TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Keluarga Golongan Bangsawan (Kamokole’a) Rumbia Moronene 1948-2012
This study aims to describe (1) The origin and history of the Moronene nobility. (2) The characteristics of the Moronene Rumbia nobility. (3) The role of the family in maintaining social status. In this study, the method used is the historical method, which consists of five stages of research, namely: (a) Topic Selection, (b) Source Heuristics, (c) Source Criticism, (d) Source Interpretation, and (e) Historiography. The results of this study indicate that: (1) The origin of the Moronene nobility can be seen in Kada, an oral literature in the form of a long epic containing origins or events. One of the central figures in Kada is "Dendengi," titled "Tongki Mpu\u27u Wonua Tamanao Moronene." Dendengi is believed to be the first leader (Apua) of the Moronene tribe who gave birth to a leader or king in Wonua I Bombana Wita I Moronene. (2.) The characteristics of the Moronene nobility can be seen from the way they speak, dress, behavior, manners of entertaining guests, naming, social stratification, and death ceremonies; (3) The role of the noble family in maintaining their social status, including through marriage and education. To continue the throne, a prospective King/Mokole must marry another Moronene noble so that the blood of nobility is purer; meanwhile, through education, on average, descendants of the Mokole Munara receive an education
Fungsi Upacara Adat Ngensudah pada Masyarakat Dayak Melahui di Kabupaten Melawi
This research aims to understand the ritual processes of death in the tribal community of Dayak Melahui as social cultural values. This research employs the ethnographic method as a qualitative descriptive approach. Data analysis techniques include data collection, reduction, data presentation, and inference. The research findings showed that Ngensudah\u27s customary ritual process included events such as Nyengkolat\u27n, tomb renovation, statue installation, Ompong cutting, Bigal Dance, animal sacrifice cutting, grave worship, Kerongkang Ritual, Bigall Dance, and Pampali Tuak Opening. The maintenance of customary ceremonies involves both spiritual and social functions. The values contained in customary ceremonies include gotong-royong values, responsibility, leadership, solidarity, cultural wisdom, love of the homeland, religious values, and means in harmony with customary norms
Budaya Masyarakat NTT dan Citra Peran Perempuan (Sebuah Pendekatan Antropologis)
Women play a central role in the lives of people worldwide. This article aims to explore the female figure from the perspective of East Nusa Southeast society, through a process of cultural reflection and analysis. Research results (2011, 2015) guide the pattern and strategy of this article, supplemented by discussions between the two authors from different backgrounds. The two authors reached a consensus to employ an anthropological approach in their joint study and reflection on the writing topic. The strong influence of culture or tradition on the perception of women\u27s roles and functions is critical to the narrative. When confronted with the diverse advancements brought about by globalization, a range of reactions, both positive and negative, seem to emerge. This article\u27s focus and objective is a practical effort to empower women\u27s roles and functions in accordance with their social potential. In this way, women can actively participate in all activities related to the development of society, nusa, and nation
Barrier Asessment dalam Mewujudkan Inklusi Sosial pada Komunitas difabel di Desa Planjan Saptosari Gunung Kidul
Tulisan ini hendak melihat realita lingkungan Desa Planjan saat ini setelah 2018 dan 2019 dengan penerjunan KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk melihat keeberlanjutan yang terjadi di Desa Planjan. Adanya hambatan yang menyebabkan lingkungan inklusif susah dicapai. Asesment hambatan ini penting dilakukan sebagai awal untuk melangkah menuju aksesiilitas. Dengan wawancara kepada penyandang disabilitas, apparat desa dan tokoh masyarakat di Desa Planjan, peneliti mencoba menggali hambatan terciptanya lingkungan inklsi dan solusi atau tawaran untuk mengatasi hambatan di Desa Planjan. Dari data tahun 2018 dijelaskan bahwa kecamatan Saptosasi merupakan kecamatan terbanyak jumlah penyandang Disabilitasnya.. Penyanang disabilitas tersebut tersebar di berbagai Desa, salah satu desa terbanyak jumlah penyandang Disabilitasny adalah Desa Planjan. Hal ini menjadi dasar penelitian berbasis pengabdian masyarakat ini dilkaukan dan menjadi kekuatan untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif. Hasilnya menggambarkan hambatan inlusi social melalui FGD dengan tokoh, warga difabel, apparat desa,menggambarkan bahwa terdapat hambatan aksesibilitas fisik maupun non fisik. Sedangkan upaya mengatasi hambatan tersebut engan adanya sosialisasi atau penyadaran awal sebagai embrio munculnya kesadaran lingkungan yang inklusif
KEBERTAHANAN KOSAKATA PERTANIAN DALAM BAHASA KONJO PADA SISWA KELAS 3 SMP NEGERI 31 BULUKUMBA KABUPATEN BULUKUMBA
The research is aimed to describe the rate of survival of the vocabulary of agriculture in language Konjo on students grade 3 SMP Negeri 31 Bulukumba in District Bulukumba. The method that is used is the approach qualitative supported by the analysis of quantitative. The collection of data is done by using the 2 ( two ) ways , namely : questionnaire technique ( questionnaire ) and interview technique ( interview ). The results of the study have demonstrated that of the 100 vocabulary that is submitted to the 51 respondents , there is one respondent with knowledge of vocabulary highest is 91% and the knowledge of the lowest 29%. For every vocabulary knowledge on the whole respondents, survival highs are in the vocabulary of god , canggoren , workshops , asu , bembe, and rarely with the level of viability highest is 100%. While the lowest is cakkuru with a percentage of 5,88%. So for the final results the vocabulary survival level in all questionnaires is 64,96%.
