TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
    1538 research outputs found

    SEMIOTIKA VISUAL PADA IKLAN PRODUK MS GLOW

    No full text
    Penelitian ini berjudul Semiotika Visual pada Iklan Produk MS Glow. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan semiotika visual yang terdapat dalam iklan produk MS Glow. Penelitian ini memfokuskan pada analisis semiotika iklan. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan objek visual yang terdapat dalam iklan Produk MS Glow. Sumber penelitian ini adalah iklan MS Glow pada Youtube. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, baca dan catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik analisis menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan Moiztirizer Juice memiliki unsur-unsur visual yang menjadi penanda akan produk yang ditawarkan yaitu dari penempatan, atribut, warna, adegan, penggunaan bahasa, dan aktor yang digunakan. Dilihat dari analisis semiotika, kalimat "MS Glow Moisturizer Juice More Glowing More Beauty" yang menjadi slogan dalam iklan ini, diartikan sebagai ungkapan keinginan untuk meningkatkan kecerahan atau kecantikan kulit, dan membuat seseorang yang menggunakan produk tersebut terlihat lebih cantik atau tampan. Produk MS Glow Moisturizer Juice dianggap dapat meningkatkan kecerahan atau kecantikan kulit karena mengandung extrak jus buah

    LEKSIKON DALAM PROSESI PERKAWINAN SUKU BUGIS (PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK)

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang leksikon dalam prosesi perkawinan suku Bugis. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mendeskripsikan leksikon dalam prosesi perkawinan Suku Bugis. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang memulai tahap dengan penyajian data, tahap menganalisis data, dan tahap penyajian hasil dari analisis data. Penelitian ini pula menggunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan atau masyarakat Suku Bugis dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Adapun data penelitian ini adalah data lisan yang diperoleh melalui teknik wawancara, teknik catat, dan teknik simak melalui informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 prosesi dalam adat perkawinan Suku Bugis. Pada prosesi mammanu manu terdapat 2 leksikon berupa kata kata berimbuhan (polimorfemis) dan 5 leksikon berupa kata dasar (monomorfemis). Pada prosesi madduta terdapat terdapat 3 lekikon berupa kata dasar (monomorfemis). Pada prosesi mappettu ada terdapat 2 leksikon berupa kata berimbuhan (polimorfemis) dan terdapat 4 leksikon berupa kata dasar (monomorfemis). Pada prosesi mappasau botting terdapat 1 leksikon berupa kata berimbuhan (polimorfemis) dan 3 leksikon berupa kata dasar (monomorfemis). Pada prosesi tudang penni terdapat 2 leksikon berupa kata berimbuhan (polimorfemis) dan 3 leksikon berupa kata dasar (monomorfemis). Pada prosesi mappenre botting terdapat 2 leksikon berupa kata berimbuhan (polimorfemis). Pada prosesi mappasikarawa terdapat 2 leksikon berupa kata dasar (monomorfemis)

    Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film "Cinta Laki-Laki Biasa" Sutradara Guntur Soeharjanto

