Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
Not a member yet
    1218 research outputs found

    DAMPAK GUNCANGAN KESEHATAN TERHADAP KONSUMSI RUMAH TANGGA DI INDONESIA: ADAKAH PERAN ASURANSI KESEHATAN DAN KREDIT MIKRO?

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga dan bagaimana peran kepemilikan asuransi dan akses kredit mikro dalam menanggulangi dampak gucangan. Variabel utama yansg digunakan sebagai proksi guncangan kesehatan adalah gangguan aktifitas fisik sehari-hari (ADL) yang dialami oleh kepala rumah tangga. Metode evaluasi dampak Propensity Score Matching (PSM) digunakan untuk mengestimasi dampak guncangan kesehatan terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia dengan data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guncangan kesehatan secara signifikan berpengaruh terhadap penurunan konsumsi rumah tangga baik pada konsumsi makanan dan bukan makanan. Temuan penting lainnya adalah rumah tangga yang memiliki asuransi kesehatan dan akses pada pinjaman mikro mampu mengurangi dampak negatif dari guncangan kesehatan. Asuransi kesehatan dan akses kredit mikro dapat disimpulkan memiliki peran sebagai coping risk mechanism rumah tangga saat menghadapi krisis guncangan kesehatan

    Effect of Local Culture-based Nutrition Education on Compliance with Iron and Folic Acid Supplementation in Female Adolescent

    Full text link
    The non-compliance of female adolescents with the consumption of iron and folic acid supplementation (IFAS) poses a challenge to reducing the incidence of anemia. Therefore, this study aimed to determine the effect of nutrition education using the local culture-based approach on the level of knowledge and attitudes regarding awareness, interest, evaluation, trial, and adoption dimensions, as well as compliance of female adolescents in consuming IFAS. The intervention was conducted using a quantitative quasi-experimental design approach. The sample comprised 68 and 58 senior high school girls in the control and intervention groups. The intervention group received IFAS and local culture-based nutrition education for 12 weeks and followed up after four weeks; while, the control group was given a leaflet and IFAS. Univariate analysis was conducted to analyze the participants’ characteristics; while, bivariate analysis used an independent T-test. The multivariate analysis was carried out using multiple linear and logistic regression analyses. The study showed a statistically significant increase in knowledge and attitudes scores in the intervention group (p-value<0.01) compared to the control group. In conclusion, the compliance with IFAS in the intervention group was 82.8%

    RENCANA STRATEGI PEMASARAN RUMAH SAKIT SAAT PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS RS XYZ DI BOGOR)

    Full text link
    Pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku organisasi rumah sakit dalam pelayanan medis dan perilaku pasien. Hal ini mendorong rumah sakit untuk mengembangkan strategi khusus dalam rangka mengembalikan kepercayaan pasien dengan memberikan rasa aman bagi para pasien dan pelanggannya untuk membeli jasa pelayanan di rumah sakit pada pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan rancangan strategi pemasaran RS XYZ Bogor pada pandemi COVID-19. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di RS XYZ Bogor dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil RS XYZ Bogor mengembangkan pelayanan Telemedicine dan pemasaran digital sebagai strategi pemasaran di pandemi COVID-19, rancangan strategi ditetapkan berdasarkan analisis SWOT, dengan penentuan langkah strategis menggunakan matriks TOWS, selain itu rancangan strategi ini juga mempertimbangkan  analisis STP (segmenting, targeting, positioning) dan bauran pemasaran (product, place/distribution, price, dan promotion). Kesimpulan rancangan strategi pemasaran RS XYZ bogor lebih diarahkan pada pelayanan digital terutama telemedicine dalam pelayanan kesehatan dan digital marketing untuk unit pemasaran

    ANTESEDEN DARI CARE COORDINATED PATHWAYS DAN DAMPAKNYA PADA PATIENT CENTRICITY

    Full text link
    Patient centricity merupakan salah satu kualitas yang terdapat dalam pelayanan kesehatan. Dalam meningkatkan patient centricity, koordinasi pelayanan melalui care coordinated pathways merupakan hal yang krusial untuk memberikan pengalaman klinis yang terbaik bagi pasien. Akan tetapi, belum terdapat penelitian di Indonesia mengenai care coordinated pathways serta dampaknya terhadap patient centricity. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan anteseden dari care coordinated pathways dengan elemen cross-functional teamwork, mutual communication, goal alignment, dan shared accountability dan efeknya terhadap patient centricity. Model penelitian ini diuji pada populasi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot, Jakarta. Koleksi data dilakukan dengan purposive sampling dengan total 168 sampel. Data dianalisis dengan metode PLS-SEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cross-functional teamwork, mutual communication, goal alignment, dan shared accountability berpengaruh secara signifikan terhadap care coordinated pathways. Selain itu, care coordinated pathways berpengaruh signifikan terhadap patient centricity. Hasil dari penelitian ini memberikan implikasi yang bermanfaat untuk aplikasi manajerial di pusat pelayanan kesehatan

