TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
    1538 research outputs found

    Falia Nokoangkafio Berkebun pada Masyarakat Muna di Desa Kontunaga Kecamatan Kontunaga

    No full text
    Falia Nokoangkafio merupakan pantangan yang berlaku dalam masyarakat Muna, khususnya saat berkebun. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk ungkapan Falia Nokoangkafio saat berkebun dalam masyarakat Muna di Desa Kontunaga, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna; dan (2) memahami makna dari ungkapan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk Falia Nokoangkafio saat berkebun yang tidak boleh dilakukan oleh masyarakat Muna, yaitu memuji tanaman jagung, memanjat pagar kebun, berlari-lari dalam kebun, melangkahi alat tugal jagung, dan menangis di dalam kebun. Setiap bentuk Falia Nokoangkafio memiliki makna simbolis yang diyakini oleh masyarakat sebagai konsekuensi dari tindakan atau ucapan tertentu saat berkebun. Keyakinan ini merefleksikan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Muna yang masih dilestarikan hingga saat ini

    SEJARAH DESA LAPOA KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN PADA TAHUN:1976-2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan latar belakang terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, (2) Menjelaskan Proses Terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, (3) Menjelaskan Perkembangan Desa Lapoa:1976-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: 1) Pemilihan topik 2) Heuristik sumber, 3) Verifikasi sumber, 4) Interpretasi sumber, 5) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan dilatarbelakangi oleh kedatangan trasmigran dari Pulau Jawa. Desa Lapoa terbentuk atas prakarsa masyarakat dengan memerhatikan asal usul desa, jumlah penduduk, kdan ondisi sosial budaya masyarakat setempat. (2) Proses terbentuknya Desa Lapoa dimulai pada saat para trasmigran datang di suatu pemukiman yang disebut Lapoa pada tahun 1976. Masyarakat yang mendiami Lapoa tersebut awalnya berjumlah 500 KK, dan makin hari makin bertambah banyak seiring berjalannya waktu, hal ini menyebabkan munculnya keinginan masyarakat agar Lapoa menjadi sebuah desa. (3) perkembangan Desa Lapoa dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya perkembangan pemerintahan, perkembangan penduduk, perkembangan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur

    JEPANG DI AMBESEA: 1942-1945

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan proses masuknya Jepang di Ambesea. (2) Menjelaskan alasan Jepang  menjadikan Ambesea sebagai basis pertahanan. (3) Menjelaskan dampak masuknya Jepang terhadap kehidupan masyarakat di Ambesea. Penelitian ini menggunakan metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik sumber, (c) Kritik sumber, (d) Interpretasi sumber, (e) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Jepang masuk di Ambesea setelah berhasil menaklukkan dan mengambil alih daerah kekuasaan Belanda yang berada di Kendari pada tanggal 26 Januari 1942. Hal tersebut ditandai dengan upacara penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang di Lapangan Udara Wolter Minginsidi (sekarang LANUD HLO) Kendari (2) Alasan Jepang menjadikan Ambesea sebagai basis pertahanan karena struktur wilayah Ambesea yang strategis sebagai lokasi pengintaian maupun pertahanan (3) Masuknya Jepang di Ambesea telah mengakibatkan dampak negatif dan dampak positif. Adapun dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat yaitu dengan diberlakukannya sistem kerja paksa (Romusha) yang membuat masyrakat sengsara. Dampak positifnya dapat dilihat dari kemajuan pola pertanian masyarakat sehingga mampu mengolah lahan pertanian secara maksimal

    MIGRASI ORANG BUTON DI KELURAHAN ULUNAMBO KECAMATAN MENUI KEPULUAN : 1980-2021

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) Proses kedatangan etnis Buton di Kelurahan Ulunambo Kecamatan Menui Kepulauan. (2) Faktor penyebab orang Buton menetap di Kelurahan Ulunambo Kecamatan Menui Kepulauan (3) Kondisi sosial ekonomi orang Buton setelah berada di Kelurahan Ulunambo Kecamatan Menui Kepulauan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Sejarah menurut Kontjaraningrat yang berdiri lima tahapan penelitian yaitu: (a) Pemilihan topik (b) Heuristik sumber (c) kritik sumber (d) interpretasi sumber (e) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kedatangan orang Buton ke Menui disebabkan karena letak Pulau Menui sangat strategis untuk dijadikan tempat perdagangan antarpulau. 2) Orang Buton datang dan menetap di Kecamatan Menui Kepulaun dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor geografis dan faktor ekonomi. 3) Kondisi kehidupan ekonomi orang Buton di Kecamatan Menui Kepulauan pada saat ini sudah mulai membaik, mereka berkerja sebagai wiraswasta. Hal ini terbukti dengan bangunan rumah yang layak, anak-anak yang sekolah pada perguruan tinggi, dan memiliki beberapa aset berharga

