TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Greek Myth and Fantasy as Portrayed in Black Swan Movie Script by Andrez Heinz

    No full text
    This study aimed to analyze racism in The Man Who Knew Infinity movie using Paradies, Harris, and Anderson\u27s theory. The Man Who Knew Infinity released in 2016 is a film directed by Matthew Brown that features the character of a genius mathematician from India named Srinivasa Ramanujan who wants to publish his formula about mathematics at Trinity College. As an Indian, Ramanujan experienced various acts of racism committed by the British, both mentally and physically. This study used a descriptive qualitative method. The data was collected through four steps, such as watching, screenshotting, note-taking, and identifying the data. The result of this study showed that the main character experienced racism because of his race and nationality. The kinds of racism that the main character experienced namely stereotypes, prejudice, and discrimination

    Three Dimensional Frameworks on News Entitled Papuan Student on Java Face Increased Pressures on The Jakarta Post

    No full text
    The news about Papuan students in Java that face increased pressure is a bad incident that once occurred in Indonesia. It is due to the students getting verbal attacks by mass organization and state apparatus. The research question of this study is “How did three dimensional frameworks reveal a case on news that entitled Papuan Students on Java Face Increased Pressures on The Jakarta Post \u27\u27. Therefore, this study is focused on revealing this case from the perspective of a critical discourse analysis by using Norman Fairclough’s approach (description, interpretation, and explanation). The method of this research is using a qualitative method in which the source data is the news text of The Jakarta Post. The results show description includes vocabulary and grammar. Those parts state that the majority group, namely FPI and Pemuda Pancasila and state apparatus perform unfair treatment by their vocabulary and grammar usage. Then, in the interpretation, it includes both production and consumption text. The Jakarta Post as the producer of the text news shows that it has pro-democracy value to point out that there are some indications of unfair treatment in Papuans student’s incident through the language written in the news text. Finally, the explanation includes situational, institutional, and social level. This stage shows that social, political, and cultural aspects of a society influences the production of the The Jakarta Post news text

    KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI RUMPUT LAUT DI DESA BUNGIN PERMAI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2000-2019

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasikan kehidupan sosial ekonomi serta masalah yang dihadapi petani rumput laut di Desa Bungin Permai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2000-2019. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan penelitian: 1) Heuristik Sumber, terdiri dari sumber tertulis, sumber keperpustakaan, sumber lisan dan sumber benda. 2) Kritik Sumber, kritik eksternal dan kritik internal 3) Interpretasi sumber, menafsirkan fakta sejarah sebagai sumber subjektif 4) Historiografi, sistematis dan akhir dari penyusunan penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial petani rumput laut di Desa Bungin Permai mengalami perubahan dan peningkatan pada setiap tahunnya. Hal tersebut dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti; aspek Pendidikan, petani rumput laut di Desa Bungin Permai pada tahun 2000an masih rendah namun pada tahun 2019 petani rumput laut dengan pendapatan yang lebih mulai muncul kesadaran mengenai arti penting pendidikan bagi anak-anaknya. Kedua, aspek kesehatan masyarakat petani rumput laut di Desa Bungin Permai tahun 2000an untuk menjaga dan mengobati penyakit masih menggunakan cara tradisional, namun pada tahun 2019 mereka mulai beralih pada praktik kesehatan modern.ketiga,  aspek interaksi sosial para petani saling mengedukasi cara budidaya rumput laut sehingga terjalin hubungan keakraban satu sama lainnya. Kehidupan ekonomi petani rumput laut di Desa Bungin Permai dapat ditinjau dari beberapa aspek pula, seperti modal pembudidaya rumput laut. Besar kecilnya Modal usaha budidaya rumput laut di tentukan oleh jumlah bentangan tali rumput laut. Pada bagian ini, masalah yang di hadapi petani rumput laut di Desa Bungin Permai adalah harga jual rumput laut yang turun drastis karena monopoli pasar jual beli rumput laut. Selain itu, Upah tenaga kerja karyawan pembibit rumput laut dengan bayaran sebesar Rp. 7.000 pertali juga ikut mempengaruhi. Selain itu, aspek pemasaran hasil panen rumput laut di Desa Bungin Permai dimana pedagang pengumpul menimbang dan transaksi rumput laut di lakukan ditempat juga turut mewarnai kehidupan petani rumput laut

