioseptif, vestibular, pengecapan. Perhatian dan kasih sayang merupakan stimulasi yang diperlukan anak,misalnya dengan bercakap-cakap, membelai, mencium, bermain, memeluk, mendengarkan maupun bermain musik akan menimbulkan rasa aman dan rasa percaya diri pada anak, sehingga anak akan lebih responsif terhadap lingkungannya dan lebih berkembang. Salah satu kegitatan yang bisa dilakukan dalam stimulasi tumbuh kembang adalah dengan Kegiatan deteksi dini kesehatan  mata dengan menggunakan  “kartu E”.Dalam upaya sosialisasi stimulasi tumbuh kembang terdapat beberapa kategori pada penyelenggaraanya yaitu terdiri dari ceramah, praktek penggunaan “kartu E “dan evaluasi dengan sasarannya adalah orang tua peserta didik, guru TK, dan peserta didik di ABA 54 Semarang. Hasil dalam sosialiasi tumbuh kembang ini adalah adanya peningkatan pengetahuan baik pada orang tua maupun guru serta hasil dari pemeriksaan kesehatan mata rata rata kondisi kesehatan mata baik hanya ada beberapa yang memelukan konsultasi lebih lanjut ke tenaga kesehatan yang lebih kompeten untuk memastikan kondisi kesehatan matanya

    Hubungan Karakteristik Ibu dengan Sikap Responsif Anak

    Get PDF
    Sikap responsif seorang anak terhadap ibunya merupakan salah satu sikap yang akan terbentuk melalui pola pengasuhan. Pola asuh tidak terlepas dari karakterstik dalam diri orang tua, terlebih ibu. Karakteristik tersebut memberi warna dalam pola asuh yang diterapkan pada anak. Berdasarkan hal tersebut, studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara karakteristik ibu dengan sikap responsif pada anak. Studi ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode online survey dan wawancara yang disertai observasi. Subjek studi sebanyak 88 responden. Sikap responsif anak dilihat dari reaksi yang kuat selama berinteraksi dengan ibu maupun bertutur atau berceloteh dengan ibu atau pengasuh. Sebagian besar responden berusia 18-35 tahun (64,8%), memiliki pendidikan yang rendah dan menengah (85,2%), dan tidak bekerja (84,1%). Hasil uji chi square dan regresi logistik sederhana menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik antara status pekerjaan ibu dengan sikap responsif anak, dimana anak dari ibu yang bekerja memiliki kemungkinan lebih besar untuk bersikap responsif, baik dilihat dari reaksi yang kuat selama interaksi (OR=3,9; 95% CI=0,998-15,013; p<0,05) maupun bertutur kata dalam 5 detik setelah perkataan ibu (OR=3,5; 95% CI=0,995-12,081; p<0,05). Pada penelitian ini, tidak terbukti adanya hubungan antara usia ibu (p=0.803) dan pendidikan ibu (p=0.066) dengan sikap responsif anak.  Dari hasil studi ini, disarankan bagi ibu yang bekerja untuk mengatur waktu supaya tetap kondusif dalam mengasuh anak karena status ibu bekerja mempengaruhi sikap responsif anak

    Lama Rawat Inap Pasien Terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia dan Faktor yang Mempengaruhinya.

    Get PDF
    Banyaknya kasus COVID-19 membuat daya tampung fasilitas kesehatan hampir tidak mencukupi untuk memberikan pelayanan medis rawat inap yang memadai pada pasien COVID-19. Studi yang dilakukan di beberapa negara seperti China, Beijing, Vietnam, Amerika Serikat melaporkan durasi dan faktor resiko rawat inap pasien COVID-19 yang bervariasi. Namun, saat ini penelitian tentang durasi dan faktor resiko lama rawat inap pasien COVID-19 di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor resiko lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Desain studi potong lintang dilakukan pada 266 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat inap di RSUI selama Maret sampai dengan September 2020. Studi ini menilai faktor resiko usia, jenis kelamin, area tinggal, gambaran radiologi, pekerjaan, gejala, keparahan penyakit, komorbiditas, jumlah obat pada hari pertama rawat, dan status PCR saat akhir rawat. Data berasal dari rekam medis elektronik RSUI. Analisa data melalui uji chi square, Kruskal-Walis dilakukan untuk melihat perbedaan variabel kategorik dan numerik. Selain itu, analisa multivariat regresi logistik dilakukan untuk menentukan prediktor lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUI. Hasil penelitian didapatkan bahwa median lama rawat inap adalah 13 hari (range 3 – 74 hari). Adapun prediktor rawat inap lebih panjang (>14 hari) adalah pada pria (OR 1,80, 95%CI  1,03 – 3,15), dan pasien dengan gambaran pneumonia (OR 1,68, 95%CI  0,95 – 3,00), diabetes mellitus (OR 3,48, 95%CI  1,11 – 10,92), demam (OR 2,30, 95%CI  1,31 – 4,05), anosmia (OR 4,10, 95%CI  1,60 – 10,48), keparahan sedang (OR 1,64, 95%CI  0,88 – 3,06), keparahan berat (OR 13,31, 95%CI  1,64 – 107,72). Disimpulkan bahwa tingkat keparahan berat, anosmia, diabetes mellitus, demam, pasien pria dan gambaran pneumonia merupakan faktor resiko signifikan yang berhubungan dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUI Depok. Pasien dengan faktor resiko tersebut diatas untuk lebih diprioritaskan dalam penanganan medis karena rentan terhadap lama rawat inap yang panjang

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