Keywords : vocabulary, Konjo Language, environment agriculturePenelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kebertahanan kosakata pertanian dalam bahasa Konjo pada siswa kelas 3 SMP Negeri 31 Bulukumba di Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif didukung dengan analisis kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) cara, yaitu: teknik angket (kuesioner) dan teknik wawancara (interview). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 100 kosakata yang diajukan kepada 51 responden, terdapat 1 responden dengan pengetahuan kosakata tertinggi yaitu 91% dan pengetahuan terendah 29%. Untuk pengetahuan setiap kosakata pada seluruh responden, kebertahanan tertinggi terdapat pada kosakata batara, canggoren, loka, asu, bembe,dan jarang dengan tingkat kebertahanan tertinggi yaitu 100%. Sedangkan yang terendah yaitu cakkuru dengan persentase 5,88%. Jadi untuk hasil akhir tingkat kebertahanan kosakata pada semua angket yaitu 64,96%.
Kata kunci: kosakata, bahasa Konjo, lingkungan pertanian
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DI PELELANGAN IKAN KENDARI
This research is a qualitative descriptive study which aims to describe the lingual form of conversational implicature contained in the communication that occurs at the Kendari Fish Auction. In this study, the method used to collect data is to record conversations that occur at the Kendari Fish Auction auction, then sort through the data in which there are conversational implicature, then the data that has been collected is then analyzed. In analyzing the data, the researcher used the conversational implicature research model conducted by Prof. Dr. Ida BagusPutrayasa, M.Pd. in his book entitled Pragmatics. In this study, researchers found eight kinds of conversational implicature, which are forbid conversational implicator, approving conversational implicature, rejecting conversation implicator, commanding conversation implicator, requesting conversation implantator, affirming conversational implicator, complaining conversation implicator, offering conversational implicature
Keywords: Implicative Conversation at Kendari Fish AuctionPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk lingual implikatur percakapan yang terdapat dalam komunikasi yang terjadi di Pele langan Ikan Kendari. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan merekam percakapan yang terjadi di pelelangan Pelelangan Ikan Kendari, kemudian memilah-milah data yang didalamnya terdapat implikatur percakapan, kemudian data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan model penelitian implikatur percakapan yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ida Bagus Putrayasa, M.Pd. dalam bukunya yang berjudul Pragmatik. Dalam penelitian ini peneliti menemukan delapan macam implikatur percakapan yaitu implikatur percakapan melarang, implikatur percakapan menyetujui, implikatur percakapan menolak, implikatur percakapan memerintah, implikatur percakapan meminta, implikatur percakapan menegaskan, implikatur percakapan mengeluh, implikatur percakapan menawarkan
Kata Kunci: Implikatur Percakapan di Pelelangan Ikan Kendar
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KUTUKAN TANAH BUTON KARYA SAFARUDIN
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur kepribadian konflik batin dalam novel Kutukan Tanah Buton karya Safarudin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukan hal-hal sebagai berikut. 1) Struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Kutukan Tanah Buton Karya Safarudin, yaitu id, ego, dan superego. Dan hasil penelitian menunjukan bahwa banyak keinginan-keinginan yang harus direalisasikan tokoh utama. Namun, tidak seimbang dengan ego dan superego. 2) Konflik batin tokoh utama dalam novel Kutukan Tanah Buton karya Safarudin, yaitu takut, sedih, cemas, rasa salah, ketergantungan, frustasi, dan bingung. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar permasalahan yang dialami tokoh utama disebabkan oleh pertentangan antara id dan superego. Sehingga tokoh utama mengalami konflik batin. Konflik batin tokoh utama didominasi oleh id, sehingga menyebabkan ego dan super ego tokoh melemah dikarenakan besarnya dominasi dari id. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur kepribadian konflik batin dalam novel Kutukan Tanah Buton karya Safarudin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukan hal-hal sebagai berikut. 1) Struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Kutukan Tanah Buton Karya Safarudin, yaitu id, ego, dan superego. Dan hasil penelitian menunjukan bahwa banyak keinginan-keinginan yang harus direalisasikan tokoh utama. Namun, tidak seimbang dengan ego dan superego. 2) Konflik batin tokoh utama dalam novel Kutukan Tanah Buton karya Safarudin, yaitu takut, sedih, cemas, rasa salah, ketergantungan, frustasi, dan bingung. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar permasalahan yang dialami tokoh utama disebabkan oleh pertentangan antara id dan superego. Sehingga tokoh utama mengalami konflik batin. Konflik batin tokoh utama didominasi oleh id, sehingga menyebabkan ego dan super ego tokoh melemah dikarenakan besarnya dominasi dari id.