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh penokohan, dan latar pada cerpen “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia  ke dalam bentuk film. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “ Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia yang diterbitkan di Depok oleh Asma Nadia Publishing House pada tahun 2016 dan memiliki ketebalan sebanyak 264 halaman dan film Cinta Laki-Laki Biasa karya sutradara Guntur Soeharjanto yang diproduksi oleh Starvision Plus pada tahun 2016 dengan durasi 102 menit 49 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film. Perubahan-perubahan yang terjadi pada proses ekranisasi dari cerpen ke film menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Proses ekranisasi alur, dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa.Dalam aspek penciutan alur terjadi sebanyak 7 alur, penambahan sebanyak 10 alur dan 5 perubahan bervariasi.Proses ekranisasi tokoh dan penokohan dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan tokoh terdapat sebanyak 5 penciutan, aspek penambahan sebanyak 9 penambahan, dan aspek perubahan bervariasi sebanyak 5 variasi. Sedangkan proses ekranisasi latar dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan sebanyak 5 latar, penambahan sebanyak 15 latar dan perubahan bervariasi sebanyak 2 latar.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh penokohan, dan latar pada cerpen “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia  ke dalam bentuk film. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “ Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia yang diterbitkan di Depok oleh Asma Nadia Publishing House pada tahun 2016 dan memiliki ketebalan sebanyak 264 halaman dan film Cinta Laki-Laki Biasa karya sutradara Guntur Soeharjanto yang diproduksi oleh Starvision Plus pada tahun 2016 dengan durasi 102 menit 49 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film. Perubahan-perubahan yang terjadi pada proses ekranisasi dari cerpen ke film menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Proses ekranisasi alur, dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa.Dalam aspek penciutan alur terjadi sebanyak 7 alur, penambahan sebanyak 10 alur dan 5 perubahan bervariasi.Proses ekranisasi tokoh dan penokohan dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan tokoh terdapat sebanyak 5 penciutan, aspek penambahan sebanyak 9 penambahan, dan aspek perubahan bervariasi sebanyak 5 variasi. Sedangkan proses ekranisasi latar dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan sebanyak 5 latar, penambahan sebanyak 15 latar dan perubahan bervariasi sebanyak 2 latar

    Etnomedisin dalam Praktik Pengobatan Tradisional Suku Muna di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari

    No full text
    Indonesia is recognized as the second most biodiverse country in the world, possessing approximately 28,000 species of flowering plants, around 6,000 of which are classified as traditional medicinal plants. Amid the tide of globalization, traditional medicine continues to play a vital role in Indonesian society, even as modern medicine advances. The use of plants as medicine is deeply intertwined with local traditions, as exemplified by the Muna people, who possess indigenous knowledge in utilizing various medicinal plants. This study aims to identify the types of traditional medicinal plants, methods of preparation, and their use as alternative treatments for broader communities, employing a qualitative descriptive approach. The findings reveal eight types of medicinal plants employed by the Muna people in Anggoeya Village, one of which is guava leaves boiled to treat diarrhea. This research serves as a bridge between the Muna people\u27s local wisdom in traditional healing practices and modern scientific knowledge, supporting the conservation of ethnobotanical knowledge while opening opportunities for the development of natural-based medicines.

    Hambatan Sosial Budaya dalam Pelayanan Kesehatan pada Komunitas Tradisional: Studi Literatur

    No full text
    Traditional communities in various regions of Indonesia continue to face multiple barriers in accessing modern healthcare services. These barriers are not only geographical and structural but also socio-cultural in nature. This article aims to identify and analyze socio-cultural barriers affecting healthcare access and utilization among traditional communities through a systematic literature review. The study employed a literature review approach by searching for scholarly articles in PubMed, Scopus, Google Scholar, and ISJD databases published between 2015 and 2025. In total, 41 articles were retrieved and analyzed from these databases. Inclusion criteria encompassed studies addressing socio-cultural barriers and the integration of traditional and modern medicine within healthcare services for traditional communities in Indonesia. Five key socio-cultural barriers were identified: (1) reliance on traditional healing systems; (2) communication gaps between healthcare providers and communities; (3) social values and norms that restrict access; (4) incongruence between healthcare services and cultural needs; and (5) stigma toward disease and modern medicine. These barriers significantly influence service quality and accessibility. Culturally responsive strategies are therefore required, including the integration of traditional and modern medicine, enhancement of healthcare workers’ cultural competence, empowerment of local cadres, and the adaptation of services to align with community cultural values, in order to improve healthcare access and quality among Indigenous populations

    Budaya Orang Buton dalam Novel di Bawah Bayang-Bayang Ode Karya SUmiman Udu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya orang Buton dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumimaman Udu. Pendekatan yang digunakan adalah intertekstual ditinjau dari sastra etnografi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumiman Udu terbitan Seligi Press, Pekanbaru. Cetakan pertama, tahun 2015. Berdasarkan hasil penelitian menemukan tujuh unsur kebudayaan orang Buton yang dideskripsikan dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode yaitu, peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, kesenian dengan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan, dan sistem religi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya orang Buton dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumimaman Udu. Pendekatan yang digunakan adalah intertekstual ditinjau dari sastra etnografi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumiman Udu terbitan Seligi Press, Pekanbaru. Cetakan pertama, tahun 2015. Berdasarkan hasil penelitian menemukan tujuh unsur kebudayaan orang Buton yang dideskripsikan dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode yaitu, peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, kesenian dengan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan, dan sistem religi

