TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
EKSISTENSI PEREMPUAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KELURAHAN GUNUNG JATI KECAMATAN KENDARI KOTA KENDARI : 1984-2018
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menjelaskan latar belakang adanya perempuan pedagang kaki lima di Kelurahan Gunung Jati. (2) untuk mendeskripsikan akitivitas perempuan pedagang kaki lima di Kelurahan Gunung Jati. (3) untuk mendeskripsikan kehidupan ekonomi perempuan pedagang kaki lima di Kelurahan Gunung Jati. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Konsep yang digunakan konsep pedagang kaki lima dan peranan perempuan. Adapun teori yang digunakan konsep feminisme dan perubahan budaya. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Adanya perempuan pedagang kaki lima di Kelurahan Gunung Jati disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan lowongan pekerjaan secara informal. Salah satunya dengan bekerja sebagai pedagang kaki lima, karena untuk berdagang tidak membutuhkan keterampilan dan ijazah, cukup dengan memiliki modal usaha untuk berjualan. Meningkatkan keterlibatan perempuan dalam dunia kerja disebabkan oleh kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat. (2) Adapun dalam melakukan aktivitas sebagai pencari nafkah dan sebagai ibu rumah tangga, perempuan pedagang kaki lima yang bekerja dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, namun tidak mengabaikan perannya sebagai salah satu bagian dari keluarga. (3) Peran ganda selain Ibu Rumah Tangga, perempuan pedagang kaki lima dapat meningkatkan kehidupan ekonomi keluarga. Hal ini berdampak bagi kehidupan perempuan pedagang kaki lima yang bekerja untuk pemenuhan kehidupan ekonomi.
 
TOPONOMI DESA DANAGOA DAN DESA KOTANO WUNA DI KECAMATAN TONGKUNO KABUPATEN MUNA (TINJAUAN HISTORIS)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi latar belakang toponimi desa Danagoa dan desa Kotano Wuna di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Serta menjelaskan makna yang terkandung dalam penamaan kedua desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang toponimi desa Danagoa diambil dari nama tumbuhan yang tumbuh pada wilayah setempat. Desa Kotano Wuna dulunya merupakan kerajaan yang sangat luas bahkan bisa dibilang sebuah kota yang besar karena di dalamnya telah memiliki struktur. Sedangkan desa Kotano Wuna berasal dari dua suku kata yaitu Kotano dan Wuna. Kotano berarti pusatnya kota kerajaan Muna sedangkan kata Wuna berasal dari bahasa Muna yang berarti bunga. (2) Makna yang terkandung dalam toponomi desa Danagoa dapat dideskripsikan sebagai Etno Botani karena pada masa itu banyak tumbuhan Danagoa yang tumbuh pada kawasan setempat sehingga tumbuhan ini menjadi simbol dari penamaan desa tersebut. Sedangkan desa Kotano Wuna dapat dideskripsikan sebagai Latar Rupa Bumi karena makna penamaanya di ambil dari kota tinggalan kerajaan Muna dan bunga yang melekat pada batu gunung yang terdapat pada wilayah setempat sehingga menjadi makna simbolik dari penamaannya
INTERAKSI SOSIAL ORANG BUGIS DENGAN ORANG TOLAKI DI DESA SAWAH KECAMATAN KOLONO KABUPATEN KONAWE SELATAN : 1973-2018
Penelitian ini mengkaji proses interaksi sosial orang Bugis dengan orang Tolaki Desa Sawah Kecamatan Kolono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah sesuai yang ditulis oleh Kuntowijoyo, yang terdiri lima tahap yaitu: (1) Pemilihan topik (2) Pengumpulan sumber (3) Verifikasi sumber (4) Interpretasi sumber dan (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial orang Bugis dengan orang Tolaki di Desa Sawah Kecamatan Kolono yaitu (a) Membangun kedekatan; awalnya orang Bugis melakukan pendekatan dengan membagikan hasil panennya kepada suku Tolaki dengan harapan dapat terjalin komunikasi yang lebih baik di antara mereka (b) Memudahkan transaksi jual beli, orang Bugis berinisiatif mendirikan pasar sendiri di Desa Sawah sehingga interaksi menjadi lebih mudah antara kedua kelompok (c) Menghindari konflik, orang Bugis dengan orang Tolaki saling menghargai baik itu budaya dan adat istiadat. (2) Proses interaksi sosial orang Bugis dengan orang Tolaki di Desa Sawah yaitu Dari berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang dibangun dari tahap Periode I tahun 1973-1988 orang Bugis masih melakukan pendekatan kepada suku Tolaki, Periode II 1988-2003 orang Bugis membuka lapangan pekerjaan baru membuat tambak ikan dengan memusyawarahkan kepada penduduk setempat sehingga terjadi interaksi di antara mereka, Periode III 2003-2018 orang Bugis dengan orang Tolaki mulai melakukan hubungan kawin-mawin, (3) Faktor yang mendukung interaksi sosial orang Bugis dengan orang Tolaki di Desa Sawah Kecamatan Kolono yaitu (a) Kerjasama, yaitu adanya pembangunan masjid, pembersihan lingkungan secara gotong royong (b) Akomodasi, yaitu jika ada konflik maka kedua kelompok sesegera mungkin menyelesaikannya secara baik-baik. (c) Imitasi, dimana suku Bugis terinspirasi untuk menguasai bahasa Tolaki agar dapat memahami dan mempraktekkannya dalam sehari-hari. (d) Sugesti, hubungan dan komunikasi melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan kepemudaan untuk saling menerima adat-istiadat yang berlaku di antara kedua suku. (e) Identifikasi, suku Tolaki sangat mengapresiasi suku Bugis yang dulunya hanya bertani dan berkebun kemudian pada tahun 1988 membuka lapagan pekerjaan baru sehingga meningkatkan perekonomian
PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI TRANSMIGRAN LOMBOK DI DESA SOLOY AGUNG KECAMATAN KULISUSU BARAT KABUPATEN BUTON UTARA: 1994-2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Awal mula kedatangan transmigran Lombok di Desa Soloy Agung Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara, (2) Perkembangan sosial ekonomi transmigran Lombok di Desa Soloy Agung Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara; 1994-2018. Penelitian ini menggunakan metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri atas lima tahapan kerja antara lain: pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedatangan transmigran Lombok (Nusa Tenggara Barat) di kawasan Soloy Agung terjadi pada tahun 1994. Pada tahun tersebut mereka mulai menetap dan resmi menempati rumah-rumah bantuan yang sudah disediakan Pemerintah Daerah. Terdapat dua alasan mengapa mereka bertransmigrasi di Desa Soloy Agung. Pertama, faktor pendorong transmigran Lombok berpindah dari daerahnya adalah faktor ekonomi dan lapangan kerja di wilayahnya yang kurang menguntungkan bagi keberlangsungan hidup. Kedua, faktor penariknya adalah potensi alam di kawasaan Soloy Agung cukup memungkinkan untuk menjamin keberlangsungan hidup ekonominya. Soloy Agung yang memiliki dataran rendah dan tanah subur sangat potensial untuk dikembangkan sebagai lahan bertani ataupun berkebun. Hasil dari bertani dan berkebun digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu juga untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Bahkan hasil dari bertani dan berkebun sebagian digunakan untuk membangun atau merenovasi rumah yang sebelumnya semi permanen. Secara sosial dan ekonomi transmigran Lombok nampak menunjukkan perkembangan dari aspek pendidikan, lapangan kerja, dan bidang lainnya.
DEIXIS ANALYSIS ON THE SELECTED SONG LYRIRCS OF TAILOR SWIFT MIDNIGHT ALBUM
This study aims to identify five types of deixis and reference in five selected song lyrics in Taylor Swift\u27s Midnights album based on Cruse\u27s theory (2000). The selected songs are titled Lavender Haze, Sweet Nothing, Labyrinth, Anti Hero, and Midnight Rain. This research uses descriptive qualitative method and pragmatic approach. The data were collected by searching, selecting, reading, identifying, and coding, and then analyzing the data by presenting, describing, interpreting, and concluding. The researcher found the types of deixis like person deixis, spatial deixis, temporal deixis, social deixis and discourse deixis. Based on the results of the study, the researcher found 151 data containing deixis, including 112 person-deixis, 9 spatial deixis, 22 temporal deixis, 4 social deixis, and 4 discourse deixis. The researcher concluded that the five song lyrics almost use all types of deixis where persona deixis, especially first-person deixis, always appears in the five songs lyrics talk about the life story of the songwriter himself. In other words, the use and meaning of deixis based on the overall context of the song lyrics can provide information about person, place, time, social, and discourse. As well as, linking the utterance to time and space relationships and is useful for capturing referential meanings that include who, where, and when the utterance was spoken
COMMISSIVE SPEECH ACT IN ANIES BASWEDAN PUBLIC LECTURE IN OXFORD UNIVERSITY
This study investigates the commissive speech act in Anies Baswedan public lecture in Oxford University. This study focuses on some aspects of commissive speech act such as: guarantee, offer, a bid, and assure. This research employs descriptive qualitative paradigm including a library research. The sources of data in this research were taken from Anies’ speech on Youtube while the data are in the form of utterances. The data is analyzed using Searle and Vanderveken (1985) theory of speech act. The result showed that from the 17 commisive speech act, only 4 were exist in Baswedan’s speech namely guarantee, offer, a bid, and assure. English commissive “guarantee” appears to be the most in Baswedan speech. It’s due to the fact that the speech that Baswedan deliver was in a public lecture in the way of promoting Asean to the world, so that the utterance that emerge only in the form of guarantee and offering
