TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
    1538 research outputs found

    SEJARAH DESA PALINGI KECAMATAN WAWONII UTARA KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN, 1986-2022

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah pembentukan Desa Palingi dan Untuk menjelaskan perkembangan pemerintahan Desa Palingi 1986-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo dengan tata kerja metode sebagai berikut: (1) Pemilihan Topik, (2) Heuristik, (3) Kritik Sumber, (4) Interpretasi Sumber dan (5) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Sejarah Pembentukan Desa Palingi merupakan salah satu dari 21 desa yang berada di wilayah Kecamatan Wawonii Utara Kabupaten Konawe Kepulauan, Desa Palingi sudah termasuk desa yang pembangunannya pesat di Kabupaten Konawe Kepulauan. Kata “Palingi” berasal dari bahasa lokal yang apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti tempat untuk kembali. Palingi merupakan sebuah gambaran yang melekat dalam benak masyarakat sehingga terlahirlah sebuah kesepakatan untuk pemberian nama wilayah tempat mereka bermukim. (2) Pada awal pembentukanya, jumlah penduduk Desa Palingi berjumlah 653 jiwa yang terdiri atas 281 jiwa penduduk laki-laki dan 351 jiwa penduduk perempuan dengan jumlah kelompok keluarga sebnayak 163 KK. Sejak awal terbentuknya pada tahun 1986, pemerintahan Desa Palingi telah dipimpin oleh enam orang sosok kepala desa. Pemerintahan Desa Palingi dimulai dari masa pemerintahan kepala desa pertama yakni Bapak Kamda, Buniamin sebagai kepala desa ke dua, Mansur sebagai kepala desa ke tiga, Malepuddin sebagai kepala desa ke empat, Abdul Waris sebagai kepala desa ke lima dan Aswan K., selaku kepala desa ke enam

    PERKEMBANGAN EKONOMI TRANSMIGRAN JAWA  DI DESA LAWADA JAYA KECAMATAN SAWERIGADI  KABUPATEN MUNA BARAT (1995-2022)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) kehidupan ekonomi transmigran asal Jawa di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat tahun 1995-2022, (2)  faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perkembangan perekonomian transmigran asal Jawa di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat tahun 1995-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan yaitu (1) Pemilihan Topik, (2) Heuristik Sumber, (3) Verifikasi Sumber, (4) Interprestasi Sumber, (5) Historiografi. Konsep yang digunakan yaitu Konsep Transmigrasi, Konsep Masyarakat, Konsep Ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kehidupan Ekonomi transmigran asal Jawa di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat tahun 1995-2022  dapat dilihat dari dua periode yaitu (a) Periode tahun 1995-2006, (b) periode tahun 2006-2022. (2) Faktor yang memengaruhi perkembangan perekonomian masyarakat transmigran asal Jawa di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat tahun 1996-2022 adalah lahan pertanian yang subur, sumber daya manusia, dan modenisasi pertanian

    PEMBERDAYAAN ANAK DI DESA WISATA AKEBAY MAITARAKOTA TIDORE KEPULAUAN MELALUI KURSUS BAHASA INGGRIS UNTUK MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN

    No full text
    Kegiatan Pemberdayaan Anak melalui Kursus Bahasa Inggris untuk mendukung Pariwisata Berkelanjutan, adalah sebagai Pengabdian kepad Masyarakat (PkM) dilaksanakan di Desa Wisata Akebay, Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan.  Tujuannya untuk memberdayakan anak-anak sebagai generasi penerus pengelola wisata melalui kursus berbahasa Inggris untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra adalah terbatatasnya kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris juga kurangnya lembaga kursus Bahsa Inggris di Desa Akebay. Maka tim menawarkan solsusi dengan melaksanakan kursus bahasa Inggris dasar yang menggunakan pendekatan komunikatif (communicative approach), permainan yang edukatif, serta praktik langsung seperti role play dan field trip di objek wisata Akebay yang mereka miliki. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, pengajaran berbasis praktik dan media digital, juga  evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bawha peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi dasar anak-anak, adanya kepercayaan diri, serta adanya kesadaran pada anak-anak tentang perannya sebagai duta wisata lokal. Program memanfaatkan IPTEK dengan penggunaan media pembelajaran digital, teori pendidikan partisipatif, dan dokumentasi kegiatan untuk promosi desa wisata. Kegiatan ini juga menghasilkan dampak sosial positif, yaitu anak-anak mulai aktif menggunakan bahasa Inggris dasar dalam percakapan sederhana. Adapun saran untuk program kursus ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan fasilitas dan kolaborasi berbagai pihak agar kapasitas sumber daya manusia lebih unggul di Desa Wisata Akebay dan dapat mendukung tujuan dari pariwisata berkelanjutan