    MIGRASI ORANG GU-LAKUDO DI  KECAMATAN BUNGKU TENGAH KABUPATEN MOROWALI: 1995-2020

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) Faktor pendorong dan penarik migrasi orang Gu-Lakudo di  Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali (2) proses  kedatangan orang Gu-Lakudo di Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. (3) Perkembangan Kehidupan Sosial dan Ekonomi orang  Gu-Lakudo di  Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo yaitu: (1) pemilihan Topik, (2) Heuristik sumber, (3) Verifikasi sumber/kritik, (4) Interpretasi sumber, (5) Historiografis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) faktor pendorong dan penarik orang Gu Lakudo di  Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu (a) faktor pendorong dan (b) faktor penarik. (2) proses  kedatangan orang Gu-Lakudo di  Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali berawal dari kedatangan Bapak Mukmin  yang merantau bersama Lapuasa Baena untuk berdagang sekitar tahun 1995. Kedatangan mereka  kemudian disusul oleh orang Gu-Lakudo lainnya di Bungku dengan tujuan memperbaiki perekonomian mereka dengan cara berdagang. Migrasi orang Gu-Lakudo dilakukan secara langsung dan bertahap.  (3) Perkembangan Kehidupan Sosial dan Ekonomi orang  Gu-Lakudo di  Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali secara perlahan mulai mengalami perubahan, seperti (a) kehidupan sosial; ditunjukkan dengan  hubungan kemasyarakatan berjalan harmonis baik sesama orang Gu-Lakudo maupun terhadap penduduk suku lain. (b) kehidupan ekonomi; setelah menetap dan tinggal di Bungku kehidupan orang Gu-Lakudo perlahan mulai membaik, beberapa di antaranya lebih mapan dalam hal ekonomi.

    PEMBAURAN SOSIAL DAN EKONOMI ANTARKELOMPOK ETNIS DI KOTA RAHA, 1964-2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pembauran sosial dan ekonomi antarkelopok etnis di Kota Raha, 1964-2022. Jenis penelitian ini adalah sejarah sosial-ekonomi dengan menggunakan pendekatan multidiensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah menurut Kuntowijoyo, (2013: 69-81) yang terdiri dari lima tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  di Kota Raha jarang terjadi konflik antarmasyarakat pendatang dengan masyarakat lokal. Pembauran tersebut telah terjadi dalam waktu yang lama. Masyarakat pendatang membangun komunikasi dengan baik dan tidak menutup pergaulan dengan masyarakat lokal, serta tidak melihat latar belakang budaya masyarakat. Masyarakat pendatang dapat menempatkan diri mereka dengan baik di tengah masyarakat lokal Kota Raha. Pembaurann sosial terjalin dalam bidang bahasa, penikahan campuran, dan lingkungan tempat tinggal.

    REPRESENTASI PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN DALAM NOVEL PUSARAN AMUK KARYA ZAKY YAMANI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kasus penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia dari era reformasi hingga sekarang yang tercermin dalam novel Pusaran Amuk karya Zaky Yamani. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan representasi penyalahgunaan kekuasaan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood. Adapun metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan kasus penyalahgunaan kekuasaan, yaitu penyiksaan, penyuapan, gratifikasi, korupsi, pemerasan, menghalangi proses peradilan, penggelapan, dan pembunuhan

    HEGEMONI KULTURAL  DALAM CERITA PENDEK ‘’Town Is By The Sea” OLEH JOANNE SCHWARTZ

    No full text
    Hegemoni kultural mengacu pada dominasi atau kekuasaan yang dipertahankan melalui cara-cara ideologis atau budaya. Dalam cerita ”Town Is By The Sea”, hegemoni kultural yang sangat nampak adalah hegemoni tradisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hegemoni kultural dalam cerita pendek “Town Is By The Sea” karya Joanne Schwartz. Rumusan masalah yang digunakan yaitu bagaimanakah bentuk hegemoni kultural dalam cerita pendek “Town Is By The Sea” karya Joanne Schwartz . Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dari penelitian ini dari dua sumber yaitu data primer yang berupa cerita pendek “Town Is By The Sea” karya Joanne Schwartz  dan data sekunder dari berbagai referensi seperti buku, jurnal dan sebagainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tekstual (pustaka). Adapun Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik mengalir yang meliputi empat komponen yaitu (1) penyampaian data (2) reduksi data (3) penyajian data dan (4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dalam  cerita pendek “Town Is By The Sea” karya Joanne Schwartz, dapat disimpulkan bahwa Bentuk hegemoni kultural yang terdapat dalam cerita pendek “Town Is By The Sea” karya Joanne Schwartz adalah hegemoni tradisi

    PELATIHAN TOUR GUIDE BAGI MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UHO

    No full text
    Saat ini, sektor pariwisata di Sulawesi Tnggara terus berkembang pesat, dengan peningkatan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Destinasi-destinasi wisata dengan kekayaan alam dan budaya yang menarik untuk dikunjungi seperti Wakatobi, Pulau Buton, Muna, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka Utara, dan daerah-daerah lainnya telah menjadi tujuan utama. Namun, ada tantangan besar dalam memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang akurat dan menarik tentang tempat yang mereka kunjungi. Hal ini seringkali disebabkan oleh kurangnya pemandu wisata yang memiliki pemahaman mendalam tentang aspek dan keterampilan dasar pemandu wisata, serta pemahaman budaya dan sejarah serta kearifan lokal

    Perilaku Organisasi dalam Penanggulangan Bencana Daerah di Kabupaten Buton Selatan

    No full text
    This research describes organizational behavior in disaster management in South Buton Regency. The study employs a qualitative method with data collection techniques using triangulation (interview, observation, and documentation). Data substance reduction is then presented for analysis. The analysis in this research utilizes Robins & Judge’s organizational behavior model with three levels of analysis. The findings of research include, among others, at the individual level, the South Buton Regency’s Disaster Management Agency (BPBD) exhibits diverse attitude, perception sensitive to disaster mitigation, and motivation requiring effective management. To achieve optimal performance in disaster management, there is a need for management strategies that understand the uniqueness of each individual, create a supportive organizational culture, and motivate employees with clear guidance. At the group level, effective leadership, structured communication, and proper conflict resolution are essential for achieving goals and optimal performance in BPBD South Buton Regency. At the organizational level, organizational structure, organizational culture, and human resource management in BPBD South Buton Regency have been formed and operated effectively. This structure aims to establish formal task distribution, create unity, and enable effective coordination and collaboration in achieving organizational goals

    40

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