Tuturan Do’omba dalam Adat Perkawinan Masyarakat Muna di Desa Kombunga Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna
The purpose of this study is to describe the implementation process and meaning of the Do\u27omba Tradition in the marriage customs of the Muna Community in Kombungo Village, Lasalepa District, Muna Regency. The study used a qualitative research method. Data collection techniques were done by direct observation, interviews with 5 informants, and documentation. Data were analyzed in four stages, namely; (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation, and (4) concluding. The results of this study are; (1) The Do\u27omba tradition procession in Kombungo Village begins at the Nopali stage, then Mpali-mpali (walking) the first visit of a boy with his parents, a discussion carried out by the man\u27s family to determine the day before leaving for a girl\u27s house, then at the Do\u27omba stage where the toko or traditional delegation that has been entrusted by the man\u27s family goes to the woman\u27s family house according to the promise referred to at the time of Kafoepe (news bearer/promise). (2) The tradition of Do\u27omba/Do\u27ombaghomo Patudhundo (stating intentions) means Defenagho Tungguno Karete (asking the guardian of the yard), which has the meaning of a traditional meeting where the man expresses his intentions with a sincere, honest heart and his seriousness in marrying a girl with a figurative question that is beautiful to hear for the woman, namely whether or not there is a guardian/companion for the girl who is going to be proposed to
PENGEMBANGAN CANDI MERAK SEBAGAI DESTINASI WISATA DI KABUPATEN KLATEN
This article discusses the development of Merak Temple as a tourist destination. Merak Temple is a temple left over from the Ancient Mataram Kingdom era which was built in the 8th to 9th centuries, located in Karangnongko Village, Klaten Regency. The aim of this research is to determine the potential of Merak Temple and the strategy for developing Merak Temple as a tourist destination in Klaten Regency. The method used is a descriptive method. The analysis used is SWOT analysis. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and literature study techniques. Based on the research results, data was obtained that Merak Temple has various potentials that can attract tourists to visit it, including as a historical tourism destination, as a religious tourism destination, and its location is close to other tourist attractions. Apart from that, there are also strategies to make Merak Temple a tourist destination in Klaten Regency, including: promoting Merak Temple, creating an integrated tour package that covers all tourist attractions, completing public facilities to support tourism, adding road signs, renovating gates, providing education and outreach regarding important values ??to the community, providing out-of-class learning activities at cultural heritage sites in Klaten Regency, as well as improving the quality and quantity of public facilities that support tourist comfort, sustainable promotion.Artikel ini membahas pengembangan Candi Merak sebagai destinasi wisata. Candi Merak merupakan peninggalan dari era Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9, terletak di Desa Karangnongko, Kabupaten Klaten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi Candi Merak dan strategi pengembangan Candi Merak sebagai destinasi wisata di Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data bahwa Candi Merak memiliki berbagai potensi yang dapat menarik wisatawan untuk mengunjunginya, antara lain sebagai destinasi wisata sejarah, sebagai destinasi wisata religi, serta lokasinya yang dekat dengan objek wisata lainnya. Selain itu, terdapat pula strategi untuk menjadikan Candi Merak sebagai destinasi wisata di Kabupaten Klaten, antara lain: mempromosikan Candi Merak, menciptakan paket wisata terpadu yang mencakup semua objek wisata, melengkapi fasilitas umum untuk mendukung pariwisata, menambah rambu-rambu jalan, merenovasi gerbang, memberikan pendidikan dan sosialisasi mengenai nilai-nilai penting kepada masyarakat, menyediakan kegiatan pembelajaran di luar kelas di situs warisan budaya di Kabupaten Klaten, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas umum yang mendukung kenyamanan wisatawan, dan promosi secara berkelanjutan
KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT DESA WAARA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA:1996-2021
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan perkembangan kehidupan ekonomi masyarakat Desa Waara, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna:1996-2021. (2) Menjelaskan faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat Desa Waara, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna:1996-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan yaitu (1). Pemilihan topik, (2) Heuristik Sumber, (3) Verifikasi Sumber, (4) Interpretasi Sumber, (5) Historiografi. Konsep yang digunakan yaitu Konsep ekonomi dan Konsep Pekembangan Ekonomi, sedangkan teori yang digunakan adalah Teori Perubahan Ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Perkembangan ekonomi masyarakat Desa Waara terbagi atas dua periode. Pertama tahun 1996-2005 dan periode tahun 2005-2021. Pada periode 1996-2005 hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Desa Waara seperti, jagung, kacang panjang dan jambu mete belum memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga hasil panen pada umumnya hanya diperuntukkan bagi kebutuhan keluarga. Pada periode kedua, yakni tahun 2005-2021, pendapatan masyarakat dari hasil pertanian dan perkebunan sudah mengalami perkembangan karena nilai pemasaran pertanian dan perkebunan sudah meningkat. (2) Faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat Desa Waara pada tahun: 1996-2021 adalah kondisi geografis wilayah, sumber daya manusia, pengelolaan lahan dan pemanfaatan teknologi, luas lahan dan perubahan hasil panen