TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
The Utilization of Ternate Oral Tradition for The Identification of Potential Disasters
Oral traditions, as an integral part of a society\u27s belief system, not only serve as a guide for society in daily life, such as interactions between members of society and other people, and even with nature or the environment, but they also serve as recorders of history and culture, including natural events. This paper aims to describe the oral traditions of Ternate to identify potential natural disasters that hit Ternate City in particular and North Maluku in general. Therefore, the author uses the theory of myth function to embody the main research problem. The approach used in this paper is semiotics, especially in interpreting natural disasters that occurred in the past through codes contained in oral stories or legends. The research results show that the people of Ternate can only explain a few natural events in the past. Then, it is ontologically digested into myth to symbolise the cosmic-mystical realm of thought. Apart from that, the results of this reflection are related to cause-and-effect events, give rise to rules of behaviour, and become local intellectual ideals. However, records of natural phenomena or past events in myths or legends can, in theory, be linked to the truth and thus make cycles of disaster predictable. On the other hand, in a formal educational setting, this legend can be used to teach about mitigation. Legends about the mysterious origins of certain lakes are thought to include aspects of disaster or mitigation in Ternate
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Masyarakat Kota Jakarta terhadap Pinjaman Online Ceria BRI
Technological progress is developing rapidly in various sectors, one of which is the financial sector, commonly known as financial technology (fintech). We expect financial technology, an innovation from the financial industry, to solve various financial service problems. One form of financial transaction in financial technology services is online peer-to-peer lending or online loans. Users of online loan services increase every year because of the speed and convenience offered compared to conventional online loans, including those explicitly provided for BRI customers, namely Ceria. This research aims to identify the factors, particularly cultural and social ones, that motivate individuals to use Ceria BRI online loans. The study employs a qualitative approach, gathering data through interviews, observation, and literature review. The results of this study explain that people use online loans for urgent needs and lifestyle fulfillment. Social and cultural factors also significantly influence the use of online loans among Jakarta\u27s residents
Bahasa Tolaki di Kalangan Anak Remaja dalam Kehidupan sehari-hari di Desa Totombe Jaya
This study aims to determine the influence and causes of the Fading of the Use of Tolaki Language Among Adolescent Children in Sampara District in Konawe Regency. The selection of informants in this study used purposive techniques. This research uses Bronislaw Malinowski\u27s Cultural Diffusion theory (1944) The data collection technique used in this research is a field work technique using observation and in-depth interviews. This research is qualitative research with ethnographic research methods. The results of this study show that: First, several things make teenagers there cannot speak Tolaki, namely because of several external and internal factors. The internal factor is the family. While external factors are school and friends. Second, due to habits from childhood, they are not taught from childhood, making it difficult for them to know their local language. This makes the teenagers there no longer use Tolaki regional language anymore but to the general language of Indonesian
IDENTIFIKASI GAMBAR CADAS PADA CERUK MAKAMPILO DI DESA LIANGKABORI KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA
The Makampilo Ceruk site is one of the niches that has rock art. The site is in Liangkabori Village, Lohia District, Muna Regency, Southeast Sulawesi Province. This site has never had any research discussing rock art. So the author is interested in taking the title on the site.This research aims to find out and identify image motifs and variations in the form of rock images at the Ceruk Makampilo Site. Then, the method used in this research is data collection, data recording and data processing using ImagJ software to make the images clearer.Based on the results of research conducted, the Ceruk Makampilo Site has 18 panels with the number of images found being 18 images. The found images have different motifs. These motifs include human motifs with a total of 4 variants, ani mal motifs with a total of 7 variants, geometric motifs with a total of 3 variants and abstract motifs with a total of 47 images. Meanwhile, the shape of the image on the Ceruk Makampilo Site.Situs Ceruk Makampilo merupakan salah satu ceruk yang memiliki gambar cadas. Situs ini terletak di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Situs ini belum pernah menjadi objek penelitian yang membahas gambar cadas. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian tentang situs tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi motif gambar serta variasi bentuk gambar cadas di Situs Ceruk Makampilo. Kemudian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, pencatatan data, dan pengolahan data menggunakan software ImageJ untuk memperjelas gambar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Situs Ceruk Makampilo memiliki 18 panel dengan jumlah gambar yang ditemukan sebanyak 18 gambar. Gambar-gambar yang ditemukan memiliki motif yang berbeda-beda. Motif-motif tersebut meliputi motif manusia dengan total 4 varian, motif hewan dengan total 7 varian, motif geometris dengan total 3 varian, dan motif abstrak dengan total 47 gambar. Sementara itu, bentuk gambar pada Situs Ceruk Makampilo juga bervariasi
MODEL KONSERVASI SITUS PERTAHANAN JEPANG: STUDI IDENTIFIKASI DAN STRATEGI PERLINDUNGAN SITUS SEJARAH DI KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA
Penelitian ini fokus pada Model Konservasi Situs Pertahanan Jepang dan strategi perlindungan warisan sejarah di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini mendapatkan urgensi karena minimnya pembahasan mengenai Model Konservasi Situs Pertahanan Jepang di wilayah ini dan belum pernah dilakukan secara menyeluruh sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya di Kabupaten Konawe Selatan, yang ternyata belum sepenuhnya terwujud; (2) menganalisis Model Konservasi Situs Pertahanan Jepang, yang umumnya terbatas, dengan beberapa situs mendapatkan perawatan sementara yang lain dibiarkan terbengkalai. Faktor-faktor yang menghambat pelestarian warisan sejarah meliputi anggaran terbatas, peraturan daerah yang belum efektif, keterbatasan sumber daya manusia, dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian peninggalan sejarah.
Penelitian ini dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki banyak situs peninggalan Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang tantangan dalam melestarikan warisan sejarah Jepang di daerah tersebut, dan menekankan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pelestarian dan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah ini.
Kata Kunci : Konservasi, Budaya Material, Jepang 1942-194
PANTAI NAMBO SEBAGAI OBJEK WISATA BAHARI DI KOTA KENDARI 1997-2021
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik Sumber, (c) Verifikasi Sumber, (d) Interpretasi sumber, dan (e) Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pantai Nambo yang dilihat dari awal keberadaannya mengalami perkembangan yang sangat besar sehingga mampu merubah perekonomian masyarakat sekitar dan juga menjadi aset wilayah Sulawesi Tenggara. Hal-hal yang mendukung perkembangan Pantai Nambo tersebut yaitu keindahan alam baharinya dan juga keindahan buatan yang di bangun oleh pemerintah kota seperti gazebo, aula, toilet spot foto, taman, tempat sofenir, dan juga panggung. (2) Faktor-faktor yang menunjang perkembangan Pantai Nambo adalah aksesibilitas, infrastruktur, keeksotisan, pengelola dan pelayanan, dan keamanan dan kenyamanan. Pantai Nambo menjadi salah satu objek wisata favorit yang ada di Sulawesi Tenggara karena kepuasaan pengunjung dengan aksesibilitas yang mudah di jangkau, infrastruktur yang sudah memenuhi kebutuhan, kelembagaan yang merawat objek wisata, keramahan masyarakat lokal dan pemerintah dalam melayani wisatawan, serta keamanan dan kenyamanan pengunjung yang diutamakan
PENYERAPAN BAHASA BAJO OLEH SUKU BUGIS DI DESA RUMBA-RUMBA KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN : 1987-2018