    Motif-Motif Tenun di Desa Mabolu Kecamataan Lohia Kabupaten Muna

    No full text
    The objectives of this study were (1) to find out what knowledge is known by the community about woven cloth motifs ini mabolu Village. Lohia District, Muna Regenci. (2) To describe the function of Woven fabric of Motifs in Mabolu Village, Lohia District, Regenci. This research uses a qualitative descriptive method. The research location chosen was in mabolu Village. Lohia District, Muna Regency. Data collection techniques were carried out by direct  observation  (observation), interviewsto purposive. Data were analyzed in three stages, namely; (1) data editing, (2) data review, (3) drawing conclusions. Informants in this study amounted to 5 people, data collection in this study was carried out using observation techniques, interviews and documentation which were then analyzed descriptively qualitatively. The resultsof this study are; (1) knowledge the community regarding motives there are 12 motifs along with the groups that use them, namely the bhia-bhia motif for walaka, the samasili motif for kaomu, the lante-lante motif for maradika or small people, the kambeano bhontu motif for walaka, the bhotu motif for kaomu, the kambeano sirikaea motif for kaomu, bharalu motif for walaka, kambeano kuni motif for kaomu, manggo-manggopa motif for kaomu, mosituli motif for kaomu, ledha motif for walaka, kambeano bhanggai motif for kaomu, (20 There are 3 functions of the wuna woven sarong, namely for prayer, sleeping and for sacred events

    EKSISTENSI TRADISI DAN BUDAYA MASYARAKAT BALI TRANSMIGRAN DI DESA JATI BALI KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tradisi dan budaya Masyarakat Bali tranmigran di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yakni penelitian lapangan yang dengan teknik deskriptif analitik. Subjek dan objek penelitian ditentukan melalui teknik pursposive sampling, yakni memilih narasumber yang dianggap dapat mewakili keseluruhan masyarakat. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat transmigran Bali di Desa Jati Bali  masih berusaha mempertahankan tradisi dan budaya Bali dalam berbagai aspek, antara lain system kepercayaan, upacara keagamaan dalam berbagai kegiatan hari perayaan, sistem kekerabatan, dan upacara kematian. Adapun perubahan yang mempengaruhi pola kehidupan Masyarakat transmigrant di Desa Jati Bali yakni coral arsitektur pemukiman dan perkawinan campuran. Meski demikian, perubahan-perubahan yang melingkupi masyarakat tidak melunturkan eksistensi tradisi dan budaya masyarakat sebagai etnis Bali

    MIGRASI DAN EKSISTENSI ORANG KALEDUPA DI KOTA KENDARI: 1965-2020

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang migrasi dan esksistensi orang Kaledupa di Kota Kendari, 1965-2020. Tujuan penelitian ini yaitu; Pertama, menjelaskan faktor pendorong dan penarik orang Kaledupa bermigrasi ke Kota Kendari. Kedua, menjelaskan proses migrasi orang Kaledupa ke Kota Kendari 1965-2020. Ketiga,  menjelaskan eksistensi orang Kaledupa di Kota Kendari dalam bidang sosial, budaya dan politik. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan beberapa tahapan yakni; Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahap yaitu; pemilihan topik, heuristik sumber, verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan; Pertama,  faktor pendorong orang Kaledupa di Kota Kendari yaitu faktor sejarah, budaya merantau, dan ekonomi. Sedangkan faktor penarik yaitu faktor geografis, tersedianya lapangan pekerjaan, dan faktor pendidikan. Kedua, migrasi orang Kaledupa terbagi dalam beberapa periode yakni; (1) Periode 1965-1971, untuk memperbaiki standar kehidupan demi mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak, (2) Periode 1972-1982, mencari pekerjaan dalam hal ini Pegawai Negeri karena pengangkatan masih dipusatkan dan ditentukan di Kendari dan yang kedua melanjutkan pendidikan, (3) Periode 1983-2006, melanjutkan pendidikan dan berproses menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Kendari. (4) Periode 2007-2020, melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Universitas Halu Oleo, Avisena dan Universitas Mandala Waluya. Ketiga, eksistensi orang Kaledupa di Kota Kendari yaitu; (1) Bidang sosial, orang Kaledupa menjunjung tinggi tradisi gotong-royong dan saling membantu (posa-asa, pohamba-hamba). (2) Bidang budaya yakni gau satoto berisi lima prinsip yaitu tara (tangguh), turu (sabar), toro (komitmen, amanah), taha (berani) dan toto (jujur, ikhlas). (3) Bidang politik birokrasi yaitu orang Kaledupa turut berperan penting dalam birokrasi di Kota Kendari