    Determinan Kematian Balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat: Analisis Data SDKI 2017

    No full text
    Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat memiliki angka kematian balita tertinggi berdasarkan wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur. Tingginya kematian balita terkait langsung dengan keberlanjutan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosio-ekonomi, lingkungan tempat tinggal, serta pemeliharaan kesehatan anak. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki determinan kematian balita menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Analisis dilakukan pada 1056 sampel dengan uji potong lintang dan regresi logistik untuk melihat faktor kematian balita yang signifikan serta besar risiko masing-masing faktor pada determinan sosio-ekonomi dan proksi. Jumlah kelahirkan, jenis kelamin anak, ibu yang tidak memberikan ASI, pendidikan ibu, dan umur ibu saat melahirkan menjadi faktor risiko kematian balita. Faktor-faktor pada kedua determinan sosio-ekonomi maupun proksi merupakan faktor penting terhadap kematian balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat sehingga interversi yang mengarah pada program perencanaan keluarga, khususnya terkait jumlah kelahiran perlu dilakukan untuk menurunkan angka kematian balita

    Sindrom Metabolik dan Kejadian Stroke pada Penduduk Berusia ≥ 15 Tahun di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018

    Full text link
    Prevalensi global stroke dan sindrom metabolik, sebagai kumpulan faktor risiko utama yang mempengaruhi stroke terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke di Indonesia. Desain studi ini adalah cross-sectional dan menggunakan data survei skala nasional. Responden berusia ≥15 tahun yang mengalami stroke dengan data lengkap terkait pengukuran lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah, trigliserida, dan kadar high-density lipoprotein akan masuk dalam studi ini. Model regresi logistik digunakan dalam analisis kami. Dari 24.451 responden, studi kami menunjukkan mayoritas berusia <55 tahun (73,9%), perempuan (62,2%), dengan proporsi penderita stroke serta proporsi sindrom metabolik adalah 1,2%, dan 24,4%. Studi ini memperlihatkan adanya hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke (aPOR: 2,4; 95% CI: 1,9-3,1). Dengan menangani sindrom metabolik pada penduduk ≥ 15 tahun di Indonesia, diharapkan pengendalian stroke dapat optimal

    The Effectiveness of NEM (Nutrizone Educational Media) Compared with Knowledge and Attitudes in Early Adults in The West Jakarta Region

    Full text link
    AbstractMetabolic syndrome is a disease that often occurs in early adulthood. Maintaining a good lifestyle to prevent non-communicable diseases is very important to maintain a good quality of life. In early adulthood, most of them are still not exposed to information related to metabolic syndrome, so it is necessary to provide interventions associated with it. This study uses the Nutrizone gameboard intervention media. Good early adults’ knowledge and attitude about Metabolic Syndrome may lead to a good lifestyle that prevents them from suffering from NCDs.  An intervention media may improve their knowledge and attitude. The research design used was pre-experimental one with subjects of 40 early adults. They received one-time education using Nutrizone Media and showed Significance difference scores before and after intervention based on paired sample t-test and Wilcoxon test. Nutrizone board games can improve early adult knowledge and attitudes to be used as educational media. Keywords: Nutrizone, knowledge of metabolic syndrome, attitude toward metabolic syndrome AbstrakSindrom metabolik adalah suatu penyakit yang sering terjadi dikalangan dewasa awal. Menjaga gaya hidup yang baik untuk mencegah penyakit tidak menular terjadi sangatlah penting untuk menjaga kualitas hidup yang baik. Pada masa dewasa awal juga Sebagian besar masih kurang terpapar informasi terkait sindrom metabolik sehingga perlu diberikan intervensi terkait sindrom metabolik. Penelitian ini menggunakan media intervensi permainan papan (gameboard) nutrizone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nutrizone terhadap pengetahuan dan sikap dewasa awal terhadap sindrom metabolik. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Pre dan Post-test design dan jumlah responden sebanyak 40 orang dewasa awal. Responden mendapat edukasi menggunakan media nutrizone, berdasarkan uji Paired Sample T-test, dan Wilcoxon didapatkan hasil ada perbedaan pengetahuan serta sikap sindrom metabolik (p<0.05). Permainan papan nutrizone dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap dewasa awal sehingga dapat digunakan sebagai media edukasi. Kata kunci: Nutrizone, pengetahuan sindrom metabolik, sikap sindrom metaboli

