TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Narasi Feminis bahwa Perempuan Bukanlah Objek Laki-Laki pada Album La Femme Idéale

    No full text
    Songs are one of the literary works that have poetic and meaningful lyrics. Its beautiful words often imply messages and have meaning. Ben Mazué is a singer from France and has created many songs with poetic and meaningful lyrics. La femme idéale is one of the albums he made as a form of anniversary celebration with his partner. The album consists of twelve songs, almost all containing feminist narratives. This study aims to describe the feminist narrative in romance on the album La Femme idéale by Ben Mazué. This study uses a qualitative descriptive analysis method. The study results describe the feminist narrative that women are not objects of men in the album La Femme idéale on respect for women, disbelief in beauty standards, and the affirmation that women have the same power as men

    Eksistensi Tokoh Utama dalam Tiga Cerpen Karya Guy De Maupassant

    No full text
    This study focuses on Rollo May\u27s existential psychology approach, examined in the short stories La Parure, Une Vendetta, and Madame Baptiste by Guy de Maupassant. This study aims to describe being-in-the-world and Nonbeing-in-the-World in the three short stories. This study uses a qualitative descriptive method and is library research that involves reading books, magazines, and other data sources to obtain information. The results of the study show that there are differences in the form of the main character\u27s existence in showing and maintaining it; 1) in the short story La Parure, the main character shows her existence by taking responsibility for her mistakes towards others, 2) in the short story Une Vendetta, the main character shows her existence to her environment by proving that even though she is only an older woman, she has succeeded in taking revenge, 3) while in the short story Madame Baptiste, the main character cannot maintain her existence by giving up her existence in the world by committing suicide

    Penerjemahan Istilah-Istilah Budaya Dalam Roman Biografi « Qu’Allah Bénisse La France » Karya Abd Al Malik dan “Bulan Sabit Di Atas Eiffel” Karya Stella Melani Ismail

    No full text
    The research on the biographical novel “Qu’Allah Bénisse La France” by Abd Al Malik with its translation into Indonesian “Bulan Sabit di Atas Eiffel” is to find out the categories of cultural terms as well as to find out the procedures used by the translator to translate these cultural terms. The method used in this study is descriptive qualitative. From the results of the data analysis found in this study, there were 57. The data is divided into five categories. 2 cultural terms from the ecology category (3.5%), 31 cultural terms from the material culture category (54%), six cultural terms from the social culture category (10.5%), 12 cultural terms in the organization, activity, and concept category (21%), and six cultural terms from the body movement category (10.5%). Meanwhile, 3 Newmark translation procedures were used to translate these cultural terms: transference, naturalization, and footnotes. For the transference translation procedure, it was used to translate 35 cultural terms, or 61%. The naturalization procedure translated five cultural terms (9%), and the footnote procedure was used for 17 terms or 30%. With this research, it is expected that new research will emerge in translation as a form of reader appreciation for the literary works produced. Furthermore, this research can be interpreted as a link between the source language culture (SL) and the target language (TL)

    Konflik Tambang antara Masyarakat dan Perusahaan PT. Gema Kreasi Perdana di Desa Roko-Roko Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan

    No full text
    The objectives of this study are to identify the causes of conflict in Roko-Roko Village, Wawonii Tenggara Subdistrict, Konawe Kepulauan Regency, and to examine and describe the impacts of the conflict between the local community and the company in Roko-Roko Village, Wawonii Tenggara Subdistrict, Konawe Kepulauan Regency. This study applies Dahrendorf’s conflict theory and employs an ethnographic method. Data collection was conducted through observation and in-depth interviews, with informants selected using a native speaker technique. The collected data were then organized into a form that is easier to read and to implement analytically. The findings indicate that the conflict between the community and the company in Roko-Roko Village, Wawonii Tenggara Subdistrict, Konawe Kepulauan Regency, arises from differing community attitudes, with some residents supporting and others opposing the entry of the mining company. Many community members perceive that mining activities in Konawe Kepulauan, particularly in Roko-Roko Village, Wawonii Tenggara Subdistrict, may cause environmental damage and social losses for the local population. The social impacts include the breakdown of social relations, reduced mutual greetings among residents, a decline in mutual cooperation, abandonment of land that has been encroached upon by the mining company, and the emergence of large-scale conflicts. Meanwhile, the economic impacts include the creation of employment opportunities, the growth of various local businesses, improvements in living conditions through increased income, and the availability of stable income for residents employed by the company