    INTERAKSI SOSIAL SUKU BUGIS DENGAN MORONENE DI DESA MATABUNDU KABUPATEN BOMBANA TAHUN 1969-2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) interaksi  Suku Bugis dengan Moronene di Desa Matabundu Kabupaten Bombana Tahun 1969-2022; (2) indikator penentu interaksi  Suku Bugis dengan Moronene di Desa Matabundu Kabupaten Bombana Tahun 1969-2022; (3) Kontribusi interaksi  antara Suku Bugis dengan Moronene di Desa Matabundu Kabupaten Bombana Tahun 1969-2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis studi sejarah (historical research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa; wawancara terhadap lima orang informan, observasi dan dokumentasi. Metode sejaran dipilih untuk mengkaji penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) pola interaksi sosial Suku Bugis dengan Moronene di Desa Matabundu Kabupaten Bombana Tahun 1969-2022 terdiri dari dua jenis yaitu asosiatif dan disosiatif yang didominasi oleh asosiatif (2) nilai-nilai sejarah merupakan faktor utama yang memengaruhi interaksi sosial Suku Bugis dengan Moronene di Desa Matabundu Kabupaten Bombana Tahun 1969-2022; dan (3) dampak interaksi sosial Suku Bugis dengan Moronene di Desa Matabundu Kabupaten Bombana Tahun 1969-2022 adalah dampak positif berupa berkembangnya nilai-nilai toleransi, kerukunan dan kekeluargaan antara kedua suku. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kedekatan emosional antara suku Bugis dan Suku Moronene di Kabupaten Bombana telah lama terjalin sejak diadakannya perjanjian persahabatan antara kedua suku tersebut yang berdampak pada hubungan positif  interaksi sosial mereka

    PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DAN PENGENALAN ONLINE JOURNAL SYSTEM (OJS) PADA GURU BAHASA MAN I KENDARI

    No full text
    Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan publikasi ilmiah melalui platform Online Journal System (OJS) pada guru-guru bahasa MAN 1 Kendari. Analisis situasi mitra (MAN 1 Kendari) menunjukkan bahwa guru-guru bahasa kurang memiliki motivasi untuk publikasi karya yang juga menunjang tidak hanya dalam peningkatan kompetensi mereka, tetapi juga menunjang  pengusulan pangkat/golongan. Kurangnya motivasi tersebut diperkuat dengan adanya pemutakhiran sistem operasional jurnal ilmiah yang mulai mengoperasikan sistem jaringan internet atau OJS sehingga publikasi jurnal menjadi paperless. Tim Pengabdian kemudian merancang kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah dan pengenalan OJS pada guru-guru bahasa MAN 1 Kendari. Dalam kegiatan tersebut, Tim pengabdian menghadirkan narasumber yang membahas  publikasi ilmiah dan sistem pengelolaan OJS yang terdiri dari tim Dosen dari Universitas Halu Oleo. Kegiatan tersebut di laksanakan pada tanggal 12 Agustus 2023 bertempat di ruang Multimedia MAN 1 Kendari. Luaran kegiatan PKM ini diharapkan terjadinya peningkatan keberdayaan mitra dalam penulisan artikel ilmiah dan publikasi di jurnal ilmiah

    SOSIALISASI PELESTARIAN DAN TOPOGRAFI BAHASA TOLAKI DI DESA PUASANA KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN

    No full text
    Jumlah  bahasa  daerah  yang  ada  di  Indonesia  dari  tahun  ke  tahun  terus  mengalami kemerosotan. Puluhan bahasa daerah terancam punah karena tidak ada lagi penutur yang memakai bahasa tersebut. Kemajuan informasi dan gempuran bahasa asing menjadi salah satu penyebab bahasa daerah tidak lagi mampu bertahan. Pelestarian bahasa dengan cara mempertahankan bahasa daerah atau bahasa ibu (mother tongue) perlu disosialisasikan kepada  masyarakat  khususnya  generasi  muda  sebagai  generasi  penerus.  Kegiatan  ini merupakan  salah  satu  solusi  yang  dapat  dilakukan  untuk  mendorong  masyarakat  agar lebih  peduli  terhadap  bahasa  daerah.  Selain  itu  kegiatan  ini  dapat  memotivasi  domain keluarga sebagai basis utama pemertahanan bahasa daerah untuk mewariskan bahasa ke generasi berikutnya. Bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Keunikan bahasa setiap daerah menandakan identitas daerah tertentu, sehingga penting untuk dilakukan suatu kajian yang dapat dengan jelas menunjukkan keunikan tersebut. Hal itu perlu menjadi perhatian utama, karena kebanyakan dalam menyebut bahasa yang satu dengan yang lain merupakan bahasa yang berbeda atau hanya perbedaan variasi, belumlah jelas. Masing-masing daerah tidak ingin bahasanya disama-samakan dengan bahasa di daerah yang lain (S, Susiati, 2019). Kekayaan luar biasa yang tanpa kita sadari perlahan lenyap dan punah di negeri ini. Yaitu bahasa daerah. Bahasa daerah adalah kekayaan terakhir sebuah bangsa sebagai bukti adanya peradaban, seni dan budaya bahkan eksistensi bangsa itu sendiri yang diwariskan baik secara lisan maupun tulisan. Kondisi terancamnya bahasa daerah mendorong Badan Unesco PBB menetapkan tanggal 21 Februari sebagai hari bahasa daerah internasional. Menurut data Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (Unesco: United Nations Education, Social and Culture Organization) pada 2014 menyebutkan bahwa sebanyak 3000 dari 6000 bahasa di dunia hampir punah, sebagian besar milik etnis minoritas (Republika, 24/9/14). Menurut Direktur Unesco Sheldon Shaefffer bahwa 96 persen dari bahasa yang hampir punah (3000 bahasa) itu hanya digunakan oleh 4 persen populasi dunia. Lebih parahnya menurut data dari Ethnologue Languages of the World melaporkan bahwa untuk kawasan Asia Tenggara terdapat 527 bahasa terancam hampir punah. Sedangkan di Indonesia menurut hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahwa dari 746 bahasa daerah yang ada di tanah air sebanyak 169 bahasa terancam punah dengan kondisi jumlah penutur di bawah 500 orang, sudah tua-tua serta tidak ada generasi muda pengganti dan berada di lokasi terpencil. Kata Kunci: Bahasa daerah, pelestarian, Kecamatan Moramo Utara, KKN tematik

    POTRET IMIGRAN AFRIKA DALAM NOVEL QU`ALLAH BÉNISSE LA FRANCE KARYA ABD AL MALIK

    No full text
    Des œuvres littéraires de langue française écrites par des non-français sont apparues depuis les années 1960 dans plusieurs pays ayant une histoire de colonialisme français. Cette littérature est connue sous le nom de littérature francophone, qui enregistre une grande partie de la vie de la société post-coloniale, dont l\u27une est la société africaine et française. Ces œuvres apparaissent dans des histoires romantiques de lutte, des autobiographies fictives, la vie de famille, des détectives, des documentaires et de l\u27histoire. Le roman Qu\u27Allah benisse la France d\u27Abd Al Malik est un roman littéraire francophone écrit par l\u27immigrant africain Abd Al Malik. Le roman se présente sous la forme d\u27une biographie qui raconte l\u27expérience de vie de l\u27auteur en tant qu\u27immigré africain en France et converti. En tant qu\u27immigré, le personnage principal en tant que représentant de l\u27auteur a connu de nombreux problèmes socio-culturels en France. L\u27objectif de cette étude est de décrire les problèmes socioculturels rencontrés par les immigrés africains en France. La théorie utilisée est la sociologie de la littérature en s\u27intéressant à la façon dont les problèmes socioculturels sont vécus par le personnage principal du roman. Cette recherche est un type de recherche bibliothécaire utilisant une méthode descriptive qualitative. Les données de cette étude sont le texte du roman Qu`Allah benisse la France d\u27Abd Al Malik étayé par d\u27autres données sociologiques. Les résultats ont montré qu\u27en tant que descendant d\u27immigrés africains en France, le personnage principal du roman a connu des problèmes liés aux croyances religieuses, à l\u27éducation et aux croyances sociales et culturelles. Bien que le personnage principal soit devenu citoyen français, il n\u27est pas nécessairement traité de la même manière que la société française en général, il est donc piégé dans des problèmes sociaux tels que le fait d\u27être un criminel; vol et drogue

    40

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