SOSIALISASI PEMBUATAN KULINER DODOLO KHAS MASYARAKAT TOLAKI DALAM UPAYA MELESTARIKAN NILAI KEARIFAN LOKAL DI SULAWESI TENGGARA
Masyarakat Tolaki merupakan salah satu etnis yang mendiami sebagian besar daratan Sulawesi Tenggara. Etnis Tolaki tersebar di beberapa kabupaten kota yang ada di Sulawesi Tenggara. Mereka memiliki bahasa, adat istiadat, budaya serta bahasa yang berbeda dengan suku lainnya di Sulawesi Tenggara. Dari sisi antropologi fisik, mereka memiliki kemiripan dengan beberapa etnis yang ada di Sulawesi Tengah. Salah satu ciri atau penanda identitas mereka dapat dilihat dari aspek makanan tradisi mereka. Hal ini dapat dilihat dari kekayaaan suku Tolaki dalam kepemilikan makanan tradisional. Salah satu potensi wisata yang ada di dalam masyarakat Tolaki adalah potensi makanan tradisi mereka. Sebagai salah satu entitas kebudayaan yang ada di Sulawesi Tenggara Suku Tolaki memiliki potensi makanan tradisional yang bersumber dari berbagai bahan pangan yang berbasis lokal. Ini merupakan salah satu potensi wisata kuliner yang dapat menjadi kekuatan, sekaligus identitas budaya masyarakat Tolaki
EKSISTENSI LEMBAGA ADAT WAPULAKA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH
This study aims to determine the existence and the role of Wapulaka Customary Institution in settling land disputes in Bahari Village, Sampolawa District, South Buton Regency. This study is a normative empirical research with field research taking place in Bahari I, II and III villages also known as Wapulaka villages through observation and interview methods. The results of study indicate that in settling community land disputes, the existence of Wapulaka customary institutions is still significant, especially in assisting the village government. The role of functionaries of traditional institutions determines a successful dispute resolution where the Sara Adati Wapulaka is the reference. The settlement of land disputes is carried out by Wapulaka customary institutions through deliberations where Sara Adati Wapulaka acts as a mediator so that the disputing parties can reach an agreement and peace
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Pulau Kawaluso Kabupaten Kepulauan Sangihe
This study aims to analyze the fishermen\u27s level of household income in Kawaluso Island and the factors that affect the fishermen\u27s income. This research was conducted in Kawaluso Island, Kendahe Sub District, Sangihe Islands Regency from July to September 2022. The data used is primary data obtained through interviews with fishermen using a questionnaire. Secondary data includes the data of population from BPS (Central Bureau of Statistics) of Sangihe Islands Regency, journals and other references. The sampling method used was a purposive sampling method, implemented through selecting fishermen in Kawaluso Island. This study used multiple regression methods where this study used multivariate with one matrix dependent variable. The multiple analytical methods were completed using the SPSS program. The catches together have a significant effect on the income of fishermen in Kawaluso Island, Kendahe Sub District, Sangihe Islands Regency. Age and catch simultaneously have a significant effect on fishermen\u27s income on Kawaluso Island. The catch partially has a significant effect on the income of fishermen in Kawaluso Island. The fishermen\u27s average income is IDR 3,000,000, so the fishing business for fishermen is a profitable business in Kawaluso Island
Satuan Polisi Pamong Praja Wanita dalam Menjalankan Tugas dan Peran Publiknya
This research aims to know and describe the female Pamong Praja Police Unit in carrying out their public duties and roles, as well as to understand and describe the female Pamong Praja Police Unit in carrying out their domestic duties and roles, especially in Kendari City. The results showed that female Satpol PP members or Srikandi Pol PP Kendari City have dual roles. The dual roles in question are public roles and domestic roles. In carrying out their public role, Srikandi Pol PP has various experiences in serving in the field, especially when carrying out the process of controlling street vendors. During the curbing process, they often get cursed and even violence. However, this does not make them give up or get tired of their work. This becomes a reference for them to be better at work and still prioritize the humanist side. Srikandi Pol PP also carries out their domestic duties and roles, namely as housewives. The domestic roles undertaken by Srikandi Pol PP are in the form of household chores such as cooking, taking care of children, cleaning the house, washing, ironing and taking care of plants. In addition, they also run small businesses from home to increase their income