    Makna Denotasi dan Konotasi dalam Puisi Liberté Karya Paul Éluard (Analisis Semiotika Roland Barthes)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi Liberté karya Paul Éluard dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang berfokus pada makna denotasi dan konotasi. Liberté merupakan salah satu puisi surealisme yang ditulis pada masa pendudukan Nazi di Prancis dan memuat simbol-simbol perjuangan serta semangat kebebasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Liberté tidak hanya menjadi karya sastra, tetapi merupakan bentuk manifestasi moral dan politik serta ideologis penyair dalam menyuarakan perlawanan dan harapan akan kebebasan serta mengangkat suara rakyat yang tertindas dan menjunjung tinggi kebebasan sebagai nilai paling mendasar dalam kehidupan manusia, melebihi kekuasaan, perang, bahkan kematian. Hal ini menunjukkan bahwa kebebasan hidup dalam segala hal dan kebebasan bukan sekadar konsep politik tapi sesuatu yang sangat pribadi dan spiritual. Puisi ini memuat banyak citraan dan simbol yang dalam tataran denotatif membentuk narasi kebebasan sebagai nilai tertinggi, sementara dalam tataran konotatif, puisi ini menciptakan konstruksi simbolik kebebasan sebagai kekuatan yang melampaui kekuasaan dan penindasan. Liberté adalah simbol harapan dan kebebasan serta menjadi representasi dari perlawanan terhadap penindasan.

    Fotala: Penyajian Makanan Pada Tradisi Pesta Adat Masyarakat Muna di Desa Parida Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna

    No full text
    Fotala merupakan salah satu bentuk penyajian makanan dalam tradisi makan bersama yang lazim dilakukan oleh masyarakat Munadalam berbagai upacara adat, seperti kagaa (perkawinan), katoba (pengislaman anak), dan kampua (pengislaman orang dewasa). Dalam upacara adat perkawinan, tradisi fotala dilaksanakan sebagai upaya untuk memudahkan para orang tua adat, khususnya kaum perempuan yang mengenakan pakaian adat (kabhantapi), dalam mengambil makanan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan fotala serta menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaannya di Desa Parida, Kecamatan Lasalepa, KabupatenMuna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan fotala terdiri atas tiga tahapan, yaitu: Tahap persiapan, yakni mempersiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan fotala, Tahap pelaksanaan, yang dimulai dengan penyampaian dari tokoh adat bahwa makanan akan disajikan. Setelah itu, pihak yang bertugas menyajikan makanan akan masuk danduduk di tengah-tengah para orang tua adat, kemudian memulai proses penyajian secara berurutan, dimulai dari oe kawanu (air cucitangan), lauk-pauk, kadada (sayur), oghoti (nasi), hingga yang terakhir yaitu opiri kafumaha (piring untuk makan), Tahap akhir, yaitu proses pembersihan area makan setelah acara selesai, Dalam pelaksanaan fotala terkandung berbagai nilai, antara lain nilai gotong royong,nilai etika, nilai kebersamaan, dan nilai komunikatif

    Tradisi Kapopanga Pada Etnik Muna di Desa Lombu Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat

    No full text
    Kapopanga merupakan ritual adat masyarakat Muna yang berfungsi sebagai proses negosiasi dengan penghuni pohon atau hutan (jin) sebelum pembukaan lahan atau penebangan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual kapopanga serta fungsi tradisi kapopanga pada masyarakat Muna di Desa Lombu Jaya, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi kapopanga terdiri atas empat tahap, yaitu pengecekan lokasi, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan ritual, dan tahap kasolo. Tradisi kapopanga memiliki fungsi religi sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan upaya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan makhluk gaib, serta fungsi sosial dalam mempererat hubungan antarwarga, memperkuat gotong royong, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda

    Identification of Archaeological Remains at the Porehu 1 Cave Site, Porehu Village, Porehu Subdistrict, North Kolaka Regency

    No full text
    Situs Gua Porehu 1 adalah gua prasejarah yang memiliki berbagai temuan arkeologis yang masih dapat dijumpai hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan temuan-temuan yang ada di Gua Porehu 1, serta untuk mengetahui fungsi gua berdasarkan temuan tersebut. Fokus penelitian ini adalah identifikasi temuan arkeologis dan fungsi gua yang memberikan penjelasan tentang aktivitas manusia di masa lampau di Situs Gua Porehu 1. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil survei di Gua Porehu 1, dengan penekanan pada jenis temuan arkeologis dan fungsi gua berdasarkan temuan yang ada. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penalaran induktif. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah analisis morfologi, analisis kontekstual, dan interpretasi data. Berdasarkan temuan di Situs Gua Porehu 1, termasuk sisa-sisa manusia dan berbagai artefak seperti gerabah dan pecahan moluska, penulis menyimpulkan bahwa situs ini berfungsi sebagai gua penguburan. Kesimpulan ini didukung oleh keberadaan artefak-artefak tersebut, diperkuat oleh wawancara dengan masyarakat setempat, serta referensi temuan serupa dari penelitian-penelitian relevan sebelumnya, khususnya di Kabupaten Kolaka Utara.The Porehu 1 Cave site is a prehistoric cave with various archaeological findings that can still be found today. This research aims to identify and explain the findings present in Porehu 1 Cave, as well as to determine the cave\u27s function based on these findings. This research focuses on the identification of archaeological findings and the cave\u27s function, providing an explanation of past human activities at the Cave Site. The study was conducted based on the results of surveys at Porehu 1 Cave, with an emphasis on the types of archaeological findings and the cave\u27s function based on the existing discoveries. This research employs a qualitative research approach with inductive reasoning. The research methods used include observation, literature review, interviews, and documentation. The data collection techniques applied are morphological analysis, contextual analysis, and data interpretation. Based on the discoveries made at the Porehu 1 Cave site, including human remains and various artifacts such as pottery and mollusk fragments, the author concludes that this site served as a burial cave. This conclusion is supported by the presence of these artifacts, further strengthened by interviews with the local community, and references to similar findings in previous relevant research, particularly in North Kolaka Regency