    SITUS RAHAMBUU DESA LELEWAWO KECAMATAN BATU PUTIH KABUPATEN KOLAKA UTARA

    No full text
    Peninggalan yang terdapat pada situs Rahambuu berupa Batu yang disebut Watu Karambau dan Gua Wawaeya yang di dalamnya ditemukan benda-benda yang memiliki nilai sejarah berupa; 4 fragmen keramik dengan motif flora (tumbuhan), motif coklat dan garis, 8 fragmen tembikar yang berwarna merah kecoklatan dengan motif polos, 5 fragmen gelang yang diduga terbuat dari logam (perunggu), 2 fragmen gong, 2 fragmen tulang manusia dan juga fragmen moluska yaitu Anadara granosa, Polymesoda erosa, Anadara granosa, Tridacna maxima, Stenomelania crenulata, Terebralia sulcata dan Mesalia mesal yang bersebaran di permukaan  lantai gua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “Situs Rahambuu Desa Lelewawo Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara,†sesuai fungsinya. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode Sejarah yang mengacu pada langkah-langkah (1) Pemilihan topik, (2) Pengumpulan sumber, (3) Kritik sumber, (4) Interpretasi, (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi situs yang ada di Rahambuu yaitu Watu Karambau sebagai tempat melaksanakan upacara adat dan Gua Wawaeya yang awalnya sebagai gua hunian kemudian beralih fungsi menjadi gua penguburan  yang diperkuat dengan temuan-temuan fragmen yang telah ditemukan di gua dan juga hasil wawancara dengan masyarakat setempat

    Komodifikasi Tradisi Silat Muna (Ewa Wuna) di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna

    No full text
    This study aims to understand the commodification of Muna Silat, a traditional martial art, in Lakarinta Village, Muna Regency. It uses qualitative methods, such as observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that Muna Silat is still alive and preserved as a cultural heritage that is passed down to the younger generation. It also adapts to the modern era and becomes a popular attraction in various events. The training fee for Ewa Wuna, a type of Muna Silat, is 150 thousand, but there are no additional costs during the training. The performance fee varies, depending on the duration and location of the show. The equipment rental fee is 500 thousand for all the tools used

    Tradisi Meeparika Menanam Padi pada Masyarakat Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara

    No full text
    This study investigates the Meparika rice planting tradition in Mata Village, aiming to explore its process and inherent meanings. A descriptive qualitative method was employed to delve into the execution and symbolism of this tradition. The findings reveal that Meparika transcends mere farming techniques, reinforcing community solidarity and cultural identity in Mata Village. These insights contribute to understanding traditional practices and cultural preservation

