TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Mencari Hidup Dengan Beternak Sapi : Studi Antropologi Gender
This research aims to find out and describe how family members in Mulyasari Village, Mowila District, South Konawe Regency divide tasks and functions in the household. The informants for this research were seven people, consisting of women or hpusewives, and one person as the key informant, namely the Village Head as the main village figure. Data collection in this research was involved observation and in-depth interviews. The result of this research show that the division of tasks, roles and functions in the household is carried out according to their respective roles, however, women or housewives play the main oe important role in the process of activities both in raising cows and doin household work
The Fantasy Formula in Rise of the Guardians (2012) Movie by Peter Ramsey
Heroes do not always have to be perfect; they can also have flaws that then become their strengths. This research discusses the conventions and inventions of fantasy formula in the movie Rise of the Guardians (2012), focusing on the hero, the other, helpers and guides, the call, the journey, the treasure, and the transformation. The research method employed is a descriptive qualitative approach. The research reveals that the movie incorporates both convention and invention in its fantasy formula. The conventions are: 1) The \u27the other\u27 character is Pitch. Howard is depicted with a pale face and is always seen wearing black clothes. 2) The ‘the wise old man’ character is Man in the Moon. Howard provides guidance to the heroes in the form of advice. 3) The ‘treasure’ is the return of the children\u27s belief in the guardians. According to Howard, treasures are sometimes intangible. 4) The ‘transformation’, by Howard, after getting the treasure, and after fighting alongside the other guardians, Jack turns into the hero he should be. While the inventions are: 1) ‘The hero’, not by Howard, the heroes in the movie are not desperately unhappy and experience their lives as a stultifying world. 2) ‘The call’, not by Howard, Jack receives the call but lacks insight, courage, or endurance. 3) ‘The Journey’, not by Howard, the heroes do not leave the original world nor cross over to a mysterious one
The Symbolic Capital of Ulos Amongst Christians (A Perspective of Bourdieu in Social Media Users)
This study generally aims to describe the strategy of modern Batak and Christian sects (Charismatic churches) as the subordinate agents to achieve a recognition of their faith from Batak Toba communities who accepted Ulos and cultural practices as the symbolic capital and the cultural identity in the field of Christianity. The scope of this study focuses on the artistic field and religious identity of Batak Toba, which is depicted by reactions of Batak people who still recognize Ulos as part of the religious instrument at conventional churches, as shown in the mailing list comments, Silaban Brotherhood. This study will use ethnographic qualitative approaches and research literature. To answer this issue, Bourdieu’s perspective theory will take control of drawing identity as the mental representation of objectives toward practices committed by social agents and as the subjectivity shown by symbolic manipulation strategies. The construction of identity is produced by the existence of the power field and the occurrence of symbolic capital amongst social agents
PERKEMBANGAN ALAT TANGKAP IKAN PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN MENUI KEPULAUAN DARI TRADISONAL KE MODERN 1980-2022
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan alat tangkap ikan pada masyarakatnelayan di Kecamatan Menui Kepulauan dari tradisional ke modern 1980-2022. Penelitian inimenggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan kerja sebagai berikut: pertama,pengumpulan sumber, kedua, kritik sumber, ketiga, interpretasi sumber, keempat, historiografi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa perkembangan hasil tangkapan dari alat tangkap ikan tradisional kemodern pada masyarakat nelayan di Kecamatan Menui Kepulauan 1980-2022 yakni: (a) alat tangkaptradisional ke modern yang masih digunakan hingga saat ini yakni sero, tombak, bubu, panah ikan,pancing dan jaring, (b) Alat tangkap ikan sudah mulai berubah bentuk dan modern di antaranya yaitusebagai berikut: pancing joran, pukat cincin, dan menggunakan alat bantu modern seperti rumpon,kompresor, dan GPS. Dampak positif dan negatif dari perkembangan alat tangkap ikan tradisional kemodern; dampak positifnya yakni hasil tangkapan nelayan modern lebih besar daripada hasiltangkapan nelayan tradisional. Dampak negatifnya yakni banyak nelayan yang mengambil jalanpintas untuk mendapatkan hasil yang lebih besar seperti menggunakan bom ikan atau racun sehinggamengganggu ekosistem laut.