    DARI KABUPATEN MENJADI KOTA: PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KOTA KENDARI, 1959-1995

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang perubahan Kota Kendari dari kabupaten menjadi kota, serta kehidupan sosial ekonomi Kota Kendari dari kabupaten menjadi kota, 1959-1995. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang memiliki beberapa tahapan yakni; pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan beberapa hal, Pertama, berdasarkan P.P. No. 32 tahun 1952 Kewedanan Kendari yang juga merupakan daerah Pemerintahan swapraja Laiwoi tergabung dalam daerah Tingkat II Sulawesi Tenggara yang berpusat di Bau-Bau. Pada tahun 1964 melalui peraturan UU Nomor 2/1964 Sulawesi Tenggara berdiri sendiri dengan Ibukota Kendari. Perubahan status Kendari dari Kabupaten menjadi Kota seperti sekarang tentunya telah memenuhi persyaratan dan telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Perubahan status wilayah Kendari yang awalnya merupakan Kabupaten menjadi Kota yang ada di Sulawesi Tenggara dilatar belakangi oleh beberapa faktor antara lain kemampuan dalam ekonomi serta keuangan, luasnya wilayah yang berpotensi untuk mendukung kehidupan masyarakatnya, jumlah penduduk yang padat dan stabilitas roda pemerintahan yang terus berjalan. Kedua, penduduk Kota Kendari terdiri dari berbagai golongan serta bermacam-macam etnik dan sub kultur yang mempunyai kepentingan serta kebutuhan yang berbeda-beda pula. Struktur masyarakat Sulawesi Tenggara dalam hal ini masyarakat Kabupaten Kendari terdiri dari tiga lapisan sosial. Pertama yaitu, kelompok intelektual menjadi kelompok yang menempati kedudukan tertinggi dalam masyarakat. Kedua, adalah kelompok menengah, yang dimana mereka itu umumnya terdiri dari pegawai rendah sampai menengah, pedagang/pengusaha dan tukang. Ketiga yaitu, kelompok yang paling bawah yang terdiri dari golongan buruh kasar dan petani-petani di desa

    Makna Simbolik Tari Lense Pada Masyarakat Kulisusu Di Desa Rombo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara

    No full text
    Tari Lense merupakan tari tradisional asal kulisusu, Tari Lense sendiri terdiri dari kata Lense dimana dalam bahasa Kulisusu Lense memiliki arti menarik yang diartikan menarik perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Bentuk pertunjukan Tari Lense dan Makna simbolik yang terkandung dalam Tari Lense pada masyarakat di Desa Rombu Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Bentuk pertunjukan Tari Lense meliputi Gerakan Tari Lense terdiri dari 8 gerakan yaitu, Poato,Pesombha, Manu-Manu, Mesalili, esudho, Payasa, Petaghali dan Peropa. Penari tari Lense berjumlah tujuh orang dari kalangan anak-anak, dewasa maupun yang sudah lanjut usia. Akan tetapi, jumlah dapat berkurang ataupun bertambah tergantung dimana dan kapan Tari Lense akan ditampilkan. Pola lantai yang digunakan ada tiga yaitu garis lurus vertikal, segitiga dan garis lurus sejajar horizontal. Iringan musik terdiri dari Tepe, Ndengu-Ndengu, Tawa-Tawa dan Ndoo serta diiringi syair lagu berbahasa Kulisusu. Kostum Tari terdiri dari Pari-Pari/Sungke, Dhali (anting), Jaojaonga (kalung), Bhiludu (baju beludru), Sulepe (ikat pinggang), Simbi (gelang), Dhoridi (sarung/rok). Properti dalam Tari Lense menggunkan properti selendang. Tempat pertunjukan Tari Lense Rumah Baruga Adat pada perayaan hari besar Islam, Panggung Raja Jin. Makna Simbolik Tari Lense meliputi Gerak Tari Lense menggambarkan wanita Kulisusu yang cantik, tangguh, dan anggun. Syair lagu menggambarkan seorang wanita yang bernama Waode Bilahi yang mempelajari Tari Lense. Kostum Tari yang melambangkan identitas masyarakat etnis Kulisusu. Properti selendang yang memiliki mitos tentang bidadari

    KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI ORANG BAJO DI DESA BHONTU-BHONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNATAHUN 1953-2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menjelaskan sejarah kedatangan orang Bajo di Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna Tahun 1953-2022, (2) menjelaskan kehidupan sosial ekonomi orang Bajo Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna Tahun 1953-2022. Penelitian ini menggunakan metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik sumber, (c) Kritik sumber, (d) Interpretasi sumber, (e) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penduduk di Desa Bhontu-Bhontu bukan merupakan penduduk asli, melainkan pendatang dari Sulawesi Selatan, mereka merupakan keturunan suku Bajo asal Lemo Bajo, berasal dari Ussu, desa antara Malili dan Palopo di Luwu, Sulawesi Selatan.  (2) Kehidupan sosial ekonomi orang Bajo di Desa Bhontu-Bhontu mulai berkembang secara signifikan pada tahun 1967. Tahap awal orang Bajo telah mengandalkan teknologi penangkapan ikan sederhana seperti sero (sejenis jaring), tali pancing, jala (jaring jenis lain), bagang (alat penangkapan ikan), dan budidaya rumput laut. Pada tahun 1988 hingga tahun 2022 terjadi perkembangan ekonomi yang signifikan di masyarakat yang tercermin dari modernisasi teknologi penangkapan ikan. Kehidupan sosial orang Bajo di Desa Bhontu-Bhontu mencakup hubungan sosial, kerja sama, konflik, pendidikan dan mata pencaharian, beserta kearifan lokal masyarakat berupa adat dalam pernikahan, sunatan, maulid nabi dan ekonomi kreatifnya.

    PERKEMBANGAN KERAJINAN LIMBAH KAYU JATI DI DESA PANGAN JAYA KABUPATEN KONAWE SELATAN: 1995-2021A

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) Awal munculnya kerajinan limbah kayu jati di Desa Pangan Jaya Kabupaten Konawe Selatan. (2) Proses pembuatan kerajinan limbah kayu jati di Desa Pangan Jaya Kabupaten Konawe Selatan. (3) Perkembangan Peralatan kerajinan limbah kayu jati di Desa Pangan Jaya Kabupaten Konawe Selatan: 1995-2021. Penelitian ini menggunakan metode sejarah menurut Louis Gottschalk yang terdiri atas empat tahapan kerja antara lain: heuristik, kritik sumber, interpretasi sumber, dan historiografi/penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal mula munculnya kerajinan limbah kayu jati di Desa Pangan Jaya adalah pada tahun 1995. Perintis pertama kerajinan limbah kayu tersebut yakni Bapak Sukirno yang awalnya membuka meubel sebagai tempat pembuatan lemari, meja, ranjang dan kursi. Limbah kayu jati/sisa potongan kayu dari bahan perlengkapan rumah tangga tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan kerajinan tangan lainnya seperti cobek, asbak, permainan anak-anak, alat belajar siswa TK dan lain-lain. Alat-alat yang digunakan dalam pengerjaan kerajinan bermacam-macam. Tahun 1995 pengrajin di Desa Pangan Jaya hanya mengandalkan peralatan manual yang digerakan oleh manusia seperti gergaji, palu dan serut kayu. Alat-alat ini dalam pemakaiannya sangat menguras tenaga manusia dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan kerajinan tangan. Seiring kemajuan teknologi maka sejak tahun 2015 hingga saat ini pengrajin Desa Pangan Jaya telah menggunakan peralatan canggih seperti jigsaw (pemotong kayu listrik), mesin serut kayu (mesin listrik) dan lain-lain

    40

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