    SEJARAH KERAJINAN TENUN DI KELURAHAN TOLANDONA KECAMATAN SANGIA WAMBULU KABUPATEN BUTON TENGAH : 1957-2019

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) Awal munculnya Kerajinan Tenun di Masyarakat Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah, (2) Proses Pembuatan Kain Tenun di Masyarakat Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah, (3) Bentuk Motif Kain Tenun Tradisional di Kelurahan Tolandona. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo (2013) yang terdiri dari lima tahapan yaitu: (a) pemilihan Topik, (b) Heuristik Sumber, (c) Verifikasi Sumber, (d) Interpretasi Sumber, (e) Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Awal mula munculnya kerajinan tenun di Masyarakat Tolandona diperkirakan pada abad ke-14. Pada masa itu masyarakat Buton menggunakan proses pembayaran dengan mengunakan kampua, jenis tenun yang menjadi mata uang pada saat itu. (2) Pembuatan kain tenun di Masyarakat Tolandona terdiri atas proses panguri dan proses menenun. (a) Bahan dan alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan sarung yaitu benang biasa, benang masturi, dan benang sutra sedangkan alat-alatnya yaitu dopina tanua, tapua, kakuti, talikundo, balida, liwou, katamburi, dan jangka (b) Proses Panguri yaitu proses pembentangan benang biasa, benang masturi dan benang sutra dengan menggunakan seperangkat alat tradisional yang disebut dengan papa. (c) Proses menenun yaitu proses pembuatan motif ragam hias seperti boka dan botu dibentuk. (3) Bentuk motif kain tenun Tradisional di Kelurahan Tolandona yaitu terinspirasi dari flora pada organ daun seperti bhacana dan organ buah dari biji seperti palola, delima manguru.&nbsp

    INTERAKSI SOSIAL ORANG BUTON DENGAN ORANG BUGIS DI KAMPUNG BUTUNG KABUPATEN KENDARI: 1910-1978

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  interaksi sosial orang Buton dengan orang Bugis di Kampung Butung Kabupaten Kendari: 1910-1978. Metode penelitian yang digunakan yakni metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari 5 tahap : (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber, (3) verifikasi, (4) interpretasi, dan (5) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk Interaksi Sosial orang Buton dengan orang Bugis di Kampung Butung Terjadi dalam beberapa bidang seperti, bidang sosial Interaksi di bidang sosial merupakan bentuk interaksi yang timbul secara spontan, berdasarkan naluri manusia sebagai mahluk sosial. Bidang ekonomi, dapat dilihat dalam aktivitas jual beli dan barter dari hasil tangkapan laut dan pertanian mereka. Bidang keagamaan interaksi sosial terjadi ketika melaksanakan ibadah dan aktivitas keagamaan lainnya. Dalam bidang politik orang Bugis dan orang Buton memiliki kerjasama yang baik yang diwujudkan dalam bentuk partisipasi dalam pemilihan kepala desa. Selain keempat bidang tersebut terjadi pula interaksi dalam bentuk saling memahami bahasa dan adat istiadat masing-masing (2) Faktor pendukung Interaksi Sosial yang terjadi antara Orang Buton dengan Orang Bugis di Kampung Butung yaitu, seperti faktor Keagamaan, pendidikan, perkawinan serta faktor ekonomi. Sedangkan untuk faktor penghambat interaksi sosial orang Buton dengan Orang Bugis di Kampung Butung yaitu terkadang terjadi beberapa kesalahpahaman sehingga menimbulkan perkelahian, namin hal ini hanya terjadi di kalangan anak muda

    KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA WUNA KECAMATAN BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT: 1998-2021

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan kondisi awal kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Wuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. (2) Menjelaskan perubahan sosial ekonomi masyarakat di Desa Wuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. (3) Menjelaskan faktor pendukung perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Wuna Kecamatan Barangka, Muna Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: 1) Pemilihan Topik. 2) Heuristik Sumber. 3) Verifikasi Sumber. 4) Interpretasi Sumber. 5) Historiografi (Penulisan Sejarah).  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Kondisi awal kehidupan sosial ekonomi di Desa Wuna dimulai dari perubahan pola bertani. Petani awalnya hanya memanfaatkan hasil dari perkebunan kemudian fokus bertani dengan jenis tanaman tertentu yang masa panennya cepat. 2) Perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Wuna mengalami perubahan dengan masuknya teknologi sehingga membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi. Keberadaan Puskemas juga memudahkan masyarakat mendapatkan fasilitas kesehatan. Dibangunnya sekolah juga  membantu anak-anak dalam mendapatkan pendidikan. 3) Faktor pendukung perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Wuna dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni, pertama, pola pikir masyarakat yang sudah maju. Kedua, perubahan hubungan kekerabatan, dari yang akrab menjadi lebih renggang. Ketiga, perkembangan infrastruktur pedesaan yang memberikan kemudahan kepada masyarakat melakukan aktivitas bertani

    40

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