EKSISTENSI BENTENG KONTARA TANGKOMBUNO DI PULAU WAWONII ABAD KE-17
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) sejarah Benteng Kontara Tangkombuno diPulau Wawonii, dan (2) fungsi pembangunan benteng tersebut pada masa lampau. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber,interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Benteng Kontara Tangkombunomerupakan benteng utama masyarakat etnis Wawonii yang dibangun dengan memanfaatkan konturalam serta susunan batu besar sebagai sarana pertahanan. Sejarah benteng terbagi dalam dua periode,yaitu masa praaksara dan masa kerajaan tradisional (Mokole). Di dalam area benteng terdapat GuaUpasi dan Gua Jin yang berfungsi sebagai tempat pertemuan, serta ditemukan tinggalan arkeologisseperti makam, sisa dapur, dan tengkorak manusia maupun hewan. Fungsi utama benteng ini adalahsebagai tempat perlindungan dari ancaman luar, termasuk dari kelompok bajak laut yang disebutberasal dari Tobelo. Meskipun secara geografis letak benteng tidak berada di bibir pantai, posisinyayang strategis di dataran tinggi memberikan perlindungan alami. Akses masyarakat ke pantai melaluialiran sungai yang cukup deras juga menunjukkan adaptasi lingkungan yang kompleks dankemampuan mereka mengelola medan untuk tetap terhubung dengan wilayah pesisir tanpamengorbankan aspek keamanan
BITUNG, PEMERINTAHAN DAN INFRASTRUKTURNYA: KAJIAN SEJARAH KOTA
Penelitian ini berfokus pada sejarah pertumbuhan Kota Bitung, pemerintahan daninfrastruktur Kota Bitung serta untuk melihat sejarah dan dinamika kota yang terjadi di dalamnya.Penelitian ini mengkaji perubahan kota Bitung dari desa menjadi sebuah kota. Perkembangan secaraterus-menerus pada sebuah desa memungkinkan kelahiran sebuah kota. Proses pada sebuah desatersebut berpotensi menghadirkan permasalahan di wilayah perkotaan dan tentu juga akan berdampakpada manusia yang telah menempati wilayah perkotaan itu sendiri. Penelitian ini menggunakanmetode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi (penulisansejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada awalnya Bitung dihuni oleh sepasang suamiistri, Simon Tudus dan Mampirang sekitar abad 19. Perubahan Bitung dari wilayah berupa hutan liarmenjadi kota yang memiliki berbagai infrastruktur ini diawali oleh perjuangan sepasang suami istriini. Dalam perjalanan sejarahnya, Bitung berkembang akibat kehadiran beberapa kelompok sukubangsa dari Kema, Tondano, Gorontalo, Makassar, Bugis, Ternate, Tidore, Sangir dan suku-sukulain. Kedatangan suku-suku ini bertujuan untuk mencari kebutuhan hidup hingga menempati wilayahpesisir Bitung untuk mendirikan rumah sebagai tempat tinggal. Oleh karenanya setiap manusiamemiliki cara untuk mengikuti perubahan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana tempatia berada. Akibatnya, Bitung yang sebelumnya hanya berupa dusun kecil, kemudian berkembangmenjadi kota besar dan semakin berkembang dan bahkan dijuluki sebagai kota pemerintahan,perdagangan, industri, pelabuhan, perikanan dan pariwisata
IDENTIFIKASI KERUSAKAN GAMBAR CADAS PADA SITUS GUA LA KOLUMBU DESA LIANGKABORI KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA
The Lakolumbu Cave site is one of the caves that has rock drawings. The site is in Liangkabori Village, Lohia District, Muna Regency, Southeast Sulawesi Province. This study aims to determine the image motifs and factors that cause damage to rock images at the Lakolumbu Cave Site. Then the methods used in this study were data collection, data recording and data processing using ImageJ software to lift images clearer and using CorelDraw X7 Software to reproduce rock images. Based on the results of the research conducted, the Lakolumbu Cave Site has 8 panels with a total of 60 rock images that have been found. The rock images are divided into 6 motifs including human motifs, animal motifs, human and animal motifs, human and boat motifs, geometric motifs and abstract motifs. Human motifs total 32 images. There are 8 animal motifs. Animal and human motifs total 13 images. 1 picture geometric motif. The motif of a man with a boat totalling 1 image. Abstract motifs totalling 4 images. The damage to the rock images found in Lakolumbu Cave is divided into 3 types of damage including temperature fluctuations, biological weathering and flaking.Situs Gua Lakolumbu merupakan salah satu gua yang memiliki gambar cadas. Situs tersebut berada di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif gambar dan faktor penyebab kerusakan gambar cadas di Situs Gua Lakolumbu. Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang terdiri dari data pustaka, observasi, dokumentasi, perekaman data serta pengolahan data yang menggunakan software ImageJ untuk mengangkat gambar lebih jelas dan menggunakan Software CorelDraw X7 untuk mereproduksi gambar cadas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa Situs Gua Lakolumbu memiliki 8 panel dengan jumlah gambar cadas yang telah ditemukan yaitu 60 gambar. Gambar cadas tersebut dibagi menjadi 6 motif di antaranya motif manusia, motif hewan, motif manusia dengan hewan, motif manusia dengan perahu, motif geometris dan motif abstrak. Motif manusia berjumlah 32 gambar. Motif hewan berjumlah 8 gambar. Motif hewan dan manusia berjumlah 13 gambar. Motif geometris berjumlah 1 gambar. Motif manusia dengan perahu berjumlah 1 gambar. Motif abstrak berjumlah 4 gambar. Kerusakan gambar cadas yang ditemukan di Gua Lakolumbu terbagi menjadi 3 jenis kerusakan di antaranya temperatur fluktuasi, pelapukan biologis dan pengelupasan
Identitas Diri Tokoh Utama dalam Novel Isabel, The Jewel From Constantinople Karya Deasylawati P. (Teori Psikoanalisis Lacan)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses menemukan identitas diri tokoh utama dalam novel Isabel, The Jewel from Constantinople karya Deasylawati P. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Objek formal dalam penelitian ini adalah teori psikoanalisis Jaques Lacan terkait proses pembentukan subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami tiga proses pembentukan subjek dalam menemukan identitas dalam kehidupan sosialnya. Pertama fase yang nyata diawali ketika Isabel sudah kehilangan orang tuanya. Sosok yang hadir menjadi pemuas kebutuhannya adalah kakek, Zeyn, dan tante Marsha. Kedua, fase imajiner dimulai ketika Isabel memiliki permintaan untuk mengunjungi Turki dan mencari tahu kebenaran di balik meninggalnya ayah dan kakeknya. Ketiga, fase simboliknya diawali dengan Isabel yang sudah mengenal dirinya sendiri tanpa pengaruh dari kakek dan Zeyn.
Â
KONFLIK INTERNAL DALAM NOVEL MUSIM KEMATIAN YANG SUNYI KARYA NITZH ARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik internal yang ada dalam novel Musim Kematian yang Sunyi karya Nitzh Ara dengan dikaji menggunakan teori strukturalisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang terdapat dalam penelitian ini berupa teks yang terdapat dalam novel Musim Kematian yang Sunyi karya Nitzh Ara yang diterbitkan oleh penerbit Rumah Bunyi pada tahun 2020 dengan jumlah halaman sebanyak 156 halaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik internal dialami oleh tokoh utama dalam novel ini yaitu konflik internal tokoh Nisha, konflik internal tokoh Mei, dan konflik internal tokoh Madin. Konflik internal dialami oleh tokoh Nisha terjadi saat ia dihadapkan oleh dua pilihan. Konflik internal yang dialami oleh tokoh Attar terjadi pada saat Attar bingung menentukan siapa yang akan ia prioritaskan terlebih dahulu. Konflik internal yang dialami oleh tokoh Madin terjadi saat ia mempertanyakan apakah ia berhak mendapatkan bantuan sembako saat pandemi ataukah tidak. Faktor penyebab terjadinya konflik internal yaitu faktor prasangka, terpaksa, dan tuntutan
RESISTANCE AGAINST WHITE (WOMEN) SUPREMACY IN MAYA ANGELOU\u27S POEM PHENOMENAL WOMAN: BLACK FEMINIST CRITICISM
This study revealed black women\u27s resistance against white women supremacy in Maya Angelou\u27s poem, Phenomenal Women. It is used black feminist criticism proposed by Patricia Collins to analyze the problem. This study is included in library research type and applied descriptive qualitative-interpretive method. The data collected through reading, note-taking, identifying, and classifying the data into specific subtopics. Technique of data analysis consists of describing, interpreting, analyzing and concluding. The result of the study showed that Maya Angelou\u27s poem Phenomenal Woman reflects the resistance against white ideal beauty and the affirmation of black woman identity in the USA. Black women with their distinct attribute revealed their outstanding and individual