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Proses kedatangan suku Bugis di Desa Rumba-Rumba. 2) Latar belakang suku Bugis di Desa Rumba-Rumba menggunakan Bahasa Bajo sebagai bahasa sehari-sehari. 3) Proses perubahan penggunaan bahasa Bajo oleh masyarakat Bugis di Desa Rumba-Rumba. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan melalui lima tahapan kerja sebagai berikut (1) Pemilihan topik, (2) Pengumpulan sumber, (3) Kritik sumber, (4) Interpretasi Sumber, (5) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kedatangan suku Bugis pada awalnya bersamaan dengan suku Bajo yaitu pada tahun 1932. (2) Ada beberapa hal yang melatarbelakangi suku Bugis menggunakan bahasa Bajo sebagai bahasa sehari-hari yaitu: Pertama, bahasa Bajo sebagai bahasa pengantar, kedua, bentuk adaptasi suku Bugis terhadap penduduk asli, ketiga, sebagai strategi menguasai suatu wilayah. (3) Proses perubahan penggunaan bahasa Bajo oleh suku Bugis di Desa Rumba-Rumba dibagi menjadi tiga periode yaitu tahun 1987-1998, tahun 1998-2008 dan tahun 2008-2018. Pada periode 1987-1997 masyarakat Bugis belum terpengaruh akan penggunaan bahasa Bajo. Pada periode 1997-2007, suku Bugis telah menjalin hubungan sosial yang baik dengan masyarakat setempat, sehingga pada periode ini suku Bugis telah memahami arti dari bahasa Bajo walaupun belum dapat melafalkan atau menggunakan Bahasa Bajo, sedangkan periode 1997-2018, suku Bugis telah dapat menggunakan bahasa Bajo
TRAUMA PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAGA KUNING KARYA YUSIANA BASUKI (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)
Tujuan penelitian ini berfokus pada tiga hal. Pertama, menguraikan pemicu trauma yang dialami tokoh utama. Kedua mendeskripsikan bentuk trauma yang dialami tokoh utama. Ketiga, menganalisis bentuk penguatan yang terdapat dalam novel Naga Kuning karya Yusiana Basuki dengan menggunakan perspektif psikologi sastra dengan konsep psikologi Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan teknik baca dan teknik catat. Hasil analisis berdasarkan konsep psikologi Sigmund Freud menunjukkan bahwa, terdapat dua pemicu yang menyebabkan tokoh utama mengalami trauma yaitu, (1) kekerasan psikis dan (2) kekerasan fisik. Kedua, bentuk trauma yang dirasakan oleh tokoh utama yaitu, (1) trauma secara fisik dan psikis. Ketiga, proses penyembuhan trauma tokoh utama yaitu, (1) Lily meninggalkan Indonesia (2) Lily berdamai dengan keadaan dan (3) proses penyembuhan trauma seksual Lily
ASPEK PERWUJUDAN PADA TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN: TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK
Penelitian ini berjudul Aspek perwujudan pada toponimi desa-desa di kecamatan konda kabupaten konawe selatan: tinjauan antropolinguistiK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek perwujudan pada toponimi desa-desa yang ada di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penamaan desa-desa di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan dominan menggunakan bahasa Tolaki. Aspek perwujudan pada toponimi penamaan desa di kecamatan Konda meliputi Latar Perairan (Desa Konda, Desa Lawoila, Desa Pombulaa Jaya, Desa Amohalo, Desa Lamomea), Latar Rupa Bumi (Desa Puosu Jaya, Desa Alebo, Desa Lebo Jaya, Desa Morome), dan Latar Lingkungan Alam meliputi (Desa Lalowiu, dan Desa Tanea).
Feminity & Nature in Moana Movie: An Analysis of Ecofeminism
The study focused on how femininity and nature are portrayed in the Moana movie. The research method used is descriptive qualitative, where data is collected by watching films critically to achieve desired results, taking screenshots and taking notes, and identifying and classifying to support the analysis. Researchers found several aspects of the relationship between femininity and nature in the film Moana after conducting an analysis. Twenty-one data points were identified and classified into three main data groups to support the analysis process carried out by the researcher. One of the important discoveries in this movie is that nature is portrayed as a mother, the same as a woman who will not be angry for no reason. This is reflected in the character of Te Fiti, which also represents motherhood and interconnectedness with nature. Nature is portrayed as a mother, and the film depicts the entire relationship between Moana and nature