    Association between Parents' Consumption of Vegetables and Fruit and Students' Consumption of Vegetables and Fruit in Jakarta, Indonesia

    No full text
    The increased risk of non-communicable diseases is still a problem in Indonesia, one of which is the lack of fruit and vegetable consumption. Available data show that although fruits and vegetables have a protective effect, the average consumption of fruits and vegetables is still below the recommended intake, especially in adolescents. This study aims to determine the description of fruit and vegetable consumption and to determine the factors of food parenting practices and other factors related to fruit and vegetable consumption in students of SMAN 37 Jakarta. This study uses a quantitative method with a cross-sectional study design conducted on 160 students with a simple random sampling method. Data was collected by filling out questionnaires and food record forms independently by respondents who were monitored online from July-August 2022. The results showed that 88.8 percent of respondents still consumed less fruit and vegetables (<400 grams/day). The bivariate results showed that there was a significant relationship between parents fruit and vegetable intake and fruit and vegetable consump-tion(p-value=0,000). It is recommended to provide nutrition education to adolescents and parents regarding knowledge related to the recommended consumption of fruits and vegetables, and the benefits and impacts of insufficient consumption of fruits and vegetables

    KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (BSC): STUDI KASUS

    Full text link
    Abstrak. Sebagai rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) memiliki basis pasien yang banyak. salah satu cara untuk menilai kinerja dari pelayanan yang diberikan adalah dengan menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC) yang dimana penilaian ini tidak hanya melihat perspektif keuangan namun aspek lainnya dalam pemberian layanan kesehatan pada pasien di RSUD. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil dari penerapan penggunaan Balanced Scorecard (BSC) pada analisis kinerja RSUD di Indonesia. Studi ini dibangun dari kajian literatur dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan telaah yang dilakukan dengan melihat 3 jurnal yang dilihat, bahwa ditemukan beberapa target yang belum tercapai pada penilaian beberapa perspektif yang ada. Hasil yang didapatkan bahwa kurangnya efisiensi anggaran di RSUD yang ada, tidak terealisasikannya anggaran yang sudah direncanakan, akuisisi pelanggan yang tidak meningkat menyebabkan pelanggan baru tidak terjadi peningkatan secara signifikan, tidak tercapainya beberapa indicator rumah sakit dan kurangnya produktivitas karyawan RSUD.  Penerapan BSC sangat penting bagi pelayanan kesehatan untuk menilai dan melihat aspek mana yang perlu untuk ditingkatkan oleh RSUD sebagai pemberi layanan kesehatan kepada pasien yang mendapatkan layanan, BSC tidak melihat hanya pada sisi profitabilitas rumah sakit namun kepuasan pelanggan di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada

    Dimensions of Vaccination Attitudes in Nigeria: A Study of the Impacts of COVID-19 Vaccine Risk Perception and Acceptance

    Full text link
    Nigeria has been affected by the COVID-19 pandemic, and vaccination is a key strategy. However, the country faces vaccination hesitancy, poor risk perception, and low acceptance. This study aimed to assess the direct and interactive impacts of COVID-19 vaccine risk perception and acceptability on COVID-19 vaccination attitudes in the general Nigerian population. In a cross-sectional approach, participants completed a structured questionnaire including demographics, COVID-19 vaccine risk perception, acceptance, and vaccination attitude from April 2-30, 2021. The sample included 1,026 participants from different ethnicities across four regions (Southwest, South, Southeast, and North Central) in Nigeria, which were selected using the convenience sampling method. Multivariate analysis of variance results showed that the COVID-19 vaccine’s risk perception and acceptability have separate and interactive effects on overall vaccination attitudes. Interactively, individuals with high-risk perceptions and low acceptance expressed more skepticism about its benefits, were concerned about its long-term body effects, believed more in its commercialization, and preferred natural immunity. Nigerians’ apprehension about COVID-19 vaccination is impacted by their high-risk perception and low vaccine uptake

    1,119

    full texts

    1,218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faculty of Public Health Journal Universitas Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