    SEJARAH DESA KONTUMERE KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA 2015:2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang terbentuknya Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Tahun 2015-2022, (2) mengetahui perkembangan Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Tahun 2015-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Kuntowijoyo. Adapun tata kerja dalam metode sejarah tersebut adalah: (a) Pemilihan Topik (b) Heuristik yaitu Pengumpulan Data (c) Verifikasi atau Kritik Sejarah (d) Interpretasi atau Penafsiran, serta (e) Historiografi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Desa Kontumere pada awalnya merupakan Kampung Labaluba Lama, kemudian menempati lokasi baru yang terdiri dari Kampung Bente, Kampung Labaluba, Kampung Lamaeo dan Kampung Kasaka yang dijadikan sebuah desa yaitu Desa Bente pada tahun 1971. Desa Bente kemudian dimekarkan menjadi Desa Bente dan Desa Kontumere. Wilayah Desa Kontumere meliputi Kampung Labaluba, Kampung Lamaeo, Kampung Kasaka pada tahun 1978. (2) Desa Kontumere pada tahun (2015-2022) secara umum sudah menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Perkembangan di bidang pemerintahan juga mengalami kemajuan dengan meningkatnya perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Kontumere juga semakin maju melalui pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Selanjutnya dalam bidang pendidikan dan sarana prasarana, masyarakat Desa Kontumere juga mengalami kemajuan

    PERKEMBANGAN PASAR ANDUONOHU KOTA KENDARI1993-2022

    No full text
    Artikel ini mengungkapkan perkembangan dinamis Pasar Anduonohu di Kota Kendari dari tahun 1993 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan: pemilihan topik, pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi sumber, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdirinya Pasar Anduonohu dipengaruhi oleh faktor-faktor penting seperti aspek sosial, ketersediaan lahan, dan potensi pendapatan yang signifikan. Awalnya, pada tahun 1993, pasar ini beroperasi sebagai pasar rakyat yang hanya menjual kebutuhan sehari-hari. Namun, momen penting terjadi ketika pada tahun yang sama, Pemerintah Kota Kendari mengambil alih pengelolaan pasar berdasarkan sertifikat kepemilikan tanah. Pasar Anduonohu kemudian mengalami transformasi besar-besaran dari segi penataan letak, tata kelola, serta peningkatan bangunan dan infrastruktur. Keberadaan pasar ini bukan hanya sekadar tempat perdagangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal dengan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Transformasi ini menunjukkan pentingnya pasar bagi perkembangan ekonomi dan sosial di Kota Kendari

    SEJARAH TERBENTUKNYA DESA KONDONGIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA TAHUN 1979-2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah perkembangan Desa Kondongia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna tahun 1979-2022. Jenis penelitian ini adalah sejarah desa dengan menggunakan pendekatan multidimensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah menurut Kuntowijoyo, (2013: 69-81) dengan tata kerja lima tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: (1) Terbentuknya Desa Kondongia di Kecamatan Lohia didasari oleh keinginan masyarakat setempat untuk membentuk desa sendiri. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dalam bidang pemerintahan terutama dalam pelayanan pengurusan administrasi. Desa Kondongia terbentuk pada tahun 1979 dengan Kepala Desa pertama La Ode Nanti. Selain itu, terbentuknya Desa Kondongia sudah memenuhi persyaratan yaitu: (a) Jumlah penduduk 3.209 jiwa, (b) Luas wilayah 456,41 hektar, (c) Potensi wilayah yang memiliki tempat pariwisata, (d) Sarana dan prasarana antara lain: memiliki posyandu, gedung serba guna, dua SD, dua mesjid, balai desa, dan memiliki pasar. (e) Sosial (f) Budaya  (2) Perkembangan Desa Kondongia sejak terbentuknya tahun 1979-2022 dapat dilihat dalam bidang sosial, budaya, agama, dan pendidikan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Perkembangan sosial budaya yang ditandai dengan kemandirian masyarakat dalam berbagai hal, terbentuknya karakter yang baik, bertanggung jawab, serta kreatif dalam mengembangkan potensi yang ada. Pada bidang agama tercipta taman pengajian Al quran (TPA), terbentukanya majelis Ta’lim ibu-ibu, serta tersedianya tempat beribadah yang baik. Perkembangan pada bidang pendidikan ditandai dengan terbentuknya gedung sekolah mulai dari TK, SD serta banyaknya pelajar yang melanjutkan pendidikan SMP, SMA hingga ke perguruan tinggi

    40

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